Buku Transmisi Daya Listrik Pdf

0 views
Skip to first unread message

Amatista Sheeley

unread,
Aug 4, 2024, 4:29:07 PM8/4/24
to indapneres
SUTTSaluran Udara Tegangan Tinggi) adalah jaringan transmisi tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik bertegangan tinggi 30 KV sampai 150 KV, proses penyaluran tenaga listrik menggunakan menara sebagai tiang penyangga kawat penghantar (bare conductor) di udara, pada penggunaannya kaki menara memerlukan pengaman yang berfungsi untuk membackup apabila terjadi gangguan, salah satu pengaman pada SUTT adalah dengan sistem pentanahan, guna melindungi bahaya arus listrik terhadap manusia, peralatan dan bangunan.

Sistem pentanahan yang digunakan pada kaki menara menggunakan elektroda batang yang ditanam dalam kedalaman tertentu. Penelitian yang dilakukan adalah membandingkan nilai pengukuran yang nilainya besar dengan analisa perhitungan berdasarkan spesifikasi bahan pentanahan.


Perbedaan nilai tahanan pentanahan diakibatkan oleh beberapa hal seperti jenis tanah, spesifikasi elektroda yang digunakan, kelembaban disekitar kaki menara. Pengaruh nilai yang paling besar yaitu dari nilai kadar air pada tanah disekitar kaki menara. Analisa perhitungan pada tanah sawah 5,99Ω dan pada tanah ladang 16,49Ω kemudian dilakukan analisa perbaikan didapatkan hasil pada tanah sawah dengan nilai 2,76Ω dan pada tanah ladang 7,86Ω.


Tujuan pembangunan ketenagalistrikan adalah menjamin ketersediaan (availlibity) tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, dan harga yang wajar (affordability) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (accesability dan sustainability)


Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Pelatihan Teknis Sistem Transmisi Tenaga Listrik (Sistem Distance Learning) pada tanggal, 27 sampai dengan 28 Desember 2021 secara online melalui aplikasi zoom.


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Koordinator Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM Elin Lindiasari mewakili Kepala PPSDM KEBTKE Laode Sulaeman, tujuan pelatihan ini untuk menghasilkan tenaga teknik yang kompeten di bidang transmisi tenaga listrik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, jelas Elin


Materi pelatihan yang disampaikan terdiri dari Regulasi Ketenagalistrikan, Gardu Induk, Jaringan Transmisi Tenaga Listrik, sebagai pengajar Ir. Arief Indarto, M.M., Agus Yulianto, S.T., M.K.K.K., Dr. Didik Hadiyanto, S.T., M.Eng. Widyaiswara dari PPSDM KEBTKE, ungkap Elin


PT PLN (Persero) AP2B (Area Penyaluran dan Pengatur Beban) Sistem Kalsel-Teng adalah salah satu unit pelaksana PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yaitu sebuah organisasi PLN yang berfungsi sebagai pusat pengatur sistem tenaga listrik. Penyaluran energi listrik melalui tower saluran transmisi (SUTT). Proses pencatatan dan pencarian tata letak Tower SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih menggunakan Microsoft Excel dan belum ada aplikasi yang dapat menyimpan database dan juga pencarian tata letak dengan menggunakan titik koordinat masing-masing lokasi. Dengan membangun sebuah Sistem Informasi Geografis yang membantu Pegawai mendapatkan informasi lokasi Tower SUTT. Sistem Informasi Geografis Tower SUTT dibangun berbasis web menggunakan PHP dengan bantuan Google Maps. Pengujian sistem yang dilakukan dalam pembangunan perangkat lunak ini menggunakan pengujian Black Box. Darihasil pengujian diperoleh hasil valid untuk semua fungsi dalam system.


Ia menambahkan bahwa sistem tenaga listrik Jawa Bali (SJB) merupakan sistem interkoneksi terbesar di Indonesia meliputi 238 unit pembangkit dengan 33.481 megawatt daya mampu netto dan 22.220 kms saluran transmisi bertegangan 70kV, 150kV, dan 500kV.


Blackout atau pemadaman listrik besar-besaran yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, termasuk Lampung, adalah peristiwa luar biasa yang disebabkan oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Gangguan ini menyebabkan dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, dampak, dan solusi untuk mengatasi masalah blackout listrik dari sisi kajian akademis dan tanpa menyinggung ataupun menyalahkan pelbagai pihak.


Kasus di Provinsi Lampung menurut saya dari sisi pemeliharaan yang tepat dan teratur sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan besar seperti ini. Pembangkit tenaga listrik yang ada di Lampung sudah cukup memenuhi beban puncak di Provinsi Lampung itu sendiri. Namun, beberapa jenis pembangkit memang merespon dengan lambat atau membutuhkan waktu untuk meningkatkan outputnya, seperti pembangkit jenis PLTU. Sistem pengendalian dan pengaturan beban mungkin tidak dirancang untuk dengan cepat mengalihkan pasokan listrik dari pembangkit lokal ke jaringan yang lebih luas. Dibutuhkan percepatan program transmisi 275 KV dengan pembangkit-pembangkit mini tersebar untuk membantu menopang sebagian daerah yang masih belum teraliri listrik. Selain itu, peremajaan beberapa aset PLN mulai dari area pembangkitan, transmisi, dan distribusi, serta respon terhadap teknologi baru dalam modernisasi perangkat yang bertugas sebagai tulang punggung kelistrikan sangat diperlukan. Langkah-langkah seperti menambah kapasitas gardu induk dan mengembangkan fasilitas penyimpanan energi seperti baterai besar untuk menyimpan surplus energi dan melepaskannya saat dibutuhkan dapat menjadi solusi.


Pemulihan dari blackout listrik tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat karena beberapa alasan teknis dan operasional yang kompleks. Identifikasi penyebab gangguan, terutama pada saluran transmisi yang lebih kompleks, membutuhkan waktu. Sistem kelistrikan terdiri dari banyak komponen yang saling berhubungan, dan gangguan pada satu bagian bisa mempengaruhi bagian lainnya. Blackout berdampak pada semua sektor Pemerintahan, termasuk rumah sakit, pendidikan, UMKM, manufaktur, ritel, perkantoran, dan terutama sektor telekomunikasi yang sangat bergantung pada energi listrik. Kerugian terjadi pada berbagai sektor ini, mengganggu operasional dan menyebabkan kerugian finansial yang cukup signifikan biarpun terjadi dalam kurang dari 24 jam. Namun, ada juga beberapa pihak yang diuntungkan, seperti penjualan genset dan bisnis hotel serta tempat-tempat makan yang menggunakan genset sebagai suplai cadangan kelistrikan juga menjadi perhatian saya saat berjalan keliling kota Bandar Lampung sekitar pukul 20.00-22.00 WIB dikarenakan masyarakat sangat mengerti bahwa energi listrik sudah merupakan kebutuhan primer.


Bagi saya PLN telah melakukan langkah yang tepat dengan melakukan penormalan kelistrikan area distribusi secara bertahap untuk menghindari lonjakan beban yang bisa menyebabkan gangguan tambahan. Proses ini, meskipun memakan waktu yang cukup lama, penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan sistem kelistrikan. Untuk mengatasi dan mencegah terulangnya kejadian serupa, diperlukan perbaikan dan peningkatan sistem kelistrikan, termasuk pemeliharaan rutin, percepatan program transmisi, pengembangan fasilitas penyimpanan energi, dan modernisasi perangkat kelistrikan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sistem kelistrikan dapat menjadi lebih stabil dan andal, serta mampu merespon dengan cepat terhadap gangguan yang terjadi. Untuk rekan-rekan PLN di lapangan ataupun yang terlibat langsung dalam pemenuhan kondisi optimal dan normal dalam kondisi blackout kelistrikan Pulau Sumatera kami doakan agar selalu semangat bekerja dan selalu memberikan informasi terupdate, apabila dibutuhkan investasi dalam modernisasi pembangkit listrik yang ada untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensinya. Atau teknologi terbaru lebih mampu merespon dengan cepat terhadap perubahan beban dan perangkat-perangkat perlu diganti oleh manajemen sampaikan kepada kami masyarakat. Sehingga kita semua masyarakat dapat menikmati listrik yang ekonomis, layak dan andal untuk menggerakkan roda perekonomian.


Komunikasi menggunakan teknologi Internet hampir menjadi kebutuhan primer setiap orang di Indonesia. Perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat menyebabkan perubahan pola sistem jaringan menjadi semakin efisien. Awal mula teknologi Internet (interconnection-networking) hanya untuk menghubungkan jaringan antar komputer berbasis Internet Protocol (IP) sebagai protokol pertukaran paket data (packet switching communication protocol). Pada perkembangannya untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia dibuatlah rangkaian Internet yang terbesar yang kemudian dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (antar jaringan). Artikel ini akan membahas penggunaan teknologi sistem jaringan Internet di Indonesia.


Satelit merupakan salah satu medium yang digunakan dalam transmisi komunikasi. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan dari satu titik ke titik lainnya di atas bumi. Pada umumnya digunakan jenis satelit Geostasioner, yang mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.


Sistem transmisi data dengan jaringan satelit juga disebut dengan VSAT (Very Small Aperture Terminal). Sebenarnya VSAT merupakan stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Oleh karena itu piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit Geostasioner.


Keunggulan VSAT yakni mecakup jangkauan terjauh, dapat mencapai setengah permukaan bumi karena menggunakan relay dari satelit. Adapun kekurangannya antara lain koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca, memakan tempat (piringan/parabola), mempunyai tingkat hambatan (latency) yang lebih tinggi dibanding kabel dan akibat jarak antara satelit dan bumi yang relatif jauh mengakibatkan adanya delay propagansi yang signifikan.


Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, istilah Wi-Fi dalam bahasa Inggris ber-sinonim dengan WLAN (wireless local area network). Oleh karenanya Wi-Fi dikenal juga dengan cara terhubung dengan Internet menggunakan titik akses (hotspot) terdekat. Titik akses tersebut biasanya terhubung dengan BTS (Base Transciever Station) yang merupakan tower penguat pemancar sinyal seluler.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages