Teman2,
Apa kabar?
Senin kemarin Pak Wija sempat bicara tentang US-EU free trade agreement. Pak Wija juga share perspektifnya soal akibat agreement ini yg bisa “menyerang” Cina.
Ini topik kita Minggu ini. Gw ngga akan ngasih artikel pembuka karena gw mau teman2 cari tau sendiri dulu. Setiap informasi yg teman2 kasih tolong include juga link source informasi tsb.
Pertanyaan untuk kickstart diskusi kita: “Apa agreement tersebut benar2 diperlukan sekarang?”
Ingat:
Monggo,
Garry
Tq Radiv & Retno, bagus sekali. Urgency AS dan EU untuk memperbaiki ekonomi memang sudah sangat tinggi. Urgency tinggi biasanya dtg ketika suatu krisis sudah bukan sekedar cerita ekonom, tapi beneran bs dilihat sehari-hari. Cerita sedikit, tahun 2011 kemarin gw sempat ke Brussels (ibukotanya EU). Bayangan kita namanya ibukota Uni-Eropa pasti makmur kan. Ternyata ngga juga, stasiun kereta utamanya bau pesing karena penuh orang homeless. Di tengah kota, anak2 kecil (5-6 tahun) banyak yg minta2. Minta2nya jauh lebih agresif dibanding pengemis di Jakarta, lo mau jalan kemana aja mereka ikutin terus. Byk jg di jalanan yg matanya ngikutin turis ky ngincer korban utk dicopet. Bahkan ada yg di pinggir jalan lg sniff glue! Parah bgt pokoknya, udh ky no man’s land.
Ok teman2, berdasarkan respon2 yg udah ada, sekarang kita tahu bahwa US-EU FTA memang diperlukan untuk perbaikan kondisi ekonomi domestik dan antisipasi laju ekonomi Cina. Pertanyaan gw skrg:
Terima kasih teman2 yg udah reply. Memang argumen dua sisi begini yg gw cari. Seperti yg gw blg, jawaban paling aman di ilmu ekonomi adalah “it depends”, karena selalu ada minimal dua sisi pada apapun itu.
@Anita, memang secara resmi tidak ada yg salah dari US-EU FTA. Itu benar. Secara ekonomi justru sangat rasional untuk satu negara/wilayah mengeluarkan kebijakan yg bisa mendongkrak daya saingnya terhadap negara/wilayah lain. Hanya saja kembali ke masalah etis. Waktu US dan EU dulu maju, tidak ada satu negeri pun yg secara blak2an merusuhi mereka. Padahal, misalnya pas Inggris sedang Industrial Revolution, impact proses kemajuannya sangat buruk untuk dunia karena polusi pabrik di sana yg habis2an (jaman itu blm byk atensi terhadap lingkungan). Beberapa account bahkan mengatakan langit Inggris sampai tidak bisa terlihat karena tertutup asap hitam. Tingkat casualties juga tinggi di antara pekerja pabriknya yg rata2 budak dari Irlandia. Argumen seperti ini yg sering dilontarkan Cina. Ditambah lagi, kalo kita menganggap Cina bs mengganggu system ekonomi dunia, bagaimana caranya? Apakah Cina yg maju begitu buruk utk dunia? Mungkin iya mungkin ngga, lihat reply gw ke Ade soal kemajuan Jepang di thn 70an. Yg pasti perlu lebih byk detil (seperti human rights, human development index, quality of innovation, stability, emission rate, dll) untuk bisa mengeluarkan argumen tsb.
Mengenai oposisi, perlu diingat Norway memang tidak ikut EU, dan karena itu dia bs mengelak dari resiko harus membantu negara2 EU yg terpuruk. Di sisi lain, Norway itu termasuk dlm European Economic Area (EEA) agreement, yg berarti Norway ikut dalam free trade antar negara2 EU dan juga US-EU FTA.
@Lumina, tq udah menjawab pertanyaan2. Mungkin bisa dikasih informasi (link atau semacamnya) untuk bisa back-up argumen lo (misalnya soal perusahaan domestik yg protes karena ngga mau kesaing)? Sama kalo bisa share juga sm temen2 kenapa WTO jadi pusing karena hal ini. Ini benar sekali dan InsyaAllah akan kita bahas Minggu depan (tgl 4 Maret).
@Ria, inget yg benar itu ACFTA, bukan CAFTA. CAFTA itu FTA di Amerika tengah. Anw, great job J Gw suka komposisi jawabannya, ada argumen dr dua sisi, ada link informasi utk backup argumen, ada analisa terhadap ekonomi sesuai yg kita pelajari di kelas, ditambah lg ada kemgkinan efeknya untuk Indonesia. Bagus2.
@Puja, tq, bagus sekali flownya, mirip sm Ria gw suka komposisi jawabannya yg ada argumen dan analisa ekonominya. Mungkin kurang di bagian link bacaannya aja. Lo blg soal kekayaan intelektual (HKI), itu bener bgt, jd lebih bagus kalo diinclude jg link infonya supaya yg lain bs ikut belajar.
HKI itu ruwet bgt emg, bahkan di level intra-Eropa. Detilnya bisa dicari sendiri, tp yg pasti dengan lebih banyaknya firms yg bermain di pasar US-EU FTA nanti, hukum HKI kedua wilayah akan sangat ter-“challenge”, to say the least. Merevisi ulang hukum2 ini juga butuh biaya dan ada bagusnya ini diperhatikan dengan baik karena jangan sampai biaya yg diperlukan terlalu menyaingi benefit yg bs didapat oleh FTA tsb. Sekarang aja diskusi persamaan persepsi seperti ini udah dimulai, bisa diliat di sini untuk soal standarisasi produk http://www.cencenelec.eu/News/Press_Releases/Pages/PR-2013-02.aspx
Mengenai comparative advantage, mungkin maksudnya Amerika akan impor coklat lebih banyak ya, bukan ekspor. Mengikuti teori comp adv memang kelihatannya begitu, karena kita tahu coklat Eropa in general kualitasnya lebih bagus. Mereka punya dairy farm yg jauh lebih dijaga kualitasnya dibanding AS yg udah terlalu banyak memakai artificial tastes. Teori yg sm tp jg ngasih tau kita bahwa dgn tidak fokusnya AS ke coklat, berarti input (labor) yg tdnya untuk coklat skrg bs dipakai untuk produk lain. Produk yg lain ini harus sesuatu yg AS punya comparative adv dibanding EU. Kalau memang bs begitu, US-EU FTA ini akan sangat efisien dan produktif sekali bagi society di kedua wilayah.