beberapa bulan ini saya mulai membangun beberapa perubahan besar di IGNSDK Desktop yang tadinya akan saya rilis sebagai versi 1.2
tapi setelah menimbang beberapa hal dan perbedaan yang sangat MAJOR di versi terbaru ignsdk :
- Penggunaan BLINK (QWebengine) sebagai WEBENGINE IGNSDK, ini mempengaruhi performa kerja rendering IGNSDK
- support ECMASCRIPT 6
- Exposing JS API menggunakan websocket sebagai mekanisme transport
- standar ECMASCRIPT 5 masih bisa di gunakan
- beberapa modul akan di depreciated di Qt 5.5.0 seperti QWebkit, QDeclarative, QScript
- Python dan NodeJS Script wrapping
- ignsdk IoT sudah menggunakan standart API IGNSDK versi terbaru
dari pertimbangan di atas, kemungkinan saya akan menggunakan versi major 2.0 sebagai generasi IGNSDK yang baru ini.
perlu diingat project IGNSDK 1.x.x (webkit version) akan terus di kembangkan, walaupun suatu saat QWebkit di depreciated kita akan memasukan webkit sebagai 3party library IGNSDK 1.x.x, tapi keduanya menggunakan binary interpreter yang berbeda, misalnya untuk ignsdk 2.x menggunakan nama ignsdk2 dan ignsdk 1.x.x tetap menggunakan nama ignsdk , karena ignsdk tidak sama dengan ignsdk2. repository source code kedua project juga akan saya pisahkan, untuk ignsdk-devtools IGNSDK2 ini masih akan menggunakan DEVTOOLS IGNSDK 1.x.x.
Saya membuka diskusi yang selebar2nya untuk teman2 khususnya IGNSDK contributor untuk memberikan reaksi, tanggapan, atau apapun tentang rencana ini. jujur saya cukup depresi dengan banyak perubahan di upstream framework ignsdk yaitu Qt, tapi membuka jalan ignsdk untuk bekerja lebih cepat dan lebih baik.