Dulu cuma pernah lihat2 sebentar.
Yang jelas sintaksnya lebih manis.
Dan JavaScript yang dihasilkan berkualitas, dalam arti lulus JSLint validation dan juga menghindari kesalahan2 pemula, seperti contoh yang ada di halaman muka situsnya Coffee Script, ada penggunaan === dan !== daripada == dan != , terus penggunaan variable utk property length dalam for loop...
Fitur inheritancenya membuat kode nya jadi jauh lebih singkat. Multi-line string nya juga menarik, bisa berguna untuk fungsi yang perlu ditaruh di string (spt couchdb fungsi design document perlu jadi string, jadinya kalau coffeescript multi-line bisa lebih enak dibaca terus dicompile jadi satu line di javascript).
Tapi akhirnya saya memutuskan untuk tidak pakai Coffee Script karena saya merasa masih perlu belajar banyak tentang JavaScript, dan secara pribadi saya berpendapat kalau memakai satu layer di atas JavaScript, akhirnya yang saya pelajari malah layer ini dan bukan JavaScript nya.
Jadi untuk sekarang, tidak pakai dulu.
nb: tapi kalau misalnya tau2 37signals mengeluarkan framework untuk aplikasi mobile dan harus menggunakan Coffee Script, ya terpaksa pakai deh :p