Halo pak Dedi,
benar, saya dari AIFDR (Australia - Indonesia Facility for Disaster Reduction). posisi saya sebagai GIS officer. Untuk informasi profil dan program, silakan dilihat di web aifdr :
www.aifdr.org
InaSAFE sendiri merupakan plugin yang dibangun di dalam software sistem informasi geografis (QGIS). fungsinya, untuk membantu rekan-rekan dari BNPB / BPBD / penanggung jawab pelaksanaan kegiatan penanggulanan bencana dalam mengestimasi seberapa besar dampak dari suatu bencana terhadap jumlah penduduk, bangunan (rumah), juga jaringan jalan yang mungkin akan ditutup ketika terjadi bencana. prinsipnya, InaSAFE menggabungkan (overlay) dua informasi data spasial berupa data ancaman bencana (hazard) dan data keterpaparan (exposure) di daerah yang ingin diamati untuk dihitung seberapa besar kemungkinan dampak bencananya.
sebagai informasi : selama ini untuk menggabungkan analisis kedua data tsb (hazard + exposure) secara manual menggunakan software sistem informasi geografis seperti QGIS, ArcMap, ArcView, dll membutuhkan keterampilan yang cukup spesial. sehingga dibuatlah plugin InaSAFE ini di bawah platform QGIS untuk mempermudah dan mempercepat perhitungan analisisnya. InaSAFE adalah plugin open source; gratis, terbuka, dan dinamis. demikian juga dengan QGIS.
InaSAFE sendiri juga banyak berperan serta dalam membantu pemerintah dan masyarakat serta komunitas-komunitas dalam mengatasi banjir (DKI Jakarta, Bengawan Solo, Manado, dll); gunung meletus (Sinabung, Merapi, Kelud, dll); tsunami (Aceh, Padang, Mentawai, Palu, Maumere, dll); gempa (Padang, Aceh, Jawa barat, Bantul, dll); saat ini kami juga mengembangkan untuk analisis sebaran abu vulkanik, dan sudah digunakan juga untuk membantu BNPB dalam kasus gunung sangeang api pada Mei - Juni 2014 lalu.
untuk informasi lengkap mengenai InaSAFE sendiri (tersedia juga tutorialnya) bisa dilihat di web :
http://inasafe.org/
salam,