Topik Diskusi #4

39 views
Skip to first unread message

Bernard Johnson

unread,
Mar 27, 2013, 7:32:31 AM3/27/13
to international-eco...@googlegroups.com
Sore teman2,
Teman2 tahu kan soal kerusuhan tahun 1998. Ini merupakan bagian dari Asian Financial Crisis yang dimulai tahun 1997, dimana negara2 Asia yang sedang pesat membangun tiba2 anjlok ekonominya. Banyak pihak yang suka menghubungkan kejadian tersebut dengan nama George Soros. Bahkan mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, sempat menuduh George Soros sebagai dalang dibalik semuanya (walaupun nantinya mereka kaya baikan gitu). 

Pertanyaan gw:
  • Apa sih sebenarnya yang dilakukan George Soros dalam lingkup 1997 Asian Financial Crisis?
  • Setuju ngga dengan klaim bahwa Soros memang dalang dibalik krisis tersebut? Atau yang dia lakukan itu sebenarnya sah2 saja sebagai seorang currency trader?
Jangan lupa include link tempat teman2 dpt informasi!

Monggo,
Garry

Adzharul Fuad

unread,
Mar 27, 2013, 11:15:13 PM3/27/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Menurut yang saya baca dari http://www.phylopop.com/2012/05/george-soros-dan-tumbangnya-ekonomi.html?m=1 bahwa krisis finansial asia terjadi akibat permainan kotor yang dilakukan para spekulan mata uang  internasional untuk menjatuhkan sejumlah mata uang di Asia, dan George Soros sebagai salah satu spekulan yang bermodal kuat sehingga ia berperan besar dalam terjadinya krisis ini.
Walaupun demikian letak kesalahan tidak seratus persen berada di tangan Soros, karena jatuhnya nilai rupiah ini juga dipengaruhi oleh sistem devisa bebas yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia sehingga membuka peluang bagi siapa saja untuk memperdagangkan valuta asing, namun etika bisnis yang dianut oleh Soros dan para pedagang valas lainnya patut dipertanyakan. Karena Ketika Soros melakukan transaksi valas, dia sudah bisa memprediksikan kehancuran negara-negara Asia sebagai akibat dari transaksi itu. Namun, ia tetap melakukannya dan terjadilah krisis hebat yang menyengsarakan puluhan jutaan rakyat Asia Tenggara.

Sebagian pengamat ekonomi yang membela Soros mengatakan bahwa apa yang dilakukan Soros adalah bisnis semata dan toh, Soros juga memberikan sebagian uangnya untuk membantu rakyat miskin di berbagai negara. Namun, kegiatan Soros membantu rakyat miskin dengan bisnisnya di bidang perdagangan uang yang telah memiskinkan puluhan juta manusia, jelas merupakan sebuah paradoks yang sudah pasti memiliki tujuan dibalik perbuatannya tersebut.

Sent from my iPhone

anitar...@gmail.com

unread,
Mar 30, 2013, 12:30:59 AM3/30/13
to Adzharul Fuad, international-eco...@googlegroups.com, Bernard Johnson
George Soros itu pakar spekulasi mata uang asing asal Amerika yg terkenal licik dg manipulasi nilai mata uang, dan jatuhnya ekonomi Asia Tenggara pd 1997 dipercayai akibat perbuatan Soros.
Dalam buku pakar ekonomi John Perkins "Confession of an Economic Hitman, mendakwa pakar spekulasi mata uang seperti George Soros bertanggungjawab menjatuhkan ekonomi sebuah negara demi membuka jalan kepada IMF untuk memberi bantuan berupa pinjaman (hutang) kepada negara yg "jatuh" ekonominya.
Semasa krisis Asia 1997, Anwar Ibrahim (mantan Menteri Keuangan Malaysia pada saat itu) mendukung dan menyarankan Malaysia untuk menerima "bantuan kewenangan" dari IMF a.k.a meminjam uang ke IMF. Selain itu Anwar jg tegas dalam mempertahankan Soros dan spekulator mata uang asing dan peranan mereka. Walaupun sangat jelas tindakan George Soros mengundang krisis ekonomi Asia tenggara 1997.
Anwar Ibrahim berpendapat bahawa sejajar dengan konsep Free Market Economy ( Dasar Ekonomi Bebas) pakar-pakar spekulator tidak harus disekat dan perlu diberi kebebasan penuh. Ketika Anwar Ibrahim di penjara atas dakwaan salah guna kuasa, George Soros begitu lantang mengkritik tindakan Kerajaan Malaysia, dan tangkas membela Anwar Ibrahim pada saat itu. It means ada kong-kalikong antara Soros dan Anwar.
Sebenernya krisis Asia 1997 gak murni ulah Soros sih. Tp tetep aja menurut saya tindakan dia itu licik. Manipulasi mata uang dan akibatnya mata uang jd labil dan menyebabkan krisis Asia 1997.
Nilai mata uang yg labil pasti sangat berpengaruh buat suatu negara, termasuk rupiah dan ekonomi Indonesia. Perusahaan-perusahaan juga ikut kena getahnya, antara lain karena mereka harus menanggung beban rugi kurs. Tak hanya perusahaan, pemerintah dan BI harusnya resah. Efek langsung kelabilan rupiah ini bisa terlihat dari cadangan devisa yang tergerus. Operasi moneter BI untuk menenangkan mata uang Garuda  memakan ongkos besar. Pada Januari lalu, 3,9 miliar dollar AS terkuras dari cadangan devisa Indonesia ( http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/02/11/09145411/Menjaga.Rupiah.dari.Manipulasi.Valas ). Jadi menurut saya tindakan manipulasi mata uang seperti yg dilakukan Soros itu gak bisa disahkan 'cause it means such an unfair competition dlm nilai tukar mata uang. Apalagi dalam free trade sekarang ini, negara kaya Indonesia yg mata uangnya rendah (dibandingkan dg USD) apalagi labil gini ya ekonomi Indonesia makin sulit. That's all I think.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Adzharul Fuad <adzh...@gmail.com>
Date: Thu, 28 Mar 2013 10:15:13 +0700
To: Bernard Johnson<poluan...@gmail.com>
Subject: Re: Topik Diskusi #4

Puji Islamaniskha

unread,
Mar 30, 2013, 10:49:03 AM3/30/13
to international-eco...@googlegroups.com, Bernard Johnson

George Soros lahir di Budapest, Hungaria, 12 Agustus1930 adalah seorang kapitalis radikal pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, penanam modal saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan Amerika Serikat. George Soros adalah seorang keturunan etnis Yahudi. Soros dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam berspekulasi di bidang perdagangan mata uang. Pada tahun 1982, dalam waktu singkat Soros berhasil meraup keuntungan 1,2 milyar dolar dalam perdagangan mata uang Poundsterling. Akibatnya, sebagian perekonomian Inggris hancur. Iapun dijuluki sebagai “Pria Yang Menghancurkan Pound” (The Man Who Broke the Pound). Pada pertengahan tahun 1997, perekonomian negara-negara Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, dan Malaysia, tergoncang hebat karena secara tiba-tiba harga tukar dollar melonjak tinggi. Ribuan perusahaan bangkrut dan jutaan orang menjadi pengangguran. Meskipun banyak faktor yang menyebabkan krisis moneter ini, namun salah satu sebab utamanya adalah perilaku para spekulan valuta asing yang telah memborong dollar Amerika, lalu menjualnya dengan harga tinggi sehingga nilai mata uang negara-negara ASEAN itu terpuruk. Spekulan uang terbesar pada era krisis tersebut adalah George Soros. Permainan kotor yang dilakukan para spekulan mata uang internasional untuk menjatuhkan sejumlah mata uang di Asia. Salah satu spekulan yang bermodal kuat, dan karena itu paling berperan besar dalam terjadinya krisis ini, adalah George Soros melalui lembaga manajemen keuangan yang dimilikinya. Tak heran bila PM Malaysia saat itu, Mahatir Muhammad, menyatakan, George Soros harus bertanggung-jawab atas krisis moneter yang melanda beberapa negara Asia mulai kuartal kedua tahun 1997. George Soros dituduh oleh Mahathir Muhammad sebagai penyebab krisis ekonomi Asia. Menurut Mahathir, beberapa negara yang paling terkena dampaknya adalah Korea Selatan,Malaysia, Indonesia, dan Thailand, yang menyebabkan mata uang ketiga negara tersebut menjadi rendah bahkan sampai sekarang ini terasa efeknya. Menurut saya krisis ekonomi yang terjadi tidak sepenuhnya akibat Soros yang memainkan mata uang, karena Soros hanya cerdik dalam menjalankan bisnisnya semata. Dia bias memprediksikan akan kehancuran ekonomi Negara-negara berkembang. Mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Soros lakukan untuk memperkaya diri saya sendiri hahahaha. 

Puji Islamaniskha

unread,
Mar 30, 2013, 10:54:36 AM3/30/13
to international-eco...@googlegroups.com, Bernard Johnson

ria.a...@gmail.com

unread,
Mar 31, 2013, 9:51:55 AM3/31/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Banyak yg menganggap bahwa tindakan George Soros yg merupakan seorang spekulan mmg secara etika tifak dapat dibenarkan. Krn mnurut wacana yg saya baca di islamiyah.wordpress.com/2007/03/21/george-soros-pria-yang-menghancurkan-poundsterling-rupiah/ menyatakan bahwa saat melakukan transaksi valas, Soros memang sdh bisa memprediksikan kehancuran perekonomian di Asia namun tetap saja tdk mengurungkan niatnya. Sehingga hal inilah yang sering dijadikan alasan mengapa banyak pihak yang menilai Soros sbg dalang di balik krisis ekonomi tersebut.
Namun menurut sya pribadi stelah membaca artikel di
www.chynsoncomputer.com/krisis-moneter/index.php yg menyatakan bahwa saat itu Indonesia mmg menerapkan sistem devisa bebas yg memungkinkan adanya transaksi modal dan valas sebebas-bebasnya tanpa ada pengawasan yg baik, mmg memberi kesempatan seluas-luasnya bagi pihak-pihak yg bergerak di bidang itu utk melakukan transaksi sebesar-sebarnya sesuai keinginan dan keuntungan yg akan mereka dapatkan. Jd secara sistem menurut saya apa yg Soros lakukan adalah hal yg sah2 saja.
Toh nilai rupiah jatuh bkn hanya disebabkan oleh banyaknya pembelian U$ Dollar, tp krn mmg banyak alasan lain seperti jumlah hutang para perusahaan swasta di luar negeri yg sbenarnya jg akibat dr kebijakan pemerintah yg menaikkan suku bunga pinjaman dlm negeri sehingga akhirnya para pengusaha swasta lbh memilih utk mencari pinjaman di luar negeri dgn pinjaman yg lbh kecil walaupun dgn batas waktu yg singkat.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Bernard Johnson <poluan...@gmail.com>
Date: Wed, 27 Mar 2013 04:32:31 -0700 (PDT)
Subject: Topik Diskusi #4

Ade Satriya

unread,
Mar 31, 2013, 11:44:21 AM3/31/13
to international-eco...@googlegroups.com
George Soros mendapat julukan "Pria Yang Menghancurkan Pound". Di Amerika Serikat ia juga dikenal sebagai penyumbang dana terbesar sejak era Presiden George W. Bush gagal dan terpilih kembali menjadi Presiden AS.

Perusahaan-perusahaannya di Indonesia antara lain, di Asia, George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang dan menyebabkan krisis ekonomi di Asia, beberapa negara yang paling terkena dampaknya adalah Korea Selatan, Indonesia, dan Thailand, yang menyebabkan mata uang ketiga negara tersebut menjadi rendah bahkan sampai sekarang ini terasa efeknya (dollar Amerika terhadap rupiah Indonesia dulu sekitar 2000-2400, sekarang 9000-9500). Hong Kong, Malaysia, dan Filipina juga terpengaruh tapi tidak sebesar tiga negara sebelumnya. Tiongkok, Taiwan, dan Singapura hampir tidak terpengaruh. Jepang tidak terpengaruh banyak tapi mengalami kesulitan ekonomi jangka panjang. Umumnya di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia, Soros dianggap lebih negatif sebagai kriminal ekonomi yang membuat ketidakstabilan ekonomi Asia, karena dengan jumlah simpanan uangnya yang besar mengguncang nilai mata uang Asia.

Pada pertengahan tahun 1997, perekonomian negara-negara Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, dan Malaysia, tergoncang hebat karena secara tiba-tiba harga tukar dollar melonjak tinggi. Ribuan perusahaan bangkrut dan jutaan orang menjadi penganggur. Meskipun banyak faktor yang menyebabkan krisis moneter ini, namun salah satu sebab utamanya adalah perilaku para spekulan valuta asing yang telah memborong dollar Amerika, lalu menjualnya dengan harga tinggi sehingga nilai mata uang negara-negara ASEAN itu terpuruk. Spekulan uang terbesar pada era krisis tersebut adalah George Soros (http://ustadzrofii.wordpress.com/2010/09/09/pialang-yahudi-as-george-soros-dan-ekonomi-indonesia/)

Namun George Soros membantah dirinya sebagai biang keladi krisis ekonomi Asia tahun 1998 yang di Indonesia menyebabkan lengsernya Presiden Soeharto, Soros juga membantah berada dibelakang krisis ekonomi Asia sebagaimana yang dituduhkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad. Sebagai pemilik modal, Soros mengaku hanya mencari uang. Uang yang didapatnya itu dipergunakan untuk mendukung masyarakat yang terbuka dan demokratisasi. Ia membentuk jaringan global yayasan-yayasan yang dibantunya untuk mendorong masyarakat yang terbuka (open society). Menurut Soros yang bisa mengontrol sistem keuangan adalah otoritas yang berwenang, sedangkan dia hanya pelaku pasar. Tanggungjawab untuk mengontrol keuangan ada pada otoritas, sedangkan dia hanya melihat dan bertindak atas dasar perkembangan pasar.

"Kalau saya melihat pasar dengan baik, maka saya akan untung. Kalau saya salah lihat, saya rugi,"
(http://www.antaranews.com/berita/1136475730/soros-bantah-sebagai-biang-keladi-krisis-ekonomi-indonesia)

Jika dilihat dari kasus George Soros dan Ekonomi Indonesia pada saat itu, kekuatan para pemilik modal memang sangat mendominasi dalam memperburuk situasi ekonomi yang labil. Hal ini patut menjadi pelajaran untuk ekonomi indonesia ke depan nya, agar krisis ini tidak terjadi lagi.


2013/3/31 <ria.a...@gmail.com>

Ade Satriya

unread,
Mar 31, 2013, 11:46:14 AM3/31/13
to international-eco...@googlegroups.com
sebagai tambahan . nih foto nya George Soros :)
Inline image 1


