Perkembangan Hilangnya 3 Mahasiswa Bandung di Gunung Agung (2 Januari 2008)

536 views
Skip to first unread message

JBP

unread,
Jan 2, 2008, 8:00:26 AM1/2/08
to jabar...@googlegroups.com
Menginjak hari ke-7 (hari ke-4 sejak kegiatan SAR dibuka) hilangnya tiga
orang pendaki gunung dari Universitas Widyatama (dulu STIE Bandung; STIEB)
pada 26/12/07 di Gunung Agung, Bali diberitakan oleh media bahwa Kantor SAR
Surabaya telah mengirimkan satu unit helikopter dan lima personil untuk
mendukung kegiatan pencarian yang dilakukan oleh SAR Denpasar.

Berdasarkan ketentuan yang ada, batas pencarian dilakukan sampai tujuh hari
dan bisa diperpanjang jika ada permintaan dari keluarga korban demikian
dinyatakan oleh kepala Kantor SAR Surabaya, Kolonel Laut (P) Trikora Harjo,
di Surabaya, Rabu.

Kapolda Bali Irjen Paulus Purwoko dan Dandim juga dikabarkan datang
langsung ke lokasi TKP untuk memotivasi TIM SAR yang dipimpin Kapolres
Karangasem, AKBP Drs. Istiyono.

Informasi yang berhasil dihimpun, pada Senin (1/1) tim SAR yang terdiri
dari relawan Pemandu Gunung warga Banjar, Batu Madeg, Besakih, didukung
oleh tim Brimob Polda Bali, Polres Karangasem, Polsektif Rendang dan
Koramil Rendang juga didukung oleh relawan dari Mapala UNUD, Wanadri
Bandung, Himpunan Mapala Bandung, Sispala Denpasar, Cakra Buana dan rekan -
rekan korban dari Mapala Bramatawa, Bandung.

Pencarian sepanjang hari kemarin difokuskan pada tiga titik yang
diperkirakan menjadi lintasan ketiga pendaki itu. Ketiga titik tersebut
adalah tempat penemuan tenda dan sejumlah perlengkapan ketiga pendaki yang
hilang itu, jalur ke arah Pasar Agung,dan jalur ke arah Dusun Daya.

Tim pencari gabungan yang berjumlah 49 personel kemarin dibagi menjadi 4
Tim Rescue. Tim 1 dari Basarnas yang bermalam di puncak Gunung Agung sejak
Senin (31/12/07),kembali menyisir daerah di sekitar puncak 1, puncak 2, dan
puncak 3. Tim 2 yang beranggotakan gabungan mahasiswa pencinta alam
(mapala) berangkat sekitar pukul 07.00 Wita dan memulai pendakian dari arah
Pura Pengubengan Besakih. Gabungan mapala berasal dari Universitas Udayana,
Perhimpunan Penempuh Rimba, dan Wanadri.

Tim 3 yang beranggotakan 6 personel berangkat pukul 09.00 Wita dan memulai
pendakian dari arah Pasar Agung, Kec Selat Karangasem. Sementara Tim 4 yang
dipandu seorang pemandu track warga setempat, I Gede Dauh, berangkat pukul
12.00 Wita. Tim 4 yang beranggotakan 5 personel mapala ini memulai
pendakian dan pencarian dari arah Dusun Daya, Desa Ban,Kec Kubu,Kab
Karangasem.

I Gede Dauh yang sudah sering mendaki dan mengetahui medan serta kondisi
alam Gunung Agung, menduga, Yunita dan kedua rekannya jatuh di daerah
Bangkiang Jaran (daerah di antara puncak 2 dan 3 yang permukaannya seperti
punggung kuda). ”Saya yakin mereka (Yunita dkk) sudah berhasil mencapai
puncak dan mengambil gambar di kawah. Saya melihat ada jejak kaki
telanjang. Namun,mereka tersesat dalam perjalanan turun. Perkiraan saya,
mereka kemudian jatuh di Bangkiang Jaran karena daerah itu yang paling
berbahaya,” ujar pria paruh baya ini. Pada pencarian hari kedua, Senin
(31/12),I Gede Dauh mengaku sudah berniat untuk menyisir daerah yang
dimaksudnya dan daerah di sekitar kawah. Namun, karena saat itu dirinya
tidak mengenakan pakaian yang cukup aman, akhirnya rencana itu dibatalkan.

Terlebih, jarak pandang di sekitar kawah hanya sekitar 2 meter akibat awan
tebal. Di hadapan Tim SAR dan Danramil Rendang Kapten TNI Bambang Sugianto,
I Gede Dauh menjelaskan, kebanyakan pendaki tersesat ketiga arah saat turun
dari puncak, yakni ke arah Daya dengan melewati Bangkiang Jaran,ke arah
Pasar Agung,dan jika beruntung, bisa kembali ke jalur pendakian utama
menuju arah Pura Pengubengan Besakih. ”Saya yakin sekali para korban
tersesat ke arah Daya karena jika tersesat ke dua arah lainnya, mereka
pasti sudah ditemukan selamat,” terangnya. Jero Mangku Badra, warga
setempat yang juga berprofesi sebagai pemandu track di Gunung Agung,
mengakui, medan dan cuaca di sekitar Bangkiang Jaran memang sangat berbahaya,

”Kalau pendaki tidak tahu seluk beluk angin,akan sangat berbahaya.Daerah
itu merupakan jalur dan tempat pertemuan dua arah angin.Saya sendiri pernah
diterbangkan angin hingga tiga meter.Untunglah akhirnya bisa selamat,”papar
Jero Mangku Badra. Dia menyebutkan,Bangkiang Jaran berada di ketinggian
sekitar 3.000 m dpl dan merupakan celah pertemuan antara puncak ke-2 dan 3
dengan lebar sekitar 6 meter. Jalan setapak yang bisa dilalui hanya sekitar
60 cm.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber, korban sempat melakukan
kontak dengan Pemandi Lokal, Putu pada tanggal 26 Desember sekitar jam
19.00 wita.

Saat itu korban menanyakan jalur. Kemudian 27 Desember sekitar pukul 09.00
pagi. Mereka mengabarkan saat itu tengah istirahat dan sarapan di tengah
hutan. Setelah kabar itu tidak sampat lagi ada kontak dengan siapapun, dan
itu adalah komunikasi terakhir mereka dengan pihak luar sebelum dinyatakan
hilang pada 29 Desember lalu.

Kendati sejumlah barang korban ditemukan namun diinformasikan masih ada
beberapa barang korban yang tak diketahui rimbanya yakni tas kecil milik
korban, sebuah kamera, HP milik Iqbal dan sebuah Handycam.

Diungkapkan oleh tim pencari, faktor alam yaitu angin dan hujan yang tidak
berhenti mengguyur dan kabut yang tebal masih menjadi hambatan dalam proses
pencarian.

Demikian kompilasi perkembangan berita dari beberapa sumber.

JBP

unread,
Jan 3, 2008, 3:30:45 AM1/3/08
to jabar...@googlegroups.com
Rabu, 02/01/2008
*Tim Pencari Tiga Pendaki Dengar Suara di Kawah*

TIM satu pencari tiga mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (STIEB)
Widyatama, yang hilang di Gunung Agung, Bali sejak 26 Desember lalu
mendengar teriakan dari dalam jurang yang terletak di sekitar kawah. ”Tim
satu, tadi telah mendengar teriakan minta tolong dari dalam jurang,” kata
salah seorang anggota Mapala Wanaprasta Darma Universitas Udayana (Unud),
Bali, Ageng. Hasilnya, tim satu dan tim dua yang melakukan penelusuran di
sekitar kawah tersebut dipecah menjadi dua.

Namun, keduanya tetap melakukan penelusuran di daerah yang mengarah ke
jurang tersebut. Sebelumnya, empat tim berada di sana untuk melakukan
pencarian terhadap ketiga mahasiswa yang diduga terjatuh di dekat kawah
gunung atau di sekitar Bancang Jaran dengan ketinggian 3.000 meter. Daerah
tersebut sangat sulit dilewati.

Sebab, lebar jalan setapaknya hanya 60 cm. Di sekitar daerah itu sebelumnya
ditemukan adanya jejak kaki tanpa alas menuju ke kawah, yang diduga milik
ketiga mahasiswa tersebut. Selain itu, satu tim kembali naik gunung
setinggi 3.142 mdpl itu untuk melanjutkan pencariannya pagi ini. Kemarin,
empat tim menduga, tiga mahasiswa tersebut jatuh di sekitar kawah dan
pencarian difokuskan pada daerah tersebut. Namun, hasilnya masih nihil. (j
erna/husen)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nasional-sore/tim-pencari-tiga-pendaki-dengar-suara-di.html


Rabu, 02 Januari 2008 23:04:55 wib
*3 Mahasiswa Widyatama Diduga Masih Hidup*

BANDUNG, TRIBUN - Hingga Rabu (2/1), pencarian terhadap tiga mahasiswa
Universitas Widyatama yang hilang di Gunung Agung Bali belum membuahkan
hasil yang signifikan. Meski demikian, tim Search And Rescue (SAR) yang
melibatkan 11 anggota Bramatala, Tim SAR Bali dan Tim Badan SAR Nasional
(Basarnas) masih terus melakukan pencarian. Bahkan, Basarnas sendiri
berjanji akan menerbangkan satu helikopter ke lokasi Gunung Agung.

"Ketua Tim SAR di Bali, Ketut Purwa, menginformasikan pencarian masih
nihil. Tapi mereka terus melakukan pencarian meskipun cuaca buruk. Dari
Basarnas akan membantu dengan mengirimkan helikopter," jelas Kasubbag Humas
Universitas Widyatama, Budi Santosa, di ruang pertemuan kampus tersebut,
Rabu (2/1).

Ketua Basarnas, Bambang Karno Yudo, menginformasikan belum bisa
menerbangkan helikopter pada Rabu (2/1), karena cuaca buruk. Kemungkinan
baru akan menerbangkan helikopter pada Kamis ini.

Budi mengatakan, Ketua Tim SAR di Bali menyebutkan besar kemungkinan ketiga
mahasiswa itu masih hidup. Ketut Purwa memberi alasan karena sebelum
berangkat mereka selalu kontak dengan anggota Bramatala yang ada di Bali.
Selain itu juga didasarkan pada penemuan jejak kaki mereka. Ketiga
mahasiswa itu juga sudah sering mendaki gunung dan selamat.

Sementara itu, Rektor Widyatama Mame S Sutoko, sudah mengundang keluarga
korban untuk memberi penjelasan. Keluarga Eko Saputra Sudirman (21),
mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris S1, dan keluarga Muhammad Iqbal (21),
mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen S1, langsung datang ke kampus pada
Senin (31/12) malam sekitar pukul 21.00. Sedangkan keluarga Yunita Indra
Safitri (20), mahasiswi Jurusan Akuntansi S1, langusung terbang ke Bali
bersama Tim SAR Bramatala dan Kabiro Kemahasiswaan, Taufik Rahim.

Diceritakan Budi, keluarga korban sangat berharap anak-anak mereka bisa
ditemukan. Widyatama sendiri, berusaha all out membantu menemukan ketiga
mahasiwa itu. Saat ini, tim pencari yang sudah berada di atas Gunung Agung
berjumlah 50 orang, dan yang berada di bagian bawah sebanyak 50 orang.
Jadi, sudah ada 100 orang yang melakukan pencarian.

Bukti lain keseriusan pihak Widyatama membantu pencarian mahasiwa yang
hilang, yaitu mereka memberikan fasilitas berupa mesin faks, koneksi
internet dan telepon di ruang sekretariat Bramatala. Informasi dari Bali
yang diterima anggota Bramatala di ruangan itu akan di-share langsung ke
keluarga korban dan ke pihak kampus.(dia)

"Dari mana? Oh, No Comment..."
SEKRETARIAT Barisan Mahasiswa Pecinta Alam (Bramatala) di deretan ruang
Unit Kegiatan Mahasiwa Universitas Widyatama, kemarin (2/1) sekitar pukul
11.00, terlihat sepi. Ruangan itu gelap dan pintunya tertutup rapat.
Menjelang sore, pintu ruangan itu masih tertutup. Hanya saja, beberapa
mahasiswa yang mengaku anggota Bramatala nampak sedang duduk santai di
bangku depan sekretariat mereka. Sebuah kotak penggalangan dana bertuliskan
"Bantuan Tim SAR Bramatala," diletakkan di bangku sebelah kanan pintu
sekretariat Bramatala. "Anda dari mana? oh... No Comment," kata satu dari
mereka kepada wartawan.
Setelah memberikan jawaban itu, mereka meninggalkan wartawan. Dan
Sekretariat Bramatala kembali kosong. (dia)

http://www.tribunjabar-online.com/artikel_view.php?id=304&kategori=


[Karangasem.Peristiwa] 02.01.2008 15:51
*Pemkab Karangasem Dituding Cuek*
Amlapura, Hingga hari ke-empat, proses pencarian 3 pendaki yang hilang
masih terus dilakukan. Tim pencari dari berbagai unsur tak kenal lelah
berjuang mencari pendaki yang hilang. Pemkab Karangasem, sebagai penguasa
di wilayah Gunung Agung, malah dituding cuek terhadap upaya pencarian para
pendaki ini.

“Hingga hari ini aparat pemerintah Karangasem belum ada yang ngasih
perhatian dalam proses pencarian para pendaki ini. Sama sekali tidak ada
yang datang memberi dukungan apalagi bantuan logistik,” kata salah seorang
tim pencari yang minta namanya tidak di-online-kan di situs berita ini.

Menurut anggota tim pencari ini, hilangnya para pendaki di Gunung Agung
tergolong sebagai bencana alam. Pemkab Karangasem, menurutnya harus ikut
merespon dengan memberi dukungan yang memadai.

“Pemkab Karangasem sebenarnya harus ikut bertanggung jawab dalam hal ini.
Kenapa sampai ada pendaki yang hilang. Apa tidak ada pola pengawasan dan
perlindungan terhadap para pendaki?” katanya.

Dari pantauan beritabali.com, hari ini upaya pencarian dintensifkan dengan
menerjunkan 7 tim pencari dari berbagai unsur seperti Basarnas, SAR Brimob
Polda Bali, dan pecinta alam. Namun, hingga sore ini belum membuahkan hasil
karena cuaca di puncak gunung yang buruk. (bob)

http://www.beritabali.com/?reg=&kat=&s=news&id=200801020004

JBP

unread,
Jan 3, 2008, 9:54:27 AM1/3/08
to jabar...@googlegroups.com
[Karangasem.Peristiwa] 03.01.2008 16:34
*Pendaki Hilang Diduga Tergelincir ke Jurang*
Besakih, Pencarian 3 pendaki gunung yang hilang hari ini dilanjutkan. 8 tim
pencari dari unsur Basarnas, Sar Brimob, kelompok pecinta alam, dan warga
setempat, hari ini memfokuskan penyisiran di jurang sisi barat daya Gunung
Agung.

Tim pencari yang berangkat ke puncak Gunung Agung memulai pendakian dari 2
jalur utama yakni jalur Desa Pengubengan dan jalur Desa Temukus. Kedua desa
ini terletak di lereng Gunung Agung.

Pencarian 3 pendaki hari ini difokuskan di antara puncak 2 dan puncak 3
(tertinggi) Gunung Agung. Penyisiran juga akan dilakukan di jurang sisi
barat daya Gunung Agung.

“Dari hasil pengamatan tim pencari di lapangan, ketiga pendaki yang hilang
diduga tergelincir ke jurang antara puncak dua dan tiga, di wilayah Desa
Kubu. Dugaan ini muncul karena saat mereka mendaki kondisi cuaca di puncak
sangat buruk,” jelas Kapten Inf. Bambang Subagyo, pengendali operasi pencarian.

Untuk memperlancar proses pencarian, tim pencari dibantu beberapa pemandu
pendaki gunung dari desa setempat, yang sudah hafal medan di puncak gunung.
Selain itu, pencarian 3 pendaki yang hilang ini juga akan dibantu
helikopter dari Basarnas. (bob)

http://www.beritabali.com/?reg=&kat=&s=news&id=200801030006


[Denpasar.Peristiwa] 03.01.2008 16:46
*Pesawat Heli Tunda Pencarian Pendaki Hilang*
Denpasar, Karena kondisi cuaca buruk, hujan lebat disertai angin kencang,
pesawat helikopter milik Kantor SAR Surabaya terpaksa menunda
keberangkatannya ke Bali. Sesuai jadwal, pesawat ini akan dikerahkan ikut
membantu melakukan pencarian 3 mahasiswa pendaki Gunung Agung yang
dinyatakan hilang sejak Sabtu (29/12).

“Hingga sore ini (pukul 16.30 wita, red) pesawat helikopter dari SAR
Surabaya belum terbang ke Bali karena cuaca buruk. Kru pesawat SAR Surabaya
tidak mau ambil risiko karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk terbang,”
ujar Fathur, staf operasi Kantor SAR Denpasar, saat dihubungi Kamis (3/1).

Menurut Fathur, jadwal keberangkatan pesawat tersebut dari Surabaya ke Bali
yang selanjutnya akan diperbantukan ke Karangasem masih belum bisa
dipastikan karena tergantung perkembangan cuaca. Kalau cuaca sudah
memungkinkan, maka segera pesawat itu akan diterbangkan ke Bali.

Sementara pencarian terhadap 3 pendaki yang masih berstatus mahasiswa STIE
Bandung itu, hingga Kamis tadi sore masih belum membuahkan hasil. Jumlah
personel yang dikerahkan di sekitar areal puncak Gunung Agung berjumlah 48
orang, terdiri atas unsur polisi, SAR, Mapala (mahasiswa pencinta alam),
dan pemandu wisata.

Seperti diberitakan Beritabali.com sebelumnya, 3 mahasiswa pendaki Gunung
Agung yang dinyatakan hilang sejak Sabtu (29/12) itu adalah Eko Saputra
Sudirman, Muhamad Iqbal, dan Yunita Indah Savitri. Mereka mendaki gunung
tertinggi di Bali itu sejak Rabu (26/12) sore. Ketiganya juga berencana
merayakan pergantian tahun baru di Kuta. (sss)

http://www.beritabali.com/?reg=&kat=&s=news&id=200801030007

JBP

unread,
Jan 4, 2008, 4:24:00 AM1/4/08
to jabar...@googlegroups.com
Jum'at , 04 Januari 2008 , 15:29:35 wib
Mahasiswa Widyatama Galang Dana
Kisdiantoro

BANDUNG, TRIBUN - Sejumlah pengurus dan aktifis Pemerintahan Mahasiswa
Universitas Widyatama Bandung sejak tiga hari terakhir menggelar aksi
penggalangan dana di kampusnya

Dana yang dikumpulkan dari aksi ini akan dikirimkan ke tim pencari tiga
mahasiswa Widyatama yang hilang di Gunung Agung, Karangasem, Bali.
Pengumpulan dana dilakukan dari pintu ke pintu ruang kuliah.

Menurut Wakil Ketua Pemerintahan Mahasiswa Widyatama Subair (23), aksi ini
memperoleh dukungan dan respon yang sangat positif dari para mahasiswa.
Selain dari pintu ke pintu, para aktifis memasang spanduk besar di kampus
berisi imbauan partisipasi.

Dalam salat Jumat di mesjid kampus Widyatama tadi siang, jamaah secara
khusus mendoakan keselamatan tiga korban yang dicari maupun semua anggota
tim penyelamat yang sedang bekerja di Gunug Agung.

Tiga anggota kelompok pencinta alam Bramatala itu terdiri atas Eko Saputra
Sudirman (21), mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris S1, Muhammad Iqbal (21),
mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen S1, dan Yunita Indra Safitri (20),
mahasiswi Jurusan Akuntansi S1.

Sementara Kassubag Humas Universitas Widyatama Budi Santosa menjelaskan
hingga siang ini belum ada kabar menggembirakan dari Bali.

Pencarian malah terhalang cuaca buruk di lereng gunung tertinggi di Bali
itu. Helikopter Basarnas pun juga tidak berani membantu pencarian dari
udara dalam situasi seperti ini.

Di sisi lain, keluarga ke tiga mahasiswa yang hilang sejak terlihat naik ke
Gunung Agung lewat jalur Pura Besakih, Karangasem pada 26 Desember 2007 itu
memonitor di posko SAR Besakih.(xna)

http://www.tribunjabar-online.com/artikel_view.php?id=374&kategori=1

JBP

unread,
Jan 4, 2008, 10:19:03 AM1/4/08
to jabar...@googlegroups.com
[Karangasem.Peristiwa] 04.01.2008 21:35
Sempat Ditemukan Topi Rimba dan Sarung Tangan
Besakih, Hingga hari ke-6, upaya pencarian terhadap 3 mahasiswa Universitas
Widyatama Bandung masih terus dilakukan. Meski sudah mengerahkan hingga 8
tim pencari, nasib ketiga orang mahasiswa ini hingga kini masih misterius.

Hari ini, pencarian besar-besaran terhadap 3 mahasiswa Universitas
Widyatama Bandung (dulunya STIE Badung) masih terus dilakukan.

Sebanyak 8 tim dikerahkan untuk mencari Muhammad Iqbal, mahasiswa semester
lima fakultas bisnis dan manajemen, (asal Bukittinggi, Sumatra Barat), Eko
Saputra Sudirman, mahasiswa semester tiga jurusan Bahasa Inggris (Cilegon,
Banten), dan Yunita Indah Syafitri, mahasiswa semester tiga jurusan
akuntansi (Jakarta).

Hari ini tim pencari sempat menemukan topi rimba dan sarung tangan. Topi
dan sarung tangan ini ditemukan diantara puncak 2 dan 3 Gunung Agung.
Awalnya barang-barang ini diduga milik salah seorang pendaki Eko Saputra.

“ Namun setelah kita cross check dengan rekannya, mereka bilang itu bukan
milik Eko, kata Nyoman, salah seorang anggota tim pencari.

Helikopter SAR yang rencananya akan ikut melakukan usaha pencarian, hari
ini belum terlihat di sekitar Posko di Besakih atau di Gunung Agung.

Besok pagi, upaya pencarian ke tiga mahasiswa ini akan dilanjutkan. Pukul
6.30 pagi besok, satu regu tim SAR Brimob Polda Bali akan berangkat dari
markas komando di Tohpati menuju Besakih untuk bergabung bersama tim
pencari lainnya. (bob)

http://www.beritabali.com/?s=news&reg=&kat=&id=200801040020


JBP

unread,
Jan 4, 2008, 11:21:35 AM1/4/08
to jabar...@googlegroups.com
Badai Menghadang, Pencarian Mahasiswa Dihentikan Sementara

Amlapura (Bali Post) -
Upaya mencari tiga mahasiswa asal Bandung yang hilang di Gunung Agung,
sampai Jumat (4/1) kemarin, belum membuahkan hasil. Justru tim SAR sekitar
pukul 13.00 wita, sementara menghentikan pencarian, karena angin badai
sangat membahayakan di puncak Gunung Agung.

Koordinator tim SAR yang juga Danramil Rendang Kapten (Inf.) Subagio
mengemukakan ada tambahan personel tim pencari. Namun sementara mereka
bersiap di posko di Besakih. Masalahnya, kecepatan angin di antara puncak
II dan III mencapai 30 knot dan dinilai sangat membahayakan, ditambah hujan
lebat dan jarak pandang dekat akibat kabut/awam tebal.

Regu tim SAR kemarin, menemukan topi rimba dan sepasang sarung tangan.
Namun kondisi benda itu sudah usang dan rekan-rekan korban memastikan
barang itu bukan milik ketiga pendaki. Ketiga pendaki yang dilaporkan
hilang yakni Muhammad Ikbal (22), Yunita Indah Safitri (21), dan Eko
Saputra Sudirman (23), ketiganya mahasiswa pecinta alam (Mapala) Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung. Mereka mendaki Gunung Agung lewat jalur terjal
dan berbahaya dari depan Pura Pengubengan Besakih, Rabu (26/1) lalu. (013)

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2008/1/5/b12.htm

JBP

unread,
Jan 4, 2008, 7:53:54 PM1/4/08
to jabar...@googlegroups.com
Sabtu , 05 Januari 2008 , 00:28:50 wib
Helikopter SAR Tak Bisa Terbang
Kisdiantoro

BANDUNG, TRIBUN - Hingga hari keenam pasca hilangnya tiga mahasiswa
Universitas Widyatama (Utama) saat mendaki Gunung Agung di Karangasem Bali,
pencarian masih dilakukan, Jumat (4/1). Namun akibat cuaca buruk di sekitar
lokasi, helikopter Badan SAR Nasional (Basarnas) tidak bisa diterbangkan.
Pencarian dipusatkan di sekitar kaki Gunung Agung.

"Pencarian hingga hari keenam masih nihil. Informasi dari Kabiro
Kemahasiswaan Widyatama di sana, cuaca di sana sangat buruk. Dan helikopter
pun tak bisa dioperasikan," jelas Kabiro Humas Widyatama, Budi Santosa di
kantornya, Jumat (4/1).

Ditambahkan Budi, karena cuaca yang buruk itu, Tim SAR dari Polda Jatim dan
Basarnas tak berani mengambil resiko. Menurut informasi dari posko
pencarian di Besakih, Karangasem, Bali, dalam waktu sekejap Gunung Agung
yang terlihat jelas akan tertutup awan.

Selanjutnya terjadi hujan. Selang beberapa menit kemudian hujan reda. Namun
kondisi itu tak berlangsung lama dan terjadi hujan lagi. Saat ini sudah ada
8 Tim SAR yang berada di Gunung Agung.

Sejak kemarin, keluarga Eko Saputra Sudirman, Muhammad Iqbal dan Yunita
Indra Safitri, ikut memonitor perkembangan pencarian putra mereka di posko
Besakih. Mereka berharap besar, ketiga mahasiswa itu bisa ditemukan dalam
kondisi selamat.

Sementara itu, aktifis Pemerintahan Mahasiswa Widyatama melakukan
penggalangan dana untuk Tim SAR di Bali. Sejak Rabu (2/1), mereka secara
sukarela membuka kotak bantuan dan mengetuk hati mahasiswa lain dengan cara
berkeliling kelas. Responnya cukup baik. Dalam sehari bisa mengumpulkan
dana yang lumayan besar.

"Kita membantu semampunya, datang langsung ke Bali, kita tak bisa apa-apa,"
kata Wakil Ketua Pemerintahan Mahasiswa, Subair (23), di kampus Widyatama.
Jemaah Shalat Jumat di Masjid Widyatama pun turut mendoakan keselamatan
ketiga mahasiswa dan tim SAR yang sedang mencari. (dia)

JBP

unread,
Jan 6, 2008, 4:36:17 AM1/6/08
to jabar...@googlegroups.com
Info dari Tim SAR di Bali 6/1/2007 15:16 WIB:

1 orang ditemukan dalam keadaan sudah meninggal di lereng selatan sebelum
puncak Gunung Agung. Jenis kelamin laki-laki, identitas belum jelas. SRU
sedang dikerahkan ke titik lokasi untuk dilakukan evakuasi.

Semoga 2 orang kawan yang lain segera dapat ditemukan dan mudah-mudahan
dalam kondisi selamat.

Perkembangan berita kehilangan ini dapat dibaca di thread milis Jawa Barat
Peduli:
http://groups.google.com/group/jabarpeduli/browse_thread/thread/b69e8a751d984f0

JBP

unread,
Jan 6, 2008, 5:03:05 AM1/6/08
to jabar...@googlegroups.com
Minggu, 6 Januari 2008 - 16:49 wib
*Evakuasi Mahasiswa STIEB Terkendala Cuaca*
BESAKIH - Tim pramuwisata mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung
(STIEB) yang menjadi korban di Gunung Agung, Bali, mengaku cuaca buruk dan
jalan curam menjadi kendala terbesar dalam evakuasi jenazah tersebut.

"Di atas cuacanya berkabut dan jalan yang curam," kata salah seorang
pemandu lokal, I Nengah Madya saat ditemui di Desa Temusuk, Minggu (6/1/2008).

Saat ini, lanjut dia, seluruh personel telah dikerahkan untuk melakukan
evakuasi. "Tim SAR dan relawan sudah menuju titik penemuan," tandasnya.

Menyisir di Sekitar Penemuan

Madya menambahkan, pihaknya akan melakukan penyisiran kembali di sekitar
lokasi penemuan jenazah.

"Kemungkinan kedua mahasiswa lainnya di sekitar lokasi sangat besar,
makanya kita akan mencari radius 500 meter dari lokasi penemuan," imbuhnya.

Sebelumnya, ketiga mahasiswa tersebut dinyatakan hilang saat salah seorang
alumni STIEB melaporkan hilangannya tiga mahasiswa STIEB ke Polsek Rembang,
Bali minggu kemarin.

Tiga mahasiswa tersebut adalah, Eko Saputro Sudirman (21), warga asal Jalan
KH Arifudin No 14 Sitangkil, Cilegon Banten. Eko adalah mahasiswa angkatan
2006 di Fakultas Bahasa, Jurusan Bahasa Inggris, program S1.

Korban kedua, Yunita Indah Safitri, warga Jalan Setia Raya No 1 RT 001/03,
Kedoya, Jakarta. Yunita adalah mahasiswi angkatan 2006 di Fakultas Ekonomi,
Jurusan Akutansi, Program S1.

Muhammad Iqbal, mahasiswa angkatan 2005 Fakultas Bisnis dan Manajemen
Jurusan Managemen. Keluarganya Iqbal tinggal di Jalan Sasak Gantung No 19,
Bandung. (Husein/Sindo/kem)
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/06/1/73181/evakuasi-mahasiswa-stieb-terkendala-cuaca


[Karangasem.Peristiwa] 06.01.2008 16:10
*Jenis Kelamin Laki-Laki, Identitas Masih Dirahasiakan*
Rendang, Seperti diberitakan sebelumnya, minggu (6/1) atau hari ke-8
hilangnya 3 pendaki dari Bandung telah ditemukan menjadi mayat, namun
identitasnya masih dirahasiakan.

Ketiga pendaki tersebut, dua adalah laki-laki yaitu Muhammad Iqbal,

mahasiswa semester lima fakultas bisnis dan manajemen, (asal Bukittinggi,

Sumatra Barat) dan Eko Saputra Sudirman, mahasiswa semester tiga jurusan
Bahasa Inggris (asal Cilegon, Banten).

Sedangkan satu-satunya perempuan adalah Yunita Indah Syafitri, mahasiswa
semester tiga jurusan akuntansi (asal Jakarta).

Informasi yang berhasil dihimpun beritabali.com, mayat dipastikan laki-laki
dan kini masih di puncak satu Gunung Agung. Tim pencari masih membuat jalur
evakuasi untuk menurunkan mayat ke posko SAR yang lokasinya di Pasar Hewan
Pempatan, Rendang Karangasem. (bob)
http://www.beritabali.com/?s=news&reg=&kat=&id=200801060002


Minggu, 6 Januari 2008 - 16:21 wib
*Mayat Mahasiswa STIEB Ditemukan Posisi Sedekap*
BESAKIH - Jenazah salah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Bandung (STIEB) yang hilang di Gunung Agung, Besakih, beberapa waktu lalu
ditemukan tim pramuwisata dalam posisi sedekap kedinginan.

"Kondisi mayatnya masih bagus, karena di ketinggian 2.600 dpl cuacanya
hingga delapan derajat celcius," ujar salah seorang pemandu lokal, I Nengah
Madya saat ditemui di Desa Temusuk, Minggu (6/1/2008).

Diduga, lanjut dia, korban tersesat saat akan kembali ke basecamp
terdekat."Letaknya 1,5-2 kilometer arah timur Basecamp Kore Agung," imbuhnya.

Dia menambahkan, penemuan jenazah tersebut ditemukan ketika tiga orang dari
pramuwisata menyisir wilayah jurang. "Saat itu, tim tengah menyusur di
wilayah jurang dengan jalur Desa Kemukus atau biasa dikenal jalur timur,"
tandasnya.

Ketiga mahasiswa yang tersebut dinyatakan hilang saat salah seorang alumni
STIEB melaporkan kehilangan tiga mahasiswa STIEB ke Polsek Rembang, Bali
minggu kemarin.

Tiga mahasiswa tersebut adalah, Eko Saputro Sudirman (21), warga asal Jalan
KH Arifudin No 14 Sitangkil, Cilegon Banten. Eko adalah mahasiswa angkatan
2006 di Fakultas Bahasa, Jurusan Bahasa Inggris, program S1.

Korban kedua, Yunita Indah Safitri, warga Jalan Setia Raya No 1 RT 001/03,
Kedoya, Jakarta. Yunita adalah mahasiswi angkatan 2006 di Fakultas Ekonomi,
Jurusan Akutansi, Program S1.

Muhammad Iqbal, mahasiswa angkatan 2005 Fakultas Bisnis dan Manajemen
Jurusan Managemen. Keluarganya Iqbal tinggal di Jalan Sasak Gantung No 19,
Bandung.
(Husein/Sindo/kem)
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/06/1/73179/mayat-mahasiswa-stieb-ditemukan-posisi-sedekap


Minggu, 6 Januari 2008 - 15:51 wib
*1 Mahasiswa STIEB di Gunung Agung Ditemukan*
JAKARTA - Salah seorang mahasiswa yang diduga sebagai mahasiswa Sekolah
Tinggi Ekonomi Bandung (STIEB) korban dalam pendakian Gunung Agung,
Besakeh, Bali telah ditemukan dalam kondisi tewas terjepit di jurang sempit.

"informasi yang saya dapat memang begitu. Jenazah ada di ketinggian 2.600
meter diatas permukaan laut (dpl)," kata salah seorang petugas SAR,
Brigadir Narsa saat dikonfirmasi okezone, Minggu (6/1/2008).

Berdasrkan informasi yang dikumpulkan okezone, jenazah tersebut dipastikan
berjenis kelamin laki-laki, berjaket kuning, dan bercelana abu-abu.

"Saat ini, kita masih melakukan proses evakuasi dan diperkirakan sampai di
Besaki malam hari," paparnya. (kem)
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/06/1/73174/1-mahasiswa-stieb-di-gunung-agung-ditemukan


[Karangasem.Peristiwa] 06.01.2008 14:31
*Satu Mayat Pendaki Ditemukan*
Rendang, Hingga hari ke-8, sebanyak 8 tim dikerahkan untuk mencari Muhammad

Iqbal, mahasiswa semester lima fakultas bisnis dan manajemen, (asal
Bukittinggi, Sumatra Barat), Eko Saputra Sudirman, mahasiswa semester tiga
jurusan Bahasa Inggris (Cilegon, Banten), dan Yunita Indah Syafitri,

mahasiswa semester tiga jurusan akuntansi (Jakarta) akhirnya membuahkan hasil.

Kapolsek Rendang AKP Wayan Widarma, ketika dihubungi via seluler
menyatakan, satu mayat pendaki berhasil ditemukan oleh tim pencari.

"Info ini dari tim pencari yang masih ada di puncak, namun identitas mayat
dan posisi ditemukan masih belum jelas," ujar kapolsek.

Seperti diberitakan sebelumnya, 3 pendaki dari Universitas Widyatama
Bandung dinyatakan hilang sejak Sabtu (29/12). Sejumlah tim yang terdiri
atas unsur polisi, SAR, Mapala (mahasiswa pencinta alam), hingga pemandu
wisata telah dikerahkan. (bob)
http://www.beritabali.com/?s=news&reg=&kat=&id=200801060001

JBP

unread,
Jan 6, 2008, 7:44:46 AM1/6/08
to jabar...@googlegroups.com
Satu dari tiga Pendaki yang ditemukan hari ini diduga kuat adalah Muhammad
Iqbal, mahasiswa angkatan 2005 Fakultas Bisnis dan Manajemen, Jurusan
Manajemen, Universitas Widyatama yang beralamat di Jalan Sasak Gantung No
19, Bandung.
Korban ditemukan oleh tim pemandu lokal dibawah pimpinan I Nyoman Sudarsana
dalam posisi meringkuk dan tangan memeluk lutut di antara puncak 1 dan
puncak 2 Gunung Agung pada koordinat S08°20'40" E115°29'33" pada pukul
14:39 WITA di ketinggian sekitar 2600dpl.
Saat ini korban sedang dievakuasi menuju base camp SAR dan dijadwalkan tiba
pukul 22:00 WITA malam ini (6/1). Selanjutnya korban akan dibawa ke RSUP
Sanglah untuk divisum.

Demikian perkembangan yang diterima dan dikompilasi dari sumber di lapangan
(diteruskan oleh rekan2 FKKBPA BR) dan media masssa sampai pukul 19:20 WIB.

sar-agung-lokasi-korban-1-bird-trim.jpg

JBP

unread,
Jan 10, 2008, 10:01:01 PM1/10/08
to jabar...@googlegroups.com
Tim SAR Temukan Barang Milik Korban yang Hilang di Gunung Agung

RENDANG--MEDIA: Tim SAR gabungan yang terjun melakukan pencarian terhadap
dua dari tiga pendaki yang hilang di Gunung Agung,

Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali berhasil menemukan sejumlah
barang yang diduga milik korban.

"Barang bawaan korban itu berupa sandal, bungkus permen, rokok dan
biskuit," kata Barokna, salah seorang anggota tim SAR yang tengah melakukan
pencarian ketika dihubungi dari Denpasar, Selasa (8/1).

Ia mengatakan, penemuaan barang-barang yang diduga milik korban itu
diharapkan mampu memberikan petunjuk lebih lanjut terhadap dua korban yang
hingga kini belum ditemukan.

Upaya pencarian memasuki hari ke-13 lebih diintensifkan dan tim SAR tampak
lebih bergairah setelah menemukan salah seorang korban yang diketahui tidak
bernyawa lagi.

Barokna menambahkan, cuaca di lereng Gunung Agung cukup terang, namun pada
ketinggian 1.200-2.000 meter diselimuti kabut tebal.

Kin Sen, senior ketiga pendaki yang hilang adalah anggota Mapala STIE
Bandung, Jawa Barat, menyebutkan, ditemukannya Mohamad Iqbal, 21, dalam
keadaan tewas di bagian puncak Gunung Agung, menambah semangat Tim SAR
dalam melakukan upaya pencarian lanjutan.

"Kami tambah semangat sehubungan temuan tersebut dapat dijadikan petunjuk,
paling tidak mengenai areal atau bagian punggung gunung yang sempat dilalui
para pendaki yang hilang," ucapnya.

Sekarang, tim SAR lebih banyak bertolak dari titik ditemukannya korban
Iqbal di sekitar jalan setapak antara puncak satu dan dua, dari tiga puncak
yang dimiliki Gunung Agung, ucapnya.

Iqbal ditemukan telah menjadi mayat hari Minggu (6/1) siang oleh tim SAR
dari Regu-19 atas nama Nyoman Sudarsana, Ketut Kartis dan Komang Perina.
Ketiganya merupakan personil Kelompok Pemandu Wisata Kebut Gunung (KPWKG)
Agung.

Sebagai memandu wisata, ketiga anggota tim SAR tersebut masing-masing telah
belasan kali menaklukkan ketiga puncak yang dimiliki gunung setinggi 3.142
meter di atas permukaan laut itu.

Berdasarkan peta, jenazah Iqbal ditemukan pada titik koordinat 08 derajat
20 menit 40 detik LS dan 115 derajat 20 menit 33 detik BT.

Sementara itu, dua teman Iqbal, yakni Eko Saputro Sudirman, 22, dan Yunita
Indah Safitri, 22, hingga kini masih dalam upaya pencarian tim SAR gabungan.

Ketiga pendaki yang anggota Mapala Bramatala STIE Bandung itu, tercatat
mendaki Gunung Agung pada 26 Desember 2007 saat kondisi cuaca sangat buruk.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk melakukan penyisiran pada lembah,
lereng dan puncak Agung sejak 30 Desember lalu, tidak hanya dari unsur
Basarnas, tetapi juga Brimob Polda Bali, Koramil, dan Polsek Rendang,

serta unsur PMI dan Taruna Penanggulangan Bencana (Tagana) Dinas Sosial Bali.

Sementara itu dari unsur pencinta alam, tampak dari Bares Bali, KPWKG
Agung, Wanadri Bandung, Mapala UI, Unpad, Buanagiri, Cakrabuana, Mapala Tri
Sakti Jakarta, Mahitala Unpar dan Bramatala STIE Bandung.

(Ant/OL-03)

http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=154783

JBP

unread,
Jan 12, 2008, 6:03:42 AM1/12/08
to jabar...@googlegroups.com
[Karangasem.Peristiwa] 12.01.2008 16:10
*Pencarian Hari ke-14, Dua Pendaki Belum Ditemukan*

Besakih, Memasuki hari ke-14 yang jatuh pada hari ini, pencarian 2 pendaki
Gunung Agung yang hilang masih belum ditemukan. Tim gabungan yang
melibatkan berbagai unsur masih menemui hambatan cuaca buruk dalam
melakukan operasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Cuaca buruk masih saja terjadi di sekitar lokasi. Pada ketinggian 2.500
meter terjadi kabut tebal dan mendung,” ujar Putu Sudiana, salah seorang
staf operasi Kantor Search and Rescue (SAR) Denpasar, saat dihubungi Sabtu
(12/1).

Dalam operasi pencarian Sabtu tadi, kata Sudiana, sebanyak 29 orang mapala
(Mahasiswa Pecinta Alam) ikut melakukan penyisiran dari wilayah Temukus
sampai lokasi ditemukannya korban Muhamad Iqbal.

Meski demikian, kata Sudiana, upaya pencarian masih akan terus berlanjut,
dan hingga kini belum ada kepastian penghentian pencarian terhadap dua
pendaki yang masih hilang yakni Eko Saputra Sudirman (23), dan Yunita Indah
Savitri (21).

Sementara itu, pesawat helikopter yang sempat dipinjam dari Kantor SAR
Surabaya sudah ditarik kembali, sehingga pencarian tidak lagi menggunakan
pesawat.

“Sudah dua hari lalu pesawatnya ditarik kembali ke Surabaya,” ujar Sudiana.

Dalam operasi pencarian, SAR Denpasar mengerahkan staf operasinya antara 10
sampai 12 orang dan bergabung dengan berbagai unsur seperti Brimob, Kodim,
Mapala, pemandu lokal, Orari, PMI dan masyarakat setempat.

Sebagaimana di-online-kan Beritabali.com, satu pendaki lainnya yakni
Muhamad Iqbal (22), sudah ditemukan tewas di dasar jurang Gunung Agung, di
ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut, Minggu (6/1). (sss)

http://www.beritabali.com/?s=news&reg=&kat=&id=200801120002

kasm...@mahawarman.org

unread,
Jan 14, 2008, 4:03:28 AM1/14/08
to jabar...@googlegroups.com
test..test

JBP

unread,
Jan 15, 2008, 12:22:54 AM1/15/08
to jabar...@googlegroups.com
Sampai hari ini (15/1) pencarian 2 orang pendaki dari Universitas
Widyatama, Bandung (Eko dan Yunita) yang hilang di Gunung Agung belum
menemukan titik terang.
Pencarian akan dihentikan sementara mengingat di sekitar pura Besakih dan
Gunung Agung, Bali akan diadakan rangkaian perayaan hari raya Galungan (18
Januari) dan Kuningan (2 Februari) yang berlangsung sampai 5 Februari 2008.
Untuk itu seluruh tim Bandung akan mundur untuk regroup dan evaluasi.

Demikian info yang diterima melalui pesan singkat dari SMC (SAR Mission
Coordinator) Operasi SAR Gunung Agung, Kang Soma Suparsa.

JBP

unread,
Jan 15, 2008, 7:40:34 AM1/15/08
to jabar...@googlegroups.com
[Karangasem.Peristiwa] 15.01.2008 11:45
Pencarian 2 Pendaki Hilang Dihentikan
Besakih, Setelah melakukan pencarian selama tujuh belas hari, pencarian 2
pendaki yang hilang di Gunung Agung dihentikan sementara. Pencarian akan
dilanjutkan 5 Februari mendatang.

Penghentian sementara ini disampaikan Kepala Kantor SAR Bali, Ketut Parwa
di Besakih hari ini (15/1). Menurut ketut, hal ini atas permintaan Desa
Adat Besakih.

Desa Adat Besakih memberikan batas waktu hingga tanggal 17 Januari, setelah
itu tidak boleh ada kegiatan. Larangan ini terkait dengan upacara agama di
Bali, khususnya di Pura Besakih.

Tim pencari gabungan hari ini sudah tampak berkemas-kemas untuk pulang.
Sementara di atas gunung masih ada 37 anggota pencari. Mereka akan turun besok.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang pendaki yang hilang, Mohammad
Iqbal sudah ditemukan menjadi mayat. Sedangkan 2 pendaki lainnya, Eko
Saputra dan Yunita hingga saat ini belum ditemukan. (Bob)

http://www.beritabali.com/?s=news&reg=&kat=&id=200801150001

JBP

unread,
Jan 15, 2008, 8:53:26 AM1/15/08
to jabar...@googlegroups.com
15/01/2008 17:49 WIB
SAR Yakin Temukan Korban Gunung Agung Usai Hari Raya

Jakarta - Pencarian kedua korban pendaki Gunung Agung, Bali, dihentikan
selama tiga minggu. Tim SAR optimistis bakal menemukan korban setelah
upacara di Pura Besakih usai digelar.

"Kita juga sempat meminta bantuan balian (dukun). Katanya, korban belum
ditemukan karena belum "dibuka" oleh penguasa di gunung Agung," kata Kepala
SAR Denpasar Ketut Parwa kepada detikcom, Selasa (15/1/2008).

Parwa pun berharap, tim akan menemukan dua korban setelah pencarian
dilanjutkan pada tanggal 6 Februari 2008.

Parwa mengakui bahwa ia masih mempercayai kekuatan di luar kemampuan
manusia yang ada di Gunung Agung. Gunung tertinggi di Bali ini merupakan
gunung yang disucikan masyarakat Bali. Di kaki gunung ini, terdapat
beberapa pura suci, salah satunya adalah yang terbesar di Bali, yaitu Pura
Besakih.

Ia mencontohkan hal serupa terjadi di pengununan Jayapura, Papua. Menurut
orang pintar setempat, korban akan ditemukan dalam waktu 2 tahun setelah
"dibuka" oleh penguasa di sana.

"Hal itu memang terjadi. Korban ditemukan setelah dua tahun. Di luar
kemampuan kita, bisa saja hal itu terjadi di gunung Agung," ujarnya.

Parwa menceritakan, selama pencarian terjadi beberapa kali kejadian niskala
(di luar manusia) yang dialami para tim pencari korban.

"Tim pencari yang base camp di puncak satu, puncak tertinggi, mengalami
kejadian aneh. Salah seorang tim mengaku tiba-tiba berada di luar tenda
padahal ia tengah beristirahat di dalam tenda. Bahkan seekor monyet
tertangkap dalam kamera tanpa ada wujud aslinya. Jadi, Gunung Agung luar
biasa pingit (suci), mengerikan, dan alamnya sangat lain, " katanya.

Pencarian ketiga korban pendaki dari Universitas Widyatama, Bandung, selama
17 hari dilakukan oleh hampir 200 orang. Tim pencari ini terdiri dari SAR,
Brimob, pencinta alam dari Bandung, Yogyakarta, TNI, serta para relawan
masyarakat setempat.

Tim ini dibagi dua kelompok, yaitu sebanyak 96 orang bertugas di puncak
gunung dan sebagian bertugas di bawah.

Pencarian korban di gunung Agung sangat sulit karena beberapa faktor, yaitu
kendala cuaca yang tidak bersahabat, medan yang sangat berat dan faktor di
luar kemampuan manusia.
( gds / nrl )

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/15/time/174958/idnews/879392/idkanal/10

JBP

unread,
Jan 16, 2008, 10:10:09 AM1/16/08
to jabar...@googlegroups.com
Rabu, 16 Januari 2008 - 21:41 wib
Tim SAR Jeda, Widyatama Konsolidasi

BANDUNG - Pihak Universitas Widyatama memutuskan ikut menghentikan proses
pencarian dua mahasiswa mereka Yunita Indah Syafitri (21), dan Eko Saputra
Sudirman (20).

Kepala Public Relation and Marketing Universitas Lili Irahali mengatakan,
pihaknya akan melakukan konsolidasi selama tim search dan rescue (SAR)
gabungan menghentikan pencarian Eko dan Yunita.

Sebelumnya Kepala SAR wilayah Bali I Ketut Parwa memutuskan untuk
menghentikan kegiatan berdasarkan rapat denga Bendesa Adat Besakih I Wayan
Gunantra dan adanya radiogram dari Badan SAR Nasional. Pasalnya, umat Hindu
di Bali akan menggelar ritual untuk memperingati Hari Raya Galungan, dan
Kuningan mulai 17 Januari - 5 Februari 2008.

"Ini merupakan kondisi internal yang tidak kami duga sebelumnya. Namun kami
tetap harus menghormati warga setempat. Sembari menunggu, sebagian tim
pencari kembali ke tempat masing-masing untuk melakukan konsolidasi," jelas
Lili, Rabu (16/1/2008).

Ia menegaskan, kampus tetap concern untuk melakukan pencarian. Masa
penghentian ini dapat menjadi ajang untuk menyusun strategi baru untuk
menemukan Yunita dan Eko yang dinyatakan hilang sejak Minggu (30/12) lalu.

(Eviana Ulitaria Panjaitan/Sindo/sjn)

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/16/1/75826/tim-sar-jeda-widyatama-konsolidasi

JBP

unread,
Jan 17, 2008, 9:44:32 PM1/17/08
to jabar...@googlegroups.com
Jum'at, 18 Januari 2008
Pencarian Mahasiswa Utama Dihentikan

BANDUNG, (PR).-
Tim SAR memutuskan untuk menghentikan pencarian dua mahasiswa Universitas
Widyatama (Utama) yang hilang di Gunung Agung akhir Desember lalu. Meski
demikian, Utama akan melanjutkan pencarian dengan mengerahkan tim relawan
profesional.

Kepala Biro Public Relation dan Marketing, Lili Irahali, Rabu (15/1) di
Bandung menjelaskan, "Sesuai prosedur, tim SAR terpaksa menghentikan
pencarian karena hingga ditemukannya Iqbal pada hari ke-8 lalu tidak
menunjukkan tanda-tanda penemuan kedua mahasiswa yang lain."

Dengan demikian, tim dari Utama pun terpaksa dipulangkan dan berhenti
mencari kedua mahasiswa tersebut untuk sementara waktu. Sebab, Utama
mempunyai komitmen terus melakukan pencarian meski dengan tim sendiri.

"Sebagai institusi, kami tetap concern melakukan pencarian dengan tim
relawan yang akan kami bentuk sendiri, tentunya relawan yang profesional,"
tambahnya.

Namun demikian, Lili belum bisa memastikan kapan tim ini diterjunkan
kembali. Sebab, dengan alasan mendekati hari raya di Bali maka pencarian
yang dilakukan oleh tim dari Utama pun terpaksa dihentikan. "Saat ini kita
sedang mempersiapkan rencana pencarian berikutnya dengan mendengarkan
masukan dari para relawan," kata Lili.

Dikatakan Lili, berdasarkan masukan dari tim relawan ini nanti pihaknya
baru bisa memutuskan untuk melakukan pencarian sampai kedua korban
ditemukan ataukah mengambil langkah lain. "Sekarang belum bisa diputuskan
karena kami baru mau mendengar masukan dari tim relawan," ujarnya.

Meski demikian, Lili mengatakan sejak awal pihak keluarga korban telah
pasrah atas apa pun yang terjadi pada ketiga mahasiswa yang hilang
tersebut. "Sejak awal, keluarga sudah pasrah dengan nasib putra putri
mereka," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumunya, tiga mahasiswa Widyatama yakni Eko Saputra
Sudirman (angkatan 2005 Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa), M. Iqbal
(angkatan 2005 Fakultas Bisnis Manajemen), dan Yunita Indah Safitri
(angkatan 2006 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi) hilang dalam pendakian
ke Gunung Agung Bali 26 Desember lalu. M. Iqbal, 6 Januari lalu, salah
seorang korban, ditemukan sekitar pukul 15.30 WITA (14.30 WIB). Jenazah
korban ditemukan pada ketinggian 2.600 meter. Sejak saat itu, pencarian
kedua korban lainnya belum membuahkan hasil.

Berbagai pihak dengan peralatan lengkap, termasuk helikopter telah
dikerahkan. Namun, meski telah lebih dari setengah bulan, upaya ini belum
memberikan hasil. (A-155)***

JBP

unread,
Jan 21, 2008, 7:06:11 PM1/21/08
to jabar...@googlegroups.com
Sabtu, 19 januari 2008 | 03:33 WIB
Misteri Foto Sang Pendaki

ADALAH Eko Saputra Sudirman. Mahasiswa Universitas Widyatama, Bandung,itu
dinyatakan hilang di Gunung Agung, Bali, Upaya pencahrian untuk sementara
dihentikan. Namun, tiga foto Eko di handphone (HP) sang ayah, Dadang
Sudirman, menjadi misteri tersendiri.

Rabu, 12 Desember 2007 lalu, Eko bersama dua rekan sekampusnya, M Iqbal
dan Yunita Indah Safitri mendaki Gunung Agung. Tiga hari kemudian mereka
dinyatakan hilang. Minggu (6/1), Iqbal warga Depok ditemukan dalam kondisi
tewas mengenaskan. Sementara hingga saat ini Eko, warga Cilegon dan Yunita
(warga Jakarta Barat) belum ditemukan.

Dadang mengaku, sejak anaknya dinyatakan hilang hingga saat ini, baik
dirinya maupun keluarga belum pernah mendapatkan firasat atau petunjuk,
baik itu melalui mimpi atau lainnya. Terutama menyangkut nasib anaknya.

Dadang sendiri sempat terkejut ketika mendapati tiga foto putranya di HP
miliknya. Hal itu diketahuinya, pada hari kedua saat Dadang mengecek
kebenaran berita hilangnya Eko ke kampusnya, di Kota Bandung.

Foto close up wajah Eko itu berjumlah tiga frame. "Pas lagi buka HP di
Bandung saya kaget, kok ada foto Eko. Padahal sebelumnya nggak ada dan
saya nggak pernah ambil foto dia pakai HP," tutur Dadang, ketika ditemui di
rumahnya di Jalan KH Arifudin No 14 RT 02/01, Kelurahan/Kecamatan
Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (18/1).

Dari temuan baru itu, Dadang tetap berharap anaknya bisa ditemukan.
"Mungkin saja Eko sendiri yang motret saat pulang ke rumah Lebaran Haji
lalu," katanya.

Ketika ditanya apakah foto itu memberikan sebuah tanda atau firasat, Dadang
hanya menjawab, "Kami sekeluarga tidak mendapatkan firasat apa pun. Yang
pasti, kami berusaha sekuat tenaga untuk mencari Eko sampai ketemu. Selain
itu, kami tetap berdoa."

Dadang terakhir kali bertemu dengan putranya ketika Lebaran Haji. Eko saat
itu berlibur di rumahnya. Lalu Senin (24/12) mahasiswa yang memiliki hobi
berpetualang itu kembali ke kampusnya di Universitas Widyatama, Bandung.

Dua hari berselang, ia sudah berada di Bali untuk melampiaskan hobinya.
Karena tiga hari tidak juga turun, ketiga pendaki itu dinyatakan hilang,
Sabtu (29/12). "Dia memang hobi mendaki. Dan ini merupakan gunung keenam
yang disambanginya," imbuh sang Ny Suadah, ibunya.

Sementara itu, hingga kemarin kediaman Dadang masih ramai dikunjungi
kerabatnya. Tujuh rekan kerja Dadang dari PT Krakatau Steel (KS) pun tampak
datang untuk memberikan dukungan dan mendengarkan cerita ayah Eko.
***
PROSES pencarian dua mahasiswa Universitas Widyatama, Bandung, Eko Saputra
Sudirman dan Yunita Indah Savitri, akhirnya dihentikan untuk sementara.

Menurut ayah Eko, Dadang, penghentian ini berkaitan dengan kegiatan ibadah
hari raya umat Hindu, Galungan dan Kuningan. Terkait dua hari raya itu,
tidak boleh ada aktivitas apa pun di gunung yang disucikan oleh umat Hindu
tersebut. Pencarian akan kembali dilakukan Selasa (5/2) mendatang.

"Penghentian sementara ini, menurut Tim SAR tidak bertentangan dengan
prosedur tetap operasi SAR. Sebenarnya, tugas SAR maksimal hanya satu
minggu setelah peristiwa terjadi," kata Dadang yang selama dua minggu ikut
tim pencarian di Gunung Agung.

Dadang berterima kasih kepada masyarakat Bali serta aparatur setempat yang
telah bekerja sama ikut melakukan pencahrian tersebut. Rencananya, dalam
pencarian tahap kedua nanti akan dikirim tim dari Brimob Kelapadua, Depok,
yang dilengkapi anjing pelacak.

"Saya tidak tahu apakah pada pencarian kedua ikut ke sana atau tidak.
Semuanya menunggu perkembangan dari masyarakat setempat yang sampai saat
ini masih melakukan kontak dengan kami," katanya. (Warta Kota/NIR)

http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.19.03334178&channel=1&mn=2&idx=4

sur...@vsi.esdm.go.id

unread,
Jan 21, 2008, 8:17:38 PM1/21/08
to jabar...@googlegroups.com
Rekan2 JBP,

Tolong hati2 mendaki gunung, terutama gunungapi aktif. Pada saat cuaca
sering buruk spt saat ini, hendaknya extra hati2, pada pada ketinggian di
atas 1000 m, cuaca bisa anomali, sulit diduga, kabut, hujan, hingga badai.
Juga untuk mendaki gunungapi aktif, tanya deh ke kita, pasti kami jawab,
ttg aktivitas gunungapi, Pos Gunungapi yg terdekat sbg bahan rujukan
terakhir sebelum mendaki, jangan terulang spt G Agung n spt korban gas
beracun di G Salak. Please, alam itu bersahabat, jika kita memang mau
bersahabat dengannya n dengarkan maunya alam. Gitu rekan2 JBP.
Dah aku mau ke Gedung Sate, ngobrolin Bencana Jabar.

Salam
Surono

JBP

unread,
Jan 21, 2008, 8:45:50 PM1/21/08
to jabar...@googlegroups.com
Trims untuk info yang berguna pak, terutama karena beberapa rekan
rencananya akan kembali melangsungkan kegiatan SAR Gn. Agung pada 5
Februari besok.
Wilujeng ke gedung sate, mudah2an ada aksi yang lebih baik terkait dengan
UU 24/2007 dan Rencana Aksi Daerah PB.

Rgds,

.e

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages