Topik Diskusi #2

12 views
Skip to first unread message

Bernard Johnson

unread,
Feb 20, 2013, 10:32:39 AM2/20/13
to international-eco...@googlegroups.com

Teman2,

Apa kabar?

Senin kemarin Pak Wija sempat bicara tentang US-EU free trade agreement. Pak Wija juga share perspektifnya soal akibat agreement ini yg bisa “menyerang” Cina.

Ini topik kita Minggu ini. Gw ngga akan ngasih artikel pembuka karena gw mau teman2 cari tau sendiri dulu. Setiap informasi yg teman2 kasih tolong include juga link source informasi tsb.

Pertanyaan untuk kickstart diskusi kita: “Apa agreement tersebut benar2 diperlukan sekarang?”

Ingat:

  1. Selalu beri perspektif yg baru/lain
  2. Cari tau background, sebab-akibat, problems, objectives, benefits, dll dari agreement ini
  3. Seperti biasa, analisa ekonominya jangan lupa

Monggo,

Garry

Aldia Dinita

unread,
Feb 21, 2013, 9:02:11 AM2/21/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Menurut saya, adanya FTA di Indonesia antara perlu dan ngga perlu. karena FTA ini punya dampak positif dan negatif. saya baca di www.igj.org.id FTA akan menimbulkan dampak negatif khususnya dari sektor permasalah sosial. masalah2 yg diperkirakan akan terjadi seperti: masalah pengangguran, masalah kemiskinan, masalah penanganan sektor informal, masalah transformasi sektor pertanian, masalah reforma agraria, atau juga penanganan terhadap masyarakat adat. Secara statistik, angka pengangguran di Indonesia memang menurun. Tetapi, lapangan kerja lebih banyak disumbangkan oleh sektor informal yang selalu dimarjinalkan.
tapi menurut
Kepala Negosiator Indonesia, Djisman Simanjuntak, US FTA di Indonesia akan sangat membantu Indonesia juga. Diantaranya; Akses pasar, peningkatan volume perdagangan, keuntungan secara ekonomi yang dihitung dengan ekonometri, dan sifat produk di antara dua pihak yang saling melengkapi.
Tapi intinya sih,
pemerintah tdk membangun konsultasi publik yang luas untuk membahas perlu tidaknya Indonesia bergabung dengan FTA. Pemerintah hanya mengajak bisnis besar ketika melakukan perundingan. Pemerintah tidak mempunyai suatu rancangan kebijakan yang bagus dan terstruktur untuk melindungi warganya dari serbuan barang-barang impor dan investasi yang tidak berkualitas.


Bernard Johnson

unread,
Feb 21, 2013, 9:36:43 AM2/21/13
to international-eco...@googlegroups.com, Bernard Johnson
Tq Aldia. FTA memang banyak argumen plus minusnya. Satu koreksi, US-EU FTA ini tidak include Indonesia. US-EU FTA ini hanya antara USA dan Uni-Eropa (beserta negara2 area dagang mereka seperti NAFTA dan EFTA). Jadi FTAnya sendiri tidak ada di Indonesia, namun dampaknya akan ada untuk negara kita.

Garry

Bernard Johnson

unread,
Feb 21, 2013, 9:38:02 AM2/21/13
to international-eco...@googlegroups.com, Bernard Johnson
btw itu link yg benar sepertinya ini http://www.igj.or.id/

Aldia Dinita

unread,
Feb 21, 2013, 9:39:21 AM2/21/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Oalaaah sip sip. Tq kak atas koreksi nya.. maaf banyak keliruuuuu..

Ade Satriya

unread,
Feb 21, 2013, 9:58:59 AM2/21/13
to Aldia Dinita, Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Kerjasama US-UE akan berdampak pada ekonomi kawasan mereka secara signifikan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi krisis yang terjadi disana, dan akan segera menaikkan bahkan menopang perekonomian kawasan. Secara garis besar pun tingkat pendapatan masyarakat pasti juga akan naik dikarenakan free trade yang mereka berikan menjadikan ekspor-impor tidak lagi menjadi persoalan yang sulit dalam hal tarif ataupun pajak.

Dalam kacamata politik pun hal ini dapat dimaklumi, karena memang dari dulu USA "tidak mau kalah" dengan para pesaingnya. Seperti halnya dalam cold war dengan Uni Sovyet. Dan sekarang USA dengan bangga-nya mengenalkan ekonomi kawasan seperti yang mereka lihat dan di dahului oleh China dalam CAFTA. Di segi ekonomi pun USA nampaknya takut kembali tertinggal oleh China yang ekonominya selalu naik dari tahun ke tahun dan bisa menjadikannya pengganti USA di urutan pertama.

Pengeluaran pemerintah USA-UE juga mungkin tidak seberapa bila di bandingkan dengan kerugian yang akan terjadi apabila mereka tidak merespon dengan cara yang sama dengan apa yang dilakukan CAFTA di bidang ekonomi kawasan. :)

2013/2/21 Aldia Dinita <bunga...@gmail.com>

Bernard Johnson

unread,
Feb 21, 2013, 11:15:15 AM2/21/13
to international-eco...@googlegroups.com, Bernard Johnson
np

Bernard Johnson

unread,
Feb 21, 2013, 11:57:13 AM2/21/13
to international-eco...@googlegroups.com, Aldia Dinita, Bernard Johnson
Excellent analysis Ade :) 

Benar FTA ini memang diharapkan memperbaiki kondisi ekonomi dunia barat, terutama Uni-Eropa yang masih terpuruk. Sengaja atau tidak, FTA ini akan "menyerang" lvl kompetisi Cina yg jg punya FTA sendiri. Satu hal, CAFTA itu konotasinya lebih ke Central America Free Trade Agreement, mungkin yg lo maksud adalah ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement).

Juga perlu dipikirkan, memang rasional untuk satu negara (AS) tidak mau kalah berkompetisi dgn yg lain (Cina), tapi apa itu membuatnya benar? 

Coba lihat dgn kacamata ekonomi. Waktu Jepang baru maju di tahun 70an, Jepang banyak mengadopsi ide2 inovasi dari AS. AS tidak kurang2 mengecam Jepang karena mereka mulai merasa tersaingi. Istilah seperti "don't buy Jap!" menjadi catch term di masa itu. Berapa tahun kemudian terbukti org Jepang dapat memproduksi teknologi yang jauh lebih murah dan efisien dibanding AS. Ini otomatis berdampak baik untuk dunia (more consumer & producer surplus karena demand yg besar).

Bernard Johnson

unread,
Feb 22, 2013, 3:09:28 AM2/22/13
to international-eco...@googlegroups.com, dew....@gmail.com, radiv....@gmail.com
Teman2, tolong pastiin pas reply dikirimnya ke grup juga ya, jangan cuma ke gw.

Dari Radiv: 
Halo kak, ini perspektif saya : 
Merujuk ke beberapa statement yang dilontarkan Presiden Obama dalam pidatonya dalam State of the Union menunjukkan beberapa indikasi dan sinyal bahwa Amerika serikat begitu "urgent" untuk memulai free trade agreement dengan EU.
Obama bilang bahwa dengan FTA dengan EU ini, akan mendorong ekspor, jobs, dan mengantisipasi laju pertumbuhan ekonomi Asia dengan China sebagai generatornya. 
Dan perlu diketahui juga isu krisis ekonomi di Amerika  Serikat lah yang mungkin menyebabkan FTA dengan EU iniurgent. Warga Amerika sendiri mengharapkan ekonomi negaranya semakin stabil dan keluar dari belenggu masalah fiskal dan sebagainya. Dan Obama, tentu sangat concern mengenai hal ini. Karena terlihat mulai dari pertarungannya dengan Romney (terlihat saat presidential debate), Obama berada selangkah lebih maju dan acceptable dalam usaha memajukan ekonomi di Amerika Serikat dengan program-program dan goals nya untuk ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik. Klasik, beliau juga menjanjikan jobs kepada rakyat Amerika  Serikat. 
Dalam pidato tersebut juga beliau bilang bahwa ini akan menambah jobs bagi rakyat Amerika Serikat. Sehingga untuk mewujudkan janji kepada rakyat Amerika itu, Obama berusaha untuk mewujudkan FTA dengan EU yang bisa juga disebut dengan kemitraan perdagangan transatlantik. 
Para ekonom pun memprediksi bahwa FTA dengan EU ini mampu meningkatkan GDP kedua belah pihak sebanyak 2% dan mampu menciptakan sekitar 2 juta pekerjaan. Jadi, hal inilah yang menjadi alasan kenapa agreement ini perlu. 

Dari Retno:
Menurut saya perjanjian ini akan menguntungkan kedua belah pihak, baik USA maupun Uni eropa. karena apa, first of all, we know how current condition in europe, mereka beum keluar dari krisi, nah dengan adanya U-EU trade agreement hal ini dapat membangkitkan perekonomian eropa, seperti kegiatan ekspor dan impornya. seperti yang saya baca di beritasatu.com, steve davis ekonom dari institute of eonomics affairs menyambut baik perjanjian ini dan dengan perjanjian ini petumbuhan ekonomi eropa diperkirakan akan naik 0,5%. nah, the second for US sendiri, kita dapat memandang hal ni dari politics point of view,dimana US-EU trade agreement ini merupakan termin kedua barack obama, sehingga dalam perjanjian ini tidak perlu khawatir akan proteksionisme dari dunia usaha USA. 
as we know bahwa selama ini nilai perdagangan antara AS-EU diperkirakan sebesar 455 miliar euro atau setara dengan rp 5.900 trilliun. nah menurut saya, dengan perjanjian ini hal ini dapat meningkatkan kegiatan ekspor-impor eropa-AS, dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dan yang terpenting adalah mereka akan membangun iklim persaingan perdagangan dengan Asia yang saat ini ekonomi terus berkembang. 


Tq Radiv & Retno, bagus sekali. Urgency AS dan EU untuk memperbaiki ekonomi memang sudah sangat tinggi. Urgency tinggi biasanya dtg ketika suatu krisis sudah bukan sekedar cerita ekonom, tapi beneran bs dilihat sehari-hari. Cerita sedikit, tahun 2011 kemarin gw sempat ke Brussels (ibukotanya EU). Bayangan kita namanya ibukota Uni-Eropa pasti makmur kan. Ternyata ngga juga, stasiun kereta utamanya bau pesing karena penuh orang homeless. Di tengah kota, anak2 kecil (5-6 tahun) banyak yg minta2. Minta2nya jauh lebih agresif dibanding pengemis di Jakarta, lo mau jalan kemana aja mereka ikutin terus. Byk jg di jalanan yg matanya ngikutin turis ky ngincer korban utk dicopet. Bahkan ada yg di pinggir jalan lg sniff glue! Parah bgt pokoknya, udh ky no man’s land.

Bernard Johnson

unread,
Feb 22, 2013, 3:12:42 AM2/22/13
to international-eco...@googlegroups.com

Ok teman2, berdasarkan respon2 yg udah ada, sekarang kita tahu bahwa US-EU FTA memang diperlukan untuk perbaikan kondisi ekonomi domestik dan antisipasi laju ekonomi Cina. Pertanyaan gw skrg:

  1. Dilihat dari kacamata ekonomi, fair ngga sih AS dan EU “menyerang” Cina yg sedang tumbuh?
  2. Walaupun banyak possible benefits-nya, ternyata masih banyak jg oposisi US-EU FTA ini, bahkan dari dalam kedua wilayah tsb. Apa alasan mereka?

Anita Restiana

unread,
Feb 23, 2013, 1:42:15 AM2/23/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
kalo masalah fair or unfair sih it depends on point of view from each side we see, US-EU or China. Kalo dari US-EU FTA sebenernya sih banyak banget benefitnya. Kesepakatan antara US-EU akan membantu 27 negara UE untuk memulihkan perekonomian dari krisis dan bersaing dengan China yang terus memperkuat pengaruhnya dalam perdagangan global. China makin menguat dan punya potensi mengganggu sistem ekonomi dunia. US-EU bisa menata kembali sistem ekonomi yang menguntungkan prospek ekonomi mereka kedepan. emang sih, langkah ini jadi "pembatas (barriers)" bagi negara lain terutama China yang semakin "mengancam" menguasai ekonomi global dan berpotensi "menyingkirkan" US dari posisi ekonomi terbesar di dunia. tapi bagaimanapun setiap negara kan punya national interest masing2 dan US ingin mempertahankan even meguatkan posisinya sbg No 1 ekonomi terbesar dunia. As Obama said, pakta perdagangan bebas dengan EU itu sangat penting bagi negaranya. "Ini akan mendongkrak ekspor Amerika sekaligus mendukung penciptaan banyak lapangan kerja di negeri ini dan menandingi pasar-pasar yang berkembang di Asia. 
oposisi US-UE FTA? hmmmm.. i would think its Norway, negara yg ada di benua Eropa dan memiliki kekayaan SDA terbesar didunia d GDP per kapita $54,200 ( 8th rank in the world in 2011). tp itu justru gak bikin Norway mau gabung sm EU meskipun byk benefit yang bisa didapetin Norway kalo mau gabung ke EU. alesannya ya karna Norway itu merupakan negara di Eropa dg ekonomi yang sangat mapan dg SDAnya. kalo Norway gabung dg UE apalagi ikut UE-US FTA otomatis harus mengikuti peraturan yang ada. PEraturan ini yg dirasa bisa ngerugiin Norway dimana Norway bisa kehilangan dana nasional yg udah disiapin buat kesejahteraan warganya krn dana ini otomatis akan dibagikan untuk memberi bantuan kpd negara UE yg membutuhkan. and if it does happen, then Norway akan kehilangan pendapatan minyak sampe dana nasional nya dan secara gak langsung akan kehilangan kontrol ekonomi mereka yg sangat bagus.


2013/2/22 Bernard Johnson <poluan...@gmail.com>

Bernard Johnson

unread,
Feb 24, 2013, 8:28:50 AM2/24/13
to international-eco...@googlegroups.com, lumina mentari, ria.a...@gmail.com, puja restuti
Teman2 tolong pastikan ngirimnya di-cc ke grup ya (international-economics-param...@googlegroups.com), biar muncul jg di sini. Untuk sekarang gw akan bantu copas ke sini tp next time ngga akan gw itung scorenya kalo postnya ngga muncul di grup.

Dari Lumina,
US-EU merupakan market (trade bilateral) yang paling terintegrasi di dunia dan 3 kali lebih besar dari semua trade di asia, dan account keduanya merupakan 50% dari jumlah GDP diseluruh dunia. sehingga tidak heran jika US-EU trade merupakan poros perkembangan ekonomi di kedua sisi atlantik. sekarang permasalahannya karena kedua negara diserang krisis, sepertinya mengembangkan dan meningkatkan free trade dari kedua negara tersebut sepertinya sangat logis dengan penurunan tarif hingga 3-4% (bahkan lebih rendah dari 3%), pasti akan membantu memenuhi kebutuhan warga amerika serikat yang terhantam unemployament sekitar 10%, serta meningkatkan kompetisi antar pengusaha kedua negara sehingga kedua negara tersebut diharapkan mendapatkan peningkatan ekonomi yang pesar. Hanya memang ada hambatan dari dalam dan luar negeri. dari dalam negeri perusahaan domestik terus melobby untuk memproteksi produk mereka sehingga sampai saat ini produk yang d itarif rendah masih terbatas. Dari luar, tentunya ini juga seperti barrier bagi negara lain khususnya Asia yang pada dekade ini baru saja tumbuh dan pasarnya kian berkembang. kemungkinan hubungan China (yang merupakan poros trade asia) bisa tumbuh friksi dan memungkinkan ada retaliation (pembalasan) baik pengurangan ekspor,impor maupun pencabutan investor asing di negara mereka atau membuka market yang lebih besar di negara ASEAN lain. tapi yang kini paling nyata adalah pembentukan ASEAN free trade. mungkin WTO lagi pusing juga saat ini, soalnya mekanisme free trade antara US-EU, dan ASEAN-CHINA masih dibahas.

more to come   


Dari Ria
Ini pendapat saya kak. 
Kalau kita melihat dari pandangan Amerika, tentu saja agreement itu memang perlu untuk diadakan saat ini. Krn selain dampak ekonominya, secara politik Amerika jd mendapat semacam penguatan posisi di Eropa, mengingat bahwa China jg tengah berusaha memperluas pengaruhnya di Asia melalui CAFTA.
Agreement ini menurut saya jg benar2 kebijakan yg mengancam perekonomian China pada khususnya. Mengapa demikian? Krn dgn adanya perjanjian perdagangan bebas antara AS dan UE itu berarti Amerika telah membangun barrier terhadap China. Padahal menurut berita yang saya baca di m.yahoo.com/w/legobpengine/news/china-ambil-alih-ue-sebagai-pasar-ekspor-utamanya-065410778.html?orig_host_hdr=id.berita.yahoo.com&.intl=ID&.lang=id-ID dijelaskan bahwa ekspor China ke AS pada tahun 2012 mencapai 289 miliar dollar Amerika. Jd bisa dibayangkan kerugian yg mgkn saja akan dialami China dgn adanya perjanjian perdagangan bebas antara AS dan UE, walaupun sebenarnya perjanjian tsb tidak berarti akan mengembargo barang2 dari China namun tetap saja ekspor China ke Amerika akan berkurang. Selain itu, CAFTA sendiri yg notabenenya merupakan trade barrier bagi produk2 Amerika dan Eropa, sbnrny tidak sepenuhnya berdampak baik bagi China. Krn berdasarkan berita pada situs inihttp://m.detik.com/finance/read/2013/02/18/073513/2172442/4/di-negaranya-produk-china-kalah-saing-dengan-barang-impordijelaskan bahwa tingkat konsumerisme rakyat China sendiri justru lebih cenderung ke barang2 impor yg berasal dr Amerika dan Eropa. Sehingga penerapan trade barrier tsb sebenarnya bisa saja menyebabkan turunny tingkat konsumsi masyarakat yg jg berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi di China, mengingat bahwa tingkat konsumsi masyarakat merupakan salah satu indikator penentu pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Namun sebaliknya, berkurangnya barang ekspor dari China ke AS akan menyebabkan hilangnya pemasukan AS dari tarif yg dikenakan pada barang2 impor yg masuk ke negaranya, khususnya China sebagai salah satu eksportir terbesar di AS.


Dari Puja,
Kalo menurut saya masalah fair atau enggaknya itu tergantung,lagipula dalam dunia persaingan seperti ini hal ini sah2 saja. Karena amerika sebagai negara adidaya tentu akan melakukan apapun untuk mempertahankan kekuasaannya, apabila Amerika dikalahkan oleh China maka itu akan menjadi hal yang sangat memalukan bagi AS. apalagi AS dan China memperebutkan pasar yang sama, apabila China dapat maju dan mengalahkan AS maka kuantitas ekspor china akan lebih banyak dibanding AS. 
Salah satu contoh ketika pasar mobil AS berhasil dikalahkan oleh Jepang, hal ini sudah memberikan dampak yg cukup buruk bagi perkembangan ekonomi AS apalagi jika nantinya China berhasil maju dan barang2 elektronik China akan semakin diminati oleh pasar internasional. Mengingat sekarang konsumen sangat berperilaku konsumtif dan cenderung mencari barang yang sama dengan harga yang lebih terjangkau.
 Pada dasarnya FTA memberikan banyak sekali possible benefits tetapi menurut yg saya baca baru-baru ini dalam sebuah FTA tidak hanya menyepakati mengenai barang dan jasa saja, namun juga menyangkut mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual dan Investasi. Sehingga, cakupan FTA menjadi sangat luas. Dengan adanya kebebasan ini maka dikhawatirkan negara2 bagian dari kedua negara tersebut akan sulit mengembangkan potensi SDA dalam negerinya/pasar lokal mereka akan dikuasi oleh ekspor dari negara lain. Karena pada praktiknya FTA tidak sepenuhnya memberikan keuntungan kepada semua pihak yang terlibat, melainkan kembali lagi kepada negara mana yang paling kuat yang mendapatkan keuntungan.jika melihat dengan teori comparative advantage menurut saya contihnya kira2 begini:negara2 di  eropa kebanyakan terkenal sebagai negara penghasil coklat terbanyak dengan kualitas terbaik di dunia tapi Amerika juga dapat menghasilkan coklat namun mungkin kualitasnya tidak sebaik negara2 eropa maka amerika karena adanya FTA akan mengekspor coklat lebih banyak ketimbang memproduksi sendiiri lama kelamaan tentu pabrik2 lokal coklat amerika akan mengalami penurunan dalam jumlah permintaan bisa saja pabrik2 ini nantinya malah bangkrut dan pegawai pabriknya akan jadi pengangguran.karena teori Comparative Advantage hanya mengacu pada kekayaan negara secara keseluruhan tetapi tidak bersentuhan dengan aspek distribusi kekayaan tersebut.
Mungkin segitu aja, kalo ada yang keliru mohin diluruskan :)


Dari Ria lagi,
Menyangkut adil tidakny bagi China, menurut saya adil, mengingat bahwa China telah lebih dulu melakukan trade barrier di kawasan ASEAN.
Namun yang tidak adil adalah, perjanjian perdagangan bebas antara US dan UE telah "mengambil kesempatan" negara2 ASEAN yg mengandalkan negara2 di Eropa sebagai negara tujuan utama ekspor mereka. Sebut saja Singapura, Malaysia dan negara kita sendiri Indonesia. Walaupun nilai ekspor Indonesia ke Amerika tidak begitu besar, namun ekspor ke negara2 Eropa untuk produk tertentu ternyata sangat besar. Di bawah ini saya sertakan link yng memuat berita tentang ekspor Indonesia ke negara2 Eropa. 
m.tempo.co/read/news/2012/08/21/090424803/Eropa-Masih-Jadi-Pasar-Andalan-BBN-Indonesia

Bernard Johnson

unread,
Feb 24, 2013, 12:04:36 PM2/24/13
to international-eco...@googlegroups.com, lumina mentari, puja restuti, anitar...@gmail.com, ria.a...@gmail.com

Terima kasih teman2 yg udah reply. Memang argumen dua sisi begini yg gw cari. Seperti yg gw blg, jawaban paling aman di ilmu ekonomi adalah “it depends”, karena selalu ada minimal dua sisi pada apapun itu.

 

@Anita, memang secara resmi tidak ada yg salah dari US-EU FTA. Itu benar. Secara ekonomi justru sangat rasional untuk satu negara/wilayah mengeluarkan kebijakan yg bisa mendongkrak daya saingnya terhadap negara/wilayah lain. Hanya saja kembali ke masalah etis. Waktu US dan EU dulu maju, tidak ada satu negeri pun yg secara blak2an merusuhi mereka. Padahal, misalnya pas Inggris sedang Industrial Revolution, impact proses kemajuannya sangat buruk untuk dunia karena polusi pabrik di sana yg habis2an (jaman itu blm byk atensi terhadap lingkungan). Beberapa account bahkan mengatakan langit Inggris sampai tidak bisa terlihat karena tertutup asap hitam. Tingkat casualties juga tinggi di antara pekerja pabriknya yg rata2 budak dari Irlandia. Argumen seperti ini yg sering dilontarkan Cina. Ditambah lagi, kalo kita menganggap Cina bs mengganggu system ekonomi dunia, bagaimana caranya? Apakah Cina yg maju begitu buruk utk dunia? Mungkin iya mungkin ngga, lihat reply gw ke Ade soal kemajuan Jepang di thn 70an. Yg pasti perlu lebih byk detil (seperti human rights, human development index, quality of innovation, stability, emission rate, dll) untuk bisa mengeluarkan argumen tsb.

Mengenai oposisi, perlu diingat Norway memang tidak ikut EU, dan karena itu dia bs mengelak dari resiko harus membantu negara2 EU yg terpuruk. Di sisi lain, Norway itu termasuk dlm European Economic Area (EEA) agreement, yg berarti Norway ikut dalam free trade antar negara2 EU dan juga US-EU FTA.

 

@Lumina, tq udah menjawab pertanyaan2. Mungkin bisa dikasih informasi (link atau semacamnya) untuk bisa back-up argumen lo (misalnya soal perusahaan domestik yg protes karena ngga mau kesaing)? Sama kalo bisa share juga sm temen2 kenapa WTO jadi pusing karena hal ini. Ini benar sekali dan InsyaAllah akan kita bahas Minggu depan (tgl 4 Maret).

 

@Ria, inget yg benar itu ACFTA, bukan CAFTA. CAFTA itu FTA di Amerika tengah. Anw, great job J Gw suka komposisi jawabannya, ada argumen dr dua sisi, ada link informasi utk backup argumen, ada analisa terhadap ekonomi sesuai yg kita pelajari di kelas, ditambah lg ada kemgkinan efeknya untuk Indonesia. Bagus2.

 

@Puja, tq, bagus sekali flownya, mirip sm Ria gw suka komposisi jawabannya yg ada argumen dan analisa ekonominya. Mungkin kurang di bagian link bacaannya aja. Lo blg soal kekayaan intelektual (HKI), itu bener bgt, jd lebih bagus kalo diinclude jg link infonya supaya yg lain bs ikut belajar.

HKI itu ruwet bgt emg, bahkan di level intra-Eropa. Detilnya bisa dicari sendiri, tp yg pasti dengan lebih banyaknya firms yg bermain di pasar US-EU FTA nanti, hukum HKI kedua wilayah akan sangat ter-“challenge”, to say the least. Merevisi ulang hukum2 ini juga butuh biaya dan ada bagusnya ini diperhatikan dengan baik karena jangan sampai biaya yg diperlukan terlalu menyaingi benefit yg bs didapat oleh FTA tsb. Sekarang aja diskusi persamaan persepsi seperti ini udah dimulai, bisa diliat di sini untuk soal standarisasi produk http://www.cencenelec.eu/News/Press_Releases/Pages/PR-2013-02.aspx

Mengenai comparative advantage, mungkin maksudnya Amerika akan impor coklat lebih banyak ya, bukan ekspor. Mengikuti teori comp adv memang kelihatannya begitu, karena kita tahu coklat Eropa in general kualitasnya lebih bagus. Mereka punya dairy farm yg jauh lebih dijaga kualitasnya dibanding AS yg udah terlalu banyak memakai artificial tastes. Teori yg sm tp jg ngasih tau kita bahwa dgn tidak fokusnya AS ke coklat, berarti input (labor) yg tdnya untuk coklat skrg bs dipakai untuk produk lain. Produk yg lain ini harus sesuatu yg AS punya comparative adv dibanding EU. Kalau memang bs begitu, US-EU FTA ini akan sangat efisien dan produktif sekali bagi society di kedua wilayah.

Bernard Johnson

unread,
Feb 24, 2013, 12:07:57 PM2/24/13
to international-eco...@googlegroups.com
Buat semua, masih ada waktu sampe kelas kita mulai besok. Pertanyaan gw masih sama:
  1. Dilihat dari kacamata ekonomi, fair ngga sih AS dan EU “menyerang” Cina yg sedang tumbuh?
  2. Walaupun banyak possible benefits-nya, ternyata masih banyak jg oposisi US-EU FTA ini, bahkan dari dalam kedua wilayah tsb. Apa alasan mereka?
Ayo share perspektif dan info2 baru yg belum disebut di sini, lumayan biar dpt nilai. Jangan lupa include link tempat lo dpt info2 tsb.

Garry
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages