In 2007, Rolling Stone Indonesia magazine placed 6 of the band's studio albums on their 150 Greatest Indonesian Albums of All Time list. Those are Dheg Dheg Plas (1969) at number 4, To The So Called The Guilties (1967) at number 6, Koes Bersaudara (1964) at number 14, Koes Plus Volume 2 (1970) at number 21, Koes Plus Volume 4 (1971) at number 30 and Koes Plus Volume 5 (1971) at number 38.[1]
When drummer Nomo quit in 1969, Murry was invited to fill the niche, but the decision caused an internal uproar as the band was initially projected as a family act. The feud was resolved by rebaptizing the band as Koes Plus. It consisted of the Koeswoyos plus an outsider; hence the name. Music historians have hypothesized that it was Murry's heavy drumming which led to the band incorporating rock tunes within their generally ballad-heavy albums.[3]
Koes Plus never owned any legal rights pertaining to their works; they received only flat payment of approximately 3 million rupiahs for each album they recorded.[3] While this meant that their record label was willing to produce a huge number of albums by Koes Plus due to the small investment involved, it also meant that the band never enjoyed any form of royalties whenever their works are being reproduced.[3]
Pertama kali mengeluarkan albumnya pada tahun 1969, Koes Plus awalnya memainkan lagu-lagu populer barat yang saat itu didominasi The Beatles, Led Zeppelin, Deep Purple, Grand Funk Railroad dan Black Sabbath. Grup musik yang puncak popularitasnya terjadi pada dasawarsa 1970-an ini dianggap sebagai kiblat musik Indonesia dan salah satu pelopor musik pop serta rock and roll di Indonesia. Meskipun demikian, pada akhirnya dalam perjalanan sejarahnya terjadi pergantian anggota band semenjak meninggalnya pimpinan band ini yakni Tonny. Semua anggota mengisi vokal & mencipta lagu. Seperti diketahui, Koes Plus masuk ke dalam daftar The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa verisi majalah Rolling Stone Indonesia.[1]
Warna musik Koes Plus terpengaruh kelompok-kelompok musik barat yang populer pada tahun 1960-an & 1970-an, tetapi originalitas karyanya tetap terlihat. Koes Plus berani bereksperimen dengan genre musik yang luas, yang tampak pada berbagai album yang dirilisnya. Ini merefleksikan persaingan berbagai aliran musik Indonesia di masa 1970-an. Selain bermain pada aliran pop (dengan sentuhan rock & roll) sebagai ekspresi utama, mereka juga mengeluarkan album bergenre dangdut/melayu, pop keroncong, pop berbahasa Jawa (dengan sentuhan lelagon & langgam Jawa maupun musik melayu) mau pun asing (bahasa Inggris & Prancis), bahasa daerah (bahasa jawa & batak), pop anak-anak, pop qasidah & juga folk. Adapun sentuhan jazz dan blues pada lagu mereka.
Lagu-lagu karya mereka juga dibawakan oleh pemusik dan musisi lain, baik dalam kolaborasi maupun mandiri dengan garapan aransemen baru. Untuk memberikan beberapa contoh: Ernie Djohan & Arie Koesmiran pernah mengeluarkan album berkolaborasi dengan Koes Plus; kelompok vokal Lex's Trio & komposer Erwin Gutawa membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus. Lagu Cintamu T'lah Berlalu dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis & Sayang yang dibawakan oleh Katara Singers, Andy /rif & Kahitna, dan masih banyak puluhan band atau penyanyi yang membawakan lagu kelompok ini pada album mereka sejak 1969 sampai kini. Selain pemusik tingkat nasional, berbagai grup band juga banyak yang mengkhususkan diri memainkan lagu-lagu karya Koes Plus pada berbagai pertunjukan panggung; mereka menyebut dirinya "pelestari" (tribute band). Selain itu, sejumlah stasiun radio juga memiliki slot acara yang khusus memainkan lagu-lagu karya Koes Plus maupun grup yang terkait seperti Koes Bersaudara, No Koes, dan Murry's Group. Selain itu, Wawan Bakwan (mantan vokalis Teamlo) juga mendirikan grup musik yang memparodikan Koes Plus & Koes Bersaudara dengan nama Plus Plus & sering aktif di berbagai event on-air maupun off-air.