2013/3/31 Ade Satriya <adesa...@gmail.com>
g_soros.jpg

lumina mentari

unread,
Mar 31, 2013, 10:53:43 PM3/31/13
to Ade Satriya, international-eco...@googlegroups.com
Krisis ekonomi yang ada di asia yang dimulai dari thailand sebenarnya sudah terjadi sebelum pengaruh soros datang. baht sudah mulai jatuh ketika diplomat thailand bertemu soros dan meminta bantuannya untuk menstabilkan ekonomi mereka. soros menyarankan untuk mendevaluasikan baht dan juga mempegging dg US dollar. tapi hasilnya justru membuat pemerintah thailan menjadi kewalahan untuk keep up dan perekonomiannya sebuah bubble (terisolasi) yang hanya terfokus pada permasalahan currency. pada akhirnya terjadi floating currency (currency yang ditentukan oleh market), credit yang tinggi, hutang negara yang semakin tinggi akhirnya membuat thailand diambang kebangkrutan. karena ini negara asia timur dan negara ASEAN lain juga terpengaruh oleh krisis khususnya Indonesia dan korea utara. soros pada akhirnya untung juga tapi dia membntah jika dia yang menyebabkan krisis tapi dia juga tidak membantah jika spekulasinya memperkeruh keadaan

2013/3/31 Ade Satriya <adesa...@gmail.com>
g_soros.jpg

Retno Dewati

unread,
Apr 1, 2013, 3:38:30 AM4/1/13
to Ria Adryani, Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Jika kita berbicara mengenai george soros, mungkin hal pertama yang kita dengar adalah "the man who broke poundsterling". why? ya, seperti yang kita tahu bahwa george soros adalah bussinessman and spekulan american-hungarian. george soros merupakan orang yang memiliki spekulasi tinggi terhadap perdagangan mata uang. seperti yang kita tahu tahun 1982, soros berhasil meraup keuntungan 1;2 milyar dolar dalam perdagangan mata uang poundsterling. lalu apa sih yang dilakukan soros dan pengaruhnya terhadap krisis finansial asia? ya,salah satu yang menyebabkan krisis moneter di asia, adlah tindakan para spekulan valuta asing yang memborong dollar kemudian menjualnya dengan harga yang tinggi sehingga membuat nilai tukar mata uang ASEAN turun drastis. spekulan terbesar saat itu adalah george soros.setelah bangkrutnya industri di ASEAN, kemudian hal tersebut dimanfaatkan oleh para kapitalisme untuk membeli saham-saham industri di ASEAN dengan harga yang murah. george soros juga diketahui memiliki saham di pt. agis indonesia dn juga astra international.sebenarnya tuduhan terhadap george soros ini make a sense sih. seperti yang kita tahu, kalo awalnya tahun 1997 itu IMF memuji kondisi perekonomian Asia yang stabil. akan tetapi, kondisi ini kemudian berubah drastis ketika nilai tukar rupiah, ringgit, bath, dll terhadap dollar AS jatuh terjerambab di bursa valas international yang mulanya hanya berefek pada impor produk tetapi akhirnya menjalar ke berbagai sektor, melambungkan harga produk lokal dan membangkrutkan ribuan perusahaan dan menganggurkan jutaan tenaga kerja. dan jelas sih bahwa krisis ini tuh bermula dari permainan kotor para spekulan mata uang internasional untuk menjatuhkan sejumlah mata uang asia, yang salah satunya george soros itu melalui lembaga manajemen keuangan yang ia miliki. karena krisis tersebut, akhirnya indonesia harus bergantung dengan IMF dengan berbagai persyaratan yang mengubah seluruh struktur perekonomian negara kita. secara pribadi, saya tidak tahu apakah harus menyalahkan soros atau tidak. tapi kalo berdasarkan alasan-alasan yang menuduh soros di balik dalang krisis tersebut, ya menurut gw sih make a sense. kayak gini nih, waktus soros melakukan transaksi valas, dia sudah bisa memprediksikan kehancuran negara-negara kehancuran negara-negara asia sebagai akibat transaksi itu. namun, dia tetap melakukannya dan terjadilah krisis hebat yang menyengsarakan puluhan juta rakyat asia tenggara. itu aja sih dari gw...
sumbernya:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages