Dari Sujud ke Sujud adalah serial televisi Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan 25 Juli 2011 pukul di RCTI berdasarkan novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy. Serial ini disutradarai oleh Chaerul Umam dan dibintangi oleh Marshanda, Asmirandah dan Dude Harlino.
Pesantren Daarul Qur`an, Wangen, Polanharjo, Klaten, masih dalam asuhan Ustadz Abdullah Khairul Azzam dan istrinya Anna Althafunnisa. Karena Kyai Luthfi, ayahanda Anna, masih menginginkan hidup beribadah di samping Masjidil Haram. 0
Suatu hari, Pesantren Daarul Qur`an kedatangan seorang gadis yang tampak begitu ketakutan. Ia minta perlindungan kepada pesantren dari orangtuanya. Gadis itu bernama Shofia. Shofia lari dari rumahnya karena ia dinikahkan secara paksa tanpa sepengetahuannya dengan pemuda yang menurut orang tuanya adalah baik, yaitu Niam.
Pesantren menampung Shofia, sambil mencari klarifikasi apa terjadi pada Shofia. Jika benar Shofia dinikahkan secara paksa, maka pesantren berkewajiban meluruskannya. Sebab praktik seperti itu tidak dibenarkan oleh Islam.
Ternyata benar, Shofia dinikahkan secara paksa. Bahkan Shofia dinikahkan begitu saja tanpa Shofia tahu dirinya telah dinikahkan. Tujuan orang tua Shofia sebenarnya baik, yaitu menyelamatkan Shofia dari pemuda berandalan bernama Niko yang menjadi pacar Shofia. Setelah dinasihati berkali-kali dan diingatkan bahwa Niko pemuda tidak baik, Shofia tetap memilih Niko sebagai pacarnya. Ayah Shofia, Pak Sunar, menggunakan caranya yaitu dinikahkan dengan paksa.
Shofia dijemput paksa dari pesantren. Dan pesantren merasa tidak punya hak menahannya ketika orang tuanya meminta. Shofia dibawa oleh orang tuanya ke rumah suami Shofia yaitu Niam. Shofia tetap menolak itu semua dengan cara ia berpura-pura gila sehingga mempermalukan keluarga Niam. Keluarga besar Niam melihat Shofia tidak layak dijadikan istri Niam yang baik dan cerdas. Mereka meminta Niam melupakan Shofia. Tetapi Niam berpikiran lain, ia melihat Shofia berpura-pura gila, tidak gila. Iajuga merasa harga dirinya telah diinjak-injak oleh Shofia. Maka ia bertekad untuk menaklukkan Shofia.
Niam menganggap perilaku Shofia yang pura-pura gila atau gila itu karena ulah pesantren. Niam menuduh pesantren telah mencuci otak Shofia. Azzam dan Anna menolak tuduhan itu. Tetapi Niam bersikeras hendak membawamasalah itu yang berwajib. Azzam tidak gentar.
Dalam kondisi gila, Shofia lari menemui Niko, pacarnya. Kepada pacarnya ia minta perlindungan. Oleh Niko hal itu dijadikan kesempatan untuk menodai Shofia. Shofia sama sekali tidak mengerti bahwa ia menyerahkan dirinya kepada Srigala yang siap memansanya.
Selain masalah Shofia, Azzam dan Anna juga diuji oleh masalah rumah tangga mereka sendiri. Anna yang hamil tua harus melahirkan bayinya secara premature akibat Azzam mencoba menghindari menabrak seseorang yang naik motor dengan ngawur. Azzam mengerem mendadak yang membuat Anna mengalami pendarahan. Bayi itu lahir prematur dan akhirnya tidak terselamatkan.
Anna sempat mengalami guncangan. Azzam sebagai suami berusaha sekuat tenaga menjaga kenyamanan perasaan dan jiwa Anna. Tak lama kemudian, Azzam mendapat ujian hebat. Bisnis ekspor mebelnya ke Australia mengalami masalah. Ia kena mengalami kerugian besar dan kena denda yang tidak kecil dari pihak Australia. Rumah Kyai Luthfi bahkan terancam disita oleh pihak bank.
Pada saat yang sama, rumah tangga adiknya yaitu Husna mengalami guncangan hebat. Ilyas sempat mentalak Husna. Azzam harus menyelamatkan rumah tangga adiknya sebab Husna dan Ilyas adalah dua pengajar di pesantren yang sangat dihormati masyarakat. Azzam tidak mau keluarga mereka roboh dan jadi contoh tidak baik bagi masyarakat. Husna dan Ilyas belum mengetahui bahwa Azzam adalah sepupu dari Yusuf.
Repotnya masalah Husna dan Ilyas ini sangat rumit. Kedua-duanya orang yang baik. Keadaanlah yang membuat ujian mereka berat. Husna dinikahi Ilyas dalam kondisi sakit jantung, bahkan jantung yang dipakai Husna adalah jantung buatan. Awalnya Husna tidak mau, tetapi Ilyas memaksa. Akhirnya mereka menikah. Yusuf menginginkan ilyas untuk tidak memaksa.
Dalam perkembangannya, Ilyas kehabisan dana untuk merawat Husna. Bahkan Ilyas sudah menjual tanah milik orang tuanya demi pengobatan Husna. Sementara Azzam sendiri sedang kesulitan keuangan. Ibu Ilyas tidak tega melihat penderitaan Ilyas. Sampai sang ibu meminta menceraikan Husna saja.
Ilyas tidak bisa menceraikan Husna, sebab Husna tidak salah. Ibunya bilang, jika ia tidak menceraikan Husna, maka ia bisa menjual rumah untuk pengobatan Husna. Sang ibu akhirnya meminta Ilyas memilih dia atau Husna. Pada saat itu Husna mendengar. Ia tidak mau Ilyas bingung memilih maka ia pergi ke rumah Azzam. Saat Husna di rumah Azzam, Ilyas meminta agar pulang. Kalau tidak mau, sampai shubuh tidak pulang, maka talaknya jatuh. Husna minta dijemput. Ilyas yang emosi minta Husna datang sendiri. Keduanya sama-sama emosi. Sampai shubuh tiba, Husna belum pulang. Maka talak telah jatuh. Ilyas menyesal. Ia hendak rujuk, tetapi ibunya tidak setuju.
Pada saat yang sama, seorang gadis ditolong oleh Ilyas. Gadis itu sudah sekarat di jalan di waktu malam di tengah hujan. Ilyas membawa ke rumah sakit bahkan mendonorkan darahnya untuk gadis itu. Ternyata gadis itu adalah korban pemerkosaan, pelakunya adalah Niko. Gadis itu sesungguhnya adalah dokter yang ditugaskan untuk bertugas di PUSKESTREN (Pusat Kesehatan Pesantren) Daarul Qur`an.
Repotnya setelah gadis itu sadar, ia tidak mau kasus yang menimpa dirinya dilaporkan kepada yang berwajib. Ia juga tidak mau diketahui keluarganya. Ia tidak mau aibnya tersebar. Ilyas menitipkan gadis bernama Vivi itu kepada buliknya, Nurlela. Kepada Nurlela, Ilyas minta agar dijelaskan kepada gadis itu bahwa ia sudah punya keluarga, tetapi Nurlela tidak menjelaskannya. Karena melihat gadis itu masih sering trauma dan merasa aman dan merasa percaya hanya kepada Ilyas.
Sampai akhirnya gadis itu kembali pulih dan bertugas sebagai dokter. Hingga gadis itu bertanya apakah Ilyas berkenan untuk menikahinya. Sebab perhatian Ilyas dan buliknya ia anggap memberikan harapan. Ilyas kaget. Itu terjadi saat hubungan dirinya dengan Husna sedang tidak baik, sampai menceraikan Husna.