Volume 8 adalah album kedelapan dari grup musik Koes Plus dengan hits single utamanya adalah Buat Apa Susah, Desember, Jangan Bimbang Ragu, Semanis Rayuanmu, Nusantara, Diana dan Kolam Susu. Album ini dirilis pada tahun 1973 di bawah label Remaco.
Lagu keduabelas dari album tersebut, "Kolam Susu", ditempatkan pada peringkat ke-31 dalam daftar "150 Lagu Indonesia Terbaik" versi majalah Rolling Stone Indonesia yang diterbitkan pada edisi #56 bulan Desember 2009.[2]
Siapa yang mengenal grup band legendaris Koes Plus? Semua orang Indonesia pasti mengenal band yang didirikan di 1968 ini. Grup band ini sangatlah populer pada tahun 1970-an hingga 1980-an. Koes Plus bisa dibilang grup band yang sangat produktif karena pada tahun 1970-an Koes Plus telah merilis puluhan album dengan beberapa genre seperti pop, dangdut, kasidah, bahkan pop Jawa.
Lagu Kembali Ke Jakarta merupakan tonggak awal Koes Plus setelah Nomo Koeswoyo mengundurkan diri dari Koes Bersaudara dan nama band-nya berganti menjadi Koes Plus. Lagu ini termasuk dalam album Dheg Dheg Plas yang dirilis pada tahun 1969.
Kalian pasti familiar dengan lirik lagu ini? Lirik lagu tersebut adalah lirik lagu Diana. Lagu ini dirilis pada tahun 1974 dalam album Koes Plus volume 8. Lagu ini juga sangat digemari oleh lintas generasi, terutama anak-anak muda.
Sama seperti lagu Diana, lagu Kolam Susu ini juga terdapat dalam album yang sama dan dirilis pada tahun 1974. Meskipun mayoritas lagu-lagu Koes Plus diciptakan oleh Tonny Koeswoyo, lagu Kolam Susu ini diciptakan oleh Yok Koeswoyo.
Jika kalian pernah nonton sinetron yang dibintangi oleh Alyssa Soebandono dan Jonathan Frizzy, pasti kalian tahu lagu ini. Jika dalam sinetron, lagu ini dinyanyikan oleh Duta Sheila on 7. Lagu ini terdapat dalam album Koes Plus volume 4 yang dirilis pada tahun 1972.
Lagu ini juga merupakan lagu wajib bagi grup musik pelestari mereka. Lagu ini diciptakan oleh Yon Koeswoyo. Pada tahun 2004, musisi Erwin Gutawa merilis album Salute to Koes Plus/Bersaudara dan memasukkan lagu ini ke dalam albumnya.
Sama seperti lagu Bunga di Tepi Jalan, lagu ini pernah dipakai untuk soundtrack sinetron yang dibintangi oleh Tora Sudiro dan Meriam Bellina. Lagu ini dirilis pada tahun 1970 dalam album Koes Plus volume 2.
Lagu ini juga pernah dinyanyikan oleh penyanyi Ruth Sahanaya dalam album Salute to Koes Plus/Bersaudara (2004) dan grup musik NOAH dalam album Sings Lengends (2016). Andaikan Kau Datang versinya Ruth Sahanaya pernah dijadikan sebuah soundtrack sinetron yang ditayangkan di RCTI.
Lagu-laguné akèh ditembangaké déning pemusik liya kanthi aransemen anyar. Minangka contoné, Lex's Trio gawé album sing mirunggan nembangaké manèh lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu sing uga ditembangaké manèh déning Chrisye, sarta Manis dan Sayang sing ditembangaké déning Kahitna.
Download Lagu Dangdut Koes Plus Full dapat kamu download secara gratis di DownloadLagu321, Stafaband, Metrolagu & Planetlagu. Untuk melihat detail lagu Dangdut Koes Plus Full klik salah satu tombol DOWNLOAD MP3 yang cocok, kemudian untuk link download Dangdut Koes Plus Full ada di halaman berikutnya. Download Dangdut Koes Plus Full mp3, Video 3gp & mp4. List download link Lagu MP3 Dangdut Koes Plus Full gratis and free streaming full album terbaru.
8d45195817