Medan, WASPADA Online
Pemadaman aliran listrik kembali merenggut korban jiwa. Kali ini dua
anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Medan, Mulia Raja Nasution,
45, warga Jln. Sisingamangaraja Medan dan Elson Tibala, 27, warga
Toraja, Sulawesi Selatan tewas diduga akibat terhirup asap genset.
Peristiwa tragis itu dialami korban saat tidur di dalam kapal SAR 006
yang sedang sandar di dermaga 001 Gudang Merah Pelabuhan Belawan Lama,
Senin (30/7). Kepala Kantor SAR Medan Dianta Bangun yang ditemui
wartawan di Instalasi Jenazah RSU Dr. Pirngadi Medan mengatakan,
peristiwa tewasnya kedua anggota Basarnas Kota Medan itu diketahui pada
Senin (30/7) pagi sekira pukul 08:00.
Sebelumnya, kata Dianta, kedua korban bersama awak kapal lainnya
melakukan pencarian terhadap kapal yang hilang akibat ditubruk tanker di
perairan selat Malaka. Saat sandar di dermaga 001 Gudang Merah Pelabuhan
Belawan Lama, Minggu (29/7) malam, situasi gelap gulita karena aliran
listrik di kawasan itu padam. "Biasanya, untuk menerangi kapal mereka
menggunakan aliran listrik. Namun karena listrik padam, mereka terpaksa
menyalakan genset," ujar Dianta.
Ketika hendak dilakukan pergantian shift jaga pada Senin (30/7) pagi,
salah seorang anggota SAR menemukan salah satu pintu ruangan kapal
tertutup dan mesin genset dalam keadaan menyala. Meski telah berulang
kali dipanggil, namun kedua korban yang berada di dalam ruangan itu
tidak menyahut. Akhirnya pintu didobrak dan kedua korban ditemukan dalam
keadaan tidak sadarkan diri dengan posisi terlentang.
"Kami belum tahu apakah mereka sudah tewas atau belum. Karena itu,
mereka sempat diberikan pertolongan pertama. Namun belum sempat dibawa
ke rumah sakit, mereka dinyatakan telah meninggal," kata Dianta.
Sementara itu, teman korban, Heri Susanto, 25, warga Jln Pasar I Tengah,
Kecamatan Medan Marelan mengatakan kepada Waspada di Mapolres KP3
Belawan, pagi itu sekira pukul 08:00, dia mendatangi kapal patroli
Basarnas tersebut. "Lampu luar kapal masih menyala, aku berencana mau
memadamkannya. Kemudian aku membuka pintu belakang tapi tidak bisa
karena terkunci dari dalam," ujarnya.
Setelah itu, Heri membuka kaca samping kapal dan banyak asap yang ke
luar dari dalam ruangan tersebut. Sedangkan mesin genset masih menyala.
Dengan berbagai cara, Heri berhasil membuka pintu depan kapal. "Kulihat
asap sudah banyak di ruangan itu. Aku juga tak tahan, namun aku sempat
melihat kedua temanku tergeletak di tempat tidur," tambahnya.
Setelah kepulan asap mulai menipis, Heri kembali masuk ke dalam kapal
dan berusaha membangunkan kedua temannya. "Aku mencoba membangunkan
mereka dengan menekan dadanya pakai tangan tapi mereka tetap tak
bergerak. Selanjutnya kusiram mereka dengan air namun tetap juga tidak
bangun," kata Heri.
Khawatir dengan keadaan kedua temannya, Heri menghubungi teman lainnya.
Beberapa saat kemudian sejumlah anggota Basarnas datang dan baru bisa
dipastikan bahwa kedua teman mereka telah meninggal. Heri mengaku pada
Minggu (29/7) malam sekira pukul 22:00, dia sempat berbicara dengan
kedua temannya melalui handphone. Bahkan Mulia sempat memberitahukannya
bahwa di Belawan sedang mati lampu.
Sedangkan Irwan Supaldi yang juga teman korban mengatakan, biasanya
mereka menjaga kapal Basarnas itu tiga orang. Namun malam itu dia
berhalangan, karena anaknya sakit. "Biasanya kami selalu bergantian
menjaga kapal dan tadi malam anakku sakit makanya aku pulang. Tadi pagi
aku ke kapal, aku lihat kedua temanku sudah tidak bernyawa lagi," kata
Irwan.
Dikatakan Irwan, kapal Basarnas tiba di Pelabuhan Belawan Lama sekitar
bulan Februari lalu. Kapal Basarnas tersebut diperbantukan dari pusat
untuk menangani korban bencana yang terjadi di sekitar Sumatera Utara
dan Aceh.
Tak lama setelah diketahui kedua tim Basrna tersebut tewas, petugas
Polres KP3 tiba ke lokasi kejadian untuk melakukan penyidikan dan
mengevakuasi kedua mayat korban ke Instalasi Jenazah RSU Pirngadi Medan
untuk keperluan visum.
Kasat Reskrim Polres KP3 Belawan AKP Budiman Butarbutar, SH mengatakan,
pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari
beberapa teman korban. "Dugaan sementara, kedua korban meninggal akibat
keracunan dari gas yang berasal dari mesin genset. Namun untuk
memastikannya kita masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit," ujar
Butarbutar.
Berdasarkan cacatan Waspada, peristiwa pemadaman aliran listrik yang
berbuntut timbulnya korban jiwa sudah berulang kali terjadi. Sebelumnya,
seorang tewas dan lima lainnya dirawat di RS Deli akibat terhirup asap
genset saat listrik padam di Jln. GB Josua. Bahkan seorang ibu dan
anaknya terpaksa dilarikan ke RS Haji Medan akibat terhirup asap genset
di Jln. Bahayangkara. (m26/cre)
http://www.waspada.co.id/berita/medan/artikel.php?article_id=96453
Baca Juga:
http://beritasore.com/2007/07/30/2-personil-basarnas-tewas-di-belawan/