Ikterus Neonatorum Jurnal

0 views
Skip to first unread message

Jennifer Downey

unread,
Aug 5, 2024, 1:11:36 PM8/5/24
to ilharrottba
Pentingnyapemberian ASI sedini mungkin pada bayi agar mendapatkan kolostrum yang dapat mengeluarkan mekonium dengan bilirubin tinggi bersama BAB. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan waktu pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan kohort, populasi sebanyak 50 BBL yang diamati hingga berusia 8 hari, menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 40 bayi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi derajat ikterus berdasarkan Kremer, data dianalisa dengan uji Koefisien Korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan=0.05. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah sampel (45%) mendapatkan ASI pertama pada 1-6jam, 40% diberikan ASI pertama pada 6 jam. Hampir seluruhnya (77.5%) tidak mengalami ikterus, 2.5% mengalami ikterus derajat I, 12.5% rmengalami ikterus derajat II dan 7.5% mengalami ikterus derajat III. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.004 Abstrak: Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami bayi adalah ikterus neonatorum yaitu suatu kondisi dimana kadar bilirubin lebih dari 10 mg %. Berdasarkan data rekam medik RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung jumlah neonatal yang mengalami ikterus sebesar 228 kasus (23,1%) dari 984 bayi yang bermasalah. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus pada neonatus. Jenis penelitian kuantitatif melalui rancangan penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian seluruh neonatus lahir hidup 0-28 hari sebesar 3032 neonatus dengan rata-rata ikterus perbulan sebesar 33 neonatus, besar sampel dengan perbandingan satu berbanding satu sehingga didapapat 33 kasus dan 33 kontrol, teknik sampling accidental sampling. Analisa data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil uji chi square didapat ada hubungan inkompatibilitas ABO dengan p value = 0,001 (p kurang dari 0,05), OR = 7,188, ada hubungan obat-obatan dengan p value = 0,012 (p kurang dari 0,05), OR = 4,241, ada hubungan kecukupan ASI (p value = 0,006 kurang dari 0,05), OR = 5,041, ada hubungan kejadian infeksi (p value = 0,013 kurang dari 0,05), OR = 4,103 dengan kejadian ikterus. Hasil uji regresi logistik berganda didapat variabel inkompatibilitas ABO yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ikterus pada neonatus (p value = 0,001), OR = 41,167. Diharapkan bagi PUS dalam merencanakan program kehamilan agar memeriksakan golongan darah, ibu hamil tidak mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter terutama golongan obat ifluenza, antibiotik dan malaria serta teratur melakukan suntik TT dengan teratur dan menjaga kebersihan vulva hygiene.

Abstract: One of the problems of health problems that are often experienced by babies are neonatal icterus that is a condition in which bilirubin levels more than 10 mg%. Based on the data from medical records of dr. H. Abdul Moeloek Hospital of Lampung Province, the number of neonatal icterus are 228 cases (23.1%) out of 984 infants with problems. The purpose of this research is to find out the factors associated with the occurence of neonatal icterus. This is a analitic quantitative research with case control approach as the analytical research design. The population are icterus cases/month which are 33 people and population control are 66 people. Samples are calculated with ratio of 1:1, therefore there are 33 cases and 33 controls by using accidental sampling as the sampling technique. The data are analyzed using univariate, bivariate and multivariate analyzes.The result of chi-square test shows that there is an ABO incompatibility relationship with the occurence of neonatal icterus (p value = 0.001 less than 0.05), OR = 7.188, there is a relationship between the drugs and the occurence of icterus in neonates (p value = 0.012 less than 0.05), OR = 4.241, there is a relationship between the sufficient breastfeeding with the occurence of icterus in neonates (p value = 0.006 less than 0.05), OR = 5.041, there is a relationshipbetween infection in neonates with the occurence of icterus in neonates (p value = 0.013 less than 0.05), OR = 4.103. The results of multiple logistic regression test shows that the ABO incompatibility is the most dominant variables related to the occurence of icterus in neonates (p value = 0.001), OR = 41.167. It is expected for pregnant women and their husbands to perform blood type before giving birth, not taking drugs without prescription especially ifluenza, antibiotics, and antimalaria drugs, mothers should directly breastfeeding the newborns, and take TT injections regularly.


Hafizah & Imelda. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia di ruang neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Dalam www.docjournal.pdf.com diakses tanggal 22 April 2014


Khairunnisak. (2013). Hubungan pemberian ASI dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir 0 - 7 hari di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. www.docjournal.pdf.com diakses tanggal 22 April 2014


Rahardjani., Kamilah, Budhi. (2008). Kadar bilirubin neonatus dengan dan tanpa defisiensi glucose phosphate dehydrogenase yang mengalami atau tidak mengalami infeksi di Perawatan Bayi Risiko Tinggi (PBRT) RSUP Dr. Kariadi (RSDK) Semarang. Dalam www.saripediatri.idai.or.id com diakses tanggal 21 April 2014


Background: Neonates are prone to hyperbilirubinemia or jaundice due to the immaturity of various organ systems and complications at birth. Immature organ systems occur primarily in preterm babies and babies with low birth weight (LBW). The incidence of hyperbilirubinemia is about 60% among term neonates and is higher in preterm neonates. This study aimed to determine the characteristics of neonates with hyperbilirubinemia.


Methods: This study used a cross sectional research design. Samples were obtained from medical records of neonates with hyperbilirubinemia throughout 2019 at Annisa Medical Center Hospital, Bandung Regency. Data on neonates that met the inclusion criteria were selected, including gender, gestational age, birth weight, mode of delivery, bilirubin levels (before and after phototherapy), and duration of treatment. Data analysis was performed using univariate statistical calculations.


Conclusion: Preterm male is predominantly prevalent among neonates with hyperbilirubinemia, although they have conformed birth weight and vaginal delivery mode. The duration of treatment for neonates with hyperbilirubinemia mostly does not exceed 4 days, as long as the treatment reduces the total bilirubin level. Good therapeutic management in the first week of hyperbilirubinemia neonates is required.


Rafie R, Nopiyanti A. Pengaruh berat badan lahir rendah terhadap ikterus neonatorum pada neonatus di Ruang Perinatologi RSUD Karawang Provinsi Jawa Barat tahun 2016. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2017;4(1):12-17.


Latar Belakang: Pemberian ASI dini yang tidak tepat dikaitkan dengan berkurangnya asupan kalori dan peningkatan bilirubin serum. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan kalori untuk meningkatkan sirkulasi enterohepatik. Pemberian ASI dini pada neonatus dapat mengurangi terjadinya ikterus neonatorum. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecukupan ASI dengan kejadian penyakit kuning neonatal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional dan metode purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah 35 responden bayi yang dirawat di ruang NICU RS Darus Syifa Surabaya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden. Terdapat dua variabel yaitu variabel independen adalah kecukupan ASI dengan menggunakan instrumen lembar observasi sedangkan variabel dependen adalah kejadian ikterus neonatorum dengan menggunakan instrument checklist. Analisis data menggunakan Spearman rho. Hasil: Hasil uji analisis statistic menggunakan uji statistik Spearman rho dengan bantuan SPSS diperoleh nilai signifikansi p = 000 yang berarti ada hubungan antara kecukupan ASI., dengan tingkat korelasi hubungan kecukupan ASI dengan kejadian ikterus neonatorum yaitu r =0,912, artinya ada hubungan kuat antara kecukupan ASI dengan kejadian ikterus neonatorum. Saran: Pemberian ASI yang adekuat merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit kuning neonatal dengan dukungan informasi tenaga kesehatan profesional kepada ibu tentang ASI dan manfaatnya. Sehingga mempengaruhi keberlangsungan ibu dalam menyusui sehingga bayi tidak mengalami ikterus neonatorum.


Ikterus menjadi salah satu penyumbang angka kesakitan bayi di negara maju maupun berkembang, hal ini karena dapat mengakibatkan tubuh bayi menjadi lemas tidak mau menghisap, tonus otot meninggi, leher kaku, spasme otot, kejang, gangguan indra, retardasi mental, kecacatan bahkan kematian. Mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Patologis Pada Bayi 0-28 Hari Di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh. Metode deskriptif dengan pendekatan Retrospektif, untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan kejadian ikterus neonatorum. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di rumah sakit meuraxa dan yang tercatat didalam buku register tahun 2020-2022 sebanyak 226 orang. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa dari 226 responden dengan usia kehamilan aterm sebanyak 185 responden (81,9%), yang melahirkan bayi dengan kategori tidak normal sebanyak 47 responde (20,8%), dan yang melahirkan bayi dengan kategori tidak normal sebanyak 47 responde (20,8%). Untuk kejadian ikterus dari 226 responden yang mengalami ikterus sebanyak 48 responde (21,2%). Hasil uji bivariat menggunakan Chi-Square untuk usia kehamilan P value =0,000. Ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian ikterus neonatorum, ada hubungan frekuensi pemberian ASI dalam 24 jam dengan kejadian ikterus neonatorum, Ada hubungan usia kehamilan, berat badan bayi baru lahir, dan frekuensi pemberian ASI dalam 24 jam dengan kejadian Ikterus Neonatorum di rumah sakit Meuraxa Kota Banda Aceh. Diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi kepada ibu dan keluarga mengenai ikterus.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages