mau nanya, ketika dapet project, biasanya kita akan bagi2 tugas ke tiap
orang berdasarkan fungsi/area yang akan dikerjakannya. yang sering saya
lihat: ada yang ngerjain design, ada yang ngerjain programming.
pertanyaannya:
- fungsi apa lagi yang diperlukan jika project makin besar?
- pembagian salarynya gimana kalo untuk design & programming?
terima kasih sebelumnya...
salam,
Halo bang,
Kalau fungsi developer dan setidaknya satu team lead itu wajib ada dan
tidak bisa dibagi-bagi dengan team lain. Sedangkan fungsi architect,
designer, project manager dan bussiness analyst itu biasanya dishare
antar project, jadi satu orang bisa gabung ke dalam team
masing-masing.
Setiap software consultant punya perhitungan masing-masing terhadap
budgeting setiap peran, kemudian karena budgeting ini berkaitan dengan
harga software maka angka yang sebenernya diberikan sebagai gaji ke
setiap peran ini tidak sama dengan budget.
Pembagian besarnya gaji juga sebenernya sih tergantung dari mana
pendekatan diperolehnya angka, dimulai dari budget kemudian dicari
orangnya atau udah ketemu orangnya dulu baru ditentukan gajinya
berapa. Untuk software consultant yang sudah mapan, punya SOP dan
punya standard budgeting maka yang digunakan adalah pendekatan
pertama, budget dulu baru buka lowongan, karena sudah ada plafon gaji
ya pelamar cuma bisa dapat yang sesuai plafon. Ga bisa kurang atau
lebih.
Kalau sekumpulan freelancer ya sepertinya harus musyawarah mencapai
mufakat deh :). Atau bisa aja sih satu orang sebagai pemilik project
dan dia ini secara diktaktorial menentukan pembagian gaji. Atau lebih
banyak sih negosiasi aja, siapa minta berapa dan akhirnya dapet
berapa. :D
--
http://ifnubima.org/indo-java-podcast/
http://tanyajava.com/download/javadesktop
@ifnubima
regards
- Project Manager.
Sebetulnya project kecil juga butuh PM,
supaya programmernya bisa konsentrasi coding
dan tidak direpotkan dengan progress report, koordinasi, etc.
- Tester
Ini juga dibutuhkan oleh project kecil.
Tujuan utama adanya tester adalah menangkap bug sedini mungkin.
Soalnya cost untuk fix bug akan meningkat secara eksponensial seiring dengan
selisih waktu antara bug dibuat dan ditemukan.
Kedua role ini sedemikian pentingnya, sehingga kalopun projectnya kecil,
saya cenderung untuk sharing resource antar project (1 PM/Tester untuk
multiple project)
daripada menghilangkan rolenya.
Selanjutnya, role yang optional tergantung kebutuhan project :
- System Administrator : tukang instal server, jaringan, and the stuff
- Database Administrator
- Technical Writer : tukang bikin dokumentasi aplikasi
- Implementor/Trainer
- OB : menyediakan bahan bakar programmer (rokok dan kopi) ;p
> - pembagian salarynya gimana kalo untuk design & programming?
Design di sini maksudnya web design atau application design?
Web Designer kalo di kita setara dengan programmer.
Application Designer atau sering disebut Software Architect,
biasanya lebih experienced daripada Senior Programmer,
sehingga ya salarynya mengikuti.
Sebagai gambaran umum tentang technical grade di ArtiVisi :
- Junior Programmer : cuma (diharapkan) bisa mengikuti contoh coding.
Dikasi satu contoh CRUD, nanti dia tinggal ikuti.
- Senior Programmer : bisa membuatkan contoh coding untuk Junior Programmer.
Bisa explore teknologi baru sampe ketemu best practicesnya.
Misalnya, kita biasanya pake JSF, udah ada template codingnya.
Trus memutuskan mau pake ExtJS, sama sekali berbeda paradigma.
