Topik Diskusi #1

37 views
Skip to first unread message

Bernard Johnson

unread,
Feb 12, 2013, 11:40:56 PM2/12/13
to international-eco...@googlegroups.com
Halo,
Kita mulai diskusi pertama dengan artikel berikut:


Pertanyaan2 di bawah ini diharapkan bisa membantu mulai diskusi kita,
  • Apa yang terjadi dalam artikel berita ini?
  • Apa kira2 efek kejadian tersebut terhadap analisa ekonomi yg sudah kita pelajari? (PPF, Supply&Demand, GDP, etc.)
  • Apa kira2 efek kejadian tersebut terhadap ekonomi Indonesia? Bagaimana dengan pasar dunia?
  • Apa solusi Cina untuk tackle masalah ini cukup maksimal? Apa cukup bagus? Mengapa?
  • Cina telah membuktikan ekonomi yang cukup stabil melewati pergantian kepemimpinan. Apa hal yang sama bisa terjadi di Indonesia? Mengapa?
  • Apa kekurangan isi artikel ini jika dilihat dari segi ilmu ekonomi?
Kalo ada yg punya pertanyaan lain terkait materi diskusi silakan dipaparkan, tapi tolong post juga opininya (jadi jangan cuma pertanyaan aja). Pertanyaan2 ini ngga wajib dijawab langsung semua. Coba kasih perspektif yg berbeda di tiap jawaban yg diberikan.

Monggo,
Garry

adesatriya

unread,
Feb 13, 2013, 10:15:06 AM2/13/13
to international-eco...@googlegroups.com
Ekspor China menurun. Apa cuma manufaktur aja yang turun? Efeknya kalo ekspor China menurun, maka nanti harga-harga barang China akan naik karena barang yang tersedia sedikit daripada permintaan. Efeknya untuk Indonesia apabila  ekspor China menurun maka harga-harga seperti handphone murahpun akan naik. Kekurangan artikel ini tidak disebutkan barang apa saja yang menurun ekspornya .

Aldia Dinita

unread,
Feb 13, 2013, 11:33:42 AM2/13/13
to adesatriya, international-eco...@googlegroups.com
itu gambar panda nya kasian banget :(
haha maaf out of topic.

kalo menurut saya sih itu kebijakan yg diambil sm pemerintah China udah lumayan, buktinya kayak yg ada di artikel itu, mata uang lokal nya kan meningkat sebesar $ 111 milyar.
terus juga kemarin saya baca artikel, akibat dari melemahnya perekonomian china itu mempengaruhi harga minyak dunia juga. selain minyak dunia, kalo ga salah kan China merupakan salah satu negara importir Kedelai terbesar dunia, berarti kalo ekonomi china melemah, indonesia akan kena dampaknya mengingat indonesia juga merupakan negara yg selalu impor kedelai. mungkin dampaknya harga jual kedelai bisa turun di indonesia.

Bernard Johnson

unread,
Feb 14, 2013, 1:23:57 AM2/14/13
to international-eco...@googlegroups.com

@Ade: Betul, artikelnya tidak menyebutkan apa aja yg turun dr segi ekspor Cina, tapi ini mungkin karena jumlahnya terlalu banyak untuk disebut. Untuk keperluan analisa kita artikel ini memang cukup sekedar menyebutkan ekspor Cina turun secara umum. Ini menyebabkan supply curve market dunia untuk turun karena banyaknya jumlah ekspor Cina keluar negeri. Mengikuti supply and demand, turunnya supply menyebabkan naiknya harga dan turunnya kuantitas ekspor yang ada. Ini adalah efek terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia, yang makin hari makin banyak mengkonsumsi produk dari Cina (termasuk handphone). Good point.

@Aldia: Kebijakan pemerintah Cina memang terlihat cukup maksimal apalagi menghitung betapa banyak presur yang ada (dari segi perbaikan ekonomi sampai presur politis global). Mengenai kedelai, sebagai pengekspor, kurangnya demand dari Cina akan sangat merugikan produsen kedelai di Indonesia, terutama karena Cina merupakan negara besar. Demand curve yang turun akan menyebabkan harga dan kuantitas turun. Kalau kita asumsikan Indonesia sebagai sesama pengimpor kedelai, efek kurangnya demand Cina akan tergantung pada banyak hal. Efek yang paling mungkin adalah justru menaiknya supply curve Indonesia karena kedelai yang tadinya diniatkan untuk Cina sekarang masuk ke Indonesia. Ini menurunkan harga dan menambah kuantitas, yang berarti baik untuk konsumen Indonesia. Tapi ini memungkinkan hanya kalau Indonesia benar menerima kedelai yang tidak jadi masuk ke Cina tersebut.

Kita juga harus ingat faktor2 yang menyebabkan shift dari supply dan demand curve (lihat slide 13 materi ppt Pak Wija yg pertama). Menaiknya supply kedelai di Indonesia mungkin akan di-offset kalau ada penurunan demand lokal. Kita bs lihat dari segi produk yang dihasilkan kedelai seperti kecap asin. Kecap asin memerlukan garam dalam kuantitas banyak untuk dicampur dengan kedelai. Asumsikan harga garam di Indonesia naik tinggi, ini akan membuat demand curve kedelai untuk menurun dan mengakibatkan kuantitas turun.

@semuanya, jangan lupa kalo di ekonomi boleh pake asumsi untuk buat satu argumen. Coba aplikasikan terus bentuk analisa ekonomi yang kita udah pelajari di kelas. Pikirkan juga efek jangka pendek vs. panjang, dan kalo bisa solusinya menurut lo apa.

Nerusin dari poinnya Ade soal kekurangannya artikel, coba skrg pikir soal impor. Apa kurangnya informasi tentang impor dlm artikel ini dan kenapa itu berpengaruh untuk analisa kita terhadap ekonomi Cina?

Satu lg, apa semua setuju dgn pendapat Aldia bahwa kebijakan Cina sudah cukup bagus? Kebijakan yang disebut rata2 berhubungan dengan policy keuangan Cina. Ingat GDP = C + I + G + X - M, apa aja kebijakan pemerintah Cina yang disebut di artikel itu yang mengacu ke rumus ini? Apa ada kebijakan lain yg bs mereka buat berdasarkan materi pelajaran kita?

putulumina

unread,
Feb 14, 2013, 6:15:36 AM2/14/13
to international-eco...@googlegroups.com
saya membaca artikel kemarin yang menyatakan bahwa sarjana muda dichina kian meningkat dan mereka "ogah" kerja jadi buruh pabrik. kemungkinan itu (walaupun nyambungnya ke sosial) penyebab dari turunnya produktivitas china yang menurunkan gairah investor. Konsekuensi dari negara yang kian meningkat pesat ekonominya, harga labor dan stratifikasi kelas sosial (upper, middle, and lower class) akan berubah dan berdampak pada ekonomi.

Yang terjadi dalam artikel tersebut memang "semena-mena" dimana produsen china tidak mampu memenuhi target sales sehingga mereka harus memotong harga barang sehingga profit mereka semakin lemah, hal ini mengakibatkan investasi luar semakin lemah dan justru karena harga murah importir luar semakin kekurangan gairah untuk membeli. as a result of that pemerintah membeli currency lain untuk menstabilkan currency mereka. tapi itu dikhawatirkan tak akan cukup dan justru semakin membuat perekonomian tak stabil.(masih ada yang kurang, nanti bisa ditambah lagi? 

