Di Indonesia, kelihatannya sebagian dari masyarakat memang demen kerusuhan. Hoax dan ujaran kebencian terus dikumandangkan dengan tujuan tak lain dan tak bukan memancing dan memanasi emosi sehingga muncul keributan yg kalau tak dikendalikan akan berujung ke konflik horizontal, saudara sebangsa dan setanah air saling baku hantam, entah utk apa, mungkin rebutan pepesan kosong.
Kelihatannya manusia memang gatal kalau disuruh duduk manis menikmati hidup dalam kedamaian. Ini bukan hanya di Indonesia atau negara berkembang saja tetapi juga dinegara maju. Kalau di Indonesia kaum radikal selalu memprovokasi dengan mengkafirkan semua orang yg tak sealiran dengan mereka, di India terjadi kebalikannya yaitu kaum hindu di provokasi supaya menghajar kaum Muslim dan sudah banyak yang menjadi korban. anak sekolahpun dilarang berhijab.
Di Amrik, Trump terus mengumandangkan kebencian dengan terus mengatakan telah dicurangi dalam pemilu terakhir, dan bahkan ada artikel yg mengatakan bahwa banyak orang partai Republik, khususnya yg extrem kanan alias the white supremacist yg mulai bicara tentang perang saudara lagi, negara2 bagian di selatan memisahkan diri dari United States dan membenuk negara federal baru yg lebih konservatif.
Yang lebih menegangkan adalah konflik Rusia- Ukraina, ditambah dengan konflik Cina-Taiwan, serta ketidak pastian dunia karena diktator Korea Utara yg senang meluncurkan roket atau misil berhulu ledak, yg bisa jadi bermuatan bom nuklir.