ular sencha

5 views
Skip to first unread message

Ronald Widha

unread,
Nov 9, 2010, 1:58:33 AM11/9/10
to id...@googlegroups.com
Btw, teman macet minggu ini nyentuh2 javascript jg. Ngobrol sama engineering directornya Sencha... :P


Buat yang di luar indonesia, klik link yang worldwide supaya lebih cepet donlotnya.

--
Ronald Widha
follow me on http://twitter.com/ronaldwidha

podcast tentang programming dan informatika http://www.temanmacet.com

Ariya Hidayat

unread,
Nov 9, 2010, 2:39:09 AM11/9/10
to id...@googlegroups.com
Jangan lupa, "Sencha" aslinya (bukan plesetannya) adalah teh hijau
dari Jepang :)

--
Ariya

julius sirait

unread,
Nov 10, 2010, 10:07:51 PM11/10/10
to id...@googlegroups.com
Gue udah dengar podcastnya.

Javascript lagi hot hot hot. Iya setuju.

Mau nanya:

extjs itu ada meniru framework desktop app yang udah ada nggak?
Seperti cappucino, dia meniru cocoa. Ada window, view, layer,
controller, dan lain2.
Jadi kalau pernah pake cocoa, belajar cappucino cepat banget.

Apa kelebihan extjs dibanding framework2 yang lain?

2010/11/9 Ariya Hidayat <ariya....@gmail.com>:

--
http://twitter.com/sirait
http://isoganai.de

Ariya Hidayat

unread,
Nov 10, 2010, 10:14:24 PM11/10/10
to id...@googlegroups.com
> extjs itu ada meniru framework desktop app yang udah ada nggak?

Nggak. Tapi mirip dengan YUI (karena awalnya adalah tambahan terhadap YUI).

> Seperti cappucino, dia meniru cocoa. Ada window, view, layer,
> controller, dan lain2.
> Jadi kalau pernah pake cocoa, belajar cappucino cepat banget.

Ini juga bisa bumerang: kalau datang dari dunia JavaScript (bukan
Mac), perlu usaha lagi untuk memahami Objective J (sekaligus teknik
debuggingnya), model API Cocoa/CG/etc, dsb. Capp juga sayangnya tidak
memiliki performansi memuaskan jika tidak menggunakan browser versi
desktop.

> Apa kelebihan extjs dibanding framework2 yang lain?

Kalau dilihat dari pendapat customer: koleksi widgetnya.


--
Ariya

Cliffano Subagio

unread,
Nov 11, 2010, 1:30:15 AM11/11/10
to id...@googlegroups.com
Bukannya shampo? :p http://twitpic.com/2v2ahs
Baru ngeh ternyata plesetan yang dimaksud adalah ular sanca.

2010/11/9 Ariya Hidayat <ariya....@gmail.com>

julius sirait

unread,
Nov 11, 2010, 2:29:19 AM11/11/10
to id...@googlegroups.com
2010/11/11 Ariya Hidayat <ariya....@gmail.com>:

>> Seperti cappucino, dia meniru cocoa. Ada window, view, layer,
>> controller, dan lain2.
>> Jadi kalau pernah pake cocoa, belajar cappucino cepat banget.
>
> Ini juga bisa bumerang: kalau datang dari dunia JavaScript (bukan
> Mac), perlu usaha lagi untuk memahami Objective J (sekaligus teknik
> debuggingnya), model API Cocoa/CG/etc, dsb. Capp juga sayangnya tidak
> memiliki performansi memuaskan jika tidak menggunakan browser versi
> desktop.

Iya sih, bisa jadi bumerang. Dan mungkin terkadang jadi menambah layer
yang gak perlu.

Tapi kalau dipikir2 seperti jquery. jquery hati2 meng-introduce global
variabel. jquery cuman bikin variable jQuery dan $ di global. Tapi
kalau diperhatikan, dom elements, semuanya global. Darimana aja di
kode kita bisa akses dom element dimana aja dengan fungsi $().

Mungkin ini salah satu keuntungan pake framework seperti cappucino.
Ada semacam hierarchy dari view. Dan tiap view punya controller
sendiri. Jadi lebih terorganisasi source code kita.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages