Setidaknya institusi yang membuat atau mempublikasikan peta di Internet ini
beberapa yang saya ingat dan baru saja coba di cross cek lagi di website,
saya coba iseng komentari, mohon maaf kalau ada salah karena hanya sekilas2
merefresh.
- Bakosurtanal. Peta yang dihasilkan secara umum adalah peta dasar RBI
sampai skala 1:25rb. Dulu peta yang disimpan di webnya dan bisa gratis
diunduh meski seluruh indonesia, tapi masih skala kasar, 1:1juta. Pada
beberapa kejadian bencana belakangan ini, saya amati, Bakosurtanal sudah
memprovide peta RBI yang lebih detil, gratis melalui web. Ada yang format
bitmap ada yang shapefile sehingga bisa diolah lagi, walaupun ini hanya
disajikan terbatas. Perlu diacungi jempol. Apalagi kalau secara bertahap
seluruh Indonesia ya :).
Minimal 1:25.000 yang bisa dicetak dalam format A3 sudah cukup untuk kerja
di lapangan.
- Dep. Pekerjaan Umum. Peta yang dihasilkan adalah peta indeks bencana (dan
konflik) tahunan berdasarkan data yang dimiliki institusi. Peta disajikan
dalam image gif yang interaktif. Bagus sebagai representasi data, namun
tidak banyak membantu untuk operasi di lapangan. Lebih baik lagi apabila
data terkini bisa juga di unduh oleh publik. Yang sudah bisa di unduh baru
data statistik (rekapan) tahun 2006. Beberapa link juga tidak bisa diakses.
- Dep. ESDM melalui PVMBG. Peta yang dihasilkan adalah peta kerawanan
gerakan tanah, gunung berapi dan tanggapan atas kejadian bencana. Untuk
peta mitigasi gunung berapi memang belum semua gunung lengkap tersaji tapi
rasanya pathnya sudah baik. Untuk peta gerakan tanah, walaupun rajin
diupdate dan coverage seluruh Indonesia tapi nampaknya tidak terlalu ada
perubahan yang signifikan pada setiap updatenya. Selain juga masih terlalu
luas skala petanya. Mungkin metodanya adalah menggabungkan peta curah hujan
dan indikator longsor, yang tentu data dasarnya juga tidak banyak berubah..
- BMKG. Rutin menghasilkan peta potensi hujan dan banjir. Juga yang paling
banyak diakses (rasanya) peta gempa terjadi. Yang gempa ini sudah cukup
real-time, tersambung dengan sensor seismik. Datanya juga bisa diakses
selain melalui web, bisa juga melalui sms. Kalau bisa menyediakan saluran
distribusi atau pengolahan lain pasti lebih mantap, acuannya USGS saja :)
- DEPKES. Rasanya dulu pernah mengeluarkan peta rawan flu burung.. tapi
saya coba cari ndak ketemu. Yang ada hanya peta representasi statistik
bencana tahunan di PPK-DEPKES. Data terakhir tahun 2008. Resolusinya cukup
jelas. Kurang bermanfaat untuk kerja di lapangan. Yang menarik di webnya
tersedia juga laporan kesiapsiagaan untuk beberapa daerah gunung berapi.
Ini mungkin bisa disebut mini contingency plan. Sayang tinjauannya hanya
dari aspek kesehatan, tapi ya memang mestinya begitu mungkin ya :). Kalau
ini bisa dilengkapi oleh dep teknis yang lain, maka bisa jadi contigency
plan yang lebih komprehensif sebagai acuan semua untuk melakukan manajemen
bencana.
- PIRBA. Menampilkan peta yang diambil dari web BMKG dan LAPAN. Rasanya
bermaksud untuk menggabungkan peta-peta ini. Ada beberapa dead-link di
websitenya.
- Lapan. Melalui remote sensing dan SIMBA, memprovide peta curah hujan,
pantauan awan, titik panas, siklon tropis, dan kejadian banjir. Terupdate
dengan cukup baik, walau organisasi filenya agak rumit dan resolusi petanya
membuat si peta jadi kadang-kadang tidak berguna :).
Mudah-mudahan kalau nanti twin satelitnya sudah mengudara, ketersediaan
peta satelit khususnya untuk bencana bakal lebih variatif dan detil. Juga
resolusi yang ditampilkan bisa lebih tinggi.
- BNPB. Ketika jaman Bakornas dulu sih (maaf) peta yang disajikan menurut
saya tidak banyak membantu dan jarang tampil. Sekarang relatif rutin
tersajikan dan terinformasi melalui milis ataupun webnya di
geospasial.bnpb.go.id. Cukup membantu walau kadang resolusi dalam pdf
terlalu rendah, sehingga label sering tidak terbaca jelas. Kategori
tematiknya cukup lengkap. WebGIS nya juga sudah online meski informasi yang
ditampilkan belum termasuk data bencana.
- DepHut. Memiliki peta Hotspot dalam GIS interkatif maupun bitmap image
dan data NOAA/MODIS.
- DepHub. Untuk gempa padang kemarin mempublikasi peta jaringan jalan dan
sarana perhubungan.
- KPU. Dulu ketika jaman peta online belum banyak, kami sempat pakai
peta-peta dari KPU, semuanya adalah peta wilayah administrasi, ketika
melakukan operasi tanggap darurat. Ndak tau sekarang masih bisa di unduh
online apa tidak.
- Mediacenter Airputih. Dulu waktu gempa bengkulu airputih pernah
menampilkan peta batas administrasi dan titik gempa yang lumayan detil dan
terupdate, tapi nampaknya tidak berlanjut (atau saya yang tidak tau hehe).
- Peta Kang Onno. Peta yang berbasis google ini memungkinkan user membuat
marker yang berisi informasi. Cukup inovatif walaupun updatingnya sangat
tergantung dari user2 itu sendiri.
- INDOALERT!. Peta yang dinamai Indonesiaga! ini menggunakan dasar dari
google map yang titiknya di georeference secara otomatis berdasarkan layer
berita dari Indoalert dan beberapa layer kebencanaan lain dari berbagai
sumber. Perlu disempurnakan karena masih berupa proof-of-concept saja.
Secara umum peta yang dibuat dalam negeri memang masih general dan skalanya
besar. Di beberapa kecamatan di jabar selatan saya pernah melihat peta
bencana yang di pampang di kantor kecamatan, sudah lengkap dengan jalur
evakuasi di lokal.. yah setidaknya beberapa daerah juga sudah berusaha
membuat peta sendiri, walaupun belum terpublikasi secara luas.
Untuk perbandingan, Institusi luar negeri yang sering memprovide peta
bencana yang sering digunakan di lapangan adalah:
- UNOSAT/UN-OCHA. Umumnya peta satelit imaging, yang di overlay dengan
data-data dari lapangan, dari tim UN.
- DLR-ZKI. Provide peta2 satelit imaging yang di overlay dengan data2
sitrep dari lapangan.
- CRISP, Singapore. Peta yang diprovide adalah satelit imagery. Biasanya
pra dan paska. Sangat membantu untuk perbandingan wilayah terdampak. Staff
mereka juga cukup tanggap terhadap permintaan data melalui email.
- Map Action. Nah ini tim pemetaan darurat yang datanya sharing dengan
organ UN. Peta2 mereka diproduce langsung di lokasi bencana oleh tim yang
didatengin dari luar. Peta yang dibuat enak diliat dan informatif. Tim
mereka terdiri dari GIS volunteer yang sudah di train untuk pemetaan
kejadian bencana.
- Google. Melalui earth map memiliki layer kebencanaan yang bisa diakses
interaktif dan diolah lagi. Terakhir sih tersedia titik gempa (data dari
usgs), titik gunung berapi, hotspot (modis),
Peta dari institusi luar negeri secara umum unggul dalam kualitas, tampilan
dan teknologi. Peta-peta yang di publish di internet memang nampaknya
dibuat untuk konsumsi masyarakat internet, jadi ya kalau dilihat pakai
image viewer, atributnya bisa dilihat dengan baik ndak blur seperti peta
yang dibuat lokal (hehe maap).
Namun institusi luar negeri biasanya hanya mempublikasi peta dengan
kejadian bencana yang eskalasinya cukup besar. Kayaknya platform operasi
kayak map action cantik juga kalau bisa diterapkan di Indonesia. Indonesia
juga rasanya tidak kalah dan punya banyak GIS volunteer yang bisa
diberdayakan, kalau digabung dengan data dari departemen2 teknis wah ciamik..
Jadi kepanjangan. Mohon maaf kalau ada salah kata. Kritik/koreksi welcome.
Salam.
.e
Seingat saya beberapa waktu lalu UN-SPIDER mencari kontak yg jelas di
Indonesia untuk layanan soal pre dan post disaster map.
Ini organisasi baru di bawa OOSA dan fokus ke space based technology
untuk disaster management. Aku sempat ikut konferensi awalnya tapi
tahun ini gak ikut krn sibuk. Bisa dilihat di
http://www.oosa.unvienna.org/oosa/unspider/index.html
Bagus kalau ada lembaga riset yg mau link dgn mereka. Idealnya lembaga
pemerintah spt Lapan atau Bakosurtanal atau juga BNPB. Tapi so far
belum ada dan kata pak Sugeng, sempat ditawarin tapi beliau memilih
kalau lembaga yang spesialisasi ke space based tech yg jadi focal
point.
So far gak tau gimana perkembangan.
Trims, JL
2009/12/8 echo <unreg...@gmail.com>: