Free Download E Book Otak Kanan Dan

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Gema Shisila

unread,
Jul 11, 2024, 7:06:05 AM7/11/24
to ininaris

Otak kiri dan otak kanan sama-sama berperan penting dalam mengatur seluruh fungsi tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa otak kiri lebih banyak digunakan untuk proses bepikir secara analitis, verbal, dan selaras. Sementara itu, otak kanan lebih dipakai untuk berpikir secara visual, intuitif, dan kreatif.

free download e book otak kanan dan


Download File https://vittuv.com/2yMLTx



Berdasarkan perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan, terdapat teori yang menyatakan bahwa seseorang memiliki kecenderungan untuk lebih memakai salah satu bagian otaknya. Dominasi salah satu bagian otak ini kemudian akan mempengaruhi kepribadian dan kemampuan seseorang.

Otak kiri dianggap lebih baik untuk mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan logika, bahasa, dan pemikiran analitis. Orang yang dominan menggunakan otak kiri biasanya dianggap lebih ahli dalam hal-hal berikut ini:

Ada banyak pendapat mengenai teori otak kiri dan otak kanan serta pengaruhnya terhadap kemampuan manusia. Teori tersebut menyatakan bahwa bagian otak kiri dan kanan mengontrol cara berpikir yang berbeda. Keduanya dapat menentukan karakteristik, kepribadian, bahkan pekerjaan yang tepat.

Penelitian yang ada juga tidak menemukan bukti kuat untuk mendukung teori dominan otak kiri dan otak kanan. Pasalnya, kedua sisi otak saling terhubung dalam menjalankan fungsinya karena otak kiri dan kanan saling berkoordinasi.

Penelitian tersebut membenarkan bahwa setiap bagian otak bisa lebih aktif ketika melakukan suatu hal. Misalnya, otak kanan bertugas untuk fokus mengikuti arahan, sedangkan otak kiri berperan menjalankan fungsi berbahasa. Meski demikian, hal ini bukan berarti satu sisi otak lebih dominan dan mempengaruhi kepribadian manusia.

Otak kiri dan otak kanan sama-sama berperan aktif dan penting bagi manusia. Oleh karena itu, akan lebih baik untuk memaksimalkan fungsi kedua otak secara sinergis daripada memilah-milah fungsinya secara terpisah.

Pada dasarnya memang otak kanan dan kiri memiliki perbedaan yang signifikan. Akan tetapi, bukan berarti keduanya adalah hal yang terpisahkan. Masing-masing memiliki peran yang berbeda dan saling bekerja sama dalam menjalankan fungsinya.

Menurut teori ini, otak kanan bertanggungjawab secara rawak, intuitif, holistik, menyatukan dan berfikir subjektif. Sedangkan otak kiri mempunyai peranan untuk berfikir secara logik, rasional, analitik dan objektif. Kebanyakan individu mempunyai pilihan yang berbeza untuk menggunakan salah satu gaya pemikiran ini. Jadi, seseorang mungkin lebih mungkin menggunakan otak kiri, dan yang lain mungkin lebih cenderung kepada otak kanan berdasarkan cara mereka menggunakan otak kanan dan otak kiri untuk menyelesaikan masalah.

Orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan cenderung menggunakan kreativiti untuk menyelesaikan masalah. Mereka lebih bergantung kepada gerak hati dan lebih cepat memahami gambaran keseluruhan keadaan. Intinya, orang yang menggunakan otak kanan banyak tidak berorientasikan detail.

Orang yang lebih dominan menggunakan otak kiri lebih suka alasan untuk segala-galanya. Mereka menggunakan logik rasional untuk mengenal pasti punca masalah, dan kemudian berfikir tentang bagaimana untuk mengatasinya. Intinya, orang yang berfikir menggunakan otak kiri adalah berorientasikan detail.

Perbezaan antara otak kanan dan fungsi otak kiri mula-mula dibuat sebagai usaha awal untuk mengenal pasti punca masalah pertuturan. Keputusan autopsi dari pesakit dengan gangguan ucapan yang teruk menunjukkan tumor besar di sebelah kiri otak. Tumor ini menyebabkan pesakit kehilangan keupayaan untuk berfikir secara logik, walaupun dia masih mempunyai kemampuan untuk bercakap. Kajian lanjut mendedahkan korelasi yang mendalam antara bidang aktiviti otak dan jenis tugas tertentu. Kawasan penyelidikan ini agak maju, kerana pemulihan dan rawatan kecederaan otak menjadi lebih penting.

Anda mungkin pernah mendengar atau membaca mengenai otak kanan atau otak kiri. Dalam sebuah konsep yang populer di masyarakat, orang yang dominan otak kanan cenderung lebih kreatif, sedangkan yang dominan otak kiri cenderung lebih analitis dan berpikiran logis. Benarkah demikian? Lalu, apa fungsi dan perbedaaan dari otak kanan dan kiri? Berikut penjelasannya.

Otak merupakan organ vital dan kompleks yang mengontrol semua sistem tubuh manusia, mulai dari pikiran, ingatan, ucapan, perasaan, penglihatan, pendengaran, gerakan lengan dan kaki, hingga fungsi organ lainnya di dalam tubuh. Bagian dari sistem saraf ini terdiri dari 100 miliar neuron atau sel otak dengan berat mencapai 3 pon atau setara dengan 1,3 kg pada orang dewasa.

Jika Anda melihat anatomi otak lebih jauh, organ ini terbagi menjadi dua bagian, atau yang disebut dengan hemisfer otak. Secara umum, otak sisi kanan atau hemisfer kanan mengendalikan sisi kiri tubuh Anda dan otak sisi kiri atau hemisfer kiri mengendalikan sisi kanan tubuh Anda.

Meskipun kedua bagian otak manusia tampak mirip, tetapi fungsinya berbeda. Perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri ini pertama kali diungkapkan oleh pemenang Nobel Prize, Roger W. Sperry, lewat penelitiannya pada tahun 1960-an. Lebih lanjut, berikut adalah perbedaan fungsi kedua bagian otak tersebut:

Pada kebanyakan orang, belahan otak kiri memiliki fungsi untuk mengatur bahasa, penalaran, dan kemampuan berbicara. Bagian otak ini kerap dikatikan dengan hal-hal logis, fakta, angka-angka (matematika), hingga analisis.

Jika otak sisi kiri Anda mengalami cedera, kemampuan bicara dan gerakan di sisi kanan tubuh Anda umumnya akan terpengaruh. Hal ini dapat diamati pada seseorang yang mengalami kerusakan otak bagian kiri, seperti stroke, yang kerap menyebabkan kesulitan pada produksi bahasa atau disebut afasia. Adapun kerusakan serupa pada belakan otak kanan jauh lebih kecil kemungkinannya menyebabkan afasia.

Sementara itu, otak sisi kanan memainkan peran besar dalam menafsirkan informasi visual dan spasial. Sebagai contoh, sisi otak kanan Anda terlibat saat Anda membuat peta atau memberikan petunjuk arah ke terminal bus terdekat.

Bagian otak kanan ini pun umumnya terkait dengan imajinasi, seni, kreativitas, mengekspresikan emosi, pengenalan wajah, dan musik. Oleh karena itu, seseorang yang dominan menggunakan otak kanan cenderung menjadi pemikir yang bebas dan kreatif.

Meski demikian, dilansir dari American Association of Neurological Surgeons, pada sekitar sepertiga orang yang kidal, fungsi bicara mungkin terletak di sisi kanan otak. Adapun jika cedera otak terjadi di sisi kanan otak, gerakan lengan dan kaki kiri, penglihatan di kiri, dan/atau pendengaran di telinga kiri mungkin terpengaruh.

Hal ini juga mempermudah otak untuk melakukan beberapa tugas secara bersamaan (multitasking). Sebagai contoh, satu bagian otak berperan untuk berbicara, lalu bagian lain berperan dalam mengenali wajah, tempat, benda, dan menjaga keseimbangan Anda.

