Apakah ada yang punya cara, agar tampilan openoffice di Linux
bisa seperti Microsoft Office ?
(Khusus untuk yang Calc dan Writer saja sudah cukup)
User saya di kantor, pada komplain semua gara2 disuruh pindah ke OpenOffice.
Menurut mereka mengurangi produktifitas....
Walaupun saya sudah bilang company tidak mengijinkan adanya bajakan lagi
di kantor kita.
Ada yang bisa bantu, mungkin kasih link tutorial/pdf untuk OpenOffice
Calc dan Writer yang dalam bahasa Indonesia.
Nanti jadi saya pasang di tiap2 user, biar kalo senggang mereka bisa
baca2 tutorial tersebut.
--
Salam,
Jip Rudy
Wah.. kurang apa lagi ya? kalau kata saya sih segitu sudah rada2 mirip
kok walau nggak sama banget. gimana kalau dikasih Lotus Symphony?
pasti tambah komplain, tampilannya udah beda banget! :)
*maaf tidak membantu*
--
Mie's Corner - http://hielmy.wordpress.com
Yahoo! Messenger: hielmy_z
Ubuntu User #25025
Kenapa ya? apa tidak mau belajar hal baru? orang yang terbiasa dengan
Office 2003 aja mau belajar pakai Office 2007 yang jelas2 tampilanya
beda jauh. apa mungkin karena ada "sugesti" kalau MS Office itu lebih
mudah? kalau ada temen yg mau migrasi ke FOSS, saya selalu menyarankan
begini, asumsikan kamu sekarang ini belum mengenal komputer dan
aplikasinya, jadi apapun yg kamu pakai sekarang ini benar2 baru,
jangan membanding2kan dengan yang lalu2 (proprietary software) karena
pasti akan beda dan itu biasanya yg jadi penghambat untuk belajar.
dulu aja pas pertama kenal Windows dan aplikasinya mau belajar, kok
sekarang nggak mau?
*maaf jadi curhat* :D
Saran saya sih ajaklah rekan2 anda untuk mempelajari OpenOffice apa
adanya *halah..* agar terbiasa dengan tampilan yg "beda" itu, siapa
tau lama2 mereka betah dan ketika dikasih Ms Office minta tampilannya
dirubah mirip openoffice :D
Saran saya :
- bisa make tutorial
- di private [biasa nambah kocek :D juga plusnya, nambah komplain :D]
- cuek. Toh mereka juga akan terbiasa juga ntar. huehehehe G nyampe
sebulan palingan
--
Regards,,,
thom
http://thom-sharing.blogspot.com
Jadi ya gini deh it jadi bemper di tengah2, antara user yang frustasi di
open office dan keinginan dari pihak manajemen.
Yah semoga dengan berjalannya waktu dan tutorial2 yang di bagi2 ke user
bisa membuat para user lebih berusaha lagi menggunakan Open Office.
Saya sendiri sebagai IT lebih senang menggunakan OO daripada MSO.
Minimal mengurangi kena virus deh. Kalo formatnya sudah pakai open
document semua.
--
Salam,
Jip Rudy
FD
On 28/01/2009, jiprudy <jip...@gmail.com> wrote:
>
> Makasih ya buat jawaban dari rekan2, memang usernya rewel karena
> kondisinya, itnya masih kurang sedangkan dari atas sudah push untuk
> pakai linux.
Migrasi itu pasti gak enak karena bikin user gak nyaman..
Karena itu, migrasinya harus dibikin smooth..
Contoh, OS nya masih Win, tapi software-softwarenya pakai FOSS..
MS Office diganti OOo 3.. dlsb..
Sembari terus ditraining Linux & OOo ...
> Jadi ya gini deh it jadi bemper di tengah2, antara user yang frustasi di
> open office dan keinginan dari pihak manajemen.
Migrasi yang baik itu pasti butuh waktu & cost, untuk training, modul, dll..
Juga kemauan untuk belajar..
Semoga sukses :)
Regards,
Anggriawan Sugianto
http://dailytechie.blogspot.com
sepertinya sudah sifat dari manusia indonesia deh, males baca.
dan lebih seneng klo di-training.
minta sesi training office untuk karyawan bisa ga?
kan yang minta untuk tidak bajakan juga kantor kan?
Regards,
Dedy Handriyadi
Masa' sih sifat manusia Indonesia itu seperti itu? kalo iya, wah asyik
tuh kalo instansi pemerintah minta migrasi Open Source!
Dari awal migrasi ke Open Source yg di-tender-kan kalo jadi Pejabat
Pembuat Komitmen(PPK)-nya udah dapet honor gede duluan, udah 'gitu
pasti dilanjutkan dengan training yang pasti ada honor-nya lagi karena
di-tender-kan lagi
Bagaimana? itu lahan bisnis bagi rekan-rekan yang punya usaha di
bidang Open Source, lho! Bagi pegawai internal-nya sih, yg dapet
proyek pasti deh rejeki nomplok!
Maaf jadi OOT, tapi kalau training bisa jadi salah satu solusi, kenapa tidak?
--
http://broewd.blogspot.com
http://aldebaran-chandra.blog.friendster.com