Perlu kehatihatian dalam membeli Tiket

340 views
Skip to first unread message

Poltak Hasiholan Hutabarat

unread,
Oct 9, 2012, 8:08:21 AM10/9/12
to ict dephut
Beberapa waktu yang lalu bersama rekan sekantor, kami DL ke Pontianak.
Pergi-pulang dengan pesawat Garuda. Pada saat pulang ke Jakarta, kami minta ubah jadwal dari jam 12 ke jam 10 pagi dan diakomodir. Akibat dari ubah jadwal tersebut maka terdapat perbedaan waktu yang tercatat pada tiket dengan yang tercatat pada boardingpas, maka agar tiket dan boardingpas waktunya sinkron, maka kami melakukan Print ulang tiket tersebut di kantor Garuda yang di Bandara. Dari hasil Print tersebut diketahui terdapat perbedaan harga tiket yang tertera pada tiket lama yg dibeli dari agen dengan yang tertera pada tiket yang diprint dari kantor Garuda. Perbedaannya Rp.350.000,-

FYI: Garuda Indonesia telah memberikan Komisi 5% kepada Agen atau Travel untuk Tiket Dalam Negeri dan 7% untuk tiket Luar Negeri dimana harga tersebut seharusnya tidak boleh lagi ditambahkan, dengan kata lain harga pada agen atau travel sama dengan harga Official Garuda.

Apa dampaknya atas perbedaan harga tersebut?
Pada tanggal 27 September 2012, saya mengikuti pembahasan pembuatan petunjuk teknis E-Audit antara KLDI dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), disana saya ketahui bahwa BPK telah diberi Hak Akses oleh Garuda Indonesi untuk memperoleh Data Seseorang yang terbang dengan Garuda, langsung dari Server Garuda. Oleh BPK dikatan bahwa mereka dapat memperoleh informasi mengenai "Nomor Penerbangan Seseorang, tujuannya kemana, harga tiketnya berapa, tanggal penerbangan, kelas penerbangan, nomor seat seseorang, dll", nah perlu kita ketahui, HARGA TIKET YANG TERTERA yang berasal dari Server Garuda inilah yang digunakan oleh Garuda, bukan harga tiket yang berasal dari Agen.

Akibat adanya agen yang menaikkan harga tiket Garuda sehingga tidak sama dengan harga official Garuda, maka besar kemungkinan apabila ada Pemeriksaan/audit oleh BPK akan diperoleh temuan "MARK-UP" atau harga tiket digelembungkan tidak sesuai dengan aslinya. tentu hal ini merugikan pihak yang dituduhkan dan wajib mengembalikan selisihnya dan semoga tidak kena sanksi.

Menyikapi hal tersebut diatas, mungkin ada baiknya ketika membeli tiket kita menyampaikan kepada agen, "harga tiket yang dibeli sama dengan harga yang dikeluarkan oleh Garuda", apabila agen mengatakan harga tersebut tidak sama, maka sebaiknya belilah tiket pada agen atau travel yang resmi sebagai agen Garuda atau agen jujurvlainnya, dari pada kita yang rugi harus mengembalikan uang plus nama tercantum pada hasil audit sebagai pelaku penggelembungan tiket.

Demikian, sekilas info. Terima kasih.
Nb: kalo maskapai non garuda, belum tahu.


Sent from my iPad

Andhika Respati

unread,
Oct 10, 2012, 4:02:03 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
Nice info.. Thanks.

2012/10/9 Poltak Hasiholan Hutabarat <ola...@gmail.com>

--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Diskusi ICT Kementerian Kehutanan" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke ict-dephut+...@googlegroups.com.



Sunaryo

unread,
Oct 10, 2012, 5:38:39 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
Sama saja, jadi sebaiknya beli tiket online atau ke perusahaan ybs. Coba saja setiap beli tiket pswt apa saja dr agen, terus cek di online system, kemungkinan besar berbeda.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Andhika Respati <inform...@gmail.com>
Date: Wed, 10 Oct 2012 15:02:03 +0700
Subject: Re: [ict-dephut] Perlu kehatihatian dalam membeli Tiket

Laksmi Banowati

unread,
Oct 10, 2012, 6:44:59 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
Dear all,
 
Sekilas info, Kemenhut dan UN-REDD Programme Indonesia bekerjasama dengan Green radio akan menyelenggarakan Talkshow pada :
 
Hari & Tanggal : Kamis, 11 Oktober 2012
Waktu : 09.00 - 10.00 Wib
Program : Bumi Kita
Pembicara :

1. DR. Ir. Sunaryo, MSc, Staf Ahli Menteri Kehutanan
2.Elvian Efendi, Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia

Sebagai informasi untuk kegiatan ini akan di relay oleh 100 radio jaringan KBR68H dan beberapa radio di kota seperti:
a. Radio Nebula - 101 FM; waktu: (09.00 - 10.00 Wib)
b. Radio Mahardika - 101.2 FM; waktu: (09.00 - 10.00 Wib)
c. Radio Galasika - 90.9 FM; waktu: (09.00 - 10.00 Wib)
 
Salam,
 
Laksmi Banowati
UN-REDD Programme Indonesia
Manggala Wanabakti Block IV, 5th Floor, Suite 525 C
Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta 10270
Phone: +62 21 5795 1505 Ext. 5246, Fax: +62 21 574 6748
Mobile: +62 815 920 8124  and +62 812 8177 8096

From: Sunaryo <suna...@hotmail.com>
To: ict-d...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, October 10, 2012 4:38 PM
Subject: Re: [ict-dephut] Perlu kehatihatian dalam membeli Tiket

Sama saja, jadi sebaiknya beli tiket online atau ke perusahaan ybs. Coba saja setiap beli tiket pswt apa saja dr agen, terus cek di online system, kemungkinan besar berbeda.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: Andhika Respati <inform...@gmail.com>
Date: Wed, 10 Oct 2012 15:02:03 +0700
Subject: Re: [ict-dephut] Perlu kehatihatian dalam membeli Tiket

Nice info.. Thanks.

2012/10/9 Poltak Hasiholan Hutabarat <ola...@gmail.com>
Beberapa waktu yang lalu bersama rekan sekantor, kami DL ke Pontianak.
Pergi-pulang dengan pesawat Garuda. Pada saat pulang ke Jakarta, kami minta ubah jadwal dari jam 12 ke jam 10 pagi dan diakomodir. Akibat dari ubah jadwal tersebut maka terdapat perbedaan waktu yang tercatat pada tiket dengan yang tercatat pada boardingpas, maka agar tiket dan boardingpas waktunya sinkron, maka kami melakukan Print ulang tiket tersebut di kantor Garuda yang di Bandara. Dari hasil Print tersebut diketahui terdapat perbedaan harga tiket yang tertera pada tiket lama yg dibeli dari agen dengan yang tertera pada tiket yang diprint dari kantor Garuda. Perbedaannya Rp.350.000,-

FYI: Garuda Indonesia telah memberikan Komisi 5% kepada Agen atau Travel untuk Tiket Dalam Negeri dan 7% untuk tiket Luar Negeri dimana harga tersebut seharusnya tidak boleh lagi ditambahkan, dengan kata lain harga pada agen atau travel sama dengan harga Official Garuda.

Apa dampaknya atas perbedaan harga tersebut?
Pada tanggal 27 September 2012, saya mengikuti pembahasan pembuatan petunjuk teknis E-Audit antara KLDI dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), disana saya ketahui bahwa BPK telah diberi Hak Akses oleh Garuda Indonesi untuk memperoleh Data Seseorang yang terbang dengan Garuda, langsung dari Server Garuda. Oleh BPK dikatan bahwa mereka dapat memperoleh informasi mengenai "Nomor Penerbangan Seseorang, tujuannya kemana, harga tiketnya berapa, tanggal penerbangan, kelas penerbangan, nomor seat seseorang, dll", nah perlu kita ketahui, HARGA TIKET YANG TERTERA yang berasal dari Server Garuda inilah yang digunakan oleh Garuda, bukan harga tiket yang berasal dari Agen.

Akibat adanya agen yang menaikkan harga tiket Garuda sehingga tidak sama dengan harga official Garuda, maka besar kemungkinan apabila ada Pemeriksaan/audit oleh BPK akan diperoleh temuan "MARK-UP" atau harga tiket digelembungkan tidak sesuai dengan aslinya. tentu hal ini merugikan pihak yang dituduhkan dan wajib mengembalikan selisihnya dan semoga tidak kena sanksi.

Menyikapi hal tersebut diatas, mungkin ada baiknya ketika membeli tiket kita menyampaikan kepada agen, "harga tiket yang dibeli sama dengan harga yang dikeluarkan oleh Garuda", apabila agen mengatakan harga tersebut tidak sama, maka sebaiknya belilah tiket pada agen atau travel yang resmi sebagai agen Garuda atau agen jujurvlainnya, dari pada kita yang rugi harus mengembalikan uang plus nama tercantum pada hasil audit sebagai pelaku penggelembungan tiket.

Demikian, sekilas info. Terima kasih.
Nb: kalo maskapai non garuda, belum tahu.


Sent from my iPad

--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Diskusi ICT Kementerian Kehutanan" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke mailto:ict-dephut%2Bunsu...@googlegroups.com.



--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Diskusi ICT Kementerian Kehutanan" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dari grup ini, kirim email ke ict-dephut+...@googlegroups.com.
 
 

Heru Wibowo

unread,
Oct 10, 2012, 6:52:53 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
Judul tiket... isi talkshow.?


Dari: Laksmi Banowati <banowat...@yahoo.com>
Kepada: "ict-d...@googlegroups.com" <ict-d...@googlegroups.com>
Dikirim: Rabu, 10 Oktober 2012 17:44
Judul: Re: [ict-dephut] Perlu kehatihatian dalam membeli Tiket

Laksmi Banowati

unread,
Oct 10, 2012, 6:58:58 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
gak jauh jauh pak Heru...tentang Hutan kita....
 
Laksmi Banowati
UN-REDD Programme Indonesia
Manggala Wanabakti Block IV, 5th Floor, Suite 525 C
Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta 10270
Phone: +62 21 5795 1505 Ext. 5246, Fax: +62 21 574 6748
Mobile: +62 815 920 8124  and +62 812 8177 8096

From: Heru Wibowo <herubo...@yahoo.co.id>
To: "ict-d...@googlegroups.com" <ict-d...@googlegroups.com>
Sent: Wednesday, October 10, 2012 5:52 PM
Subject: Bls: [ict-dephut] Perlu kehatihatian dalam membeli Tiket

Judul tiket... isi talkshow.?

Agus Sarsito

unread,
Oct 10, 2012, 7:58:25 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
terima kasih infonya.
Sayang saya sedang di Medan dan tidak dapat akses radio.

Laksmi Banowati

unread,
Oct 10, 2012, 11:29:14 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
Koreksi dikit..materinya hutan kita dan perubahan iklim
Buat yang keliling Sumatera seperti pak Agus, tergelitik pertanyaan,
masihkah luas hutannya lebih besar dibanding kebun sawit?
kalaupun masih lebih luas, apakah ada tutupan hutannya masih bagus?
 
...soalnya saya kangen u nengok Riau
 
 
Laksmi Banowati
UN-REDD Programme Indonesia
Manggala Wanabakti Block IV, 5th Floor, Suite 525 C
Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta 10270
Phone: +62 21 5795 1505 Ext. 5246, Fax: +62 21 574 6748
Mobile: +62 815 920 8124  and +62 812 8177 8096

mbak...@yahoo.com

unread,
Oct 10, 2012, 11:31:20 AM10/10/12
to ict-d...@googlegroups.com
Tutupan lahannya bagus bagus aja sye...::)) sepanjang sawit menggantikan semak belukar...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Laksmi Banowati <banowat...@yahoo.com>
Date: Wed, 10 Oct 2012 08:29:14 -0700 (PDT)
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages