[Manajemen Proyek IT] Bagaimanana cara mengatasi tumpang tindih wewenang di antara anggota tim dalam project

111 views
Skip to first unread message

bagus prasojo

unread,
Apr 28, 2010, 10:15:39 PM4/28/10
to it-project...@googlegroups.com
Dear All,
Di tempat saya kerja , pola pembagian kerjanya spt matrix. Jadi satu orang bisa mengerjakan lbh dari satu project. Demikian juga, satu project dikerjakan banyak orang. Sampai di sini msh kelihatan normal2 saja.

Muncul masalah ketika terjadi tumpang tindih wewenang. Ilustarisnya begini :
misalnya ada 3 Project P,Q , dan R.
ada 5 orang tenaga IT, a,b,c,d,dan e.

susunan tim projecynya :
Project : P
PM         : a
SA         : b
Programmer     : c,d
Tester        : e.

Project : Q
PM        : b
SA        : a
Programmer    : c,d
Tester        : e

Project : R   
PM        : c
SA        : a
Programmer    : b,d
Tester        : e


Dilihat dari pembagian di atas, bisa kita ada tumpang tindih wewenang. a di project P menjadi PM sehingga bisa mengatur jadwal b, namun di project Q b menjadi PM sehingga bisa mengatur jadwal a. Yg lbh bingung adalah c dan d, karena dia di bawah dua org PM yg berbeda. Sehingga jadwalnya sering berbenturan.

Saya pernah mengsulkan u/ menjadikan para nggota tim tetap di bawah arahan 1 PM yg sama walaopun menegerjakan lbh dari project. Tp sudah terlnnnjur lama project berjalan ahirnya sampai sekarang kondisinya tetep blm ada perubahan

Yang saya tanyakan , bagaimana cara mengatur anggota tim jika terjadi :
1. Resource programmer, SA, Tester terbatas
2. Harus menyelesaikan byk project dalam satu waktu.

thx


--
Berilmu Sebelum Berkata dan Beramal

--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Manajemen Proyek IT" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke it-project...@googlegroups.com.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke it-project-indon...@googlegroups.com.
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/it-project-indonesia?hl=id.

eRQee

unread,
Apr 28, 2010, 10:32:27 PM4/28/10
to it-project...@googlegroups.com
2010/4/29 bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>

Dilihat dari pembagian di atas, bisa kita ada tumpang tindih wewenang. a di project P menjadi PM sehingga bisa mengatur jadwal b, namun di project Q b menjadi PM sehingga bisa mengatur jadwal a. Yg lbh bingung adalah c dan d, karena dia di bawah dua org PM yg berbeda. Sehingga jadwalnya sering berbenturan.
Saya pernah mengsulkan u/ menjadikan para nggota tim tetap di bawah arahan 1 PM yg sama walaopun menegerjakan lbh dari project. Tp sudah terlnnnjur lama project berjalan ahirnya sampai sekarang kondisinya tetep blm ada perubahan

Yang saya tanyakan , bagaimana cara mengatur anggota tim jika terjadi :
1. Resource programmer, SA, Tester terbatas
2. Harus menyelesaikan byk project dalam satu waktu.


ketemukan a dan b duduk dalam satu meja, trus suruh mereka bikin kesepakatan.

project paralel itu pasti ada yang meng-assign. Project Author, kalo menurut istilah Redmine -- yang akhirnya menunjuk a utk jadi PM project P dan b utk jadi PM project Q.
diskusiin aja. kalo perlu angkat masalah ini dalam meeting steering committee. karena urusan tarik-tarikan SDM, tenggat waktu yg sama2 meminta urgensi -- itu bukan cuman masalah internal dari sebuah tim kecil, tapi sudah di masalah departemen produksi secara (sedikit) lebih luas cakupannya.

di perusahaan situ punya forum steering committee?

diskusikan. tapi jangan lama2, ntar malah NATO doank jadinya.

mungkin yg perlu dibahas adalah time-schedule masing2 project. bisa jadi si a menentukan jadwal kegiatan project P karena dia nggak tau jadwal kegiatan project P. Ini sering terjadi memang, istilahnya: functional silo. Tapi seandainya dia tau, mungkin dia bisa menentukan jadwal dengan lebih bijaksana. Yang win-win solution.

Bukankah karena a dan b (dan juga c, d, e) masih bekerja di perusahaan yang sama, kenapa tidak bermain di sisi lapangan yang sama?




Rizky Prihanto
PT Cinox Media Insani | 0812 535 22 392 | http://rizky.prihanto.web.id


2010/4/29 bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>
Dear All,
Di tempat saya kerja , pola pembagian kerjanya spt matrix. Jadi satu orang bisa mengerjakan lbh dari satu project. Demikian juga, satu project dikerjakan banyak orang. Sampai di sini msh kelihatan normal2 saja.

Muncul masalah ketika terjadi tumpang tindih wewenang. Ilustarisnya begini :
misalnya ada 3 Project P,Q , dan R.
ada 5 orang tenaga IT, a,b,c,d,dan e.

susunan tim projecynya :
Project : P
PM         : a
SA         : b
Programmer     : c,d
Tester        : e.

Project : Q
PM        : b
SA        : a
Programmer    : c,d
Tester        : e

Project : R   
PM        : c
SA        : a
Programmer    : b,d
Tester        : e

Tjong, Andreas

unread,
Apr 28, 2010, 10:46:06 PM4/28/10
to it-project...@googlegroups.com

Dear Pak Bagus,

 

Kalo menurut saya nih,

Job Desc nya (a,b,c) gak jelas nih. Sebenarnya job desc nya mereka itu apa? Apakah sebagai PM – SA – Programmer

Kalau dilihat job desc yang ideal adalah seperti d dan e. d sebagai Programmer dan e sebagai Tester.

 

IMHO:  satu orang boleh mempunyai kemampuan untuk mengurus bagian PM dan SA – tapi jika orang tersebut tidak boleh lagi menjadi Programmer.

Contohnya seperti si b dibawah, akhirnya malah  menjadi tumpang tindih pekerjaan nya.

 

Best Regards,

Andreas

 

 


Martinus Johan Wahyudi

unread,
Apr 28, 2010, 10:46:50 PM4/28/10
to it-project...@googlegroups.com
Sebenernya sih gak ada masalah, ya tinggal anggotanya menyesuaikan denga role projectnya kan. Tapi pasti secara psikologi gak enak juga ya.. :D

Klo di tempat sy dulu, sy memastikan PM -->adalah fungsi manajerial, jadi tidak mungkin disebuah organisasi ada 2 manajer di tempat sama. Responsibilitynya adalah melakukan analisa budget, menentukan sasaran, dan fungsi2 manajerial lainnya. Klo melihat di atas, sebenernya yg tepat bukan PM, tapi PL /leader. Fungsi Leader adalah mengkoordinasikan kinerja anggota team, melakukan komunikasi harian team, melaporkan evaluasi kerja/permasalahan ke PM, dan melakukan koordinasi penjadwalan ke PM.

dan sy lihat kasusnya sampeyan, project banyak anggota tetap. ya buat saya, sebaiknya ga usah ganti role donk. Sy tebak PM disampeyan karena lebih karena mungkin ketemu client ya? yang ketemu client ya ownernya aja (yg jadi PM sekalian).

2010/4/29 bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>


--
Sincerely,
Martinus J Wahyudi
Software Engineer

Endy Muhardin

unread,
Apr 29, 2010, 9:30:00 AM4/29/10
to it-project...@googlegroups.com
2010/4/29 bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>:
> Dear All,
> Di tempat saya kerja , pola pembagian kerjanya spt matrix. Jadi satu orang
> bisa mengerjakan lbh dari satu project. Demikian juga, satu project
> dikerjakan banyak orang. Sampai di sini msh kelihatan normal2 saja.
>

Ini bukan di tempat Anda saja.
Hampir di semua perusahaan yang pernah saya temui seperti ini.
Soalnya personel kan resource yang terbatas, jadi ya gini jadinya.

> Saya pernah mengsulkan u/ menjadikan para nggota tim tetap di bawah arahan 1
> PM yg sama walaopun menegerjakan lbh dari project. Tp sudah terlnnnjur lama
> project berjalan ahirnya sampai sekarang kondisinya tetep blm ada perubahan
>

Ini pada prakteknya rada sulit, terutama untuk role yang jumlah
orangnya < jumlah project.
Misalnya system administrator atau DBA, biasanya 1 perusahaan cuma
punya 1-2 orang.
Padahal concurrent projectnya 5.
Jadi ya terpaksa sharing.

> Yang saya tanyakan , bagaimana cara mengatur anggota tim jika terjadi :
> 1. Resource programmer, SA, Tester terbatas
> 2. Harus menyelesaikan byk project dalam satu waktu.

Antar PM harus ngobrol, diwasitin sama bosnya para PM.
Di sesi itu silahkan bagi2, siapa kerja di mana pada hari apa.
Biasanya yang jadi ribet kalo si C udah dijadwalkan kerja sama A,
tapi kemudian karena delay, C jadi mundur ke lusa.
Padahal di lusa sudah dibooking sama B.

Waktu saya di BaliCamp dulu, PM2 kalo lagi ketemu di kantor kerjaannya
rebutan resource melulu.
Sekarang di ArtiVisi, karena PM cuma 2, jadi gak terlalu ribut,
walaupun rebutan tetap ada.

Intinya, solusinya cuma dua, komunikasi dan koordinasi.

--
Endy Muhardin
http://endy.artivisi.com
Y! : endymuhardin
-- life learn contribute --

bagus prasojo

unread,
Apr 29, 2010, 8:55:03 PM4/29/10
to it-project...@googlegroups.com
trimkasih atas tanggapan teman2 smua.

memang di t4 kami siapapun bisa jadi PM. Bahkan di project X dia jadi PM di project Y dia bisa jadi programmer. Itulah keyataan di t4 kmi. Oya, PM di t4 kami bukan cm menghandle masalah administrasi, jadwal, pengaturan resource, dll. tapi juga ikut coding : ).

U/ mas Endy,
kalo di t4 lain mmg juga tjd spt itu, baerati kami ga tll khawatir juga dengan keadaan di t4 saya kerja walopun perbaikan tetap hrs sgr dilakukan.
--
Berilmu Sebelum Berkata dan Beramal

Tumpal Yan Raymond Sihotang

unread,
Apr 30, 2010, 2:01:46 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
benar sekali, kondisi seperti ini harus memiliki komunikasi dan koordinasi yg baik diantara para anggota. Selain itu, di antara para PM, jangan ada sikap bossy atau sikap sok jadi bos yg memerintah sesukanya. Mis: ada 2 projek, projek A dan B. X jadi PM sedangkan Y jd SA di projek A. Di projek B, terjadi sebaliknya, X jadi SA sedangkan Y jd PM. Kalo X sok bossy di projek A, ada kemungkinan Y akan berlaku spt itu di projek B meskipun Y tdk berkarakter bossy, motifnya balas dendam :D


2010/4/30 bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>



--
Salam,


Tumpal Yan Raymond Sihotang

black...@gmail.com

unread,
Apr 30, 2010, 2:10:41 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
Saya dulu mengalami hal yang sama ketika masih jadi developer. Punya bos lebih dari satu itu tidak menyenangkan.
Tumtang tindih jadwal, dan para bos itu ga mau tau. Sebagai anak buah ya gabisa apa-apa. Apalagi antara bos itu ga pernah ada komunikasi. Its sux situation.
Dengan kata sakti : emergency, mendadak dari klien dll.
Akibatnya, kerjaan menjadi molor, dan para bos ga mau disalahkan.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>
Date: Fri, 30 Apr 2010 07:55:03 +0700
Subject: Re: [Manajemen Proyek IT] Bagaimanana cara mengatasi tumpang tindih wewenang di antara anggota tim dalam project

bagus prasojo

unread,
Apr 30, 2010, 2:26:39 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
trs yg sampeyan lakukan apa mas?

2010/4/30 <black...@gmail.com>

Martinus Johan Wahyudi

unread,
Apr 30, 2010, 2:27:30 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
Begini lho, saya masih tidak bisa nangkap kondisi kantor TS.
klo PM ada banyak, resource terbatas itu semua kantor juga mengalami.

Tapi ini kan ceritanya, dikantornya ada X orang: a,b,c,d,e
punya project: 1,2,3

nah, di project 1: si a yg jadi pm
di project 2: si b yg jadi pm
di project 3: si c yg jadi pm,

lha anggotanya tetap, si a juga jadi member proyek2, dst..dst
ini kan cm permutasi role, kenapa sampai ada demikian?

klo pm merangkap programmer masih dimengerti, tapi klo semua anggota bisa jadi pm, ini yg gw ga tahu kenapa bisa?? apa dapat insentif klo jadi PM? klo tebakanku, ini rolenya kadang merangkap marketing sekalian. jadi siapa yg dapat proyek, dia yg jadi PM.

Klo begitu, ada kesalahan penyusunan hirarki komando..

2010/4/29 Endy Muhardin <endy.m...@gmail.com>

--
Sincerely,
Martinus J Wahyudi
Software Engineer

Tumpal Yan Raymond Sihotang

unread,
Apr 30, 2010, 2:52:29 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
biasanya sih sistem kayak gitu terjadi karna beratnya tanggung jawab jd PM bro sementara resource kurang. Kalo si A jd PM di tiga projek padahal ada org lain (Mis: B dan C) berpotensi utk jd PM, kenapa tidak?

Sistem seperti ini mengingatkan aku akan strategi permainan sepakbola, gelandang yg hanya berposisi di tengah saja pasti kalah pengalaman dibanding seorang gelandang yg pernah main di posisi gelandang bertahan, tengah, kanan, kiri, bahkan kadang-kadang jadi playmaker :D


2010/4/30 Martinus Johan Wahyudi <mjwa...@gmail.com>

--
Salam,


Tumpal Yan Raymond Sihotang

Martinus Johan Wahyudi

unread,
Apr 30, 2010, 3:02:47 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
bro salah pake analogi :D, sorry klo offense. emangnya di tim sepakbola ada 2 kapten?

2010/4/30 Tumpal Yan Raymond Sihotang <rae...@gmail.com>

biasanya sih sistem kayak gitu terjadi karna beratnya tanggung jawab jd PM bro sementara resource kurang. Kalo si A jd PM di tiga projek padahal ada org lain (Mis: B dan C) berpotensi utk jd PM, kenapa tidak?

Sistem seperti ini mengingatkan aku akan strategi permainan sepakbola, gelandang yg hanya berposisi di tengah saja pasti kalah pengalaman dibanding seorang gelandang yg pernah main di posisi gelandang bertahan, tengah, kanan, kiri, bahkan kadang-kadang jadi playmaker :D



eRQee

unread,
Apr 30, 2010, 3:07:38 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
kalo di sepakbola, PM bukan kapten bro. salah analogi juga. :-) tapi sosok yg bisa meng-hairdryer-treatment di ruang ganti dan yang meracik strategi di lapangan. Tiada lain dan tiada bukan adalah sang pelatih.

Kalo PM jadi pemain (coder, misalnya) -- berarti itu seperti Gareth Southgate di Aston Villa 2 musim yg lalu atau Gianluca Vialli di Chelsea pas jaman 90-an.

Tapi memang benar, PM yg bagus itu PM yang pernah punya pengalaman matang jadi kuli dulu.




Rizky Prihanto
PT Cinox Media Insani | 0812 535 22 392 | http://rizky.prihanto.web.id


2010/4/30 Martinus Johan Wahyudi <mjwa...@gmail.com>
bro salah pake analogi :D, sorry klo offense. emangnya di tim sepakbola ada 2 kapten?

Tumpal Yan Raymond Sihotang

unread,
Apr 30, 2010, 3:13:16 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
kalo di tim, yg pernah jd kapten bisa aja lebih dr satu orang tapi kalo di sbh permainan, pst hanya ada 1 org yg jd kapten (di luar kapten tsb diganti tau cedera). Sama seperti, di perusahaan, bisa aja ada 3 org yg jd PM, tp di sbh projek pst hanya ada 1 org PM (di luar PM tsb resign)


2010/4/30 Martinus Johan Wahyudi <mjwa...@gmail.com>
bro salah pake analogi :D, sorry klo offense. emangnya di tim sepakbola ada 2 kapten?

--
Salam,


Tumpal Yan Raymond Sihotang

Martinus Johan Wahyudi

unread,
Apr 30, 2010, 3:13:47 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
itu klo PM bener-bener PM, dan dibawahnya ada PL :D
tapi klo PM berkelakuan sebagai player, berarti PM = Kapten..
:D sorry klo ngeyel.

tapi klo pake scrum, beda lagi hasilnya :D, mungkin si TS seharusnya pake scrum aja klo gtu. dengan catatan ego masing-masing team bisa direm.

