Nah, software development is art ini menurut pengalaman saya adalah alasan untuk tidak memiliki dan melakukan proses yang baku.
Jadi ya bisa ditebak, hasilnya tidak repeatable.
Sekarang on time on budget, next project belum tentu.
Kalo yang saya pahami dari artikel di atas :
- kita harus punya seperangkat proses dan dokumen yang baku
- proses/dokumen tersebut harus jelas :
- apa manfaatnya
- siapa yang membuat/melakukan dan kapan dibuat/dilakukan
- siapa yang mengupdate dan kapan diupdate
- siapa yang membaca dan kapan dibaca
- ada verifikasi/evaluasi apakah proses/dokumen tersebut benar2 bermanfaat
Nah, yang namanya engineering itu, ciri khasnya ada metodologi, ada analisa, dan ada evaluasi/improvement.
Engineering seperti ini :
Step 1 : mari kita lakukan X
Step 2 : coba kita cek apakah kita sudah benar2 melakukan X
Step 3 : coba kita lihat, apa hasil dari kita melakukan X
Step 4 : oh, ternyata X kurang efektif, coba kita ganti Y (back to step 1)
Selama belum ada evidence bahwa X efektif/tidak efektif maka jangan diubah dulu.
Art seperti ini :
Step 1 : bangun pagi, coba dilihat apakah kita lagi mood melakukan X
Step 2 : gak mood, lakukan Y saja
Step 3 : hari ini selesai, kita lanjutkan besok (back to step 1, besok mungkin mood beda sehingga kita melakukan X)