Senior Programmer harus bisa mengexplore semua teknik coding yang
mungkin dilakukan dengan ExtJS,
mulai dari Hello World, CRUD, sampe aplikasi besar.
Dari semua itu, dia harus bisa merumuskan best practicesnya, gimana
bikin screen, gimana harus handle event, dsb.
- Software Architect : secara garis besar melakukan yang dilakukan
Senior Programmer (explore dan define best practices)
tapi dilakukan lintas dunia.
Misalnya, lini produksi kita biasanya Java, MySQL, develop under Linux.
Lini produksi ArtiVisi lumayan sophisticated, dalam arti toolingnya
sudah lengkap, misalnya :
- Git
- Maven + Nexus-nya
- JUnit, DBUnit, dkk
- Redmine + integrasi dengan IDE.
Semua itu sudah terintegrasi seperti pabrik. Requirement masuk,
aplikasi keluar.
Setup time kita, mulai dari laptop kosong (Non OS)
sampe push commit (sudah bisa ambil source code, edit, deploy, test sampe ok)
berkisar 4 - 6 jam dengan koneksi Speedy.
Artinya, kalo ada laptop baru, dalam waktu kurang dari sehari sudah
bisa dipake coding.
Setup time ini saya tau persis, karena setiap 6 bulan sekali Ubuntu
rilis dan saya instal ulang.
Nah, SA ini harus bisa menciptakan lini produksi dengan fitur sama di
dunia berbeda
misalnya environment .NET dengan MS SQL Server (tentunya di Windows)
atau AS400 dengan DB2 (tentunya green screen).
Yang saya maksud menciptakan lini produksi tentunya bukan sekedar
sampe bisa coding Hello World,
tapi juga melengkapi tooling seperti build tools, test automation, bug
reporting, release dan deployment management,
sampe provide training ke Senior dan Junior Programmer tentang dunia baru ini.
Kalo pernah nonton Mel Gibson di The Patriot,
kira2 rolenya Software Architect versi ArtiVisi adalah
seperti Benjamin Martin membangun Colonial Militia.
Nah, bisa dibayangkan berapa salary untuk seorang Software Architect.
In fact, 1 experienced Sales Manager + 1 SA yang handal sudah bisa
bikin 1 perusahaan IT sendiri :D
Jadi, maksudnya web designer atau software designer?
--
Endy Muhardin
http://endy.artivisi.com
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Manajemen Proyek IT"
> dari Grup Google.
> Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke
> it-project...@googlegroups.com.
> Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke
> it-project-indon...@googlegroups.com.
> Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di
> http://groups.google.com/group/it-project-indonesia?hl=id.
>
>
--
Sent from my mobile device
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Manajemen Proyek IT" dari Grup Google.
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke it-project...@googlegroups.com.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke it-project-indon...@googlegroups.com.
Untuk opsi selengkapnya, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/it-project-indonesia?hl=id.
jadi saran saya, mending rekrut orang desain, digaji aja pak.
tapi kalo projectnya belum kontinue, ya tentukan fixed price saja,
berapa rupiah untuk scope pekerjaan tertentu.
kalo saya, selama di themeforest masih ada yg cocok, belum pake orang
buat desain layout.
Hm... sepertinya saya harus nonton The Patriot,
.daudmukadar
2011/7/4 . <yayang...@gmail.com>:
iya juga sih, kalo bukan project owner, sebaiknya langsung fixed price
& pembayaran reguler aja. kasian kalo harus nunggu sampai bayaran
turun...
2011/7/4 Daud Mukadar <daudm...@gmail.com>:
Kalo kita biasanya dioutsource.
Web designer menghasilkan template html, img, dan css untuk :
- login screen
- dashboard
- screen yang ada tabelnya
- screen yang ada formnya
Dengan 4 template screen di atas sudah cukup untuk bikin aplikasi bisnis.
Tiap page kan sama aja, cuma beda isi form/table nya aja.
Nanti tinggal dinego sama designernya, per template berapa harganya,
trus kita butuh berapa alternatif template untuk diajukan ke client.