perlukah mempelajari SAP

421 views
Skip to first unread message

Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Feb 18, 2010, 2:38:54 AM2/18/10
to Manajemen Proyek Indonesia
tadi saya baru dapat mata kuliah
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
isinya sih gabungan mata kuliah
- manajemen proyek
- rekayasa perangkat lunak
- sistem informasi
menurut dosen saya, bagus sekali kalo suatu saat saya mengerti SAP
menurut temen2 yang dah berkecimpung di dunia kerja, apakah perlu SAP itu?
ataukah SAP itu hanya untuk perusahaan2 tertentu?

Ifnu bima

unread,
Feb 18, 2010, 2:52:36 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com
> menurut dosen saya, bagus sekali kalo suatu saat saya mengerti SAP
> menurut temen2 yang dah berkecimpung di dunia kerja, apakah perlu SAP itu?
> ataukah SAP itu hanya untuk perusahaan2 tertentu?

Hmm, SAP itu adalah perusahaan software consultant yang jualan
enterprise bussiness solution paling gede. Jualanya adalah produk yang
langsung bisa dipake oleh perusahaan, bukan lagi jualan framework atau
application server seperti SUN. Perusahaan yang menggunakan SAP
biasanya ya yang mampu beli :D, kalo di indonesia SAP banyak dipake
perusahaan manufaktur besar seperti Astra.

Jualan utama SAP adalah Enterprise Resource Planning software yang
digunakan untuk melakukan pencatatan, perencanaan dan monitoring
terhadap semua resource dalam perusahaan. Modul dasar yang
diimplementasikan SAP biasanya adalah :
1. SAP FICO
FICO kepenjangan dari Financial And Controlling, ya bisa dibilang
modul accountingnya. Modulnya sudah lengkap. Ibarat tools, SAP itu
tools yang punya banyak sekali tombol, disana sini bisa diconfigure.
Mau pake model gimana aja juga bisa.

2. SAP AR/AP
AR/AP mengurusi Utang dan piutang perusahaan. Setiap proses
trasanksi biasanya melibatkan salah satu dari kedua modul ini.
Misalnya penjualan barang masuk ke AR dl sebelum ke accountingnya.
Karena penjualan bisa ada termin pembayaranya atau ada cash tapi
berjangka waktu tertentu (tempo).

3. SAP POS
Ngurusi penjualan barangnya.

4. SAP HR
Dipake mengurusi Human Resource, dari kontrak, appraisal, struktur
gaji, training, outsourcing dan seterusnya

5. SAP Manufacturing
Dipake perusahaan yang memproduksi barang. Biasanya mengurusi proses
produksi, stok bahan baku, membuat Purchase Order bahan baku dan
seterusnya.

Masih banyak lagi modul-modul yang tersedia di SAP. Harganya pun amit2
mahalnya, SAP One All In One itu harga lisensinya $100.000 dan belum
harga implementasi / customize dan consulting.

Kalau km mau jadi SAP consulting sih oke banged, yang perlu dipelajari
ya Tools dan bahasanya SAP, seperti NetWeaver dan ABAP. Harga SAP
senior consulting itu mahal banged, bahkan lebih mahal dari senior
java programmer. Tapi ya harus kuat aja ngoprek SAP yang segitu
rumitnya hfff...

Proses belajarnya juga rumit, susah banged otodidak, cara belajarnya
ya cari kerjaan jadi ABAP developer.

--


http://ifnu.artivisi.com
+62 856 9211 8687
regards

Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Feb 18, 2010, 3:01:55 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com


pantes kata dosen, yang bisa SAP di Indonesia masih sedikit :D
:D

eRQee

unread,
Feb 18, 2010, 3:04:53 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com
2010/2/18 Ifnu bima <ifnu...@gmail.com>

Kalau km mau jadi SAP consulting sih oke banged, yang perlu dipelajari
ya Tools dan bahasanya SAP, seperti NetWeaver dan ABAP. Harga SAP
senior consulting itu mahal banged, bahkan lebih mahal dari senior
java programmer. Tapi ya harus kuat aja ngoprek SAP yang segitu
rumitnya hfff...

Proses belajarnya juga rumit, susah banged otodidak, cara belajarnya
ya cari kerjaan jadi ABAP developer.


