Kiai Petruk

94 views
Skip to first unread message

johaness...@hotmail.com

unread,
Feb 21, 2012, 11:50:33 PM2/21/12
to Hulasko
Gunung Merapi oleh masyarakat sekitar disebut Kiai Petruk. Bila Merapi mau meletus ditandai dg asap solfatara yg bentuknya mirip Petruk yg keluar di puncak Merapi.

Puncak Merapi mengalami perubahan setelah letusan Nov 2010. Ada bagian puncak yg terbelah dan membentuk kanal lava yg arahnya menuju desa Kinahrejo (desanya juru kunci Merapi mbah Marijan). Makanya desa Kinahrejo terkubur habis.

Foto terlampir diambil dari daerah Pakem selatan Turgo, daerah ini tadinya juga tertumpuk abu vulkanik Merapi namun tidak separah tempat mbah Marijan. Daerah ini sekarang sudah pulih kembali dan bertambah subur setelah diberi pupuk oleh Kiai Petruk.

Tinggal dilereng gunung berapi membawa berkah dan juga bencana namun itulah pilihan hidup.

Semua kehidupan selalu ada resiko tersendiri, dan yg berani ambil resiko adalah mereka yg memahami lahan kehidupannya masing2.

Solusi untuk transmigrasi bukan pilihan bagi penghuni lereng Merapi, mereka cukup sejahtera dg resiko yg ada didepan mata.
Mereka sadar Kiai Petruk bisa berbaik hati dan bisa juga murka namun penghuni lereng Merapi bisa menjaga kearifan lokalnya dan berharap orang lain memahaminya tanpa merusak atau merubah kearifan lokal yg ada.

Salam
JSU
Asal lereng Merapi
Pakem-20120222-00401.jpg

katulam...@yahoo.com

unread,
Feb 22, 2012, 12:06:26 AM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Saya kebenaran penggemar komik wayang, setahu saya petruk adalah salah satu punakawan Rd. Arjuna, cuma kenapa punakawan tsb (semar,petruk, gareng dan lupa lagi satunya?) Hanya ada di cerita2 sempalan saja sedangkan di cerita Mahabrata tidak ada? Apakah punakawan2 tsb hanya ada di cerita pewayangan Jawa saja? Sedangkan di India memang tidak ada? Mohon pencerahannya
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
-= Sudahkan anda "Medical Check-up" tahun ini ? =-
Rekening HULASKO: BCA KCP Wisma Mulia Jakarta
A/c# 5035040100 ... A/n Yayasan Hulasko
konfirmasi : Eni-08129310710 ; Emmy-0811833227.

sad...@gmail.com

unread,
Feb 22, 2012, 9:34:42 AM2/22/12
to hul...@googlegroups.com

Betul Om. Punokawan hanya ada di Jawa, mulai dari jawa barat sampai jawa timur. Bahkan di Balipun tidak ada. Apalagi di India. Kenapa disebut ponokawan karena jumlahnya 4: semar, gareng, petruk dan bagong. Kalau di jawa barat, petruknya ganti nama jadi dawala dan bagongnya jadi cepot. Bagong kalau di Banyumas jadi bawor.

Salam
Sadarta

retno cheah

unread,
Feb 22, 2012, 9:40:23 AM2/22/12
to hul...@googlegroups.com

indah nian...ijo royo royo... trims fotonya mas


salam

retno
--- On Tue, 2/21/12, johaness...@hotmail.com <johaness...@hotmail.com> wrote:

katulam...@yahoo.com

unread,
Feb 22, 2012, 9:46:52 AM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Wah yang beri penjelasan ini memang ahlinya, mas Sadarta he...he, gimana kelompok gendingnya masih tetap jalankan? Mohon penjelasan lebih dalam lagi nich runutan dan hubungan antara wayang purwa-ramayana-mahabrata? Kalau tdk salah itu merupakan garis awal keturunan keluarga pandawa kah? Seingat saya wayang purwa itu tidak ada di India ya?

sriyanta hadi

unread,
Feb 22, 2012, 7:19:58 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum dan salam sejahtera
Pak-bapak dan Bu-ibu tercinta,
Berikut diambil dari 'blog', menarik untuk dibaca. 
Wallahu'alam

Sriyanta Hadi
PE belajar G&G




Belajar Dari Punokawan
Dalam dunia pewayanganistilah sedulur papat lima pancer merupakan simbolisasi ksatria dan empat abdinya. Sedulur papat adalah punokawan, lima pancer adalah ksatriya.
Dalam hal ini, yang dinamakan punokawan yakni Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga ditemani oleh tiga anaknya, yaitu; Gareng, Petruk dan Bagong sebagai pengiring para ksatria Pandawa. Kehadiran mereka seringkali hanya dianggap sebagai tambahan yang kurang diperhitungkan dan untuk menghadirkan lelucon saja, padahal kerap menentukan arah perubahan.
ke lima tokoh ini menduduki posisi penting dalam kisah pewayangan. Kisah Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Saptaarga atau pertapaan lainnya. Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan, mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan melakukan tapa ngrame. Dalam perjalanannya, Punokawan harus menemani perjalanan sang Ksatria dalam memasuki “hutan”, memasuki sebuah medan medan kehidupan yang belum pernah dikenal, gelap, penuh semak belukar, banyak binatang buas, makhluk jahat yang siap menghadangnya, bahkan jika lengah dapat mengancam jiwanya, sehingga berhasil keluar “hutan” dengan selamat, sampai sang Ksatria dapat menyingkirkan segala penghalang dan berhasil menyelesaikan tugas hidupnya dengan selamat.
Semar merupakan gambaran penyelenggaraan Illahi yang ikut berproses dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memperjelas peranan Semar, maka tokoh Semar dilengkapi dengan tiga tokoh lainnya. Ke empat punokawan tersebut merupakan simbol dari cipta, rasa, karsa dan karya.
Semar mempunyai ciri menonjol yaitu kuncung putih. Kuncung putih di kepala sebagai simbol dari pikiran, gagasan yang jernih atau cipta.
Gareng mempunyai ciri yang menonjol yaitu bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ke tiga cacat fisik tersebut menyimbolkan rasa. Mata kero, adalah rasa kewaspadaan, tangan cekot adalah rasa ketelitiandan kaki pincang adalah rasa kehati-hatian.
Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih.
Bagong dengan dua tangan yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya selalu bersedia bekerja keras.
Cipta, rasa, karsa dan karya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cipta, rasa, karsa dan karya berada dalam satu wilayah yang bernama pribadi atau jati diri manusia, disimbolkan tokoh Ksatria. Gambaran manusia ideal adalah merupakan gambaran pribadi manusia yang utuh, dimana cipta, rasa, karsa dan karya dapat menempati fungsinya masing-masing dengan harmonis, untuk kemudian berjalan seiring menuju cita-cita yang luhur. Dengan demikian menjadi jelas bahwa antara Ksatria dan punokawan mempunyai hubungan signifikan. Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).
Simbolisasi ksatria dan empat abdinya, serupa dengan ‘ngelmu’ sedulur papat lima pancer. Sedulur papat adalah punokawan, lima pancer adalah ksatriya. Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh dua saudara tua (kakang mbarep, kakang kawah) dan dua saudara muda (adi ari-ari dan adi wuragil). Ngelmu sedulur papat lima pancer lahir dari konsep penyadaran akan awal mula manusia diciptakan dan tujuan akhir hidup manusia (Sangkan Paraning Dumadi).
Awal mula manusia diciptakan diawali dari saat-saat menjelang kelahiran. Sebelum sang bayi (bayi, dalam konteks ini adalah pancer) lahir dari rahim ibu, yang muncul pertama kali adalah rasa cemas si ibu. Rasa cemas itu dinamakan Kakang mbarep. Kemudian pada saat menjelang bayi itu lahir, keluarlah cairan bening atau banyu kawah sebagai pelicin, untuk melindungi si bayi, agar proses kelahiran lancar dan kulit bayi yang lembut tidak lecet atau terluka. Banyu kawah itu disebut Kakang kawah.Setelah bayi lahir akan disusul dengan keluarnya ari-ari dan darah. Ari-ari disebut Adi ari-ari dan darah disebut Adi wuragil.
Ngelmu sedulur papat lima pancer memberi tekanan bahwa, manusia dilahirkan ke dunia ini tidak sendirian. Ada empat saudara yang mendampingi. Pancer adalah suksma sejati dan sedulur papat adalah raga sejati. Bersatunya suksma sejati dan raga sejati melahirkan sebuah kehidupan.
Hubungan antara pancer dan sedulur papat dalam kehidupan, digambarkan dengan seorang sais mengendalikan sebuah kereta, ditarik oleh empat ekor kuda, yang berwarna merah, hitam, kuning dan putih. Sais kereta melambangkan kebebasan untuk memutuskan dan berbuat sesuatu. Kuda merah melambangkan energi, semangat, kuda hitam melambangkan kebutuhan biologis, kuda kuning melambangkan kebutuhan rohani dan kuda putih melambangkan keheningan, kesucian. Sebagai sais, tentunya tidak mudah mengendalikan empat kuda yang saling berbeda sifat dan kebutuhannya. Jika sang sais mampu mengendalikan dan bekerjasama dengan ke empat ekor kudanya dengan baik dan seimbang, maka kereta akan berjalan lancar sampai ke tujuan akhir “Sang Sangkan Paraning Dumadi”


From: retno cheah <retno...@yahoo.com>
To: hul...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, February 22, 2012 10:40 PM

Subject: Re: [HuLasKo] Kiai Petruk

Mas Behi Ling

unread,
Feb 22, 2012, 7:34:36 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Lalu, kenapa kalao duren yg njenang dan uenank banget itu disebut "Duren petruk "...???
Apakah karena orang yang habis ma'em duren petruk akan kagungan karsa yang baik ??
 
Ling:==

2012/2/23 sriyanta hadi <sriya...@yahoo.com>

sriya...@yahoo.com

unread,
Feb 22, 2012, 7:51:45 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Duren petruk disebut karena bentuk biji/beton nya seperti hidung petruk. Sepengetahuan saya begitu.

SH
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

From: Mas Behi Ling <ling...@gmail.com>
Date: Thu, 23 Feb 2012 07:34:36 +0700

Mas Behi Ling

unread,
Feb 22, 2012, 8:12:29 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Ooooh gitu yaaa, pak Hadi...
 
Lha kalo kue "semar mendem" ?? apa bentuknya kayak ki lurah semar yg lagi mabok ?? hehehe....

2012/2/23 <sriya...@yahoo.com>

sriya...@yahoo.com

unread,
Feb 22, 2012, 8:16:58 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Eh semar mendem itu yg mana ya? Kok lupa ?? Tape goreng kah?

Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

From: Mas Behi Ling <ling...@gmail.com>
Date: Thu, 23 Feb 2012 08:12:29 +0700

Mas Behi Ling

unread,
Feb 22, 2012, 8:21:55 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Semar mendem kuwi sing warnanya ijo, Pak Hadi...
Didalemnya isi parutan kelapa manis pake gula jawa....
Kulit luarnya yg warna ijo itu mbungkus parutan kelapa-gula jawa...
Bentuknya kayak lumpia semarang, tapi wrnanya ijo didalemnya parutan kelapa-gula jawa
Sampun kemutan menapa dereng, pak ??

2012/2/23 <sriya...@yahoo.com>

rukm...@gmail.com

unread,
Feb 22, 2012, 8:26:38 PM2/22/12
to HULASKO
Adik2
Salah......., Semar Mendem itu semancam lemper yang dibungkus dadar telor.

ES
Sent from my BlackBerry®

From: Mas Behi Ling <ling...@gmail.com>
Date: Thu, 23 Feb 2012 08:21:55 +0700

sriyanta hadi

unread,
Feb 22, 2012, 8:35:35 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Setuju Mbak, 
lemper dibungkus dadar telur = semar mendem,

Pak Ali, yuk kita cari di Mbah Google..., kenapa disebut semar mendem...

SH

From: "rukm...@gmail.com" <rukm...@gmail.com>
To: HULASKO <hul...@googlegroups.com>
Sent: Thursday, February 23, 2012 9:26 AM

rukm...@gmail.com

unread,
Feb 22, 2012, 8:40:34 PM2/22/12
to HULASKO
"̮hϱϱ"̮hϱϱ"̮hϱϱ"̮
‎​ Dari Petruk n the gank (Semar, Gareng, Petruk n BAGONG - byar pak Djai tau), turun ke duren bututnya "Semar Mendem"

Kalau nyari di mbah google, jgn lupa cara pembuatannya jg ya !

Salam,

ES
Sent from my BlackBerry®

From: sriyanta hadi <sriya...@yahoo.com>
Date: Wed, 22 Feb 2012 17:35:35 -0800 (PST)

hmha...@yahoo.com

unread,
Feb 22, 2012, 8:48:38 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Tape goreng itu rondo royal, bukan Rondonuwu...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Thu, 23 Feb 2012 01:16:58 +0000

Tammy

unread,
Feb 22, 2012, 9:00:15 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Memang betul, tokoh Punakawan hanya ada dan bisa ditemui di Jawa tidak ditempat lain, karena Semar adalah orang Jawa .... (alm mertuanya Jeng Enny Juliani)


-----Original Message-----
From: hul...@googlegroups.com [mailto:hul...@googlegroups.com] On Behalf Of sad...@gmail.com
Sent: Wednesday, February 22, 2012 9:35 PM
To: hul...@googlegroups.com
Subject: Re: [HuLasKo] Kiai Petruk

Betul Om. Punokawan hanya ada di Jawa, mulai dari jawa barat sampai jawa timur. Bahkan di Balipun tidak ada. Apalagi di India. Kenapa disebut ponokawan karena jumlahnya 4: semar, gareng, petruk dan bagong. Kalau di jawa barat, petruknya ganti nama jadi dawala dan bagongnya jadi cepot. Bagong kalau di Banyumas jadi bawor.

Salam
Sadarta

Powered by Telkomsel BlackBerry(r)

-----Original Message-----
From: katulam...@yahoo.com
Sender: hul...@googlegroups.com
Date: Wed, 22 Feb 2012 05:06:26
To: hul...@googlegroups.com<hul...@googlegroups.com>
Reply-To: hul...@googlegroups.com
Subject: Re: [HuLasKo] Kiai Petruk

Saya kebenaran penggemar komik wayang, setahu saya petruk adalah salah satu punakawan Rd. Arjuna, cuma kenapa punakawan tsb (semar,petruk, gareng dan lupa lagi satunya?) Hanya ada di cerita2 sempalan saja sedangkan di cerita Mahabrata tidak ada? Apakah punakawan2 tsb hanya ada di cerita pewayangan Jawa saja? Sedangkan di India memang tidak ada? Mohon pencerahannya

Powered by Telkomsel BlackBerry(r)


This message is for named person's use only. It may contain sensitive proprietary or legally privileged information. No Confidentiality is waived or lost by any mistransmission. If you are not the intended recipient, please immediately delete it and all copies of it from your system, destroy any hard copies of it and notify the sender without reviewing, reading, or copying it. You must not directly or indirectly use, disclose, distribute, print, or copy any part of this message if you are not the intended recipient. Any views expressed in this message are those of the individual sender, except where the message states otherwise and the sender is authorized to state them to be the views of any such entity. If you received this communication in error, please notify us immediately by responding to this e-mail and then delete it from your system. Kangean Energy Indonesia Ltd is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt.

Any unathorized use of this message by any person and/or any entity may lead to legal consequences.

You should check the attachment/s (if any) for viruses and defects before opening or using them, sender liability is hereby declared to be limited to resend any affected attachment/s.

Bertha Lenawati Arman

unread,
Feb 22, 2012, 9:02:32 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com

Ling, itu namanya dadar gulung.

 


Yugentoro Gaguk

unread,
Feb 22, 2012, 9:02:26 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Memang betul, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong semuanya orang Jawa(Jago Wayang)

sriyanta hadi

unread,
Feb 22, 2012, 9:06:58 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Mbak 

Ini link ke resepnya, saya may copy nggak bisa..

nanti kalau sudah jadi share fotonya saja Mbak...
Mtnw.

SH

Sent: Thursday, February 23, 2012 9:40 AM

Tammy

unread,
Feb 22, 2012, 9:09:57 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com

 

Bener ini kan En ... fotonya alm bapak.

 

http://petisikotbah.files.wordpress.com/2010/11/ateng-ria-jenaka.jpg

Mardi Rondonuwu

unread,
Feb 22, 2012, 8:38:44 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Wwelehweleeeh. Mas Ling2. Khan malu2in.  Sing warna Ijo isi klapa parut gulo jowo itu.  Namanya. DADAR GULUNG.  Wong aku udah ninggalin Negri. 10th. Masih inget kok.  Nah. SEMAR MEMDEN itu. SEMAR YG OVERDOSIS  MINUUUUM. LOL 
Sampun. Bo aboooo

Sent from my iPhone

sriyanta hadi

unread,
Feb 22, 2012, 9:19:25 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Betul, betul, betul !

Temannya Rondo Royal, di sekitar Jogja Solo Semarang (Joglosemar)
Entheng-entheng = digoreng dengan cetakan kepalan tangan, bahan?
Gablug = gethuk dilumatkan terus digoreng
Klenyem = parutan ubi digoreng, didalamnya ada gulanya
Rondo mancur = gablug diisi gula ?
Utri = parutan ubi digulung dalam daun pisang terus dikukus

weh jan kreatip tenan...
SH

From: "hmha...@yahoo.com" <hmha...@yahoo.com>
To: hul...@googlegroups.com
Sent: Thursday, February 23, 2012 9:48 AM

Mardi Rondonuwu

unread,
Feb 22, 2012, 9:33:31 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
He. He. Mas. HMH bisa aza. Yg jelas. RONDOnuwu. Lebih. Manis. Dari  RONDOroyal.  Lhoo.  Wah. Mas Gareng & temen2  ngundang banyak orang ney. Jadi. Seru.  Seneng bacanya.  Ayoooo. Nyambung teruuus. 
Salam kangen b semua
Ibu. RONDO

Sent from my iPhone

turut setrosudarmo

unread,
Feb 22, 2012, 9:37:35 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Ass.wr.wb,
 
Betul pak Daji,
Wayang yang asli dari India baik ephos Bahabarata maupun Ramayana memang tidak ada mengenal tokoh punakawan tsb.
Tokoh punakawan hanya dikenal dalam pewayangan gaya Surakarta, Yogyakarta, Sunda dan Jawa Timuran.
 
Cerita kelahiran punakawan dalam pewayangan :
Dikisahkan Tejomoyo, Tejomantri dan Manikmoyo adalah satu bersaudara yang "diciptakan" dari sebutir telor.
(tidak diceritakan apakah telor ayam, bebek, entok ataupun puyuh).
Kulit telor menjadi : Tejomantri (Togog)
Putih telor menjadi : Tejomoyo (Batara Ismoyo = Semar)
Kuning telor menjadi : Manikmoyo (Batara Guru)
 
Karena mereka semua tidak memiliki AKTE KELAHIRAN, maka Tejomoyo/Ismoyo dan Tejomantri berantem,
berebut siapa yang paling tua.
Karena dianggap bikin onar di kahyangan, mereka berdua berubah (atau tepat dirubah) rupanya menjadi seperti yang kita lihat dalam pewayangan saat ini, mereka dihukum dan diusir dari kahyangan untuk turun kedunia. 
Mereka diijinkan kembali ke kahyangan apabila selama didunuia berbuat kebaikan untuk umat manusia.
Karena Manikmoyo tidak mau ribut dan berebut tua, maka wajahnya tetap cakep bahkan diberi wewenang untuk menjadi raja
para dewa di kahyangan yang kita kenal sebagai Batara Guru.
 
Kasihan mereka didunia akan kesepian, baik Tejomantri ataupun Tejomoyo akan diberi teman, yaitu jelmaan dari bayangan
mereka sendiri.
Bayangan Tejomantri/Togog menjelma menjadi Sorowito/Bilung
Bayangan Tejomoyo/Semar menjelma menjadi Bagong (Sunda : Dawala ?)
Ditemani satu orang merasa masih belum cukup, Semar masih minta teman lagi maka diberi anak Gandarwo (gendruwo ?)
yaitu Gareng dan Petruk (Sunda : Cepot ?)  
 
Kisah masuknya punakawan dalam pewayangan :
Konon tokoh punakawan masuk dalam cerita pewayangan semenjak Sunan Kalijaga melakukan dakwah menyebarkan
ajaran Islam di tanah Jawa (khususnya Jawa Tengah).
Pada awal dakwahnya Sunan Kalijaga banyak menemui kesulitan dalam menyebarkan ajaran Islam karena
penduduk Jawa (terutama dipedalaman) masih sangat kuat menganut ajaran Hindu.
 
Sunan Kalijaga yang sewaktu masih muda bernama Raden Mas Umar Said (putra Adipati Tuban), adalah satu-satunya
dari Walisongo yang asli keturunan Jawa. Walaupun seorang putra adipati, namun justru tidak mau tinggal didalam istana
melainkan membaur dengan kehidupan rakyat jelata. 
Itulah sebabnya Sunan Kalijaga tahu persis bahwa kehidupan rakyat sehari-hari tidak bisa dipisahkan dari pewayangan.
 
Melihat hal itu beliau menciptakan tokoh punakawan tadi yang dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan (dakwah).
Punakawan sendiri ada yang mengartikan PUNA = paham, susah, fana
KAWAN = teman, sekawan (empat).
Sehingga PUNAKAWAN = teman yang yang mengajak untuk memahami (kebaikan), teman yang mengajak untuk memikirkan/mempersiapkan kehidupan yang fana.
Semar : cepat-cepat/bergegas
Gareng : mencarai dan memperoleh kabaikan
Petruk : Menjauhi/meninggalkan
Bagong : perilaku/perkara buruk.
 
Sehingga kalau digabung punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk Bagong akan berarti :
Cepat-cepatlah memperoleh kabaikan dan tinggalkan perkara keburukan.
 
 Demikian sejumput cerita keberadaan tokoh punakawan dalam pewayangan baik ephos Mahabarata maupun Ramayana.
 
Salam,
Tsd. 
 
 
 

2012/2/23 Mas Behi Ling <ling...@gmail.com>

Mas Behi Ling

unread,
Feb 22, 2012, 9:57:15 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
@ Mbak M: Wooo aq salah thaa... ya wis... maap ya mbak M.... hehehehhh
@ Juga buat Mbak Sue... sering ketuker-tuker namanya antara semar mendem dan dadar gulung....
@ Pak Hadi: SIyaaap... kita cari tau lewat mbah Google... kenapa namanya semar mendem.... hehehhee.....
 
Selamat berkarya bapak-2 dan Ibu-2 Hulasko !! Have a good day ...!!

2012/2/23 <rukm...@gmail.com>

sriyanta hadi

unread,
Feb 22, 2012, 10:02:32 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Wa'alaikum salaam

Untuk generasi muda, mungkin sudah tak mengenal wayang lagi. 

Asal muasal dari telur itu juga saya dengar cerita dari Kakek saya. Kalo di pewayangan (Jawa), Semar merupakan dewa yg 'ngejowantah' (tampak di kehidupan sehari-hari), dan tampak jadi orang biasa yang tidak tampan. Namun punya kelebihan muacam-muacam, makanya jadi penasihat sang Ksatria yg di-emongnya. Di medan perang salah satu kelebihan Semar adalah senjata gas beracun (yg merupakan kentutnya). Hebat kan sudah ada senjata chemical non mekanik!

Pesan bentuk hubungan punokawan-Ksatria ini memberikan pelajaran antara lain kedekatan antara penguasa dengan rakyat jelata; Ksatria sebagai penguasa dan punokawan sebagai representasi wong cilik, rakyat jelata. Sehingga ada nasihat, pepatah para penguasa harus dekat dan melindungi wong cilik bukan sebaliknya! Pelajaran lain adalah untuk menilai seseorang bukan dari penampakan wadagnya saja, karena penampakan wadag tidak selalu merepresentasikan internalnya.

Emong = asuh, ngejowantah = menampakkan diri, penampakan wadag = penampakan fisik
Wallhu'alam

Sriyanta Hadi 


From: turut setrosudarmo <t.setro...@gmail.com>
To: hul...@googlegroups.com
Sent: Thursday, February 23, 2012 10:37 AM

Idrus Hasan

unread,
Feb 22, 2012, 10:26:38 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com

Pa Ali Lingga : ada yang “menggelitik” ditulisan Pa Turut dibawah ini.

 


Bambang Wahyudi

unread,
Feb 22, 2012, 10:36:51 PM2/22/12
to H U L A S K O
Kalau nggak salah Kyai Semar adalah penjelmaan dari telor  Sang Hyang Wenang yang pecah :
 
Kulit luarnya adalah Togog (Tedjo Moyo) Pengantar raja2 angkara Murka
Putihannya adalah Semar ( Ismoyo Jati ) Pengemong Ksatiria
Kuningnya adalah Bathara Guru (Manik Moyo) Raja Dewata di Kahyangan Jongring Saloka
 
Mereka sebetulnya ketiga-tiganya tampan semua, Karena mereka berebut tua maka mereka pada berantem dan Tedjomoyo berubah menjadi togog dengan mulut nya yang dower, Ismoyojati menjadi semar dengan perutnya yang bucit sedangkan Manik moyo tidak ikutan sayembara menelan gunung. makanya Manikmoyo masih tampan sendiri. Begitu tambahan dari saya.....
 

 

Date: Wed, 22 Feb 2012 19:02:32 -0800
From: sriya...@yahoo.com

Subject: Re: [HuLasKo] Kiai Petruk

katulam...@yahoo.com

unread,
Feb 22, 2012, 10:38:58 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Wah ... Wah ...Wah rupanya pak Turut juga ahli dalam dunia pewayangan ya, cuma saya belum dpat jawaban ttg korelasi antara cerita wayang purwa, ramayana, mahabrata dan bharata yudha, seingat saya dalam wayang purwa ada seorang raksasa kecil yg namanya sukasrana, saya lupa apakah dia merupakan cikal bakal dari keluarga Rama kemudian kel.pandawa dan Kurawa yang lahir dari Ibu Kunti ? Kemudian garis keturunan tokoh Sugriwa dan Hanoman dr mana ya?Haduuh sdh lupa semua, brgkali Pak Turut dan Pak Sadarta bisa menjelaskan ya?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: turut setrosudarmo <t.setro...@gmail.com>
Date: Thu, 23 Feb 2012 09:37:35 +0700

Mas Behi Ling

unread,
Feb 22, 2012, 10:46:37 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Pak Idrus: maksudnya bagian yang Sunan Kalijogo kah ?? Hehehe....

2012/2/23 Idrus Hasan <idrus...@energi-mp.com>

turut setrosudarmo

unread,
Feb 22, 2012, 11:53:27 PM2/22/12
to hul...@googlegroups.com
Pak Djai,
Menurut PAKEM PEWAYANGAN, sebetulnya antara Mahabarata dan Ramayana TIDAK ADA hubungannya, tetapi kadang-kadang
dalang membuat CERITA CARANGAN (cerita karangan yang keluar dari pakem) yang menghubungkan antara cerita Mahabarata dan cerita Ramayana.
 
Cerita Wayang Purwo (wiwitan = permulaan) :
Wayang PURWO adalah cerita Mahabarata yang dimulai dari leluhurnya Pendawa/Kurawa yaitu Sentanu, Citragada, Citrawirya, Wiyasa/Abiyasa sampai dengan selesainya perang Baratayuda (kelahiran Parikesit anak Abimanyu/cucu Arjuna).
 
Mahabarata menceritakan sekitar Pendawa/Amarta dan Kurawa/Astina.
Kunti dan Madrim adalah istri Pandu Dewanata (bapaknya Pandawa) mereka mempunyai anak Pandawa yang berjumlah lima orang.
Kunti mempunyai anak : 3 orang anak dan Madrim mempunyai anak 2 orang anak (kembar).
 
Gendari (istri Destarata/kakak Pandudewanata) sebenarnya ingin diperisteri Pandu, namun keinginannya tidak terkabul maka dia
merasa sakit hati dan punya niat agar anak2nya nantinya menguasai kerajaan Astina.
Mangkanya dia memohon agar diberi anak yang banyak untuk bisa mengalahkan anak2 Pandu dan menguasai kerajaan.
Permohonannya terkabul dan dia mempunya anak sebanyak seratus orang, yang kemudian disebut Kurawa.
 
Baratayuda :
Perang Baratayuda adalah perang antara Pandawa dan Kurawa, yang mana Pandawa menuntut hak atas kerajaan mereka yang diduduki dan ingin dikuasai oleh Kurawa.
Walaupun Kurawa bersaudara ada 100 orang namun pda akhir Baratayuda mereka dapat ditumpas oleh Pandawa yang hanya 5 orang.
Pada selesainya perang Baratayuda lahirlah anak Abimanyu/cucu Arjuna tadi, yang kemudian diberi nama Parikesti atau
PARIPURNA (selesai).
Wayang setelah kelahiran Parikesit sidebut WAYANG MADYA.
 
Cerita Ramayana :
Dalam cerita Ramayana, Subali, Sugriwa dan Anjani (ibunya Anoman) adalah bersaudara, namun karena salah paham
Subali (yang tertua diantara tiga saudara) berperang dengan Sugriwa.
Atas Bantuan Ramawijaya (raja Ayodya) akhirnya Subali bisa dikalahkan dan terbunuh (walaupun punya aji Pancasona) dan Sugriwa
menjadi raja menggantikan kakaknya.
Itulah sebabnya pada waktu Ramawijaya berperang dengan Alengka (Rahwana) dalam rangka membebaskan
Dewi Sinta,  sebagai balas budi, Sugriwa membantu Rama.
 
Sedangkan Sukasrana ada dalam cerita Ramayana juga, tetapi dari kerajaan lain (Maespati).
Sukasrana berujud raksasa kecil namun mempunyai kesaktian yang luar biasa dia mempunyai saudara tua
yang tampan yaitu Sumantri yang kelak menjadi mahapatih di Maespati.
 
Begitulah  pak Djai kira-kira hubungan cerita antara Mahabarata dan Ramayana,
Kalau masih belum jelas pak Bambang Sadarta akan menjelaskan lebih detail.
 
salam,
Tsd.
 


 

sad...@gmail.com

unread,
Feb 23, 2012, 12:20:28 AM2/23/12
to hul...@googlegroups.com

Pak Djai,
Ntar malam ya. Pak Turut saya lihat sudah menjelaskan. Tapi penjelasan saya akan agak beda dengan pak Turut.

Salam
Sadarta.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

katulam...@yahoo.com

unread,
Feb 23, 2012, 4:06:50 AM2/23/12
to hul...@googlegroups.com
Cukup jelas Pak Turut, ingatan saya jadi terbuka lagi mengenai koralasi tadi, memang saya tidak keliru utk bertanya ke pakarnya he...he...he, utk ramayana ada perbedaan versi antara orang India dan Srilangka (Ceylon), menurut orang india rama adalah satria yg mewakili pembela kebenaran tp menurut orang srilangka malah sebaliknya, Rahwana lah pembela kebenaran, makanya antara org india dan srilangka tidak pernah akur, bukan begitu pak Barathi?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: turut setrosudarmo <t.setro...@gmail.com>
Date: Thu, 23 Feb 2012 11:53:27 +0700

katulam...@yahoo.com

unread,
Feb 23, 2012, 4:08:52 AM2/23/12
to hul...@googlegroups.com
Saya kepingin dengan versinya Mas Sadarta, ditunggu ya he...he
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Thu, 23 Feb 2012 05:20:28 +0000

enny juliani

unread,
Feb 23, 2012, 7:37:09 AM2/23/12
to hulasko
Wahhhh Tammy kok masih punya foto alm. Mertuaku bpk Sampan Hismanto ... Dulu ikut Ria Jenaka di TVRI bersama om Ateng dkk yg sudah pada alm Jg.
Terima kasih Tam bisa share foto alm bukan ali lingga murti loh.

Salam Hulasko,

salam,
Enny Juliani

Date: Thu, 23 Feb 2012 09:09:57 +0700

tamm...@yahoo.com

unread,
Feb 24, 2012, 12:59:57 AM2/24/12
to hul...@googlegroups.com
Hehehe .... En buat bukti kl punakawan itu asalnya dr jawa ...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "enny juliani" <enn...@gmail.com>
Date: Thu, 23 Feb 2012 12:37:09 +0000

Mas Behi Ling

unread,
Feb 24, 2012, 2:00:16 AM2/24/12
to hul...@googlegroups.com
Wah... namaku kok dibawa-bawa yaa....

2012/2/23 enny juliani <enn...@gmail.com>
image001.jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages