Bundadari thriller-psikologis hingga slasher, daya tarik kisah-kisah psikopat dari genre mana pun memang tak bisa dipungkiri. Menyajikan narasi tentang sisi tergelap manusia yang mengandung visual sadis, ternyata ada beberapa film psikopat Netflix yang tak kalah menariknya untuk Bunda selami ketika sedang bosan atau sedang ada waktu luang.
Meski hukum dan aturan adalah ciptaan manusia agar bisa hidup berdampingan satu sama lain, tak jarang Bunda mendengar cerita-cerita mengerikan seputar orang-orang yang bertindak keji di kehidupan nyata. Melalui beberapa rekomendasi film psikopat Netflix ini, Bunda turut menyaksikan kekejian serupa yang berbalut plot berkualitas. Lewat film-film psikopat Netflix ini, dijamin Bunda akan meringis ngilu.
Kalau sekarang Bunda memang sedang mencari-cari rekomendasi film psikopat Netflix, Bunda akan menemukan jawabannya di artikel ini. Dari Indonesia, barat, hingga Korea Selatan, Bunda akan menemukan 15 rekomendasi film psikopat Netflix yang meraih rating tertinggi di platform tersebut. Menyuguhkan cerita seru dari beragam genre, yuk, simak selengkapnya.
Banyak yang disutradarai sineas terkemuka Joko Anwar, beberapa film psikopat Netflix juga ada yang dari Indonesia, Bunda. Berikut ini adalah lima rekomendasi film psikopat Indonesia terbaik yang bisa Bunda temukan di platform streaming Netflix.
Merupakan besutan Mo Brothers, Rumah Dara menghadirkan teror mencekam melalui kisah sekelompok orang yang terjebak dalam rumah milik pembunuh misterius bernama Dara. Ketegangan memuncak saat Dara mengundang mereka untuk makan malam, tanpa mereka sadari bahwa mereka menjadi mangsa perburuan keluarga psikopat ini. Sebelumnya, karakter ini diperkenalkan dalam film pendek Dara di antologi horor Takut: Faces of Fear (2008).
Merentang dari kisah tentang seorang pembunuh hingga gadis yang diteror pembunuh berantai, berikut ini adalah lima rekomendasi film psikopat Netflix dengan rating tertinggi yang datang dari barat alias Hollywood.
Disutradarai oleh Drew Goddard, The Cabin in the Woods mengisahkan sekelompok mahasiswa yang liburan di sebuah kabin terpencil di hutan. Namun, apa yang seharusnya menjadi perjalanan santai berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka menjadi korban berbagai monster yang dimanipulasi oleh para teknisi di fasilitas bawah tanah. Film psikopat Netflix terbaik ini merupakan bentuk komentar satir terhadap genre film slasher, Bunda.
The Cabin in the Woods berhasil menarik perhatian kritikus dengan naskah metanya yang cerdas, diperkuat dengan nuansa yang dibangun dengan baik serta penampilan para pemainnya. Sebelum tayang di Netflix, film psikopat terbaik ini juga juga sukses secara global, meraup pendapatan lebih dari US$66 juta (Rp1 triliun) di box office. Film ini cocok Bunda tengok kalau Bunda mencari film yang sadis namun juga humoris.
Diadaptasi dari novella berjudul sama karya penulis horor Stephen King, 1922 menggelar drama kelam berlatar di Nebraska pada tahun 1922, mengisahkan petani Wilfred James yang terlibat dalam rencana membunuh istrinya, Arlette James. Perpecahan dimulai dari perbedaan rencana Arlette untuk menjual tanah keluarga, mendorong Wilfred untuk mengambil langkah ekstrem dengan melibatkan putranya, Henry. Perlahan, hidupnya pun ditimpa bencana.
Dengan atmosfer horor yang kuat, 1922 mempersembahkan penampilan luar biasa dari Thomas Jane sebagai Wilfred James, Bunda. Meskipun begitu, sejumlah kritikus menilai bahwa pengembangan plotnya terkadang lambat. Namun, sebagai salah satu adaptasi terbaik dari karya Stephen King, film psikopat Netflix ini tetap menjadi pilihan terbaik bagi Bunda yang merupakan penikmat film horor-psikologis.
Disutradarai oleh Fede lvarez, Don't Breathe mengisahkan tiga teman yang berniat merampok rumah seorang pria buta yang sudah tau. Naasnya, lelaki tersebut menyimpan rahasia gelap dan memiliki indra yang sangat tajam, mengancam nyawa para perampoknya. Fokus cerita dalam film psikopat Netflix terbaik ini terletak pada upaya mereka untuk melarikan diri dari cengkeraman membabi-buta pria buta tersebut.
Don't Breathe menuai pujian atas pengarahannya, skenario yang kuat, dan atmosfer tegang yang diciptakannya. Popularitas film psikopat ini semakin meningkat setelah dirilis di Netflix. Dengan penggunaan plot yang menegangkan dan karakter psikopat yang tergambar dengan baik, Don't Breathe menjamin pengalaman menonton yang menggigit, siap membuat jantung Bunda berpacu tanpa henti hingga akhir.
Diarahkan oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, Scream menjadi film kelima dalam waralaba Scream yang populer. Ceritanya membawa Bunda 25 tahun setelah tragedi pembunuhan berantai di Woodsboro. Namun, pembunuh baru menyerang sekelompok remaja yang memiliki ikatan dengan orang-orang yang terlibat dengan pembunuhan masa lalu tersebut. Satu hal yang pasti: pembunuhnya bersembunyi di antara mereka.
Scream menyajikan plot yang menarik dengan adegan kejar-kejaran yang mendebarkan. Film psikopat Netflix terbaik ini juga menghormati warisan Wes Craven, mendiang sineas yang membuat film-film Scream sebelumnya. Kesuksesan film ini pun termanifestasi dalam pendapatan lebih dari US$138 juta (Rp2,1 triliun) dan ulasan positif yang dituainya, menegaskan posisinya sebagai film psikopat Netflix yang dijamin akan menghibur Bunda.
Beberapa film psikopat Netflix pun juga diwarnai oleh film-film Korea, Bunda. Dari film yang melibatkan unsur fiksi ilmiah hingga kisah thriller yang menegangkan, berikut ini adalah lima rekomendasi film psikopat Netflix dari Korea dengan rating tertinggi yang bisa Bunda tengok.
Disutradarai oleh Kim Tae-joon, Unlocked berkisah tentang Lee Na-Mi, seorang pemasar yang kehilangan ponselnya. Kehilangan tersebut membuka jalan bagi Oh Jun-Yeong, yang ternyata merupakan seorang pembunuh berantai. Jun-Yeong dengan liciknya memanfaatkan ponsel Na-Mi untuk mengisolasi perempuan itu dari kehidupan sosialnya. Dengan meretas data pribadinya, Jun-Yeong menciptakan kekacauan yang mengacaukan kehidupan Na-Mi.
Meskipun Unlocked menuai nominasi dan pujian berkat atmosfer yang menegangkan dan akting luar biasa dari Yim Si-wan dan Chun Woo-hee, beberapa kritikus menyoroti kecepatan narasi dan kurangnya inovasi dalam menjelajahi tema kecemasan terhadap pengawasan teknologi. Terlepas dari kekurangannya, film psikopat Netflix dari Korea ini dijamin akan membuat Bunda merenungi risiko yang tersembunyi di balik kenyamanan teknologi.
Rumah Dara (Internasional: Macabre, Singapura: Darah) adalah film horor jagal dari Indonesia yang dirilis perdana pada Juli 2009 dalam Festival Film Fantasi Internasional Bucheon. Film yang bersemboyan "Horor menemukan seorang ibu" ini disutradarai oleh Mo Brothers dan dibintangi oleh Shareefa Daanish dan Julie Estelle sebagai tokoh utama. Film Rumah Dara berkisah mengenai sekelompok pemuda-pemudi yang terjebak di rumah milik seorang pembunuh misterius yang bernama "Dara". Film ini menjadi reuni antara aktris Julie Estelle dan Imelda Therinne setelah kolaborasi mereka dalam Kuntilanak 3.
Sebelum ditayangkan di Indonesia, karakter Dara telah lebih dahulu dipopulerkan lewat segmen film pendek "Dara" dalam film horor antologi "Takut: Faces of Fear" yang juga disutradarai Mo Brothers dan dirilis pada tahun 2008 di festival-festival film di seluruh dunia. Segmen film pendek Dara mendapat begitu banyak tanggapan positif sehingga akhirnya Rumah Dara mendapat harapan besar dari para penggemar film Dara. Pada tahun 2008-2009, Rumah Dara juga telah dilayarkan lebih dahulu di berbagai festival film internasional dan banyak meraih penghargaan. Pada akhir 2009, film ini ditayangkan di Singapura terlebih dahulu dan mendapatkan rating M18 (untuk adegan sadis dan kekerasan).[1] Rumah Dara lalu dirilis secara serempak di seluruh Indonesia pada tanggal 21 Januari 2010. Hak pendistribusian film ini ke Amerika Utara dan Eropa telah dibeli oleh Overlook Entertainment.[2]
Dalam twitter resmi Rumah Dara, diumumkan bahwa film ini dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia karena tema yang dianggap bertentangan dengan hukum sensor film Malaysia. Film ini menjadi film Indonesia pertama yang dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia.[3]
Film dibuka dengan ditampilkannya video seorang perempuan yang mengajarkan 3 anaknya mengenai manusia. Wajah perempuan itu tidak terlihat, lalu ia mengajarkan membunuh seorang laki-laki yang kepalanya ditutup.
Film berlanjut dengan Adjie dan Astrid (sedang hamil 8 bulan) akan pergi ke Sydney, Australia, untuk memulai hidup baru. Bersama temannya, Eko, Alam dan Jimmie, mereka pergi dari Bandung ke bandara di Jakarta. Mereka berhenti sebentar di tempat kerja Ladya. Adjie ingin Ladya pergi dengannya, atau paling tidak menemaninya ke bandara. Ladya tidak mau pergi bersamanya karena masih menyalahkan Adjie atas kematian orang tuanya. Namun, atas bujukan Astrid, Ladya mengalah dan dengan sungkan ikut mengantar Adjie dan Astrid.
Dalam perjalanan, mereka bertemu seorang perempuan cantik yang bernama Maia. Ia mengatakan bahwa ia baru saja dirampok. Merasa kasihan, mereka membawa Maya pulang. Setelah sampai di rumahnya, mereka hendak melanjutkan perjalanan, tetapi Maya mengajak mereka masuk untuk diperkenalkan dengan ibunya, perempuan misterius yang bernama Dara. Setelah perkenalan singkat, Dara memberi Astrid ramuan yang dikatakan akan membuat bayi dalam kandungannya lebih sehat. Hendak melanjutkan perjalanan, mereka diundang untuk menyantap sajian makan malam yang telah dimasak oleh Dara. Mereka mengikuti, tetapi Astrid dan Adjie ingin istirahat, dan dibawa ke kamar di lantai atas.
Saat makan malam, terlihat saudara Maya yang lainnya, Adam yang merupakan anak kedua yang sangat sopan dan mengucapkan secara ramah dan Armand, anak sulung yang selalu diam. Selama makan malam, Maya pergi ke lantai atas sambil memberikan tanda kepada Eko untuk mengikutinya. Di ruangan atas, mereka melakukan hubungan seks dan berakhir dengan Eko pingsan. Pada makan malam, satu per satu tamu yang menyantap masakan Dara lalu pingsan (Dara memberi makanan tersebut obat tidur).
3a8082e126