2010/4/30 eRQee <ri...@prihanto.web.id>



--

black...@gmail.com

unread,
Apr 30, 2010, 3:39:06 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
Dalam rantai komando, anak buah ga boleh punya lebih dari 1 pimpinan langsung.
Anak buah hanya patuh/dengar dari atasannya langsung.
Kalau kurang resources internal seperti itu, mustinya pm bisa alokasikan bujet untuk tenaga outsource/freelancer. Cuma nantinya agak berbeda penanganan dengan pihak outsource/freelance.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>
Date: Fri, 30 Apr 2010 13:26:39 +0700

bagus prasojo

unread,
Apr 30, 2010, 3:43:12 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
Dear All, apakah fenomena spt ini hanya tjd IT Project aja ya?
Sudah adakah yg terjun di Project selain IT. Terjadi spt inikah? gmn penangannya? apakah hampir sama dengan saran teman2 tadi?

tq

2010/4/30 <black...@gmail.com>

Martinus Johan Wahyudi

unread,
Apr 30, 2010, 3:47:33 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
klo dari pengalaman teman teknik sipil, jarang terjadi, karena sangat hirarkis.
yang bisa menyaingi project IT cm Event Organizer.

tapi menurut saya, the worst project masih IT punya :D. Mungkin kalo kasus TS lebih bersifat dinamis, mungkin cocok pake scrum. tapi saya tidak berapa yg berhasil pakai scrum. sebagian kantor malah single fighter. :D

ya tapi ujung2nya emang soal komunikasi sih, spt yg suhu endy bilang. yg punya project harus sering ngumpul bareng buat bahas kerjaan. cm meetingnya jgn lama2, lha wong mereka programmer juga.

kenapa gak hire orang lagi sih mas? sudah tau proyeknya banyak, tapi orangnya dikit. solusi rasional ya hire lagi..

2010/4/30 bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>

--
Sincerely,
Martinus J Wahyudi
Software Engineer

Endy Muhardin

unread,
Apr 30, 2010, 6:14:05 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
2010/4/30 bagus prasojo <bagusp...@gmail.com>:
> Dear All, apakah fenomena spt ini hanya tjd IT Project aja ya?
> Sudah adakah yg terjun di Project selain IT. Terjadi spt inikah? gmn
> penangannya? apakah hampir sama dengan saran teman2 tadi?
>

Ini hal yang lumrah.
Di mata kuliah perilaku organisasi ada, namanya struktur organisasi matriks.

Biasanya ya memang di organisasi yang tipikal kerjaannya project
based, seperti Event Organizer atau Advertising.
Sama aja kok, misalnya desainer grafis, pasti disharing antar project.
Ini hal yang tidak terhindarkan, soalnya kan masa kerjanya beda.
Misalnya, BA kerja duluan, abis udah beres, baru programmer.
Nah, pas programmer coding, masa BA makan gaji buta?
Maka diassignlah dia ke project lain.

Analogi yang tepat menurut saya adalah PM = Jose Mourinho.
Kalo kebetulan dia coding juga, ya seperti Vialli atau Ruud Gullit.
Capek teriak2 di pinggir, gak sabaran, langsung deh ganti baju dan ikut main.
Tapi akibatnya, dia gak lagi bisa mengamati sisi mana yang lemah dari timnya.
Makanya model ini gak ngetren lagi sekarang.

Waktu di BaliCamp dulu, solusinya adalah dengan mengadakan jabatan
Resource Manager.
Tiap PM akan request resource ke RM, nanti akan dikasi dengan start
date dan end date tertentu.
Setelah end date, resource dipulangkan ke RM.
Kalo mau ada perubahan schedule, harus request lagi ke RM.
Dengan gini, rebutan orang bisa diminimasi.

Dan sebenarnya, bukan cuma rebutan orang, tapi kadang ada juga yang
nganggur gak dapat project, tapi gak ketahuan :D
PM A ngira si X lagi di project B, tapi PM B kira ada di C.
Padahal X lagi tidur di ruang server :))
Ini kejadian bener lho ....

Alternatif selain RM, resource jangan dishare across PM.
Programmer X boleh aja kerja di project A,B,C, asal PM nya sama.
Jadi gak ada rebutan antar PM.

black...@gmail.com

unread,
Apr 30, 2010, 8:04:32 AM4/30/10
to it-project...@googlegroups.com
Soulnya sama,
Multi project, tapi satu pm, yang berarti si anak buah punya bos cuma satu.

Dengan adanya RM juga begitu, anak buah selalu akan punya bos satu.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Endy Muhardin <endy.m...@gmail.com>
Date: Fri, 30 Apr 2010 17:14:05
To: <it-project...@googlegroups.com>
Subject: Re: [Manajemen Proyek IT] Bagaimanana cara mengatasi tumpang tindih
wewenang di antara anggota tim dalam project

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages