JAKARTA: Operator angkutan barang dan peti kemas mengeluhkan semakin
lamanya waktu tunggu pelayanan bongkar muat peti kemas dari container
yard (CY) ke atas truk maupun sebaliknya di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sebelumnya waktu tunggu hanya 1-2 jam setiap truk tetapi kini rata-rata bisa lebih dari 3-6 jam.
Gemilang Tarigan, Ketua Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel)
DKI Jakarta mengatakan lamanya waktu tunggu tersebut mengakibatkan
antrean panjang di gate terminal konvensional maupun ocean going,
termasuk di terminal JICT dan TPK Koja terhadap layanan peti kemas isi.
"Kalau untuk peti kemas empty, waktu tunggu pelayanan bisa dibawah 2
jam, tetapi itu pun jika tidak ada kegiatan bongkar muat kapal di
dermaga," ujarnya, Senin (7/1/2013).
Dia mengatakan hal itu berdasarkan keluhan dan masukan pengusaha
angkutan barang dan peti kemas anggota Organda yang beroperasi di
Pelabuhan Tanjung Priok.
Kondisi tersebut, kata dia juga di perparah dengan kemacetan akses
distribusi di luar pelabuhan sehingga waktu tempuh angkutan (pulang
pergi) dari dan ke pabrik semakin lama yang akhirnya menurunkan ritase
angkutan lebih dari 50% dari sebelumnya.
Gemilang menyakini, lamanya waktu tunggu pelayanan bongkar muat peti
kemas isi dari dan ke truk di pelabuhan tersebut dikarenakan minimnya
fasilitas alat bongkar muat sedangkan volumen arus peti kemas terus
bertambah.
"Pertumbuhan volume itu yang tidak di barengi dengan penambahan alat atau crane bongkar muat di pelabuhan," paparnya. (ra)
Sumber :
http://www.bisnis.com/articles/tanjung-priok-layanan-bongkar-muat-makin-lama