Dangdut merupakan lagu yang asyik didengar dengan berbagai warna dan makna. Sejumlah penyanyi dangdut pun kerap merilis lagu dangdut terbaru yang kini tidak hanya diminati oleh pecinta musik dangdut saja.
Kapanlagi.com - Akhir pekan sudah datang! Nyari aktivitas yang seru di rumah bisa dilakukan biar pikiran jadi fresh. Nggak cuma rebahan all day long, weekend adalah momen yang tepat untuk memasak menu makanan favorit.
Biar makin seru, agenda masak kamu juga perlu ada backsound loh. Dari beberapa genre musik yang bisa kamu dengerin di pas lagi masak, dangdut harus diikutsertakan biar bisa tetap goyang. Siapkan bahan makanan kamu, dan masukin lagu dangdut ini di playlist kamu.
Serunya musik dangdut adalah bisa menyampaikan perasaan sedih lewat alunan nada bertempo cepat yang bikin goyang pastinya. Lagu Los Dol dari Denny Caknan ini sebenarnya menceritakan perselingkuhan, tapi tetep aja bisa bikin sing along sambil joget di sela-sela mengiris bawang atau menggoreng masakan. Emang sih, kalau kita diselingkuhin mending dibawa happy aja sambil goyang.
Kalau sudah bahas musik dangdut, maka The Godfather of Broken Heart Didi Kempot nggak boleh dilewatin gitu aja. Maestro dangdut dari Jawa Tengah ini punya beberapa lagu yang bisa dinyanyikan alias sing along sambil masak. Salah satunya adalah Layang Kangen. Tapi awas, jangan dengerin lagu ini sambil mengupas bawang ya, karena bisa bikin nangis.
Penyanyi Via Vallen kini sudah menjelma sebagai salah satu diva dangdut tanah air. Cewek libra yang satu ini pasti udah kita kenal lewat single hitsnya yang berjudul Sayang. Saking populernya lagu ini, official MV-nya udah ditonton 195 juta kali di Youtube. Kalau kamu nggak goyang pas denger lagu ini, fix hidupmu kurang seru.
Kalau 5 Seconds of Summer punya Young Blood, maka Rhoma Irama telah menciptakan lagu berjudul Darah Muda. Warisan dari living legend musik dangdut Indonesia bakal membawa suasana yang positif di dapur. Bisa kali masaknya sambil goyang.
Menyusul Via Vallen, Nella Kharisma juga menjadi delegasi Jawa Timur sebagai diva dangdut di era sekarang. Dilihat dari judulnya, lagu ini jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti ditinggal saat sedang sayang-sayangnya. Lagi-lagi, lagu bernuansa sedih bisa dibawakan dengan instrumen yang bikin kita semua goyang. Jangan lupa ditambahin garam ya masakannya.
Nggak ada yang bisa menyangkal popularitas lagu ini. Dirilis di tahun 2018, Lagi Syantik udah ditonton 629 juta kali di Youtube. Bermodalkan lirik yang mudah dinyanyikan dan beat drop ala musik elektronik, single dari Siti Badriah ini nggak boleh dilewatin dari playlist pas kamu lagi masak.Biar bagaimanapun, musik dangdut adalah senjata ampuh yang bakal menemani segala aktivitas kamu. Tapi ingat, pastikan agenda memasak bisa menjadi solusi ampuh untuk mengusir rasa penat sekaligus jadi ajang self reward ya. Good food, good mood.
Di Indonesia, dangdut koplo membuat bahasa Jawa menjadi trendi lagi di kalangan kaum muda. Variasi dangdut dari Jawa Timur ini sekarang dipopulerkan oleh penyanyi seperti Happy Asmara, Tasya Rosmala, dan bisa dibilang yang paling populer, Denny Caknan.
Kini, dangdut koplo telah mendapat penerimaan secara nasional dan eksistensinya tidak bisa dimungkiri lagi. Musik yang berasal dari daerah pinggiran tersebut mendapat penerimaan penuh dan memiliki para penggemar fanatiknya sendiri.
Los Dol membahas peran penting media digital dalam ekspresi emosi dan hubungan asmara kontemporer. Dalam lagu, misalnya, sang tokoh utama digambarkan seolah memberikan rasa cinta yang tulus karena membebaskan orang yang ia sayangi untuk tetap sesekali berkomunikasi dengan mantannya melalui WhatsApp.
Tema-tema yang dekat dengan keseharian generasi muda ini menjadikan lagu-lagu Denny Caknan terasa nyaman buat para pendengarnya. Bahasa Jawa yang digunakan untuk membahas tema digital ini jadi terasa modern dan muda.
Yap, musik dangdut selalu dilantunkan di berbagai tempat hingga berbagai acara, baik itu acara formal maupun informal. Bahkan ada yang mengatakan bahwa musik dangdut ini seolah tak akan pernah mati meskipun genre musik barat juga turut berkembang di Indonesia.
Dapat disebut bahwa musik dangdut ini adalah musik yang merakyat sejak negara Indonesia berdiri. Terkadang, beberapa masyarakat tetap dapat berjoget setelah mendengarkan lagu dangdut meskipun dirinya tidak mengetahui bagaimana lirik dan judul lagu tersebut. Maka dari itu, para penggemar musik dangdut itu tidak hanya para orang tua saja, tetapi juga dipopulerkan kembali oleh para anak muda.
Keberadaan musik dangdut di negara Indonesia ini semakin berjaya disebabkan karena beberapa hal, salah satunya adalah adanya ajang kompetisi musik dangdut yang digelar di salah satu stasiun televisi swasta. Melalui ajang tersebut, musik dangdut akan dipopulerkan kembali oleh para muda-mudi dari seluruh penjuru wilayah Indonesia.
Lalu, bagaimana ya sejarah dari musik dangdut hingga dapat berkembang seperti saat ini? Siapa saja pula penyanyi dangdut yang turut berkontribusi dalam perkembangan musik dangdut di Indonesia dan dunia?
Pada tahun tersebut, film Bollywood yang berasal dari negara India sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Grameds pasti sudah tahu bahwa dalam film Bollywood itu menonjol akan lagu-lagunya, sehingga turut berpengaruh pula pada perkembangan musik dangdut di Indonesia. Apalagi, kala itu juga berkembang orkes Melayu di beberapa daerah Jakarta yang sering memainkan lagu-lagu Melayu Deli khas Sumatera.
Pada tahun 1950-an, ada seorang penyanyi yang bergabung dalam sebuah Orkes Melayu Kelana Ria, bernama Ellya Khadam. Tak disangka-sangka, Ellya Khadam berhasil mempopulerkan lagu-lagu dangdut yang bahkan masih digemari oleh para ibu-ibu kota pada kala itu. Sebut saja lagu-lagunya adalah Boneka Dari India, Pergi Tanpa Pesan, Termenung, dan Djanji. Kemunculan Ellya Khadam ini digadang-gadang sebagai awal dari kehadiran musik dangdut di Indonesia.
Pada awal tahun 1970, musik dangdut semakin berkembang secara pesat di masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya konser-konser, penjualan kaset, hingga meningkatkan para penggemar musik dangdut di Indonesia ini. Bahkan, tak jarang pula para penyanyi dangdut asal Indonesia yang mengadakan konser dangdut mereka di luar negeri. Misalnya, Rita Sugiarto bersama Rhoma Irama yang berhasil mengadakan konser dangdut di Manila, Tokyo, hingga Melbourn.
Dari adanya penjualan kaset dangdut yang tinggi maka jelas terlihat bahwa kala itu musik dangdut telah berkembang sangat pesat. Bahkan pada tahun 1979, majalah Tempo jelas menyebutkan bahwa tahun tersebut sebagai tahun dangdut karena musik dangdut berhasil menguasai pasaran kaset dan industri musik Indonesia.
Tak heran apabila pada era ini, musik dangdut yang didominasi oleh suara Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih, terdengar di berbagai tempat, baik itu di stasiun televisi hingga diskotik dan club malam.
Pada tahun ini pula, Rhoma Irama bersama grup musiknya, Soneta, kerap membawakan lagu-lagu dangdut pada undangan acara Festival Lagu Populer ASEAN yang kala itu musik dangdut diwacanakan sebagai musik negara ASEAN.
Tidak hanya negara-negara ASEAN saja, pada tahun 1990-an, popularitas musik dangdut bahkan telah mencapai negara Turki, Jepang, Australia, hingga Amerika. Pada tahun tersebut juga, seorang pengusaha Jepang pernah merilis sekitar 200 lagu milik Rhoma Irama yang kemudian diedarkan di Jepang.
Pada era ini, musik dangdut mengalami banyak perubahan, terutama pada bagian aransemennya. Hal tersebut karena seiring dengan adanya kejenuhan akan musik dangdut yang original, maka para musisi dangdut di wilayah Jawa Timur mulai mengembangkan jenis musik dangdut baru yang disebut dengan dangdut koplo.
Dangdut koplo ini seolah menjadi genre tersendiri dan yang paling membedakan dengan dangdut original adalah irama gendangnya. Selain itu, ciri pementasan dari musik dangdut koplo ini adalah adanya model penyanyi berpakaian terbuka dan bergoyang erotis, misalnya Inul Daratista yang terkenal akan goyang ngebor-nya.
Pada era ini pula, musik dangdut masih tetap digandrungi oleh berbagai kalangan dengan banyaknya acara televisi yang menampilkan ajang pencarian bakat khusus untuk para penyanyi dangdut. Sebut saja acara Kontes Dangdut Indonesia, Rising Star Dangdut Indonesia, Dangdut Academy, hingga yang masih eksis sampai saat ini yakni Liga Dangdut Indonesia.
Perlu diketahui bahwa pada era sebelumnya, musik dangdut digunakan sebagai media dakwah yang mengusung nilai-nilai moral, sementara penampilan Inul Daratista justru terlalu seronok dengan unsur erotisme yang sangat kental.
Bahkan ada juga kutipan dari Weintraub (dalam karya ilmiahnya yang berjudul The Sound and Spectacle of Dangdut Koplo: Genre And Counter-Genre in East Java, Indonesia) yang mendukung pernyataan bahwa dangdut koplo itu bukanlah genre yang berbeda dengan dangdut original. Berikut adalah kutipannya:
Rhoma Irama disebut-sebut sebagai penyanyi dangdut terpopuler bahkan hingga saat ini dan dijuluki sebagai Raja Dangdut. Bahkan, beberapa akademisi mencoba membagi periode dangdut berdasarkan tren yang muncul dalam konteks musik dangdut, salah satunya adalah Simatupang, yang kemudian buah pikirannya dituangkan ke sebuah karya ilmiah berjudul The Development of Dangdut and Its Meanings: A Study of Popular Music in Indonesia.
Lagu-lagu Rhoma Irama hingga saat ini masih kerap diputar, sebut saja lagu Begadang, Darah Muda, Judi, Mirasantika, hingga Ani. Keunikan dari musik dangdut yang dimainkan oleh Rhoma Irama adalah gabungan antara melodi gitar dengan suara gendang yang enerjik.
Rita Sugiarto merupakan seorang penyanyi dangdut legendaris di Indonesia. Namanya mulai melejit ketika berduet dan turut menjadi pengisi suara dalam film-film milik Rhoma Irama, sebut saja Darah Muda, Berkelana, dan Gitar Tua. Suara yang dimilikinya sangat unik, bahkan hal tersebut juga diungkapkan oleh Rhoma Irama pada sebuah wawancara di awal tahun 1980-an. Lagu-lagu milik Rita Sugiarto hingga saat ini masih kerap dinyanyikan di panggung-panggung dangdut.
31c5a71286