Paradigma Piramida Kecelakaan Kerja Yang Baru

34 views
Skip to first unread message

versha.yunita

unread,
Mar 25, 2015, 1:43:10 AM3/25/15
to isc_...@googlegroups.com
Selamat Siang,

Para profesional Keselamatan dan Kesehatan Kerja pasti sudah tidak asing lagi dengan Piramida Kecelakaan berikut yang dipopulerkan oleh Heinrich:



Dalam piramida tersebut dijelaskan bahwa, dalam setiap 1 kali kasus kecelakaan kerja yang berakibat kematian terdapat 29 kasus luka ringan dan 300 kasus hampir celaka. Untuk dapat menghindari kasus kematian tersebut, maka kita harus memulai dari eliminasi kasus-kasus hampir celaka di tempat kerja kita

Namun, seorang Thomas R. Krause telah memunculkan sebuah ide yang menyebutkan bahwa Piramida Kecelakaan Heirinch tersebut tidak sepenuhnya benar. Ia beralasan bahwa masih banyak kecelakaan kerja berat ataupun fatal yang tidak hilang meskipun kita telah mencoba sekuat tenaga untuk mengurangi kejadian near miss yang ada. Ia berpatokan dari data OGP berikut:




 




Dari data-data tersebut dapat dilihat bahwa kasus kematian akibat pekerjaan (fatality) cenderung stabil meskipun sudah ada penurunan dari kasus-kasus kecelakaan yang lain. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan teori piramida heinrich yang menyebutkan bahwa semakin rendah kasus kecelakaan kerja lain maka semakin rendah pula kemungkinan kasus kematian akibat kecelakaan kerja dapat terjadi.

Membangun Piramida Kecelakaan yang Baru

Krauser menyebutkan bahwa dalam 300 contoh kecelakaan, terdapa)lah 64 kecelakaan yang berpotensi menyebabkan Luka Serius atau Kematian (Serious injuries & Fatalities/ SIF ). Artinya, sekitar 21% dari seluruh kecelakaan yang ada berpotensi menyebabkan luka serius dan kematian apabila tidak kita kendalikan serta tidak semua pengendalian kecelakaan dapat mencegah kasus-kasus kematian serta luka serius.




Kecelakaan yang mengakibatkan luka serius atau kematian (Serious injuries & Fatalities/ SIF ) ini sangat dipengaruhi oleh adanya Prekursor. Menurut Krause, Prekursor adalah sebuah risiko tinggi yang tidak termitigasi dan memungkinkan timbulnya kecelakaan dengan luka serius dan kematian. Contoh dari prekursor adalah seorang pekerja yang bekerja di bawah tangki tinggi namun tanpa titik angkur body harness yang disepakati. Contoh lain prekursor adalah sebuah prosedur yang tidak dapat dipraktekkan dan tidak dimengerti karena adanya penghentian arus listrik yang mendadak.

Melalui pandangan yang baru ini, Krauser menyimpulkan bahwa tidak semua kecelakaan kecil akan berakibat ke kecelakaan yang besar apabila kita biarkan. Hanya kecelakaan-kecelakaan dengan prekursor lah yang kemungkinan besar akan muncul kecelakaan dengan luka serius ataupun kematian sehingga kita harus benar-benar memperhatikan semua kecelakaan yang ada agar prekursor yang telah ada bisa kita mitigasi dengan baik.

Ada 5 langkah yang diusulkan oleh Krause untuk menerpakan paradigma yang baru ini:

1. Mengedukasi tempat kerja tentang pentingnya paradigma yang baru
2. Menghitung besaran Kecelakaan kerja dengan luka serius dan kematian kemudian dibagi dengan jumlah jam kerja. Kecelakaan dengan luka serius bisa dibagi menjadi:
- Kecelakaan yang mengancam nyawa (Life threatening Injury/illness) adalah sebuah kecelakaan yang apabila tidak ditangani secara cepat, maka akan menimbulkan kematian bagi korban.
- Kecelakaan yang mengubah hidup (Life altering injury/ilness) adalah sebuah kecelakaan yang menimbulkan cacat permanen bagi korban
3. Mengintegrasi temuan hasil study kecelakaan kerja luka serius dan kematian dengan sistem keselamatan kerja yang ada sekarang
4. Mengembangkan mekanisme untuk identifikasi ke depan dan pencegahan kecelakaan kerja luka serius dan kematian
5. Mengembangkan dan memvalidasi strategi intervensi.


Artikel Safety lainnya dapat dilihat di http://indonesiasafetycenter.org/


Best Regards,

Versha Nur Yunita | Business Development
Indonesia Safety Center – Synergy Solusi 

 Gambar sisip 1 

PT. Sinergi Solusi Indonesia

Permata Kuningan Bldg, 17th Floor
Kawasan Bisnis Epicentrum | Jl. HR Rasuna Said
 Kav. C-9
Jakarta Selatan 12980
Ph : 021-
837 086 79 / 80 | Fax : 021-837 086 81
Website: 
http://www.synergysolusi.com/ 

  www.indonesiasafetycenter.org

 

Our Interview in Media Our Interview in TV

Our Newsletter | Milling list  | Company Profile

 

Member of Proxsis Consulting Group

 

| Jakarta Duri | Surabaya | Timika | Balikpapan |

 

Indonesia Safety Center – Synergy Solusi (PJK3 No.305/PPPK-PNK3/XI/2010) is owned by Proxsis Consulting Group (www.proxsisgroup.com) focused on:

Oil and Gas Certified Training

Kemnakertrans RI Certified Training

Internationl Certifeid Training

Non Certified – Advance Safety Training

Offshore Training

 Proxsis Consulting Group had helped more than a thousand companies and organization, national & multinational, private and Government, in many different industries.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages