Metrotvnews.com, Jakarta: Federasi Perhimpunan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional bekerja sama dengan Thomson Reuters Foundation
meluncurkan film dokumenter untuk mengenang tragedi tsunami 26 Desember
2004.
Siaran pers Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Selasa (22/12)
menyebutkan film dokumenter multimedia tersebut bertajuk "Bertahan dari
Tsunami: Kisah-Kisah Harapan" (Surviving the Tsunami: Stories of Hope).
Peluncuran film itu menandai lima tahun peringatan tragedi tsunami di
Samudera Hindia yang dinilai sejumlah pihak sebagai bencana alam
terburuk sepanjang ingatan umat manusia. Film tersebut mengungkap
kekuatan semangat manusia dalam menghadapi bencana dahsyat melalui
perpaduan antara gambar yang kuat dari jurnalis foto kantor berita
Reuters dan testimoni empat saksi mata yang hidupnya berubah dramatis
akibat tsunami.
Bagi mereka yang ingin menonton, film dokumenter dengan judul� Bertahan
dari Tsunami - Kisah-kisah Harapan itu dapat menyaksikannya melalui
akses internet di alamat: http://tsunami. trust.org (bahasa Inggris)
atau http://tsunami.trust.org/bahasa/ (Bahasa Indonesia).
Menanggapi film dokumenter tersebut, Yasemin Aysan dari Sekretariat
Jenderal Federasi Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Internasional mengatakan tsunami mengakibatkan kerusakan dahsyat yang
tak terbayangkan, tetapi juga menciptakan kedermawanan yang
mencengangkan dari berbagai penjuru dunia. Selain itu, ujar Yasemin,
selama lima tahun pihaknya telah membantu masyarakat untuk pulih kembali
sehingga terdapat keinginan untuk membuat sebuah kesaksian jujur dan
cerita dari kisah orang-orang yang terkena dampak tsunami tersebut.
Sementara itu, Direktur Thomson Reuters Foundation Monique Villa
mengemukakan, film dokumenter tersebut sangat inspiratif, menggetarkan,
dan mampu mengungkapkan kemampuan mengagumkan manusia untuk mengatasi
tragedi besar. Villa juga memaparkan, film itu juga menggambarkan
keunikan pengalaman jurnalis kantor berita Reuters dalam peristiwa
tsunami yang dinilai sebagai salah satu malapetaka terburuk yang pernah
terjadi. (Ant/ICH)