Topik Diskusi #5 dan Announcement

35 views
Skip to first unread message

Bernard Johnson

unread,
Apr 17, 2013, 1:30:07 AM4/17/13
to international-eco...@googlegroups.com

Halo teman2,

Apa kabar?

Dua hal. Pertama, topik diskusi untuk Minggu ini kita coba yang lebih lokal:

Seperti yang teman2 mungkin tau, Pak Agus Martowardoyo terpilih menjadi Gubernur BI yang baru, menggantikan Pak Darmin Nasution dan loncat dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan RI. Dilihat dari segi makroekonomi Indonesia, apakah beliau figur yang optimal untuk posisi tersebut?

Kedua, bagi beberapa yang dengar kabar bahwa kelas Minggu depan akan ganti hari, gw mau announce di sini bahwa kelas Minggu depan akan sesuai skedul seperti biasa (Senin, mulai jam 15.45). Materi kelas kita udah abis jadi kita akan ngomongin beberapa case study dan cara presentasi yang bagus, sekalian latihan untuk teman2 presentasi Minggu depannya.

Garry

Anita Restiana

unread,
Apr 17, 2013, 6:43:55 AM4/17/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Sebelumnya, pak Agus Martowardoyo sempat ditolak dalam uji kelayakan dan kepantasan menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Komisi IX DPR pada tahun 2008, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo akhirnya lima tahun kemudian disetujui DPR untuk menjadi nakhoda bank sentral Indonesia seperti yang dibahas di http://id.berita.yahoo.com/presiden-telah-berkomunikasi-dengan-agus-martowardojo-045422785.html
menurut saya sih it's all fine Pak Agus terpilih jadi Gubernur BI. kan emang beliau dipilih demokratis :D hehe
Tapi sebenernya ini kan semacam "turun jabatan" dari Menteri Keuangan ke Gubernur BI yg notabennya Bank Indonesia dibawah pengawasan Menteri Keuangan, meskipun kekuasaan tetap ditangan Gubernur BI dalam melaksanakan kewenangan, it means sama aja kaya misalnya Ketua organisasi ganti jabatan jadi ketua divisi. Dan kalo berdasarkan pengalaman beliau yang seperti kemampuan dan pengalaman pak Agus sebagai bankir dan Menteri Keuangan sejak 2010 lalu, yang dinilai memiliki prestasi yang baik saya fikir sih beliau figur yang optimal untuk jabatan Gubernur BI.


2013/4/17 Bernard Johnson <poluan...@gmail.com>

Bernard Johnson

unread,
Apr 17, 2013, 8:57:59 AM4/17/13
to international-eco...@googlegroups.com
Dari Nabila,

Topik Diskusi 5

Nabila Nandini (112105002)

Menurut saya dari segi makro ekonomi Agus Martowardojo adalah figur yang capable dan dapat berperan optimal dalam bidang yang ditanganinya. Ia sebelumnya adalah bankir yang bekerja di beberapa bank luar negeri, salah satunya adalah Bank of Amerika pada tahun 1984 dan kemudian menjabat sebagai direktur utama di beberapa bank ternama di Indonesia salah satu nya di Bank Mandiri dalam  periode 2005 – 2010. Dengan latar belakang yang sangat interaktif dengan berbagai aktifitas finansial Ia tentunya telah memahami dengan baik seluk beluk perekonomian dan memiliki strategi yang baik dalam proses pembuatan dan eksekusi kebijakan sebagai memimpin BI.

Pendapat positif mengenai  Agus Martowardojo juga mempengaruhi respon publik Indonesia dan asing, saat resmi terpilih menjadi Gubernur BI pada 27 Maret lalu, dihari yang sama terjadi apresiasi atas nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang sebelumnya sedang melemah, hal ini menunjukan adanya harapan dari publik terhadap pemimpin baru bank central.


sumber : 

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/27/088469743/Agus-Martowardojo-Jadi-Gubernur-BI-Rupiah-Menguat

http://id.wikipedia.org/wiki/Agus_Martowardojo

Bernard Johnson

unread,
Apr 17, 2013, 11:52:02 AM4/17/13
to international-eco...@googlegroups.com
Tq Nabila & Anita,
Dilihat secara personal memang Pak Agus M. punya background yang cukup bagus untuk menjabat sebagai Gubernur BI, tapi yang gw cari di sini lebih ke arah bagaimana benturan untuk seseorang yang sebelumnya menjabat sebagai Menkeu (yang berarti dia mengurus sisi kebijakan fiskal) dan sekarang diangkat sebagai Gubernur BI (yang berarti dia mengurus sisi kebijakan moneter).

Coba fokus ke arah sini. Inget dia itu dulunya bankir, tapi inget juga kalo di Indonesia akan ada OJK.

Garry

Puji Islamaniskha

unread,
Apr 19, 2013, 1:22:08 PM4/19/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com

 Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya memutuskan Agus Martowardojo, yang saat ini menjabat Menteri Keuangan, sebagai Gubernur Bank Indonesia. Agus terpilih melalui suara terbanyak. Ia mendapat dukungan dari hampir seluruh anggota Komisi Keuangan. Jika ditanyakan apakan beliau adalah figur yang optimal sebagai gubernur BI saya rasa iyah, karena Agus Martowardojo telah lama berkiprah di industri perbankan. Ia mengawali karier sebagai staf International Loan di Bank of America cabang Jakarta. Pada 1986, Agus pindah ke Bank Niaga dan menempati posisi Wakil Presiden Corporate Banking, Banking Group Head. Pada 1995, Agus diangkat sebagai Presiden Direktur PT Bank Bumiputera. Kariernya berlanjut sebagai Presiden Direktur PT Bank Ekspor Impor Indonesia pada 1998. Setahun menjabat, Agus terpilih sebagai Direktur Bank Mandiri hingga 2002. Sebelumnya, Agus sempat menjabat Penasihat Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Indonesia) dan Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk. Agus kembali ke Bank Mandiri pada Mei 2005. Ia menjabat selama dua periode sebagai direktur utama di bank terbesar di Indonesia itu. Agus sempat dicalonkan sebagai Gubernur BI pada 2008 tapi tak terpilih. Pada Mei 2010, Agus dilantik SBY sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Mungkin saja pemilihannya dinilai tidak tepat karena banyak yang menginginkan agar Agus Martowardojo untuk tetap menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Menkeu sampai 2014, karena salah satu prioritas penting pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, baik aspek fiskal maupun moneter, di tahun politik 2013-2014. Menkeu tetap bisa menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah situasi politik yang dinamis, Kinerja Menkeu tidak boleh terganggu dengan situasi politik yang dinamis. Dalam hal ini posisi Agus Marto sebagai Menkeu  dianggap sudah tepat.

Pertanyaan bagaimana benturan untuk seseorang yang sebelumnya menjabat sebagai Menkeu (yang berarti dia mengurus sisi kebijakan fiskal) dan sekarang diangkat sebagai Gubernur BI (yang berarti dia mengurus sisi kebijakan moneter), saya rasa beliau bisa mengatasselama perubahan itu karena jam terbang beliau didunia perbankan sudah cukup lama. Meskipun sebagai menkeu, Agus dikesankan terlalu kaku, kurang kooperatif, serta sering berselisih dengan DPR seperti dalam kasus kesalahan fatal yang i dilakukan Agus dalam kasus pembelian saham Newmont yang berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK) dan keputusan Agus dinyatakan salah oleh MK. Wakil Ketua Komisi Keuangan DPR, Harry Azhar Aziz mengatakan Agus Martowardojo selama ini dianggap tak cekatan mengurus ekonomi makro dan kebijakan moneter di Indonesia. Tapi kali ini, Harry Azhar optimistis Agus bisa cepat belajar. Sebab Agus sudah mempunyai dasar kemampuan kuat di bidang kebijakan fiskal dan perbankan.
Beliau  punya kemapuan fiskal sebagai menteri keuangan. Itu akan membantunya nanti dalam berkordinasi terutama dengan Bank Indonesia yang beliau akan pimpin sekarang. Dan nanti ketika beliau memimpin Bank Indonesia beliau juga sudah paham fiskal dan beliau tentu harus belajar moneter dari dewan anggota gubernurnya,
Sebelumnya saat menjalankan uji kelayakan sebagai Gubernur Bank Indonesia Agus marto berjanji perkuat stabilitas moneter. Di antara untuk memperkuat kuatr kerangka kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, manajemen aset dan kewajiban, perbankan syariah, dan tata kelola BI.

Referensi:

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/092469562/Agus-Martowardojo-Terpilih-Sebagai-Gubernur-BI

http://m.wartakotalive.com/detil/berita/129553/pks-agus-martowardojo-sebaiknya-fokus-jadi-menkeu

http://economy.okezone.com/read/2013/02/28/457/768792/3-kendala-agus-marto-menuju-bi-1

Bernard Johnson

unread,
Apr 19, 2013, 11:08:46 PM4/19/13
to international-eco...@googlegroups.com
Dari Septi,
menilai Agus Martowardojo lemah pada sisi makro dan moneternya. Namun, kelemahan itu terbantu dengan kepemimpinan dan kemampuan mantan direkrut utama PT Bank Mandiri Tbk ini dalam meyakinkan pasar. 
Agus Marto lemah pada sisi makro dan moneter. Dan ketika Anggota DPR menanyakan soal itu, terus calon lain Gubernur Bank Indonesia (BI) selain Agus Marto siapa? Namun Agus punya kemampuan leadhership dan meyakinkan pasar yang sangat baik," kata Tony saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3/2013).http://bisnis.liputan6.com/read/539486/ekonom-lemah-di-makro-agus-martowardojo-unggul-di-kepemimpinan jika terpilih sebagai gubernur BI yang baru, Agus Martowardojo harus didukung deputi gubernur senior (DGS) BI yang jabatannya kini masih kosong. Dengan adanya 'wakil' yang ahli dibidang moneter dan makro, hal itu akan sangat membantu Agus Marto.Memang masih banyak jajaran menteri yang memiliki kelemahan dari sisi kepemimpinan. Sebagai faktor itu berasal dari integritas dan independensi seseorang"Jadi menurut saya untuk kebutuhan Indonesia saat ini, serta sosok gubernur BI saat ini, harus yang mempunyai jiwa leadhership atau kepemimpinan," ungkapnya.http://bisnis.liputan6.com/read/539486/ekonom-lemah-di-makro-agus-martowardojo-unggul-di-kepemimpinan
Ketika ditanya pengganti sosok menteri keuangan (Menkeu) jika Agus Marto terpilih sebagai gubernur BI, Tony menganggap mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution atau Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati pantas mengisi posisi tersebut. 
Dari kedua sosok tersebut, Darmin Nasution dianggap lebih pantas menggantikan kursi kepemimpinan Menkeu. Alasannya, Darmin pernah memiliki pengalaman di Ditjen Pajak dan mengerti akan fiskal serta moneter

Retno Dewati

unread,
Apr 20, 2013, 10:09:18 AM4/20/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Terlepas dari pemilaian pantas dan tiaknya agus marto menjadi  gubernur BI, kita dapat memberikan flash back terlebih dahulu pada masa beliau menjabat menteri keuangan. pertama, agus marto sendiri selama menjadi menkeu dapat dikatakan tidak terlalu berprestasi sih, parameternya adalah ketika dibawah komandonya realisasi penerimaan negara 2,5% dibawah target, dimana dalam apbn 2012 penetapan dari  pemerintah adalah Rp1.358,2 triliun. Rinciannya, target penerimaan dalam negeri sebesar Rp1.357,4 triliun dan hibah sebesar Rp800 miliar. penyerapan belanja negara juga menurun. Realisasi belanja negara 2012, 4,4 persen lebih rendah ketimbang target APBNP 2012. Artinya, realisasi belanja negara pada 2012 hanya akan ada di kisaran 95,6 persen dari target APBNP 2012 sebesar Rp1.548,3 triliun. Sedangkan untuk belanja modal, hingga akhir 2012 hanya sekira 78 persen dari target APBNP 2012 yang sebesar Rp168,7 triliun. Di sisi lain, realisasi penerimaan pajak 2012 juga meleset dari target APBN-Perubahan. Sampai akhir Desember 2012, penerimaan pajak mencapai Rp980,1 triliun atau 3,6 persen lebih rendah dari target sebesar Rp1.016,2 triliun. Sementara realisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) mencapai Rp464,7 triliun atau 90,3 persen dari target Rp513,7 triliun dan bea keluar mencapai Rp21,2 triliun atau 91,5 persen dari target Rp23,2 triliun. Kemudian, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan 6,23 persen, jauh di bawah target APBN-P sebesar 6,5 persen. PDB Indonesia 2012 mencapai Rp8.241,9 triliun.
jika kita ditanyai mengenai bagus atau tidakkah kira2 dalam makro ekonomi, jawabannya adalah bisa jadi. pertama, kita tahu bahwa agus marto adalah mantan bankir, dia pernah menjabat sebagai pimpinan bank mandiri. meskipun dia kurang baik selama menjadi menkeu, tapi ketika menjabat sebagai gubernur BI agus marto  dapat mengeluarkan kebijakan makroprudensial yang dapat memberikan stimulus positif pada perekonomian Indonesia dan pemahaman bank sentral terhadap bisnis perbankan menjadi lebih baik. namun, kita juga harus ingat mengenai adanya sitem otoritas jasa keuangan yang berbeda dengan era sebelumnya. dengan begitu akan ada tantangan baru bagi agus marto, yaitu Pertama, BI fokus menangani persoalan makro prudensial dan tidak lagi mengatur serta mengawasi perbankan.
Kedua, Gubernur BI bersama Menteri Keuangan, Ketua Dewan Komisioner OJK dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bertanggung jawab menjaga stabilitas sistem keuangan melalui Forum Stabilitas Sistem Keuangan ( FKSSK). "Tugas ini berlaku baik dalam situasi normal maupun ketika terjadi ancaman krisis keuangan. Penugasan Gubernur BI dalam forum semacam itu baru sekarang ditegaskan dalam Undang-undang (UU) OJK karena forum atau komite sejenis ini, sejak model Dewan Moneter zaman Pemerintahan Orde Baru, secara legal belum pernah sekuat sekarang posisinya.
Hal tersebut sangat penting karena jika forum tersebut mengambil keputusan khususnya dalam situasi krisis tidak lagi dipersoalkan lagi secara politik. Ketiga, menyangkut masalah mengamankan proses transisi Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan. jadi ya, kita tidak bisa memberikan ajudikasi penuh terhadap agus marto saat ini. memberikan asumsi saja dng didasarkan pada beberapa fakta, dan mari kita lihat kinerjanya ke depan. thanks
sumber:
http://www.neraca.co.id/harian/article/26671/Agus.Marto.Bisa.Dorong.Stimulus.Positif
http://finance.detik.com/read/2013/02/25/152125/2179038/5/anggota-dpr-sebut-agus-marto-cocok-pimpin-bi-1

ria.a...@gmail.com

unread,
Apr 20, 2013, 11:17:31 PM4/20/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Opini saya kali ini mgkn akan lebih bersifat asumtif, dlm artian ini murni hanya dugaan saya tanpa didasari oelh data apa pun.
Trlepas dr sgala macam prestasi atau kekurangan beliau yg sdh disebutkan oleh temen2 sebelumnya, saya berpikir bahwa menjadi seorang gubernur BI(artinya mengurus kebijakan moneter) yg sebelumnya pernah menjabat sebagai menteri keuangan (yg berarti mengurus kebijakan fiskal) sedikit banyak pasti akan mempengaruhi kinerja beliau di masa mendatang.
Tp saya termasuk org yg optimis sih sama beliau. Bkn krn data2 yg tman2 tlh sebutkan sbelumnya, tp hanya berdasarkan dugaan saya. Krn sprt yg sdh kita pelajari, pergerakan kurva IS pasti akan mempengaruhi LM(lbh jauhny GDP), dan begitu pun sebalkiny pergerakan kurva LM akan mempengaruhi IS(interest rate). Jd menurut saya(yg murni adalah dugaan), beliau seharusnya pasti lbh berhati2 dlm menggerakkan kurva LM. Krn beliau tau dampak apa yg mgkn trjadi pd kurva IS nantinya, mengingat lg beliau pernah menjabat sbg menteri keuangan. Jd sbnrny justru akan lbh baik, krn beliau bsa mnjalankan dua tugas penting dlm satu jabatan(agak berlebihan mgkn). Tp maksud saya adalah beliau dlm mnjalankan tugasny sbg gubernur BI pst akan berpikir matang2 sblm mngambil kebijakan mengenai uang, khususnya dampak dan pengaruhnya bagi kebijakan fiskal nantinya.
Itu pendapat saya. Sumbernya dari slide Pak Wija ttg kurva IS-LM:D
------Original Message------
From: Bernard Johnson
Sender: international-eco...@googlegroups.com
To: international-eco...@googlegroups.com
Subject: Re: Topik Diskusi #5 dan Announcement
Sent: Apr 17, 2013 22:52

Tq Nabila & Anita, Dilihat secara personal memang Pak Agus M. punya background yang cukup bagus untuk menjabat sebagai Gubernur BI, tapi yang gw cari di sini lebih ke arah bagaimana benturan untuk seseorang yang sebelumnya menjabat sebagai Menkeu (yang berarti dia mengurus sisi kebijakan fiskal) dan sekarang diangkat sebagai Gubernur BI (yang berarti dia mengurus sisi kebijakan moneter). Coba fokus ke arah sini. Inget dia itu dulunya bankir, tapi inget juga kalo di Indonesia akan ada OJK. Garry
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Anita Restiana

unread,
Apr 21, 2013, 4:10:51 AM4/21/13
to ria.a...@gmail.com, Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com

Sebenernya sih saya gak bisa bilang pak Agus Martowardojo itu pas atau engga jd Gubernur BI. Menurut http://ekbis.sindonews.com/read/2013/02/23/33/720908/ekonom-agus-marto-tidak-cocok-jadi-gubernur-bi Pak Agus Martowardojo dinilai belum memiliki kapabilitas untuk memimpin BI karena pengetahuan tentang kebijakan moneternya yang masih minim. Pengetahuan dan pengalaman beliau dalam dunia perbankan tidak aplikatif untuk BI. Bank Indonesia itu bukan agregasi dari bank-bank yang ada. Jadi Bank Indonesia itu bukan Bank Mandiri, BNI, BRI digabung. Central bank itu punya logika yang berbeda dan butuh kemampuan yang berbeda pula.

Agus Martowardojo lebih cocok untuk menjabat sebagai Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena mulai 2014 kebijakan perbankan diserahkan kepada OJK, tidak lagi di BI. Dan pada 2014, kebijakan bank dialihkan ke OJK. Pak Agus itu orang bank dan kalau Pak SBY calonkan, ke OJK itu karena pengalaman perbankan beliau.

Tapi berdasarkan http://www.sindotrijaya.com/news/detail/3482/gubernur-bi-terpilih-diharapkan-mampu-menjaga-kesinambungan-fiskal-moneter#.UXOWX64xaFE bila tingkat inflasi bisa terukur dengan baik, dan sistem moneter terjaga, nilai tukar rupiah terkendali, secara umum industri perbankan akan aman. Selepas kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tugas BI ke depan lebih ke sisi moneter dengan menjaga stabilitas makroprudensial.

Sedangkan kalo menurut http://ekbis.sindonews.com/read/2013/03/28/33/732085/bni-lebih-melihat-ojk-daripada-bi lebih baik kita lihat aja dulu gimana nanti Pak Agus membawa BI. Pak Agus Martowardojo memaparkan, tugas BI pasca lahirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke depan masih sama, yaitu untuk menjaga kestabilan nilai rupiah, meskipun fungsi pengawasan bank telah berpindah ke OJK.

Jadi saya lebih condong untuk lihat dulu Pak Agus perannya dalam jabatan barunya sbg Gubernur BI, krn kita gak bisa men-judge orang sembarangan :D hehe itu sih menurut saya ya, jd saya netral J



2013/4/21 <ria.a...@gmail.com>

Ade Satriya

unread,
Apr 21, 2013, 8:17:32 AM4/21/13
to Anita Restiana, ria.a...@gmail.com, Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Agus Martowardojo dengan latar belakang mikro prudential akan lebih cocok berada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BI sekarang sudah beda dengan dulu, dimana mikro-prudential perbankan sudah di OJK. Prestasi Agus Martowardojo sebagai mantan Direktur Utama Bank Mandiri perlu diapresiasi. Namun, dengan kondisi BI yang sudah berbeda sekarang ini menjadi landasan bahwa kompetensi yang dimiliki Agus Martowardojo tidak tepat lagi untuk memimpin BI. Gubernur BI harus mempunyai jiwa leadership yang sangat baik, menguasai makro ekonomi, menguasai makro-prudential dan menjaga tidak terjadi krisis. Ini menjadi penting agar BI ke depannya bisa menjaga perekonomian bertumbuh lebih baik lagi dan menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak berfluktuatif dan tahan terhadap krisis yang terjadi.

Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK, adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK.

Balik lagi ke masalah, Dengan pengalaman di Kementerian Keuangan yang berorientasi makro ekonomi dan fiskal, Agus dipandang cakap menggantikan gubernur sebelumnya. Selain modal kemampuan di bidang makro ekonomi, Agus tak lepas dari kemampuannya bergelut di sektor mikro, yakni perbankan. Sebagai orang yang berpengalaman sebagai bankir, Agus bisa membaca kondisi perbankan.

Sumber :http://www.beritasatu.com/makro/104279-agus-martowardojo-terpilih-jadi-gubernur-bi.html, http://www.infobanknews.com/2013/03/agus-marto-diminta-jaga-fondasi-perekonomian-indonesia/, http://www.beritasatu.com/makro/104294-agus-martowardojo-diminta-fokus-tangani-inflasi-dan-stabilitas-nilai-tukar.html



2013/4/21 Anita Restiana <anitar...@gmail.com>

Adzharul Fuad

unread,
Apr 21, 2013, 8:26:12 AM4/21/13
to Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
Menurut http://m.kompasiana.com/post/politik/2013/03/26/agus-martowardojo-dipromosingkirkan-menjadi-gubernur-bi/ Agus Marto adalah seorang profesional perbankan yang sangat mumpuni, dan bertumbuh menjadi sosok dengan karakter yang begitu baik. 
Dilaporkan oleh Koran Tempo Edisi Selasa 26 Maret 2013  Agus Martowardojo  mulus jalani Uji Kelayakan Gubernur BI.  Uji kelayakan dilakukan oleh komisi keuangan DPR RI. Dan ketika Agus diminta   untuk melakukan presentasi di depan DPR untuk menguji kelayakannya sebagai calon Gubernur BI pastinya  dia memberikan presentasi yang profesional.   Dia punya ide, dia punya pendapat dan dia punya pendirian.  Pendapat dan pendiriannnya pasti dia kemukakan dengan jelas, tajam dan dia yakini.   Begitulah cara dia menyatakan pandangannya tentang tugas utama Bank Sentral yaitu menjaga Inflasi.  Pada bagian yang lain dia menyatakan  pentingnya Undang Undang khusus tentang jaring pengaman sistem keuangan. Bahkan Agus Martowardojo berani menyatakan perbedaan pandangannya dengan pemerintah tentang kepemilikan saham oleh pihak asing.

Menurut saya pribadi membaca hal tersebut dia memang cocok dan layak memimpin BI jika melihat bahwa sebelum menjadi Menteri Keuangan, dia juga pernah menjadi bankir sehingga dia tahu kebijakan apa yang akan diterapkannya. Dan menurut Emir Moeis Ketua Komisi Keuangan DPR dari PDIP yang dikutip dari http://m.kompasiana.com/post/politik/2013/03/26/agus-martowardojo-dipromosingkirkan-menjadi-gubernur-bi/ juga mengatakan tidak ada calon yang lebih layak untuk Gubernur BI saat ini di luar Agus Martowardojo.

Sent from my iPhone

lumina mentari

unread,
Apr 22, 2013, 4:22:33 AM4/22/13
to Adzharul Fuad, Bernard Johnson, international-eco...@googlegroups.com
menurut saya seorang sumsum tulang belakang (yang mensupply/mengatur jumlah darah yang ada ditubuh) sangat susah untuk menempatkan posisi jantung (yang mengatur peredaran darah dan keseimbangan,peredaran darah). 

Untuk menjadi gubernur BI pak agus akan menghadapi tantangan yang sangat berbeda dari tugasnya terdahulu 

Berikut adalah ke-14 catatan untuk Agus tersebut:
1. Terkait fungsi dan tugas BI dalam hal pengendalian inflasi, BI harus fokus pengendalian target inflasi melalui penguatan fungsi Tim Pengendali Inflasi (TPI) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta menjaga kestabilan nilai tukar. 
2. Gubernur BI terpilih harus dapat menjaga kekompakan dan keharmonisan lingkungan BI agar terjalin hubungan kerja sama yang baik dan Keputusan Dewan Gubernur yang bersifat kolektif dan kolegial. 
3. Terkait Laporan telaah Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) mengenai proyek tahun jamak Hambalang, Gubernur BI terpilih harus menepati janjinya yang disampaikan dalam fit and proper test di Komisi XI pada tanggal 25 Maret 2013 untuk mengundurkan diri jika ditetapkan menjadi tersangka. 
4. Dalam rangka mendorong perkembangan perbankan syariah di Indonesia dan mensejajarkan perbankan syariah nasional dengan negara-negara lain, BI harus terus berupaya mendorong akselerasi pertumbuhan perbankan syariah mengingat besarnya potensi pasar perbankan syariah di Indonesia yang mayoritas penduduknya agama Islam. 
5. Kebijakan makroprudensial yang dijalankan oleh BI harus berpihak kepada kepentingan petani, nelayan, UMKN, sektor rill dan kepentingan ekonomi nasional. 
6. Dalam hal mewujudkan ketahanan pangan nasional, BI harus terus mendorong peningkatan dan memprioritaskan alokasi kredit kepada sektor pertanian rakyat serta berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 
7. BI harus melaksanakan asas resiprokal Perbankan Nasional dengan langkah-langkah pembuatanMemorandum of Understanding (MoU) dengan pimpinan Bank Asing yang beroperasi di Indonesia dan pimpinan Bank Sentral asing tersebut berasal. 
8. Kebijakan makroprudensial yang dijalankan oleh BI harus mampu mewujudkan kebijakan makroprudensial yang mampu menciptakan financial inclusion dan menyeluruh ke seluruh rakyat Indonesia sampai ke pelosok. 
9. Mengoptimalkan upaya menarik devisa hasil ekspor untuk masuk ke perbankan dalam negeri melalui optimalisasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) maupun instrumen kebijakan lainnya sehingga berdampak positif terhadap perekonomian nasional. 
10. Dalam hal menilai kinerja Dewan Gubernur, terhitung tahun 2014, BI harus memiliki dan menetapkan indikator Kinerja Utama (IKU) untuk masing-masing Anggota Dewan Gubernur dengan desain struktur BI yang lebih efisien dan efektif. 
11. Kebijakan lalu lintas devisa yang dijalankan oleh BI harus lebih mengutamakan kepentingan nasional dan memberikan pembatasan kepada arus modal asing yang bersifat jangka pendek, spekulatif dan fluktuatif. 
12. Gubernur BI terpilih harus mendorong agar sistem pembayaran nasional semakin efisien, nyaman dan aman. 
13. Gubernur BI terpilih harus terus memelihara stability macroprudential dan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sustainable
14. Gubernur BI terpilih harus mengoptimalkan pelaksanaan program sosial Bank Indonesia (PSBI). 

SEDANGKAN TUGASNYA TERDAHULU SEBAGAI MENTERI KEUANGAN YANG
 MENGATUR KEBIJAKAN FISKAL

kebijakan fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:

·         ·         Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi

·         ·         Pola persebaran sumber daya

·         ·         Distribusi pendapatan

 

Dengan kebijaksanaan fiskalnya pemerintah dapat mengusahakan terhindarnya perekonomian dari keadaan-keadaan yang tidak diinginkan seperti keadaan dimana banyak pengangguran , inflasi , neraca pembayaran internasionla yang terus menerus defisit dan sebagainya.

 

Ada analisis yang dipakai dalam kebijakan fiscal

 

·         1.      Analisis kebijaksanaan fiskal dalam sistem perpajakan yang sederhana.

Dengan adanya tindakan fiskal pemerintah, pengeluaran masyarakata untuk konsumsi tidak lagi secara langsung ditentukan oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional, akan tetapi oleh tinggi rendahnya pendapatan yang siap untuk di belanjakan atau disposable income

 

·         2.      Analisis kebijaksanaan fiscal dalam system perpajakan yang Built-in Flexible

Yang dimaksud dengan system perpajakan yang built-in flexible adalah system pemungutan pajak pendapatan, maksudnya adalah  untuk meratakan distribusi pendapatan agar tidak terjadi ketegangan – ketegangan social. Dikatakan flexible karena mengikuti pendapatan, apabila pendapatan besar maka jumlah pajak yang di bayar besar dan begitu sebaliknya.

 

kebijakan fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:

·         ·         Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi

·         ·         Pola persebaran sumber daya

·         ·         Distribusi pendapatan

 



2013/4/21 Adzharul Fuad <adzh...@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages