BANDUNG, (PR).- Demikian disampaikan peneliti dan prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Ani Hanifah kepada "PR" di Bandung, Senin (23/11). Berdasarkan pengamatannya, sifat curah hujan di Bandung dan wilayah Jabar lainnya, umumnya dalam kategori normal. Tingkat kelembapan di Bandung dan wilayah lainnya rata-rata sekitar 60 persen. Sementara itu, kata Ani, sejumlah daerah yang curah hujannya di bawah normal, antara lain Bogor Utara, Bekasi Tengah dan Selatan, Karawang Utara, Subang Utara, Indrmayu Utara bagian Barat, serta Majalengka Tengah. Namun, sifat curah hujan di suatu daerah tidak dapat digeneralisasi sama. "Misalnya untuk Bogor, di bagian utara curah hujan di bawah normal, sedangkan Bogor Selatan dan Tengah, tinggi di atas 300 mm. Demikian pula di Kota Bandung, sifat curah hujan bervariasi. Bandung Barat dan Tengah, curah hujan di bawah normal, sedangkan di Bandung Utara, curah hujan tinggi," tuturnya. Waspada Ani menambahkan, meskipun mayoritas daerah di Jabar sudah memasuki musim hujan pada November ini, sebagian kecil daerah lainnya seperti Indramayu dan Karawang baru memasuki musim hujan pada Desember. "Selama musim hujan, masyarakat harus waspada," ucapnya pula. Meskipun El Nino menjadi salah satu penyebab terjadinya musim kekeringan, tutur Ani, dampak El Nino terhadap cuaca lokal saat ini tidak terlalu berpengaruh. "Pengaruh El Nino itu, untuk cuaca secara global, bukan regional," katanya. Menurut Ani, berdasarkan pemantauannya, El Nino sepanjang Oktober sampai Desember 2009 cenderung moderat, bahkan pada September melemah. El Nino moderat, membuat panas tidak terlalu menyengat dan tak menimbulkan kekeringan. Saat ini, dampak El Nino ini tidak terlalu terasa karena Jabar sudah memasuki musim hujan. (A-133) *** Penulis: |