Di tengah pelbagai masalah yang mendera pesantren. Pesantren Daarul Qur`an juga mendapat tantangan tidak ringan dari seorang bernama Haji Samingan yang mengaku dirinya sebagai ulama besar. Ia sering membuat resah masyarakat dengan fatwa-fatwanya yang menyesatkan. Misalnya salat tidak perlu wudhu. Bahkan shalat itu tidak perlu karena hanya akan membuat orang celaka. Juga daging anjing dan ular itu halal dsb.
ANALISIS PSIKOLOGI WANITA DALAM NOVEL SUJUD NISA DI KAKI TAHAJJUD-SUBUH KARYA KARTINI NAINGGOLAN; Ahmad Faiz Ali Perdana; 090110201014; 67 halaman; Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.
Psikologi akan berusaha menjelaskan tentang keberadaan pribadi manusia termasuk wanita. Kartono (1992:3) mengutarakan bahwa, wanita memiliki dunia kepribadian yang berbeda dengan laki-laki. Dunia wanita mempunyai skema dasar dan struktur dasar tertentu dari tingkah laku wanita itu sendiri. Dunia kepribadian wanita itu menampilkan diri sebagai dunia yang memelihara, sebagai besorgendwel, sedangkan dunia laki-laki banyak dicirikan dengan dunia kerja, penaklukan, ekspansi, dan agresivitas.
Analisis yang digunakan dalam mengkaji novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh Karya Kartini Nainggolan menggunakan dua analisis, yaitu analisis struktural dan analisis pragmatik. Analisis struktural tersebut meliputi judul, tema, penokohan dan perwatakan, latar, serta konflik. Analisis pragmatik meliputi pribadi wanita dan sifat khasnya, kepribadian gadis puber, pribadi gadis adolesensi, titik patah dan fungsi revisi.
Judul novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh menunjukkan objek yang dikemukakan dalam suatu cerita. Tema mayor adalah persoalan yang menonjol. Tema mayor dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh Karya Kartini Nainggolan adalah cobaan yang diatasi dengan hati yang ikhlas akan menumbuhkan kebahagiaan. Tema mayor ini didukung oleh tema-tema minor yaitu dukungan orang tua menjadi faktor keberhasilan anak, kasih sayang seorang teman dalam keadaan suka maupun duka, dan ketulusan dapat memberikan kebahagiaan. Tema-tema minor tersebut mendukung tema mayor yang menjadi pijakan dasar penceritaan.
Tokoh utama dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh karya Kartini Nainggolan yaitu Nisa. Nisa merupakan tokoh yang memiliki watak bulat (round character) karena mengalami perubahan watak dari awal cerita sampai akhir cerita. Tokoh bawahan adalah Bapak, Ibu, Ais, dan Irsyad. Bapak, Ibu, dan Irsyad memiliki watak datar (flat character) karena tidak mengalami perubahan watak dari awal sampai akhir cerita. Sedangkan Ais memiliki watak bulat (round character).
Konflik yang terjadi dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh karya Kartini Nainggolan meliputi konflik fisik dan konflik batin. Konflik fisik terjadi antara Nisa dengan teman-teman kampus. Konflik fisik juga terjadi antara Nisa dengan alam. Konflik batin terjadi antara Nisa dengan kata hatinya. Konflik fisik maupun konflik batin yang digambarkan oleh pengarang telah mewujudkan cerita yang dramatis.
Latar dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh karya Kartini Nainggolan meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh karya Kartini Nainggolan yaitu kamar, kampus, kost, dan IGD. Latar waktu terjadi pada siang hari di rumah Nisa saat berbincang-bincang santai dengan Ibu, Pagi hari pukul tiga lebih empat puluh lima menit dengan suasana masih gelap dan udara yang sejuk, dan sabtu pagi saat akad nikah Nisa sedang berlangsung. Latar sosial yang terjadi yaitu kehidupan sosial Nisa di kampung dan kehidupan sosial Nisa di kota besar.
Analisis pragmatik ditekankan pada kajian psikologi wanita meliputi pribadi wanita dan sifat khasnya, pribadi gadis puber, pribadi gadis adolesensi, dan titik patah dan fungsi revisi. Karena aspek-aspek tersebut dominan dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh. Kajian psikologi wanita tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.
b37509886e