Re: Konsoltasi & solosi Jalan kelua

7 views
Skip to first unread message

Joseph Hartanto

unread,
Nov 29, 2008, 11:00:42 AM11/29/08
to rozi...@yahoo.co.id, josephrealestateinvestor
Halo Pak Rozikun,
Terima kasih, saya sekeluarga di sini sehat walafiat semua. Semoga
bapak demikian juga.
1. Pertama tama, bapak harus lakukan evaluasi dulu pada usaha bapak,
apakah yang menyebabkan omset menurun? apakah karena faktor internal
(pemilihan model barang yang tidak sesuai dengan permintaan pasar,
atau harga pembelian yang kurang murah, atau promosi yang kurang, atau
pelayanan yang kurang, dll) Atau disebabkan karena faktor external
(situasi ekonomi, daya beli berkurang, tren pasar yang berubah). Nah
kalo sudah ketahuan faktor penyebabnya, segera benahi yang bisa
dibenahi, sehingga diharapkan omset usaha bisa membaik lagi.
2. Piutang usaha yang 125jt, tetap usahakan ditagih dengan pendekatan
ke decision makernya, adakan pendekatan personal sehingga mereka lebih
mengerti dengan situasi bapak.
3. Jika bapak ingin mengajukan take over ke bank lain dengan kondisi
cash flow yang tidak baik, pasti hasilnya akan ditolak. Jika ingin
mengajukan take over, sebaik lakukan "Financial Enginering" dulu
minimal selama 3 bulan, baru pada bulan ke 4 anda ajukan take over.
Jika mutasi sudah bagus baru bank akan menerima permohonan take over
bapak.
4.Dengan kondisi seperti bapak, daripada take over ke bank lain,
sebaiknya minta restrukturisasi hutang saja ke bank yang bersangkutan,
jelaskan kondisi bapak apa adanya, biarkan mereka yang menawarkan
solusi buat bapak (biasanya bank akan berusaha mencarikan jalan
keluar, karena mereka juga berkepentingan dengan pengembalian hutang
anda). Jika bapak mencicilnya sudah cukup lama, bisa diberi tambahan
waktu lagi oleh bank, sehingga jangka waktu cicilan lebih lama dan
cicilannya jadi lebih ringan.
5. Tetaplah berusaha, apapun yang terjadi, pastilah ada solusinya.
"Bagaimanapun besarnya badai yang terjadi, suatu saat pasti langit
akan cerah kembali"

Salam buat teman teman di Banjarmasin lainnya. Jika ada kesempatan
mentoring EU di Banjarmasin dalam waktu dekat, kita atur waktu untuk
berdiskusi lagi.

Salam Sukses,
Joseph
On 11/27/08, moh rozikun <rozi...@yahoo.co.id> wrote:
>
>
> Kepada Yth P.Joseh
>
> Apa kabar P.Josep & Keluarga sehat-2
>
> saya punya masalah seperti P.IPAN sbb:
> saya ambil KPR di mandiri Rp.350juta jangka waktu 10 Tahun dengan angsuran
> Rp.5.1 juta per bln, Ruko saya rehab habis Rp.200juta, Isi dagangan ruko
> Rp.100jt ( Butik, Jual barang klontong, minuman ringan, sanggar senam)
>
> sekarang saya punya kesulitan untuk mengangsur sebesar Rp.5.1jt/bln,
> 1.sejak akhir September pemasukan dari usaha tdak mencukupi
> 2.Pemasukan dari kerja Sub Kontraktor kontruksi macet, sekarang saya punya
> piutang, Rp.125juta serta Proyek-2 banyak yang menunda karna alasan krisi
> ekonomi
> 3.Ruko saya ajukan take over bank lain tapi cashflow & tabungan gak baik
>
> demikian bapak maslah kami saya mohon saran & solosi jalan keluarnya
> terimakasih
>
> M. ROZIKUN, Banjarmasin, JREI-2 Yogjakarta.
>
>
>
> ___________________________________________________________________________
> Nama baru untuk Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail.
> Cepat sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

moh rozikun

unread,
Dec 4, 2008, 7:49:14 PM12/4/08
to josephreales...@googlegroups.com
Salam Sukses P,Joe
 
Terima kasih atas jawabanya P.joe
 
Saya sudah ke Bank waktu itu tidak bisa ketemu dengan Senior marketing dan disarankan untuk :
1.TOP UP dengan kelengkapan seperti awal kredit tidak bisa dirubah dari 10 Tahun jd 15 Tahun karena umur sekarang sudah 47 Tahun..
2.Menbuat surat Keterangan Usaha dari Kelurahan bahwa Ruko  ini sudah dipakai untuk usaha minimal 2 Tahun dengan dilampiri surat Pernyataan pendapatan bersih per bulan.
 
Rozikun 
--- Pada Sab, 29/11/08, Joseph Hartanto <joseph....@gmail.com> menulis:


Warnai pesan status dengan Emoticon.
Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.

Joseph Hartanto

unread,
Dec 6, 2008, 2:22:16 AM12/6/08
to josephreales...@googlegroups.com
Pak Rozikun,
1. Kalo Top Up, kan berarti beban cicilan bapak akan makin tambah
berat, sedangkan masalahnya sekarang, cashflow bpk yang ada tidak
cukup untuk bayar cicilan. Kalo Top Up berarti cicilan bukan tambah
ringan, tapi akan tambah besar.
2. Top up, bisa bapak lakukan jika : tambahan dana yang diperoleh, bpk
putar atau iinvestasikan dengan hasil yang cukup besar untuk mengcover
biaya cicilan tiap bulannya.
Tapi jika dengan Top up ini, bapak belum yakin akan digunakan untuk
apa, sebaiknya jangan dilakukan dulu.
3. Jika bank yang sekarang tidak mau memberi perpanjangan waktu, coba
bapak cari bank yang lainnya, take over.

Salam SUKSES,
Joseph

2008/12/5 moh rozikun <rozi...@yahoo.co.id>:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages