[Berita] Pelindo Optimalkan Pelabuhan CPO Terbesar di Sumatera

88 views
Skip to first unread message

Sekretariat SCI

unread,
Oct 22, 2017, 9:19:56 PM10/22/17
to jasa-logistik
Pelindo Optimalkan Pelabuhan CPO Terbesar di Sumatera

Merdeka.com - PT Pelindo I (Persero) terus mengoptimalkan pelabuhan di Kota Dumai, Provinsi Riau, sebagai pelabuhan ekspor komoditas kelapa sawit terbesar di Pulau Sumatera. Optimalisasi pelabuhan ini bisa menyerap potensi ekspor minyak sawit mentah di Riau yang mencapai sekitar 13 juta ton per tahun.

"Pada tahun 2018 Pelabuhan Dumai akan melakukan investasi cukup besar pada peningkatan fasilitas pelabuhan curah cair untuk minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Fasilitas loading point (pengiriman) curah cair akan dilakukan penambahan, dari semula hanya mampu memompa 200-300 ton per jam akan terus ditingkatkan menjadi 500 ton per jam," ujar GM Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, Djuhaery, dikutip Antara, Minggu (22/10).

Dia yakin optimalisasi tersebut makin mengukuhkan pelabuhan di pesisir Riau itu sebagai yang terbesar untuk pelayanan ekspor CPO di Sumatera. Pelabuhan Dumai melayani ekspor CPO hingga sekira enam juta ton per tahun, jauh lebih besar ketimbang Pelabuhan Belawan di Provinsi Sumatera Utara yang melayani sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Pelindo melakukan optimalisasi karena menilai bisnis pelabuhan curah cair di Riau sangat prospektif, dengan potensi ekspor CPO kini mencapai sekitar 13 juta ton per tahun. Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai baru bisa menyerap setengahnya saja, dan sisanya diekspor oleh pelaku bisnis sawit yang membuat pelabuhan sendiri.

Selain itu, peluang pengembangan pelabuhan Dumai juga akan mampu mendukung kinerja industri pelabuhan di Riau, yang akan sangat diuntungkan karena ada megaproyek rel kereta api dan jalan tol Sumatera menuju Kota Dumai.

Sumber dan berita selengkapnya:

Salam,
Divisi Informasi 



Education | Training | Consulting | Research | Development

Taman Melati B1/22 Pasir Impun

Bandung 40194

Phone : +62 22 720 5375

Mobile : +62 821 1515 9595

E-mail : sekre...@SupplyChainIndonesia.com


www.SupplyChainIndonesia.com



Rudy Sangian

unread,
Oct 26, 2017, 3:32:33 AM10/26/17
to jasa-logistik
Kapal Tanker yang bersandar di Dumai itu selalu dari Singapore dan setelah selesai loading akan ke Singapore lagi. Berikut adalah gambar rute kapal tanker per hari ini.

Inline image 1
Rute Kapal Tanker

Disebutkan pada artikel di atas, yakni:

"Pada tahun 2018 Pelabuhan Dumai akan melakukan investasi cukup besar pada peningkatan fasilitas pelabuhan curah cair untuk minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Fasilitas loading point (pengiriman) curah cair akan dilakukan penambahan, dari semula hanya mampu memompa 200-300 ton per jam akan terus ditingkatkan menjadi 500 ton per jam," ujar GM Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, Djuhaery, dikutip Antara, Minggu (22/10).

Menurut hemat saya harus dikaji sebelum meningkatkan kapasitas dari 200 - 300 ton per jam. Karena pada umumnya kapasitas dari Port Tank ke tempat penampungan kapal Tanker itu rata-rata hanya bisa dicapai 250 ton per jamnya pada kebanyakan pelabuhan di Indonesia. Selain sebagai praktisi, saya bekerja sebagai independent konsultan pada perusahaan global dan komoditi curah cair yang di-ekspor itu memerlukan PCA (Product Conformity Assessment).

Meningkatkan kapasitas itu harus dilihat dari dua arah, artinya:
  • Harus seimbang antara kapasitas saluran Kapal Tanker dan;
  • Kapasitas saluran Port Tank (Tank Pelabuhan setempat).
Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sebut saja Port Tank di Dumai itu mampu mencapai kinerja loading & discharge-nya sebesar 500 ton per jam, tetapi ternyata rata-rata kapal Tanker yang dapat disandarkan pada Pelabuhan Dumai berdasarkan fasilitas draft dsbnya itu hanya mampu menyandarkan kapal dengan fitur saluran-salurannya sebagaimana dapat dilihat pada gambar di bawah ini, bahwasannya: kapal tanker dimaksud hanya mampu dengan kinerja maksimal 250 ton per jamnya. Dengan demikian menjadi tidak seimbang.​

Gambar di bawah ini mengilustrasikan secara garis besar saja tentang proses kegiatan loading & discharge komoditi Curah Cair.

Inline image 2

Selanjutnya, mari kita explore secara umum tentang profil Pelabuhan Dumai. Grafik di bawah ini adalah data selama kurun waktu 30 hari sejak tanggal artikel email ini ditulis, yaitu:

Inline image 3

STATISTIK KUNJUNGAN KAPAL DI PELABUHAN DUMAI

Berdasarkan data grafik di atas maka profil logistik kepelabuhanan Dumai adalah kapal penumpang selain kapal tanker. Selama 30 hari, hasil dari kunjungan kapal cargo adalah sebagai berikut:

Inline image 4
Grafik Kunjungan Kapal Penumpang

Sedangkan kapal Tanker dan kapal Penumpang adalah sebagai berikut:

Inline image 5
Grafik Kunjungan Kapal Tanker

Maksimum per hari berdasarkan grafik kunjungan Kapal Tanker di atas adalah 9 Kapal Tanker. Rata-rata GT Kapal Tanker yang berkunjung adalah kisaran 50.000-an yang memerlukan kondisi draft pelabuhan sedalam 15 meter. Sedangkan rata-rata draft Pelabuhan Dumai berdasarkan gelombang naik turun itu menghasilkan batas aman draft hanya sekitaran 10 meter saja. Hal ini disebabkan kapal Tanker semakin diisi untuk mencapai kapasitas maksimum berdasarkan GT-nya akan menjadi semakin terbenam dan memerlukan draft yang menunjang. Analisa ini hanya secara kasar saja, sehingga kapasitas 200 s/d 300 ton saja atau rata-rata 250 ton saja sudah cukup; tidak perlu ditambahkan lagi menjadi 500 ton per jamnya. Penambahan kapasitas 500 ton per jam ini hanya berpengaruh pada kecepatan bongkar muat yang dapat meningkatkan BOR (Berthing Occupancy Rasio) sehingga bisa lebih dari 9 kapal tanker per harinya (lihat gambar di atas, yakni: pada tanggal 22 Oktober 2017).

Gambar di bawah ini adalah hasil zoom dari gambar rute kapal tanker di atas dan didapati density kapal pada DLKP (Daerah Lingkup Kerja Pelabuhan) itu tidak ada kepadatan atau banyak kapal berlabuh.

Inline image 8

Artinya: jumlah 9 kunjungan kapal tanker dimaksud di atas itu masih available untuk dilayani berdasarkan fasilitas panjang dermaga Pelabuhan Dumai. Perkiraan saya, BOR-nya tidak sampai 50%. Dengan demikian, kecepatan bongkar muat 200 s/d 300 ton per jam itu masih mumpuni dan tidak perlu ditingkatkan menjadi 500 ton per jam-nya. Tetapi sekali lagi, ini hanya analisa umum saja. Perlu dikaji lebih teliti mengenai hal ini.

Inline image 6
Grafik Kunjungan Kapal Penumpang


PORT FOLLOWS THE HINTERLAND RESOURCES
Membangun atau merevitalisasi pelabuhan itu tidak hanya berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan​ dari instansi pemerintah terkait. Gambaran di atas kiranya dapat memberi pengertian pada kita bahwa pencapaian Logistik Kepelabuhanan agar dapat mewujudkan Biaya Logistik yang efisien itu filosofinya adalah port follows the hinderland resources.

Inline image 7
Berdasarkan ilustrasi di atas maka faktor-faktor yang menyebabkan Biaya Logistik pelabuhan kita di Indonesia belum bisa turun adalah mind-set revitalisasi pelabuhan belum bergeser dari port sebagai Loading & Unloading Port. Standard Operation Procedure-nya pun masih belum dirubah sejak tahun 1960-an.

Kalau melihat rincian penjelasan di atas, khususnya kasus revitalisasi Pelabuhan Dumai maka mind-set revitalisasinya harus bergeser menjadi phase 3, yaitu: Logistics/ Port Supply Chain. [port follows the hinterland resources] - baru kita dapat merubah pelabuhan secara totalitas dan akhirnya dapat menikmati Biaya Logistik yang efisien. Dan itupun masih belum cukup untuk menjadi Smart Port (phase 4). Ada yang bilang: Once again: Say Big Data Technology. Menurut saya mustahil karena ini ada prakondisinya berdasarkan phase-phase pada gambar ilustrasi Evolusi Pelabuhan di atas dan perlu diurai, di-exercise berkali-kali sehingga bisa ditemukan berbagai formula untuk menurunkan atau meng-efisiensi-kan Biaya Logistik.

Wassalam
Rudy Sangian - 08118060049.


E-mail : sekretariat@SupplyChainIndonesia.com


www.SupplyChainIndonesia.com



--

---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Jasa Logistik Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to jasa-logistik+unsubscribe@googlegroups.com.
To post to this group, send email to jasa-l...@googlegroups.com.
Visit this group at https://groups.google.com/group/jasa-logistik.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.



--
Regards
Rudy Sangian
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages