The story takes place during World War II. After Mahito loses his mother during the firebombings of Tokyo, he and his father move to the countryside. There, Mahito's father gets remarried to his late mother's pregnant sister. As Mahito struggles with his situation, he encounters a talking heron and enters another world based on a promise that he can meet his mother again.
The film opened in Japan on July 14, and sold 1.003 million tickets and earned about US$13.2 million in its first three days in Japan. The film sold 1.353 million tickets and earned 2.149 billion yen (about US$15.53 million) in its Friday-Monday long weekend (July 17 was the Marine Day holiday in Japan). The Boy and the Heron has earned a cumulative total of 8,333,397,800 yen (about US$55.60 million). It is the #74 highest-grossing film ever in Japan. The film had its international premiere at the Toronto International Film Festival (TIFF), as the event's opening film on September 7 at Roy Thomson Hall. This marked the first time the festival opened with an animated film as well as the first time for a Japanese film.
Miyazaki is credited with the original work, in addition to directing the film and writing the script. Joe Hisaishi (Spirited Away, Princess Mononoke, My Neighbor Totoro) composed the music. Kenshi Yonezu (Chainsaw Man, My Hero Academia, March comes in like a lion) performs the theme song "Chikyūgi" (Globe).
Film bergenre animasi fantasi ini, menandai 'come back'-nya Hayao Miyazaki setelah 10 tahun hiatus. Tokoh film animasi Jepang pendiri studio Ghibli ini, penulis cerita sekaligus sutradara The Boy and The Heron'.
Film animasi karya Miyazaki selalu mendapat tempat di hati penggemar film animasi di seluruh dunia. Beberapa di antaranya yang fenomenal adalah My Neighbor Totoro, Spirited Away dan Howl's Moving Castle.
CBI Pictures merupakan distributor film The Boy and The Heron di Indonesia. Di negara asalnya, Jepang, film ini berhasil menyedot penonton dengan capaian pendapatan sebesar 13,2 juta dolar AS atau sekitar Rp203 miliar.
JAKARTA - Hayao Miyazaki's latest film finally got a new release date in Indonesia. Initially, this film was scheduled to air today, Wednesday, November 29 but was postponed for no reason to reveal it.
The film The Boy and the Heron was inspired by the 1937 novel How Do You Live by Genzaburo Yoshino. This film tells the story of Mahito who moves out of town after his mother dies in the middle of War.
The Boy and the Heron is his latest work in 10 years. His original story was written with Suzuki and his music he worked on with Joe Hisaishi. The theme song for this film is entitled "Spinning Globe" sung by Kenshi Yonezu.
The film was also brought to the United States where the global version was filled by a series of well-known Hollywood actors, Christian Bale, Dave Bautista, Gemma Chan, Willem Dafoe, Karen Fukuhara, Mark Hamill, Robert Pattinson and Florence Pugh.
The film The Boy and the Heron has made international premieres at the 48th Toronto International Film Festival on 7 September. This film also airs at the New York Film Festival and the San Sebastian International Film Festival.
Sebagai salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai pendongeng ulung dan pencipta film animasi Jepang, dan secara luas dianggap sebagai salah satu pembuat film paling sukses dalam sejarah animasi.
Namun, film tersebut mengalami kemunduran tanggal penayangan. CBI Pictures selaku distributor film dari Indonesia pun akhirnya memberikan tanggal pasti untuk penayangan film Hayao Miyazaki tersebut pada 13 Desember 2023.
At first a group of herons started nesting in several trees in the village. More and more came, and in such great numbers that soon, every tree in the village was populated by herons. The villagers marveled at that and interpreted it as a gift from the gods that needed to be acknowledged and looked after.
The village has become a natural habitat and nesting place for a colony of thousands of herons (mainly egrets). The heron sanctuary is indeed a phenomenon as it is limited to this particular village and does not extend to the surrounding area. The Petulu people respect and revere the birds. To give thanks for their prosperity and to keep the birds in their village, they hold special piodalan ceremonies twice a year on every Kliwon Kuningan, the Saturday following the Galungan holiday. It is believed the ceremonies help to keep the birds healthy and fertile, and maintain the harmony between the birds and the people from the village.
Hayao Miyazaki sendiri merupakan salah satu pendiri dari Studio Ghibli yang telah menciptakan banyak film animasi terkenal seperti My Neighbor Totoro, Spirited Away, Princess Mononoke dan banyak lagi.
Dalam cerita, si anjing marah, mengusir si burung bangau yang dia lihat mencuri, padahal ternyata si bangau mencuri umpan cacing untuk makan anak-anaknya. Si majikan kesal kepada si anjing, karena menganggap si anjing berisik hingga membuat ikan kabur, padahal si anjing hanya berusaha menjaga umpan milik majikannya. Saat majikan melihat bangau yang mencuri, dia mengusir bangau, dan anjing tampak merasa senang dan bangga, merasa telah berbuat kebaikan, tapi saat si anjing tahu kenyataannya, dia tampak menyesal. Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari film yang berhasil memenangkan piala Oscar untuk kategori film pendek adalah sebagai berikut:
Miyazaki banyak menyutradarai film Animasi yang sekarang menjadi film legendaris Ghibli seperti, Laputa: Castle in the Sky (1986), My Neighbor Totoro (1988), Grave of the Fireflies (1988), dan lainnya.
Santoki tidak sendirian, ia juga ditemani oleh sejumlah aktor papan atas Jepang yang turut membintangi film tersebut. Antara lain yaitu Masaki Suda, Kou Shibasaki, Yoshino Kimura, sampai dengan solois bernama Aimyon.
Para penggemar animasi dari Ghibli pasti sudah mendengar berita mengenai film terakhir Hayao Miyazaki. Film yang rilis tanpa bahan promosi ini sudah tayang di Jepang dan berhasil meraup untung besar! Film yang awalnya bertajuk How Do You Live? ini juga mendapat banyak ulasan positif dari para penonton.
Tak hanya itu, film ini menjadi film perpisahan sang sutradara sebelum akhirnya pensiun di usia 82 tahun. Menjadi salah satu animasi Ghibli paling dinanti, simak alasan wajib menantikan The Boy and The Heron yang siap tayang perdana di Toronto International Film Festival bulan September 2023.
Kemampuan Hayao Miyazaki di dunia perfilman tidak perlu diragukan lagi. Beliau yang sudah berusia 80 tahun lebih ini sebelumnya sudah memutuskan untuk pensiun setelah merilis film bertajuk The Wind Rises (2013). Namun, dia mengurungkan niat pensiunnya karena tergabung dalam projek film animasi pendek bertajuk Boro the Caterpillar (2018).
The Boy and The Heron sendiri terinspirasi dari novel karya Genzaburo Yoshino bertajuk How Do You Live? yang terbit tahun 1937. Novel ini akan muncul di dalam fim ini, tapi jalan ceritanya berbeda dan tidak ada hubungannya dengan novel tersebut. Berjarak sepuluh tahun dari film terakhirnya, projek The Boy and The Heron sendiri diumumkan pada Oktober 2017, sedangkan produksi sudah dilakukan sejak tahun 2016.
Film ini dibuat sebagai hadiah perpisahan Hayao Miyazaki untuk cucunya. Proses pembuatan film ini terbilang cukup lama karena animasinya masih diproduksi secara manual alias digambar dengan tangan. Dengan animator sekitar 60 orang, proses pembuatannya tidak memiliki tenggat waktu.
Ada hal unik mengenai film ini, yaitu sama sekali tidak ada promosi. Pihak Ghibli sama sekali tidak merilis trailer, gambar cuplikan, sinopsis, bahkan siapa saja pengisi suara yang terlibat di projek film animasi ini. Pihak Ghibli hanya merilis satu poster yang lewat situs resmi Ghibli. Informasi mengenai film ini mulai dari jalan cerita, pengisi suara, hingga soundtrack baru diumumkan setelah film ini rilis di bioskop Jepang.
Beberapa pengisi suara yang memeriahkan film ini antara lain Soma Santoki, Masaki Suda, Aimyon, Yoshino Kimura, dan Shōhei Hino. Joe Hisaishi, komposer langganan Hayao Miyazaki dan Ghibli, kembali didapuk menjadi komposer.
Berlatar tahun 1943, film ini berpusat pada seorang bocah bernama Mahito Maki. Bocah berusia 12 tahun ini harus menghadapi pahitnya hidup ketika ibunya, Hisako, meninggal dalam sebuah kebakaran. Ayahnya menikah lagi dengan adik mendiang ibunya bernama Natsuko dan mereka pindah di daerah pedesaan. Masih bergelut dengan kesedihan karena ibunya meninggal, Mahito sulit beradaptasi dengan keluarga barunya maupun di lingkungan sekolah.
Film ini sudah tayang perdana di Jepang pada 14 Juli 2023 dan mendapat banyak ulasan positif. Film ini dideskripsikan sebagai film dengan animasi yang memukau dengan penggambaran fantasi yang kuat, hadir dengan atmosfer yang lebih dewasa, dan pesan mendalam yang disampaikan terasa kuat. Merupakan karya terakhir Hayao Miyazaki, film ini berhasil menjadi surat perpisahan yang sempurana dari sang sutradara.
Film yang hadir tanpa adanya promosi membuat pengalaman menonton lebih menantang dan membuat penontonnya penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Ditambah, fakta bahwa beberapa elemen di film ini merupakan pengalaman pribadi sang sutradara.
The Boy and the Heron adalah film animasi pertama dan film Jepang pertama yang menjadi film pembuka di ajang Toronto International Film Festival. Kabarnya, penayangan perdana dimulai 7 September 2023. Ini juga menjadi kali pertama The Boy and The Heron tayang di luar Jepang.
Ngomong-ngomong, film animasi berdurasi 124 menit ini juga menjadi film produksi Ghibli yang hadir dengan format IMAX, lho! Belum ada pengumuman resmi kapan film ini tayang secara global, tapi beberapa pihak memprediksi film ini bisa disaksikan secara luas mulai akhir tahun 2023. Semoga bisa tayang di Indonesia, ya!
Film The Boy and the Heron garapan Hayao Miyazaki siap meriahkan bioskop di Tanah Air mulai tanggal 13 Desember 2023. Agar lebih memahami alur ceritanya, berikut sinopsis dari film The Boy and the Heron.
Dari laman IMDb, film The Boy and the Heron mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Mahito yang merindukan ibunya lalu berkelana ke dunia yang dihuni oleh orang hidup dan orang yang telah mati. Di sana, kematian berakhir, dan menemukan awal kehidupan yang baru. Film ini merupakan semi-autobiografi garapan Hayao Miyazaki sebagai sutradara dan penulis.
760c119bf3