... atau ikutan kursus SAP online di KOMTEK. Kadang mereka selenggarain tuh, kalo nggak salah fee-nya cukup murah. 1,5 jeti. Tapi cek aja lagi di www.erpweaver.com ato join di milis kom...@yahoogroups.com.

gw setuju ngoprek SAP rumit, karena ngoprek SAP itu ibarat ngoprek sistem informasi yang udah komplit yang data structure-nya dibikin pake bahasa jerman dan standar-standar coding convention-nya harus diikuti 100% (kalo enggak, kustomisasi nggak akan bisa jalan). In my humble opinion, untuk belajar mengenai ERP -- mending bikin ndiri dahh... :-) Jadikan SAP sebagai salah satu referensi aja. Mulailah bikin dari satu fungsionalitas kecil. Ngga usah bikin programnya dulu, cukup list-of-functionality dan struktur data-nya. Pelan-pelan...

Kalo kita jalanin, nggak akan serumit seperti yg kita duga. Memang sih scope fungsionalitasnya LEBAR BANGEDD, dan keterkaitannya tinggi bangedd. Tapi itulah enterprise architecture. Memang seharusnya begitu :-)




--
e
RQee

BloggerFacebookTwitterFriendsterLinkedinTumblr





Feris Thia

unread,
Feb 18, 2010, 3:10:49 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com
Hi All,

Ikut nimbrung.... baru gabung :p

ERP ??? Jangan pelajari SAP saja..... yang penting adalah : SOP (Standard Operating Procedure). Tanpa itu, berdasarkan pengalaman saya, akan terjadi tarik menarik politik terus dan ujung2nya implementasi gagal :)

2010/2/18 Eko Kurniawan Khannedy <echo.k...@gmail.com>

pantes kata dosen, yang bisa SAP di Indonesia masih sedikit :D
:D



--
Thanks & Best Regards,

Feris Thia
Business Intelligence Consultant
PT. Putera Handal Indotama
Phone  : +6221-30119353
Fax      : +6221-5513483
Mobile : +628176-474-525
http://www.phi-integration.com
http://pentaho.phi-integration.com

Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Feb 18, 2010, 3:20:48 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com
Pada 18 Februari 2010 15:10, Feris Thia <fe...@phi-integration.com> menulis:
Hi All,

Ikut nimbrung.... baru gabung :p

ERP ??? Jangan pelajari SAP saja..... yang penting adalah : SOP (Standard Operating Procedure). Tanpa itu, berdasarkan pengalaman saya, akan terjadi tarik menarik politik terus dan ujung2nya implementasi gagal :)

2010/2/18 Eko Kurniawan Khannedy <echo.k...@gmail.com>

pantes kata dosen, yang bisa SAP di Indonesia masih sedikit :D
:D




kalo gitu comet ini tekniknya request berlulang ke Server menggunakan Timer di JavaScript y? 

Feris Thia

unread,
Feb 18, 2010, 3:40:44 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com
Hah ??

Sori.... maksud saya non-teknis IT :)

Coba cek kemana-mana, sekarang ada kesadaran ERP bukan segala-galanya. Tapi SOP (Standard Operating Procedure), yang melibatkan protokol, aturan dan stakeholder proyek.

2010/2/18 Eko Kurniawan Khannedy <echo.k...@gmail.com>
kalo gitu comet ini tekniknya request berlulang ke Server menggunakan Timer di JavaScript y? 


Eko Kurniawan Khannedy

unread,
Feb 18, 2010, 3:46:19 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com


alah alah, sory salah kirim :D
hahaha...................................

SORY SORY :D

Ilhamsyah Edwar

unread,
Feb 18, 2010, 4:10:43 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com
> -----Original Message-----
> From: Feris Thia
> Sent: Thursday, February 18, 2010 03:11 PM
> To: it-project...@googlegroups.com
> Subject: Re: perlukah mempelajari SAP
>
> Hi All,
>
> Ikut nimbrung.... baru gabung :p
>
> ERP ??? Jangan pelajari SAP saja..... yang penting adalah :
> SOP (Standard Operating Procedure). Tanpa itu, berdasarkan
> pengalaman saya, akan terjadi tarik menarik politik terus dan
> ujung2nya implementasi gagal :)
>
>
> 2010/2/18 Eko Kurniawan Khannedy <echo.k...@gmail.com>
>
>
> pantes kata dosen, yang bisa SAP di Indonesia masih sedikit :D
> :D
>

Dari beberapa ngobrol dengan konsultan SAP dan pengguna SAP, sepertinya
yang pake software ini belum butuh2 banget. Kebanyakan karena alasan non
teknis. Beberapa User juga mengeluhkan, ternyata kustomisasinya agak
ribet untuk implementasi karena terlalu banyak bisnis proses yang
undefined di tempat dia. Belum lagi masalah "gak jelas" :)
Satu lagi, akhirnya yang berubah itu bisnis proses User, bukan SAP nya
:)

Kalo emang mau mendalami SAP, agak susah untuk menguasai semua modul.
Biasanya menguasai 1-3 modul aja.

Saya setuju pendapat Pak Feris, kalo kita mau bikin software Back Office
(sebut lah begitu), harus kuasai SOP, work flow dan Business Rule.
Ujung2nya nanti akan ke arah STP (Straight Through Processing). Dimana
semua dilakukan single entry process langsung tercermin sampe buku
besar, laporan rugi laba, dst..

Cmiiw,

Endy Muhardin

unread,
Feb 18, 2010, 4:47:38 AM2/18/10
to it-project...@googlegroups.com
2010/2/18 Ilhamsyah Edwar <Ilham...@limas.com>:

>
> Satu lagi, akhirnya yang berubah itu bisnis proses User, bukan SAP nya
> :)
>

SAP itu bikinan Jerman.
Salah satu keunggulan/kelemahan orang Jerman adalah amat sangat
mematuhi prosedur.
Kalau ada hal yang gak enak, tetap dijalani kalau sudah ditetapkan
jadi prosedur.
Kalau mau berubah, ubah dulu prosedur, baru ubah aktifitasnya.

Satu lagi, sangat tertib dokumentasi.
Ada cerita waktu perang dunia, gudang arsip Jerman dibom.
Akibatnya, untuk beberapa saat,
mereka bikin senjata jadi lebih produktif dan cepat, karena gak
mikirin dokumen :D
Sekutu sampe menyesal ngebom gudang arsip itu.
Walaupun beberapa saat kemudian produktifitas kembali ke semula,
karena gudang arsipnya buru2 dibangun lagi.

Nah, gak heran kalo jadi ribet implementasi di Indonesia, tau sendiri sifatnya.
Lihat aja sidang DPR, hal yang baru saja disepakati sama dirinya
sendiri tetap aja dinego ;p
Apalagi prosedur yang ditetapkan orang lain.


> Saya setuju pendapat Pak Feris, kalo kita mau bikin software Back Office
> (sebut lah begitu), harus kuasai SOP, work flow dan Business Rule.

Betul, harus menguasai business process, baru belajar customize.
Gimana mau customize kalau prosesnya gak ngerti.

> Ujung2nya nanti akan ke arah STP (Straight Through Processing). Dimana
> semua dilakukan single entry process langsung tercermin sampe buku
> besar, laporan rugi laba, dst..

Pengalaman kita, yang ginian sulit untuk diimplement.
Soalnya gak bisa back dated transaction.
Padahal itu fitur favorit user ;p


--
Endy Muhardin
http://endy.artivisi.com
Y! : endymuhardin
-- life learn contribute --

karsanto

unread,
Mar 12, 2010, 1:58:53 PM3/12/10
to Manajemen Proyek IT
> Nah, gak heran kalo jadi ribet implementasi di Indonesia, tau sendiri sifatnya.
> Lihat aja sidang DPR, hal yang baru saja disepakati sama dirinya
> sendiri tetap aja dinego ;p
> Apalagi prosedur yang ditetapkan orang lain.

> Gimana mau customize kalau prosesnya gak ngerti.

Bener bangget mas, agak aneh cara berfikirnya dan di swasta juga
terkadang berfikir seperti demikian. Sepertinya agak lucu jika kita
ikut rapat (di undang user) untuk membahas rencana pembangunan
aplikasi ERP untuk mereka, lalu apa yang terjadi..... belum sempat
bicara lebih lanjut tentang kebutuhan mereka....eh malah ribut sendiri
soal SOP mereka antar departemen dan akhirnya hari pertama = NULL
POINTER EXCEPTION....

Terkadang pemahaman SOP 'general' / 'standard' juga perlu sebagai
modal yang bisa diadopsi dari aplikasi2 'Gigantica' seperti SAP.
Fungsinya ya untuk bisa memberikan sedikit komparasi ke user terhadap
SOP mereka (JIKA ADA), karena menurut saya hanya 2 kemungkinan output,
dalam kegiatan consulting untuk ERP di company/gov :
1. Revolusi SOP awal
2. Buat SOP from scratch buat mereka

Intinya sih bagus untuk para IT consultant mengetahui 'keperkasaan'
dari SAP, tapi klo untuk akhirnya dipakai di sebagian besar company di
indonesia.....sepertinya akan mubajir deh duitnya.....tapi terserah
sih klo mau belanja 'merek'nya. Untuk typical user di indo lebih cocok
ke tailor-made yang bisa edit-in-place....xixixixixi....

Tony Lie

unread,
Mar 15, 2015, 5:43:03 PM3/15/15
to it-project...@googlegroups.com
ada yang bisa kasih tau kisaran harga lisensi produk-produk SAP?
Reply all
Reply to author
Forward
Message has been deleted
0 new messages