Indeks Kompas100 adalah suatu indeks saham dari 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Indeks Kompas100 secara resmi diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan koran Kompas pada hari Jumat tanggal 10 Agustus 2007.
Saham-saham yang terpilih untuk dimasukkan dalam indeks Kompas100 ini selain memiliki likuiditas yang tinggi, serta nilai kapitalisasi pasar yang besar, juga merupakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.
Saham-saham yang termasuk dalam Kompas100 diperkirakan mewakili sekitar 70-80% dari total Rp 1.582 triliun nilai kapitalisasi pasar seluruh saham yang tercatat di BEI. Dengan demikian, diharapkan investor bisa melihat kecenderungan arah pergerakan indeks dengan mengamati pergerakan indeks Kompas100.
Kompas100 CEO Forum merupakan forum diskusi CEO dari perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Indeks Kompas100. Forum ini diselenggarakan sejak tahun 2008 oleh Harian Kompas. Setiap tahunnya, diskusi ini tak hanya melibatkan para pimpinan perusahaan, namun juga mengundang pemerintah sebagai narasumber maupun peserta.
Reformasi kehidupan bernegara bagi bangsa Indonesia salah satunya dipicu oleh aksi massa yang terjadi 25 tahun silam. Pada bulan Mei 1998, pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto berakhir selepas melewati berbagai peristiwa.
Momentum ini sempat diabadikan Harian Kompas sebagai salah satu peristiwa yang dianggap mewakili tahun 1998. Melalui rilisan Narasi Fakta Terkurasi tahun lalu, berupa arsip koran yang di-minting sebagai NFT, Harian Kompas memilih arsip koran edisi 20 Mei 1998 yang memuat berita pendudukan Gedung MPR/DPR oleh mahasiswa.
Kini, bertepatan dengan peringatan 25 tahun reformasi, Kompas kembali merilis sejumlah arsip koran yang menjadi spin off salah satu rilisan Narasi Fakta Terkurasi. Sembilan arsip koran, dari tanggal 13 hingga 21 Mei 1998 dirilis dalam koleksi yang diberi titel Sembilan Hari yang Menentukan.
Koleksi ini memuat sembilan edisi koran pada sembilan hari terakhir sebelum Presiden Soeharto meletakkan jabatannya sebagai Kepala Negara. Diawali dengan insiden penembakan mahasiswa Universitas Trisakti, yang diikuti dengan berbagai aksi massa termasuk kerusuhan dan penjarahan, dan diakhiri dengan pengunduran diri Presiden.
Bagi yang ingin memiliki koleksi digital rantai blok arsip koran Mei 1998, publik bisa mengunjungi lokapasar OpenSea untuk mendapatkan edisi yang dipilih. Tiap arsip dilepas dengan harga 0.0598 ETH, angka yang melambangkan bulan dan tahun kejadian peristiwa reformasi.
Dengan rilisan ini, Harian Kompas melanjutkan misi untuk membawa peristiwa-peristiwa penting dari masa lalu untuk kembali hadir. Tujuannya adalah agar peristiwa ini bisa menjadi perbincangan di era kiwari, serta kemudian bisa masuk ke dalam memori kolektif bangsa.
Kompas di kios Flamboyant kalau dipakai dengan ukuran Jakarta adalah koran kedaluarsa. Terlambat dua hari dari tanggal terbitnya. Tidak lagi up to date. Kompas yang melewati jalan berliku untuk sampai ke pembacanya. Pembaca Negeri di Naca.
Nama pemimpin umumnya, Petrus Kanisius (PK) Ojong atau Auw Jong Peng-Koen. Pemimpin Redaksinya Jacob Oetama hingga nama Swantoro. Juga tak lekang ingatann saya nama redakatur pelaksana, redaktur, reporter, dan korespondennya.
Mencuatnya gaya jurnalisme ini karena Kompas lebih memilih jurnalisme yang lebih lembut dan dinamis, dibandingkan surat kabar pada masanya yang menganut jurnalisme keras dan sarat kritik tajam terhadap pemerintahan Soeharto.
Ketika kepiting menemui hambatan di depannya, dia akan mundur atau berjalan menyamping lalu mencari jalan lain yang lebih aman. Bila memaksakan diri untuk menabrak halangan di depannya, maka kepiting itu akan mati.
Rikard Bangun, Pemimpin Redaksi Kompas selama lima tahun, kini sudah hijrah ke televisi, menjelaskan, jurnalisme kepiting merujuk kepada pemberitaan redaksi yang selalu memaksimalkan pemberitaan hingga ambang batas.
Hari itu adalah Sabtu di ujung hari kalender Januari. Saya melangkah ke pintu pagar usai suara derai sebuah motor berlalu melirik ke celah pintu pagar. Langsung menggamit bundel kecil untuk kemudian saya bentang.
Cuma 16 halaman. Cuma empat tulisan tiap halaman. Cuma tulisan reportase dan feature. Sangat sedikit berita politiknya. Sangat sedikit iklannya. Dan banyak lagi yang cuma dan cuma. Juga banyak sedikit-sedikit.
Namun, begitu Kompas saya bentang itu bukanlah koran yang cuma dan cuma. Bukan sedikit dan sedikit. Bukan juga Kompas yang memelas. Kompas yang telah dipinggirkan oleh media online, media sosial. Media berlabel digital.
Entahlah, kata hati saya. Kata hati yang mengajak ke makna jurnalistiknya. Makna ketika pembaca lebih independen. Sejak tingkat kepercayaan pembaca terhadap koran merosot. Sejak media online mengambil ceruk pasar koran
Saya tidak mau seperti Prof. Drs. Effendi Gazali yang mencampakkan gelar profesornya karena gagal sebagai guru jurnalisme. Gagal ketika menemukan tinggal sedikit wartawan yang baik di negeri ini. Wartawan yang menulis secara benar.
Begitulah memang. Selama lebih dari 50 tahun Kompas menemani masyarakat Indonesia dengan gaya jurnalismenya yang khas melewati tiga zaman: Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Ia adalah media cetak tertua yang masih bertahan di Indonesia.
Mulanya, ketika pertamakali didirikan oleh PK Ojong dan Jakob Oetama, koran ini hendak dinamai Bentara Rakyat. Artinya, koran baru ini memang dimaksudkan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia rakyat.
Harian Kompas terbit pertamakali pada 28 Juni 1965. Terbit empat halaman dengan cetakan perdana sebanyak 4.828 eksemplar, harian Kompas hadir dengan wajah hitam putih. Harga ecerannya Rp 25 dan Rp 500 untuk langganan per bulan.
Pemilik surat kabar akan menjadi pihak penanggung jawab yang berkaitan erat dengan keberlangsungan media ini sendiri, sedangkan yang bertanggung jawab terhadap isi surat kabarnya biasanya disebut sebagai editor.
Banyak orang-orang yang merasa kerepotan jika harus membaca koran sambil melakukan aktivitas lain, sehingga mereka memilih membaca berita melalui media online karena lebih praktis dan mudah diakses melalui smartphone.
Nah, saat ini sudah banyak sekali media atau aplikasi yang menyediakan koran atau surat kabar lain yang bisa kamu akses melalui online, salah satunya ada di aplikasi Gramedia Digital.
Tapi tidak hanya buku saja, Gramedia Digital juga menyediakan ratusan majalah dan berbagai koran lain yang bisa kamu update secara berkala setiap harinya, sehingga kamu tidak akan ketinggalan berita atau informasi terbaru.
Sebelum membaca berbagai buku, majalah, dan koran di Gramedia Digital, kamu harus berlangganan paket premiumnya terlebih dahulu, ada beberapa paket langganan yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan.
KOMPAS.com - Pernahkah Anda mendengar istilah stack atau tumpukan dan queue atau antrian dalam kehidupan sehari-hari? Stack dan queue berhubungan dengan struktur data dalam sebuah aplikasi. Akan tetapi, keduanya juga biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Stack dan queue merupakan fungsi yang biasanya digunakan pada sebuah pemrograman seperti pemrograman Java. Berikut ini KompasTekno telah merangkum mengenai pengertian, perbedaan, dan contoh penerapan stack dan queue.
Stack adalah struktur data linier yang mengikuti aturan tertentu untuk melakukan operasi. Data yang memiliki struktur stack, tersusun seperti tumpukan, sehingga hanya elemen yang baru dimasukkan yang dapat diakses atau dilihat.
Ujung tumpukan yang digunakan untuk melakukan semua operasi disebut bagian atas tumpukan. Stack mengikuti prinsip LIFO (Last In First Out), yang berarti elemen yang dimasukkan terakhir akan menjadi elemen pertama yang keluar dari urutan data.
Queue adalah struktur data linier di mana kita dapat menyisipkan dan menghapus elemen dari daftar data. Akhir daftar dari mana elemen disisipkan disebut ujung belakang dan ujung di mana elemen dihapus adalah ujung depan.
Struktur data yang menggunakan queue mengikuti prinsip FIFO (First In First Out), yang berarti elemen yang dimasukkan pertama kali dari ujung belakang akan menjadi elemen pertama yang dihapus dari ujung depan.
Selain itu, terdapat dua istilah lain dalam queue, yakni operasi enqueue dan operasi dequeue. Operasi enqueue adalah teknik penyisipan pada struktur data queue, sedangkan operasi dequeue adalah teknik penghapusan pada struktur data queue.
Meskipun stack dan queue identic digunakan pada aplikasi pemrograman, contoh penerapannya tidak hanya pada aplikasi pemrograman saja. Terdapat beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari juga.
Dalam kehidupan sehari-hari struktur stack bisa ditemui ketika terdapat setumpuk koran yang tergeletak di lantai. Koran yang paling terakhir ditambahkan atau ditaruh di atas adalah koran yang paling mudah dilihat.
Sementara koran yang pertama kali diletakkan atau berada pada tumpukan paling bawah adalah koran yang paling sulit dilihat. Adapun dalam aplikasi pemrograman, stack digunakan untuk evaluasi ekspresi, pencocokan tanda kurung saat bekerja dengan ekspresi, digunakan dalam konversi ekspresi seperti infiks ke postfix atau awalan ke postfix.
Biasanya, stack digunakan di mesin virtual java dan dalam manajemen memori untuk metode pemecahan masalah backtracking, penguraian string atau pembalikan string, dan mencocokkan tag HTML dalam pengembangan web.
Sementara contoh penerapan struktur data queue dalam kehidupan sehari-hari bisa ditemui ketika seseorang mengantri untuk membeli tiket melalui loket pembayaran tiket yang disediakan, itu disebut sebagai enqueue.
Selain itu, queue juga digunakan dalam sistem operasi untuk penjadwalan FCFS, semaphore, buffer, untuk perangkat dan spooling printer. Queue biasanya digunakan di router dan switch saat data ditransfer secara tidak sinkron untuk memelihara daftar putar di pemutar media.
7fc3f7cf58