Mau tanya biasanya sebagai administrator/IT, membuat laporan ke management apa saja ya?selain masalah budget dan belanja :d
Thanks
Andy Utomo
Sent from my iPhone
Laporan preventif maintenance, laporan masalah kerusakan yang ada
Mau tanya biasanya sebagai administrator/IT, membuat laporan ke management apa saja ya?selain masalah budget dan belanja :d
On Monday, August 22, 2011 8:45:26 PM UTC+7, Andy Utomo wroteMau tanya biasanya sebagai administrator/IT, membuat laporan ke management apa saja ya?selain masalah budget dan belanja :d
Tergantung kebutuhan, misal target kinerja selama 1 tahun, apakah ada kendala selama 1 tahun, dsb...
Iya, soalnya saya sering ditanya sama management, dan dept head yang
lain .. "lo kerjanya ngapain aja sih, kynya cuma bengong depan
komputer ?" wakakakakaka , Sedangkan saya pernah kasih semacam
project timeline, Server performance, data server dan "isi"nya ....
malah bingung. :D..
Nah, kira kira laporan kaya apa sih yang bisa dipakai buat ngitung
index kerja IT / Admin ?Karena ga semua bos ngerti IT kan....
Salam,
Andy Utomo
--
---------------------------------------------------------
Info Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/Milis
Etika Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/EtikaMilis
Daftar Hitam Anggota Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/Milis/HallOfShame
Milis: http://groups.google.com/group/id-ubuntu
>Salam,
>Andy Utomo
Kalau ukuran index kerja IT berdasarkan apa yang dicapai/diperoleh oleh
perusahaan ketika menggunakan IT untuk kelancaran bisnisnya dibandingkan
kalau tidak menggunakan IT, mungkin bisa diambil dari sana, biar si boss
juga tahu peran dari IT itu sendiri.
Salam
Arjuna
On Monday, August 22, 2011 8:45:26 PM UTC+7, Andy Utomo wroteMau tanya biasanya sebagai administrator/IT, membuat laporan ke management apa saja ya?selain masalah budget dan belanja :d
Tergantung kebutuhan, misal target kinerja selama 1 tahun, apakah ada kendala selama 1 tahun, dsb...
SOL
--
---------------------------------------------------------
Info Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/Milis
Etika Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/EtikaMilis
Daftar Hitam Anggota Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/Milis/HallOfShame
Milis: http://groups.google.com/group/id-ubuntu
Ternyata topik ini masih berlanjut :-)
IMHO, pertama, buat daftar apa saja layanan yang diberikan oleh bagian
IT, disertai keterangan siapa penggunanya, penanggungjawabnya (internal,
outsource, dll), durasi operasi, status, dan lain-lain. Contoh layanan
File Server, domain/authentication server, mail server, IP camera,
internet, fax server, database, backup, DRP site, app. server, printer
label, perangkat absensi, ERP software, web intranet, dll. Ini minimal
ada tembusan/"acknowledge" ke manajemen setiap ada perubahan.
kedua, apakah ada target khusus tahunan? misal implementasi suatu
software, hardware, instalasi FO di lokasi baru, atau yang kuantitatif
seperti target "downtime" minimal suatu layanan? ini juga ada laporan
rencana dan perkembangannya.
ketiga, laporan perkembangan "IT service ticket", semacam media bagi
user di bagian lain untuk meminta bagian IT untuk memberikan suatu
layanan, seperti perbaikan software/hardware, training, permintaan
hardware/software khusus/baru/lisensi, dll. Khususnya yang perlu
dilaporkan jika ada permintaan yang akan menyebabkan biaya, baik biaya
langsung maupun biaya tak langsung.
keempat, laporan insiden. Jika terjadi insiden, yaitu
"non-conformity"/terganggunya suatu layanan IT, perlu dibuat laporan
insidennya, apalagi kalau berefek terhadap terganggunya kerja user, atau
ada efek biaya langsung yang ditimbulkan seperti penggantian sparepart
ataupun penggantian peralatan.
kelima, laporan pengeluaran. Ini seharusnya tinggal rekap dari bagian
pembelian dan akunting.
keenam, laporan perkembangan SDM, jika ada.
ketujuh, dll.
Bisa saja semuanya dibuat dalam selembar laporan ikhtisar, dan
rinciannya untuk arsip.
Tapi ini IMHO lho, sangat mungkin keperluannya beda. Yang pasti top
manajemen tak tertarik dengan laporan teknis, mereka lebih suka
angka-angka count() dan sum() dan persentase, apalagi kalau itu
berkaitan dengan nominal mata uang.
mudah-mudahan membantu
.tr
kalo di saya pake web.. jadi bos ato siapapun yg berwenang bisa liat...hasil kerja, pendingan (walaupun bos selain IT mungkin ga begitu ngerti isinya :D)
Bisa saja semuanya dibuat dalam selembar laporan ikhtisar, dan rinciannya untuk arsip.
Tapi ini IMHO lho, sangat mungkin keperluannya beda. Yang pasti top manajemen tak tertarik dengan laporan teknis, mereka lebih suka angka-angka count() dan sum() dan persentase, apalagi kalau itu berkaitan dengan nominal mata uang.
--
---------------------------------------------------------
Info Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/Milis
Etika Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/EtikaMilis
Daftar Hitam Anggota Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/Milis/HallOfShame
Milis: http://groups.google.com/group/id-ubuntu
Oya, bener juga GLPi ada trouble ticketnya ..... nanti saya coba gunakan
salam,
Andy Utomo
hahahahaha, sempat terpikirkan ... tapi jangan sampe deh.. hehehehe
Salam,
Andy Utomo
Ini pernah saya buat, karena hasilnya berlembar-lembar, ga jadi saya
laporkan, karena pasti ga dibaca .. hehehehe :D
>
> kedua, apakah ada target khusus tahunan? misal implementasi suatu software,
> hardware, instalasi FO di lokasi baru, atau yang kuantitatif seperti target
> "downtime" minimal suatu layanan? ini juga ada laporan rencana dan
> perkembangannya.
>
> ketiga, laporan perkembangan "IT service ticket", semacam media bagi user di
> bagian lain untuk meminta bagian IT untuk memberikan suatu layanan, seperti
> perbaikan software/hardware, training, permintaan hardware/software
> khusus/baru/lisensi, dll. Khususnya yang perlu dilaporkan jika ada
> permintaan yang akan menyebabkan biaya, baik biaya langsung maupun biaya tak
> langsung.
Ini sepertinya yang dibutuhkan, nanti sy coba implementasikan
>
> keempat, laporan insiden. Jika terjadi insiden, yaitu
> "non-conformity"/terganggunya suatu layanan IT, perlu dibuat laporan
> insidennya, apalagi kalau berefek terhadap terganggunya kerja user, atau ada
> efek biaya langsung yang ditimbulkan seperti penggantian sparepart ataupun
> penggantian peralatan.
>
> kelima, laporan pengeluaran. Ini seharusnya tinggal rekap dari bagian
> pembelian dan akunting.
>
Kalo ini sih memang rutin, laporan bulanan...
> keenam, laporan perkembangan SDM, jika ada.
Boleh tau perkembangan SDM itu seperti apa ya?
>
> ketujuh, dll.
>
>
> Bisa saja semuanya dibuat dalam selembar laporan ikhtisar, dan rinciannya
> untuk arsip.
>
>
> Tapi ini IMHO lho, sangat mungkin keperluannya beda. Yang pasti top
> manajemen tak tertarik dengan laporan teknis, mereka lebih suka angka-angka
> count() dan sum() dan persentase, apalagi kalau itu berkaitan dengan nominal
> mata uang.
>
>
>
> mudah-mudahan membantu
> .tr
Thanks,
Andy Utomo
Saran yang bagus bung Dipo, nanti saya coba terapkan
Salam,
Andy Utomo
>
> Standard health check mulai dari hardware, os, sampai software aplikasi
> Set prioritas perbaikan: urgensi server, fungsi pemakaian
> (replace-backup-restore-switch-conversion),
> traffic hit (frekuensi & quality assurance bounce/delay) & pelaporan ticket
> problem (quantity, queque service desk & feedback customer)
> Rencana & alternatif perbaikan plus bugjet yg dibutuhkan untuk improvement
> kinerja...
> rekomendasi solusi & presentase meet expectation... plus penghematan
> (saving) & dokumentasi sop pencegahan yg dilakukan tahun lalu...
> cmiiw,
> --
> Dipo Prasetyo
>
> --
Ada tidak software opensource yang bisa membantu IT report yang memiliki fitur seperti diatas, saya pernah mencoba semacam software groupware COLLABTIVE : http://collabtive.o-dyn.de/demo , interfacenya cukup bagus karena berbasis web, tapi fiturnya sangat terbatas u/ project managemen
>> IMHO, pertama, buat daftar apa saja layanan yang diberikan oleh bagian IT,
>> disertai keterangan siapa penggunanya, penanggungjawabnya (internal,
>> outsource, dll), durasi operasi, status, dan lain-lain. Contoh layanan File
>> Server, domain/authentication server, mail server, IP camera, internet, fax
>> server, database, backup, DRP site, app. server, printer label, perangkat
>> absensi, ERP software, web intranet, dll. Ini minimal ada
>> tembusan/"acknowledge" ke manajemen setiap ada perubahan.
>
> Ini pernah saya buat, karena hasilnya berlembar-lembar, ga jadi saya
> laporkan, karena pasti ga dibaca .. hehehehe :D
karena yang mengurus detil itu anda, bukan manajer anda. :)
buatkan summary/ikhtisar yang singkat, nanti baru ditambah detilnya
kalau memang diperlukan. akan lebih bagus lagi kalau ada
visualisasinya, seperti grafik. misalnya dibuat grafik batang/area
untuk jumlah insiden desktop kena virus per bulan misalnya, akan lebih
mudah dibaca oleh manajemen ketimbang hanya membuat tabel berisi
angka.
--
http://ryosaeba.wordpress.com ~ things left unsaid
Satu baris bisalah untuk tiap layanan, paling 3-4 lembar tabel lah, dan
tidak perlu dilaporkan tiap bulan, cukup kalo ada
pengurangan/penambahan/perubahan spesifikasi service saja.. :-)
Daftar layanan ini sekaligus semacam persetujuan layanan oleh "top
management", dari sisi availability, spesifikasi, kapasitas, security,
pengguna, dsb. Kalau daftar ini sudah di "acknowledge/approval" oleh top
management, berarti kondisi minimum layanan harus seperti yang sudah
didaftar.
>> keenam, laporan perkembangan SDM, jika ada.
> Boleh tau perkembangan SDM itu seperti apa ya?
>
Ini jika tim ITnya cukup besar, atau lagi butuh SDM, training need &
training plan. Paling dilaporkan tahunan.
FYI, kerjaan administratif seperti ini sudah banyak tools-nya, misal
GPLI seperti yang sudah disebutkan. Bisa juga di kustomasi lagi dari
tools aplikasi yang ada jika belum mencukupi (tambahkan sendiri).
.tr
2011/8/26 aldi lankof <lan...@gmail.com> |
|
|
banyak kok untuk project managemen, seperti http://demo.projectfork.net/ ini juga bisa... biasa yg gratis itu memang untuk minim fitur dibandingkan yg berbayar... jadi jangan terlalu banyak berharap ada plug-in modul activity based costing, work breakdown struktur, ataupun six-sigma dan itu perlu 'effort' khusus untuk mengintegrasikan-nya, karena qt jg akan belajar js framework + cms + workflow juga... untuk IT report saya sih biasa gunakan yg standar saja, karena perusahaan jg masih belum raksasa bgt... scripting modul kecil di unix cpanel, ambil data dari job skeduler (crontab)... trus poles penyajian grafiknya di open office calc... semuanya free karena tinggal ikuti algoritma logic trus konversi data... walaupun belum lolos audit security, tapi dijamin datanya lebih akurat karena open source... lagi pula siapa juga mo ambil data gituan, toh kompetitor juga sudah tahu... yg jelas manajemen harus lebih tahu duluan... nanti kalau manajemen perlu proteksi data, paling kita siapkan enkripsi backup plan... semoga aja ujung2 nya nanti mrk ga sharing password... cmiiw maap OOT, harusnya kita bisa mampu ko develop sendiri (swadesi) sesuai kemampuan kita (swadaya) dan ber-'produksi' sendiri (swakarya) menyediakan sendiri (swasembada), tanpa harus bayar lebih besar untuk lisensi kalo untuk bayar tagihan masih keleleran kemana2... mending dana-nya bisa kita saving untuk bangun infrastruktur & produksi sendiri... kecuali kalau memang ada anggaran lebih dan dirasakan pantas (worth) kita beli hasil karya orang lain sebagai bentuk 'penghargaan'... selama kita ga bisa menghargai lebih pekerjaan orang lain, maka pekerjaan kita tidak akan bisa dihargai lebih oleh orang lain... jadi kalau mau jadi perusahaan raksasa ga perlu ragu beli banyak lisensi/hak cipta world class, agar bisa masuk bener2 pasar dunia juga... dengan demikian, tidak menutup kemungkinan kita juga bisa bikin sumber daya (human capital) kita menjadi hak cipta dunia juga tentunya... hehehe :) |