Intinya adalah beri nilai tambah pada pelayanan dan fasilitas kita,
kemudian setelah mereka nyaman dan puas, baru kita bisa naikkan uang
sewanya.
Salam SUKSES,
Joseph
2008/9/19 Rudy Ruslan <rudyr...@gmail.com>:
> Pak Joseph,
>
> Sewaktu masih kuliah di Untar, karena saya sering wakuncar ke tempat kost
> sang pacar di seputaran Grogol yang memang banyak bertebaran rumah kost,
> akhirnya begitu lulus, saya tertarik ingin punya rumah kost.
>
> Akhirnya lewat dana dari ortu saya berhasil beli rumah tua di daerah Dr.
> Muwardi, Grogol. Tidak besar, luas tanahnya cuma sekitar 100m2. Rumah tua
> itu dirobohkan, lalu dibangun gedung baru dua lantai. Waktu itu sih masih
> murah. Jadilah itu rumah kost dengan 9 kamar (tanpa AC).
>
> Sampai kini penghasilan dari sana, adalah sekitar 5 jutaan saja sebulan (per
> kamar Rp. 700 rb an). Untungnya karena "uang dingin" hasil sewa itu
> merupakan hasil bersih. Tapi kok ya sedikit amat?
>
> Karena bangunan dan FF&E nya sudah agak tua, mestinya gedung dicat ulang dan
> diperbaiki sana sini, atau direnovasi lah, juga furniture nya diganti. Tapi
> apakah itu akan menaikkan harga sewa kamar kostnya? Is it worth it?
>
> Pertanyaan: bagaimana triknya agar uang kost bisa naik tanpa tidak terlalu
> membebani kita?
>
> Terima kasih, dan sukses!
>
> Rudy