Selain itu, ada juga keuntungan lain dari pembagian dua sisi otak. Sebagai contoh, penelitian pada manusia juga memperkirakan bahwa pembagian otak tersebut bermanfaat bagi pengembangan keterampilan kognitif, termasuk memengaruhi IQ, kefasihan berbicara, dan kemampuan membaca.

Penting untuk diketahui bahwa meskipun otak terbagi menjadi beberapa bagian, selalu terdapat komunikasi yang konstan di antara seluruh bagian otak. Semua bagian otak yang bekerja selaras satu sama lain inilah yang memungkinkan Anda merasakan kehidupan seperti sekarang, yaitu dapat melakukan segala fungsi secara bersamaan.

Kedua sisi otak terhubung oleh sekelompok serat saraf yang disebut corpus callosum, yang memungkinkan Anda untuk memproses dan membagi data secara efisien antara berbagai bagian otak. Apabila kedua sisi otak tidak saling terhubung, maka akan terjadi gangguan dalam proses perpindahan informasi di otak yang akan berdampak pada gangguan kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, seseorang tidak akan dapat menyebutkan nama suatu benda di tangannya meskipun ia dapat mengenali benda tersebut. Hal ini disebabkan karena informasi pengenalan benda yang berasal dari otak sisi kanan tidak dapat berpindah ke otak sisi kiri yang berperan dalam fungsi berbahasa. Dengan demikian, ia hanya akan dapat mengenali benda tersebut, tetapi tidak dapat menyebutkan nama bendanya.

Emma Karlsson does not work for, consult, own shares in or receive funding from any company or organisation that would benefit from this article, and has disclosed no relevant affiliations beyond their academic appointment.

Jadi mengapa orang bisa kidal? Sejujurnya, kami juga tidak sepenuhnya memahami. Apa yang kami ketahui adalah populasi orang kidal hanya sekitar 10% dari populasi dunia - tapi ini tidak terbagi rata menurut jenis kelamin.

Tapi pertanyaan yang menarik adalah mengapa kita tidak kidal secara kebetulan? Mengapa tidak terbagi 50:50? Ini bukan karena arah kita menulis, karena kidal akan dominan di negara-negara yang cara penulisan bahasanya dari kanan ke kiri, bukan itu masalahnya. Bahkan secara genetik ini juga aneh - hanya sekitar 25% orang kidal yang kedua orang tuanya kidal.

Kidal telah dikaitkan dengan macam-macam hal buruk, seperti kesehatan yang buruk dan kematian dini - tapi tidak satu pun yang benar. Yang terakhir ini banyak dijelaskan oleh generasi tua, mereka dipaksa untuk pindah tangan dan menggunakan tangan kanan mereka. Dengan ini, sepertinya ada lebih sedikit orang kidal pada masa lalu. Kaitan yang pertama, meski bisa menjadi berita yang menarik, tetaplah salah.

Memang benar, bagaimana pun, bahwa otak sebelah kanan mengendalikan sisi kiri tubuh, dan otak sebelah kiri mengendalikan sisi kanan - dan bahwa belahan otak memang memiliki spesialisasi masing-masing.

Kenyataannya, asumsi ini, ditambah pengakuan bahwa sedikit orang kidal memiliki dominasi otak kanan untuk bahasa, membuat mereka diabaikan - atau lebih buruk, dihindari secara aktif - dalam banyak penelitian terhadap otak, karena peneliti berasumsi bahwa, sama seperti bahasa, semua asimetri lainnya akan berkurang.

Bagaimana beberapa fungsi yang terlateralisasi (terkhususkan) dalam otak dapat benar-benar mempengaruhi cara kita memandang sesuatu. Kami mempelajarinya dengan menggunakan tes persepsi sederhana. Sebagai contoh, dalam penelitian baru-baru ini, kami mempresentasikan gambar wajah yang sudah dirancang untuk menunjukkan setengah wajah dengan satu emosi dan setengah lainnya dengan emosi yang berbeda, untuk sejumlah besar orang kidal dan bertangan kanan.

b1e95dc632
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages