*sisi SEJARAH yang terlupakan,,,,*
*_Lagu Indonesia Raya_*
*_W.R. Supratman_*
*=====================*
*Yo Kim Tjan*
*_Penyelamat Master Rekaman_*
*Lagu Indonesia Raya*
*_Bicara mengenai lagu_*
*_Indonesia Raya, tidak dapat_*
*_dilepaskan dari WR Supratman_*
*_sebagai penciptanya._*
*_Tapi tidak banyak yang tahu,_*
*_ada sosok lain yang juga_*
*_sangat berperan penting_*
*_di dalam perjalanan lagu_*
*_kebangsaan tersebut sampai_*
*_dapat diperdengarkan hingga_*
*_saat ini._*
*Pada tahun 1927, Yo Kim Tjan,*
*yang merupakan sahabat baik*
*WR Supratman menyatakan*
*bersedia untuk merekam*
*lagu Indonesia Raya atas*
*permintaan WR Supratman*
*di saat yang lainnya menolak*
*melakukannya karena takut*
*ditangkap pihak Belanda*
*yang saat itu sudah*
*mengendus gerakan bawah*
*tanah yang dilakukan oleh*
*pemuda-pemudi Indonesia.*
*YKT, pemilik toko rekaman*
*NV Populair, pendiri bioskop*
*Roxy dan bioskop Ledo.*
*YKT juga yang mengusulkan*
*agar lagu Indonesia Raya*
*dibuat dalam dua versi, yaitu:*
*versi asli yang dinyanyikan*
*langsung oleh WR Supratman*
*sambil bermain biola dan*
*versi yang berirama keroncong.*
*Kedua versi tersebut direkam*
*di rumah YKT Jl.Gunung Sahari*
*Batavia yang sekarang dikenal*
*sebagai Jakarta.*
*Versi asli disimpan oleh YKT,*
*sedangkan versi keroncong*
*dikirim ke Inggris untuk*
*diperbanyak.*
*Pada saat deklarasi Sumpah*
*Pemuda, 28 Okt. 1928, sambil*
*bermain biola Wage Rudolf*
*Supratman mengumandang*
*-kan lagu Indonesia Raya,*
*pertama-kalinya di hadapan*
*para pemuda yang telah*
*membulatkan tekadnya untuk*
*bersatu.*
*Belanda panik, kemudian*
*menyita semua piringan hitam*
*versi keroncong yang sudah*
*terlanjur beredar, maupun yg*
*masih dalam perjalanan dari*
*London ke Batavia.*
*Belanda tidak pernah mengira*
*bahwa lagu tersebut ternyata*
*sudah direkam setahun*
*sebelumnya.*
*Setelah lagu Indonesia Raya*
*didengungkan WR Supratman,*
*Surat Kabar SINPO, yang*
*diterbitkan oleh masyarakat*
*Tionghoa, yang sekaligus*
*merupakan tempat di mana*
*WR Supratman bekerja*
*sebagai wartawan lepas,*
*mempublikasikasikan teks*
*lagu Indonesia Raya.*
*SINPO merupakan surat kabar*
*pertama yg mempublikasikan*
*teks lagu Indonesia Raya.*
*Yo Hoey Gwat*
*_(Kartika Kertayasa),_*
*Puteri sulung YKT*
*menuturkan amanah dari*
*WR Supratman yang meminta*
*YKT untuk menyelamatkan*
*master lagu Indonesia Raya*
*agar dapat diperdengarkan*
*saat Indonesia merdeka.*
*Pada tahun 1942, keluarga*
*YKT selalu membawa dan*
*menyelamatkan master lagu*
*tersebut kemanapun mereka*
*mengungsi (ke Karawang,*
*Garut, dll) sehingga master*
*lagu ini bisa luput dari pihak*
*Belanda dan Jepang selaku*
*penjajah Indonesia, saat itu.*
*Pada thn 1953, YKT sempat*
*menghadap pemerintah*
*Indonesia dengan maksud*
*ingin memperoleh ijin untuk*
*memperbanyak lagu asli*
*Indonesia Raya,*
*tapi permohonan itu ditolak*
*oleh RRI selaku instansi yang*
*berkuasa atas pengeluaran*
*ijin rekaman pada saat itu.*
*Kemudian di tahun 1957,*
*master tersebut diminta dgn*
*alasan ingin dikeluarkan hak*
*ciptanya yang kemudian,,,,*
*dinyatakan "disita oleh negara".*
*Sungguh tragis, master*
*lagu yang luput dari penjajah*
*Belanda dan Jepang,,, hilang*
*di tangan anak bangsa sendiri.*
*Untungnya keluarga YKT*
*bisa menyelamatkan sekeping*
*piringan hitam lagu Indonesia*
*Raya versi keroncong yang*
*akhirnya bisa kita nyanyikan*
*hingga saat ini.*
*videoOriginal*
*lagu "INDONESIA RAYA"*👇🏿
kt