--
Ariya
Javascript lagi hot hot hot. Iya setuju.
Mau nanya:
extjs itu ada meniru framework desktop app yang udah ada nggak?
Seperti cappucino, dia meniru cocoa. Ada window, view, layer,
controller, dan lain2.
Jadi kalau pernah pake cocoa, belajar cappucino cepat banget.
Apa kelebihan extjs dibanding framework2 yang lain?
2010/11/9 Ariya Hidayat <ariya....@gmail.com>:
Nggak. Tapi mirip dengan YUI (karena awalnya adalah tambahan terhadap YUI).
> Seperti cappucino, dia meniru cocoa. Ada window, view, layer,
> controller, dan lain2.
> Jadi kalau pernah pake cocoa, belajar cappucino cepat banget.
Ini juga bisa bumerang: kalau datang dari dunia JavaScript (bukan
Mac), perlu usaha lagi untuk memahami Objective J (sekaligus teknik
debuggingnya), model API Cocoa/CG/etc, dsb. Capp juga sayangnya tidak
memiliki performansi memuaskan jika tidak menggunakan browser versi
desktop.
> Apa kelebihan extjs dibanding framework2 yang lain?
Kalau dilihat dari pendapat customer: koleksi widgetnya.
--
Ariya
Iya sih, bisa jadi bumerang. Dan mungkin terkadang jadi menambah layer
yang gak perlu.
Tapi kalau dipikir2 seperti jquery. jquery hati2 meng-introduce global
variabel. jquery cuman bikin variable jQuery dan $ di global. Tapi
kalau diperhatikan, dom elements, semuanya global. Darimana aja di
kode kita bisa akses dom element dimana aja dengan fungsi $().
Mungkin ini salah satu keuntungan pake framework seperti cappucino.
Ada semacam hierarchy dari view. Dan tiap view punya controller
sendiri. Jadi lebih terorganisasi source code kita.