dew.retno

unread,
Feb 14, 2013, 8:13:36 AM2/14/13
to international-eco...@googlegroups.com
Artikel ini meneritakan tentang perekonomian china yang sedang merosot. hal tersebut ditandai dengan menurunnya tingkat ekspor china ke uni eropa sebesar 12,7% dari tahun sebelumnya, hal tersebut terjadi akibat melemahnya permintaan di china. salah satu effect negatif secara langsung dari kasus ini adalah menurunnya peminat investor asing untuk menanamkan investasi di perusahaan china. turunnya profitabilitas dari sektor industri china tentu saja berdampak pada gdp china, dimana profitabilitas sektor industri china menurun sebesar 6,2% selama 5 bulan berturut-turut. jika bertanya mengenai apakah hal ini berdampak pada ekonomi indonesia, saya rasa pasti ada dampaknya, mengingat china merupakan salah satu partner ekonomi terbesar bagi indonesia. salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah pengaruh harga produk china di pasar indonesia yang memungkinkan ketidakstabilan harga karena harga mata uang china yang saat ini juga tengah tidak stabil. nah, ketidakstabilan mata uang china, bank sentral china tengah berupaya untuk mencegah penurunan mata uang dengan menjual mata uang asing. disamping itu bank sentral juga berupaya memperbaiki kondisi ekonomi dengan cara meningkatkan kredit dalam negeri untuk mengimbangi dampak negatif terhadap jumlah uang beredar dari penjualan mata uang asing. Ketika suatu negara mengalami arus keluar modal neto, hal itu menyebabkan penurunan nilai mata uang atau penurunan dalam pasokan uang jika melakukan intervensi untuk menahan mata uang stabil. Bank sentral juga memangkas suku bunga acuan dan cadangan yang diperlukan bank, sehingga meningkatkan pinjaman bank. Selain itu, pemerintah telah meningkatkan investasi publik di bidang infrastruktur. ya, melalui pergantian kepemimpinan perekonomian china bangkit kembali, seperti yang kita lihat bahwa saat ini produk2 china tengah menguasai pasar dunia. indonesia? why should not indonesia can do like this? menurut saya indonesia sangat bisa untuk seperti ini, we have so many natural resources yang jika kita mampu mengelola dengan baik itu akan sangat meningkatkan perekonomian indonesia. dengan kunci, pemerintah harus benar2 concern terhadap hal ini dan membuat policy yang mengaturnya dengan baik.


Pada Rabu, 13 Februari 2013 11:40:56 UTC+7, Bernard Johnson menulis:

Bernard Johnson

unread,
Feb 14, 2013, 3:03:34 PM2/14/13
to international-eco...@googlegroups.com

@Lumina, tq udh ngasih perspektif lain. Sekedar food for thought berhubung subjek kita Cina, ketika ekonomi Jepang bubble di tahun 80an generasi muda Jepang banyak yang mempunyai sentimen mirip dengan generasi muda Cina sekarang (seperti yg lo blg). Mereka tidak mau bekerja “sekeras” orang tua mereka, apalagi kita tahu di Jepang budaya tradisionalnya kerja sampai mati. Anehnya tp kalo kita lihat dr sisi produktivitas, udah 22 tahun sejak bubble ekonomi Jepang hilang dan produktivitas Jepang masih, bisa diblg, belum menurun secara kelewat signifikan. Memang pertumbuhan ekonomi mereka stagnan, tp lalu mengapa sentimen tersebut bs begitu berpengaruh terhadap produktivitas Cina?

Klo gw ngga salah nangkep, paragraf keduanya kayanya blm selesai ya? Kalo gitu komen ini cuma untuk apa yg udh ada. Overall poinnya cukup bagus. Gw cuma mau buat dua koreksi biar ngga bingung. Pertama, pemerintah Cina justru menjual currency lain demi menstabilkan Yuan, bukan membeli.

Kedua, mnrt gw kurang komplit untuk mengatakan pemerintah Cina khawatir apa strategi di atas cukup untuk menstabilkan ekonomi Cina. Problem yg ada sebenarnya agak lebih rumit. Pemerintah Cina menjual currency luar bukan sekedar utk jaga kestabilan Yuan, tapi juga utk menghindari kritik negara2 luar. Perlu diketahui, depresiasi currency Cina = lebih kompetitifnya ekspor negeri tersebut. Depresiasi Yuan akan membuat barang2 buatan luar (AS dan Eropa terutama) lebih mahal di Cina (negeri dengan demand besar). AS terutama ngga akan mau nerima ini karena depresiasi Yuan = trade deficit AS dengan Cina tambah bengkak. Info lebih lanjut bs dilihat di sini http://www.nytimes.com/2012/06/01/business/global/china-lets-its-currency-slip-raising-trade-tension.html?pagewanted=all&_r=0

Ini blm akhir masalahnya, ada biaya teknis yg ribet dr menjaga kestabilan Yuan, yaitu turunnya money supply. Pemerintah Cina merespon terhadap masalah ini dengan meningkatkan kredit domestik. Hasilnya money supply memang naik, tp begitu jg inflasi. Inilah dua hal yg bikin khawatir pemerintah Cina: kestabilan currency (yg bs mancing kritik internasional) dan kestabilan level inflasi (yg kalo terlalu tinggi bs mancing krisis di dlm negeri).


@Retno, bagus sekali, sangat akurat rangkumannya. Food for thought, kita lihat bagaimana bank sentral sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan ekonomi di Cina. Memang pemerintah, seperti yg lo blg, harus bs lebih baik mengelola natural resources. Namun sebenarnya ada kunci penting yg harus dijaga di tengah pergolakan politik (seperti yg sering terjadi saat pengalihan kekuasaan). Kunci ini adalah independensi bank sentral dari pemerintah. Setuju ngga kira2? Apa alasannya?


@semuanya, coba break down apa yang udah ditulis berdasarkan apa yg udah kita pelajari. Contoh, artikelnya blg pemerintah Cina meningkatkan investasi publik di bidang infrastruktur. Apa efeknya utk GDP Cina? Government spending naik? Apa kira2 efek lain pada jangka panjangnya?


Btw reply gw ke satu org bukan berarti yg lain ngga boleh baca ya. Kalo ada yg mau bahas lebih lanjut poin2 yg udah dilempar temen2 jg boleh. Ngga usah semuanya mengacu ke pertanyaan2 di post gw yg pertama.

Garry

anitarestiana

unread,
Feb 16, 2013, 8:22:15 AM2/16/13
to international-eco...@googlegroups.com
Berdasarkan artikel tsb saya menangkap bahwa ekonomi China melambat karena menurunnya ekspor China. tetapi pemerintah China telah mengambil langkah untuk mengimbangi headwinds ekonomi dari Eropa. Penurunan harga komoditas menyebabkan ekspor ke Uni Eropa turun 12,7 persen dari tahun sebelumnya, dan impor China turun 2,6 persen pada bulan Agustus untuk kinerja terlemah sejak tahun 2009. Hal ini menunjukkan perekonomian China lebih lemah dari yang diharapkan. Besides, lemahnya sektor industri memiliki dampak negatif pada investasi ke Cina. China mengalami arus keluar modal neto untuk ketiga kalinya pada tahun 2012. Ketika suatu negara mengalami arus keluar modal neto, maka nilai mata uang pun menurun. Salah satu efek dari sektor industri melemah adalah penurunan profitabilitas perusahaan Cina. Laba turun 6,2 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan terus meningkat, namun berorientasi ekspor perusahaan sedang berjuang untuk mempertahankan penjualan dengan harga pemotongan, sehingga profitabilitas lemah.

Untuk mengatasi perlambatan kegiatan ekonomi, pemerintah China telah mengambil berbagai tindakan. Bank sentral memangkas suku bunga acuan dan cadangan yang diperlukan bank , sehingga meningkatkan pinjaman bank. Selain itu, pemerintah telah meningkatkan investasi publik di bidang infrastruktur. Tindakan yang diambil pemerintah China pun menuai hal positif,  pembiayaan dalam mata uang lokal baru meningkat sebesar $111 milyar pada bulan Agustus. Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh pemotongan suku bunga dan penurunan cadangan yang diperlukan bank.

Kepemimpinan baru Cina yang dipimpin Presiden Xi Jinping berusaha untuk mempertahankan pemulihan ekonomi tanpa memicu inflasi atau memacu risiko keuangan yang berlebihan dari perbankan dan otoritas lokal. Pemerintahan baru pimpinan Perdana Menteri Li Keqiang juga akan menyelesaikan transisi dalam satu dekade untuk Partai Komunis yang selama ini berkuasa untuk melakukan ekspansi yang lebih berkelanjutan. Hasilnya, ekspor China meningkat tajam pada Januari 2013 melebihi perkiraan para analis. Seperti laporan yang dikutip Bloomberg, Jumat (8/2/2013) dari situs resmi kantor Bea Cukai China, pengiriman ke luar negeri naik sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan 17,5 persen dari hasil survei Bloomberg News yang mengambil median 33 ekonom. Impor naik 28,8 persen dengan mencatatkan surplus perdagangan US$ 29,15 miliar. Indikator ekonomi dalam dua bulan pertama tahun ini sedikit di luar dugaan akibat liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu ke depan (Liputan6.com, Beijing).

Bernard Johnson

unread,
Feb 16, 2013, 10:06:09 AM2/16/13
to international-eco...@googlegroups.com
Dari Ade,

Berarti kalo investasi infrastruktur dalam hai ini contohnya pembangunan jalan raya China naik, otomatis spending pemerintah akan naik, kecuali jika infrastrukturnya full dibiayai oleh swasta. Kalo hal ini terjadi, justru pendapatan pemerintah akan naik karena roda ekonomi akan semakin maju dikarenakan infrastruktur yang menunjang. Efek jangka panjangnya adalah akan tersedianya lapangan kerja baru, akses cepat dan tentunya ekonomi China akan semakin melonjak naik.



On Wednesday, February 13, 2013 11:40:56 AM UTC+7, Bernard Johnson wrote:

Bernard Johnson

unread,
Feb 16, 2013, 2:10:49 PM2/16/13
to international-eco...@googlegroups.com
Dari Puji,

artikel ini menjelaskan perekonomian china yang sedang melemah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor dari berbagai sektor ekonomi.Dari sektor ekspor misalnya, ekspor china ke ke Uni Eropa saja turun 12,7%,Krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa menyebabkan era pertumbuhan ekonomi Cina hingga dua digit telah berakhir mengingat Cina menggantungkan pada pasar ekspor,  dan dari sektor impor China juga mengalami penurunan 2,6%. Sementara itu, kelemahan di sektor industri adalah memiliki dampak negatif pada investasi ke Cina. Pada bulan Agustus, China mengalami arus keluar modal neto untuk ketiga kalinya pada tahun 2012. Ini berarti bahwa investor memindahkan uang dari Cina, mungkin sebagai akibat dari profitabilitas menurun dari perusahaan China dan pesimisme tentang ekonomi China. 
melemahnya ekonomi China tentu saja berdampak besar, salah satunya adalah penurunan profitabilitas perusahaan Cina. Laba perusahaan industri China jatuh  sebesar  6,2%
 Penurunan target pertumbuhan ekonomi China pada 2012 menjadi 7,5 % diperkirakan dapat memicu turunnya harga komoditas global yang juga dapat berpengaruh ke Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor Indonesia ke China pada 2011 mencapai 22,94 miliar dolar AS sedangkan impor Indonesia dari China mencapai 26,21 miliar dolar AS yang artinya Indonesia mengalami defisit perdagangan senilai 3,27 miliar dolar AS.
yang terkena dampak akibat pelambatan pertumbuhan ekonomi China adalah produk batu bara dan Crude Palm Oil (CPO) yang menjadi produk ekspor utama Indonesia ke China.

Garry


On Wednesday, February 13, 2013 11:40:56 AM UTC+7, Bernard Johnson wrote:

adzharulf

unread,
Feb 17, 2013, 11:09:39 PM2/17/13
to international-eco...@googlegroups.com
yang terjadi pada artikel ini menurunnya industri manufaktur di china yang disebabkan oleh tidak stabilnya ekonomi china diakrenakan ekspor yang menurun. hal itu juga diperparah oleh menurunnya investasi yang masuk ke china. hal ini dapat berdampak pada perusahaan-perusahaan  di China tutup karena kehilangan investor-investornya.
selain itu, kejadian ini juga dapat mempengaruhi pasar barang-barang china yang masuk ke indonesia. dan mungkin barang-barang china juga akan berkurang dalam pasar dunia.
pemerintah china sendiri telah mengambil keputusan yang signifikan. serta berdampak baik seperti yang telah dikatakan pada artikel bahwa peminjaman pada mata uang lokal yang baru telah meningkat.


On Wednesday, February 13, 2013 11:40:56 AM UTC+7, Bernard Johnson wrote:

Bernard Johnson

unread,
Feb 19, 2013, 1:56:14 AM2/19/13
to international-eco...@googlegroups.com

@Anita, terima kasih sekali analisa & referensinya dari liputan 6. Bagus sekali. Next time coba post link nya kalo ada supaya semua bisa liat. Btw, Presiden Cina sekarang itu Hu Jintao, Xi Jinping itu CPC General Secretary. Li Keqiang itu sekarang wakil PM, PM nya sendiri masih Wen Jiabao. Dua nama itu (Xi Jinping dan Li Keqiang) sering disebut media karena influence mereka memang besar terhadap kebijakan RRC.

@Ade, betul, jadi kalo bukan G yg naik, I yg naik. Mungkin ini juga bisa memacu naiknya C dan NX utk jangka panjangnya karena ekonomi negara menjadi lebih positif. Satu2nya downside cuma kalo infrastruktur benar dibangun dengan menaikkan G. Ini berarti pajak akan naik dan C bisa turun akibatnya. Kalau naiknya G lebih kecil dari turunnya C, GDP Cina akan turun dengan adanya proyek pembangunan infrastruktur ini, plg ngga di jangka pendeknya.

@Puji, tq data dari Kemen Perdagangannya. Observasinya cukup akurat sesuai artikel. Mungkin perlu diingat kalo melihat data Export-Import, ada bagusnya lihat pergerakan dari tahun ke tahun, lihat di tahun berapa ada kenaikan atau penurunan, dan cari tau sebabnya kenapa.

@Adzharulf, tq, observasinya betul. Dari informasi yg ada coba dilihat bagaimana berbagai kejadian itu mempengaruhi bentuk analisa ekonomi yg sudah kita pelajari (GDP, supply-demand, dll).

Bernard Johnson

unread,
Feb 19, 2013, 2:53:29 AM2/19/13
to international-eco...@googlegroups.com

Teman2, tq bgt responnya yg aktif dan analisa yg bagus2. Untuk ke depannya inget beberapa hal ini:

  • Coba jgn cuma rangkum isi artikelnya, selalu kasih perspektif atau informasi baru yg relevan
  • Buat yg punya informasi baru coba untuk include link nya (kalo ada) supaya yg lain bs liat
  • Pas reply ke satu topic, pastiin replynya dikirim ke grup jg (jgn cuma ke gw), google emg rada bingungin kadang
  • Selalu apply analisa ekonomi yg kita pelajari di kelas. Tujuannya supaya terbiasa dengan istilah2 ekonomi

Sebagai contoh, untuk topik ini, kita tau ekspor Cina turun. Industri manufaktur turun. Mata uang Cina terpaksa dijaga stabil. Kita jg bs baca langkah2 pemerintah untuk mengatasi masalah.

Nah, kalo bs analisanya jgn berhenti di sini. Analisanya bisa dilanjutkan.

Beberapa udah analisa soal GDP:

  • Kalo pembangunan infrastruktur datang dari pemerintah = G naik.
  • G naik = pajak naik (karena pajak asalnya dana pemerintah).
  • Pajak yg naik = harga yg naik = C turun. Pikir ini dalam daily life kita. Kalo harga beras tiba2 naik karena pajak naik, kita otomatis beli beras lebih sedikit.

Analisa dgn asumsi ini bisa dilanjutin lg ke supply and demand:

  • Naiknya tax membuat supply curve untuk turun (bergerak ke kiri) >> liat slide ke 13 prsntasi pak Wija pertama
  • Harga equilibrium naik dan kuantitas turun

Dari sini kita bs pikir dari angle international trade. Turunnya kuantitas berarti kemungkinan besar adanya shortage. Salah satu cara mengatasi shortage adalah dengan membuka pintu untuk beras import. Efek jangka panjang impor adalah posibilitas untuk trade barrier, yg bs merugikan dunia.

Selain impor, bs jg dgn menaikkan lending (seperti yg diblg di artikel). Mungkin ngga sih pemerintah Cina memfokuskan lending terhadap perusahaan2 teknologi yg bisa membantu produksi beras? Menurut gw mgkn aja, toh Cina negara komunis yg semuanya state-oriented. Dengan teknologi yg bagus, supply curve akan kembali shift ke kanan, minimal mengembalikan level harga dan kuantitas ke equilibrium awal sebelum shortage.

Garry

Bernard Johnson

unread,
Feb 19, 2013, 3:00:53 AM2/19/13
to international-eco...@googlegroups.com
Terlampir materi kemarin.

Garry



On Wednesday, February 13, 2013 11:40:56 AM UTC+7, Bernard Johnson wrote:
Lecture_IntnlEcon_Wija_Garry.pptx
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages