BANJIR MASIH MENGANCAM

1 view
Skip to first unread message

dadang sudardja

unread,
Nov 23, 2009, 11:57:08 AM11/23/09
to Posko Bencana, Jabar Peduli
Banjir Masih Mengancam
Perbaikan di Daerah Hulu Harus Diprioritaskan

Senin, 23 November 2009 | 13:41 WIB

Cirebon, Kompas - Banjir masih menjadi ancaman di daerah hilir, seperti Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Kondisi hulu yang masih rusak, seperti terkait persoalan sampah, serta perbaikan dan perawatan sungai yang belum menyeluruh menjadi faktor utama ancaman banjir.

Tiga hari terakhir, hujan deras mulai mengguyur daerah hulu dan hilir Cirebon serta Indramayu. Permukaan sungai di sejumlah daerah pun mulai naik meski belum mencapai puncak. Sungai Ciperawan yang mengalir melewati Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, adalah salah satunya.

Menurut Muadi, Kepala Desa Klayan, Minggu (22/11), air mulai memenuhi dasar sungai yang pada musim kemarau mengalami kekeringan. Ketinggian air pun terus bertambah. Biasanya pada puncak musim hujan, yakni Februari, air sungai bisa meluap menembus saluran air warga. "Sungai itu sudah dangkal dan jadi tempat pembuangan sampah. Kami sudah meminta dinas pengelola sumber daya air untuk mengeruknya, namun belum terealisasi hingga kini," kata Muadi.

Untuk mencegah banjir, lanjutnya, warga rela bekerja bakti membersihkan sampah di berbagai saluran drainase dari Perumahan Villa Intan di desa itu hingga hilir sepanjang 3 kilometer. Selain itu, saluran pembuangan air di perumahan juga mulai diperbaiki dan dibersihkan dengan dana alokasi desa.

Mengenai ancaman banjir di hilir, staf Operasi dan Pengolahan Data Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Cimanuk-Cisanggarung, Narsan, mengatakan, musim hujan belum mencapai puncaknya karena baru mulai beberapa hari terakhir. Biasanya, pada puncak musim hujan, curah hujan bisa lebih dari 75 milimeter. Jika terjadi terus-menerus, banjir bisa terjadi, apalagi jika air laut sedang pasang.

"Selama musim hujan dan banjir, air dari Sungai Cimanuk tidak akan dibuka ke daerah irigasi karena bisa memperparah banjir. Biasanya langsung dibuang ke laut. Jika laut dalam kondisi pasang, daerah sekitar hilirlah yang akhirnya banjir," kata Narsan.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sejumlah daerah langganan banjir, antara lain Kecamatan Gunungjati, Gegesik, dan Kapetakan (Kabupaten Cirebon); Kecamatan Kandanghaur (Kabupaten Indramayu); serta Kecamatan Harjamukti (Kota Cirebon). Daerah-daerah itu dekat dengan aliran sungai dan laut.

Perbaikan hulu

Ketua Masyarakat Pencinta Sungai Bambang Sasongko mengatakan, banjir akan terus terjadi jika penyebab utama banjir belum selesai ditangani, misalnya daerah tangkapan air di hulu yang masih gundul akibat kerusakan hutan. Di Gunung Ciremai, misalnya, masih ada 3.000 hektar lahan yang harus dihijaukan lagi. Perbaikan hulu harus diprioritaskan.

Kurung, Kepala Badan Taman Nasional Gunung Ciremai, mengakui, banyak potensi air yang hilang karena gundulnya hutan. Meski curah hujan tidak berubah, banjir dan kekeringan akan kian parah melanda hilir jika perbaikan hulu diabaikan. Karena itu, pihaknya berusaha memfungsikan lagi hutan konservasi seluas 6.500 hektar yang sempat terbakar atau menjadi ladang. (NIT)

 


"
Apakah saya bisa menurunkan berat badan?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! "
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages