PenggunaanE-Modul berbasis Augmented Reality untuk mata pelajaran komputer dan jaringan dasar sangat membantu dalam proses pembelajaran yang banyak menggunakan alat-alat pratikum. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan e-modul berbasis Augmented Reality yang menarik dan inovatif untuk membantu meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar dengan menggunakan teknologi Augmented Reality dapat menggabungkan antara materi dan 3D modelling di dalamnya menggunakan software Unity agar bisa mudah diakses dan diunduh oleh peserta didik dan guru jika ingin menggunakan teknologi ARnya. Pengembangan media pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Pengembangan E-modul berbasis Augmented Reality dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya : analisis, desain/perancangan, pengembangan dan uji validasi. Pada tahap analisis dilaksanakan beberapa analisis diantaranya yaitu analisis sistem berjalan, analisis masalah dan solusi, analisis sistem yang diusulkan, analisis kebutuhan sistem, analisis kurikulum, analisis siswa dan analisis materi. Selanjutnya dilaksanakan tahap perancangan yaitu perancangan E-Modul dan perancangan aplikasi Augmented Reality. Dalam pengembangan E-Modul menggunakan software Kvisoft flipbook maker dan untuk pembuatan aplikasi Augmented Realitynya menggunakan software unity, blender untuk membuat 3D modeling dan dalam manajemen databasenya menggunakan vuforia. Uji validasi ahli materi dilakukan oleh guru yang mengampu mata pelajaran komputer dan jaringan dasar pada SMK Negeri 3 Seluma dan untuk uji validasi ahli media dilakukan oleh salah satu dosen yang ahli dalam hal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tersedianya E-modul dengan menggunakan teknologi Augmented Reality yang menggabungkan antara materi dan 3D modelling di dalamnya menggunakan software Unity dengan kategori layak dan tanpa melakukan revisi yang terlalu banyak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berupa e-modul interaktif berbasis kolaboratif dan mengetahui kelayakan media berdasarkan pengujian para ahli. Pengembangan e-modul pembelajaran interaktif kolaboratif ini, didasari oleh belum tersedianya bahan ajar inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar di SMK Negeri 1 Sukasada. Demi menghasilkan produk yang diharapkan, prosedur pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: analysis, design, development, implementation dan evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penilaian betha testing terhadap tingkat kelayakan materi sebesar 1,00 dan media sebesar 1,00 dengan kategori sangat layak. Alpha testing diperoleh rata-rata respon siswa uji perorangan sebesar 93,33%, uji kelompok kecil sebesar 92,44%, dan uji lapangan sebesar 85,83%. Makapengembangan e-modul interaktif kolaboratif yang telah dikembangkan pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar berhasil diterapkan dan layak diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui hasil pengembangan modul praktikum pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar jurusan TKJ di SMKN 1 Halmahera Timur, (2) mengetahui tanggapan pengguna terhadap modul praktikum pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar jurusan TKJ di SMKN 1 Halmahera Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian (R&D), dengan mengunakan model 4-D. subjek penelitian ini ada pada 1 kelas yang terdapat 30 siswa (responden) adapun instrument yang di gunakan untuk penilaian pengembangan modul yaitu meliputi lembar penilain ahli materi, lembar penilain ahli media dan angket respon terhadap pengguna modul pembelajaran, dapat di tarik kesimpulan bahwa pengembangan modul pembelajaran berada pada kategori sangat layak dengan nilai presentase 97,5% dan 100%, sedangkan hasil responden siswa berada pada kategori 85,3% segingga berada pada kategori sangat baik, berdasarkan dari data tersebut dapat di simpulkan bahwa pengembangan modul praktikum pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar pada kategori sangat layak dan diterima untuk di gunakan sebagai media pembelajaran.
Komputer dan jaringan dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Malang pada bidang Teknik Komputer dan Jaringan. Permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaannya antara lain, bahan ajar bersumber dari internet, tidak ada pemanfaatan modul ajar, nilai belajar masih di bawah batas minimal. Solusi untuk menyelesaikan permasalahahan yang ada adalah melalui perancangan E-Modul berbasis Flip PDF Professional 2.4.9.18 dengan model pengembangan Four-D. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Menurut ahli materi 1 dan 2 menyatakan tingkat kevalidan dan kelayakan E-Modul senilai 98,00% dan 94,20%, sedangkan menurut ahli media 1 dan 2 senilai 66,00%, dan 91,00% dan termasuk kategori sangat baik. Luaran penerapan E-Modul berupa rerata nilai pre-test dan post-test senilai 65,46 dan 82,53, dengan hasil pengujian beda t memeroleh nilai signifikansi
Penelitian ini mengkaji efektivitas modul ajar dalam mengoptimalkan pembelajaran komputer dan jaringan dasar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan framework PRISMA untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan. Berdasarkan tinjauan yang telah dilakukan, ditemukan bahwa penggunaan AR dalam pembelajaran memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi, pemahaman dan minat siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AR adalah alat pembelajaran interaktif efisien yang memberikan pengalaman pendidikan lebih menarik dan memfasilitasi pemahaman konten. Studi ini menyarankan pengembangan lebih lanjut penggunaan AR sebagai alat pendidikan yang efektif dan mendorong penelitian eksperimental lebih lanjut mengenai penerapan teknologi ini di bidang pendidikan.
PelaksanaanPembelajaran E-ModulBerbasisProject Based Learning (PjBL) BelumPernahditerapkan di SMK Negeri 3 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, praktikalitas dan efektivitas E-Modul berbasis Project Based Learning dan menghasilkan E-Modul pembelajaran pada materi desain jaringan LAN untuk kelas X TKJ SMK Negeri 3 Panyabungan yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development),R&D yang merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Jenis penelitian ini menggunakan 4-D models, yang terdiri dari tahap define (pendefenisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan dessiminate (penyebaran). Subjek penelitian ini terdiri dari 3 orang validator, yaitu 2 dosen Institut Pendidikan Tapanuli Selatan dan satu guru mata pelajaran serta 32 orang siswa SMK Negeri 3 Panyabungan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dihasilkan E-Modul berbasis Project Based Learning pada materi desain jaringan LAN kelas X TKJ SMK Negeri 3 Panyabungan yang sangat valid, sebesar 88,4% oleh validator dosen dan 93,2% dari validator guru mata pelajaran. Kemudian praktikalitas yang diberikan oleh guru sebesar 90% dengan kriteria sangat praktis, sedangkan oleh siswa sebesar 90,5% dengan kriteria sangat praktis. Kemudian efektivitas nilai yang didapat yaitu pada aspek pengetahuan dengan rerata nilai 94 dengan keterangan sangat efektif, pada aspek sikap didapat rerata nilai 79,68 dengan keterangan efektif, dan aspek keterampilan didapat nilai rerata 80 dengan keterangan efektif. Dari penelitian pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa E-Modul berbasis Project Based Learning pada materi desain jaringan LAN untuk kelas X TKJ SMK Negeri 3 Panyabungan yang dihasilkan sangat valid, sangat praktis, dan Efektif untuk digunakan dan dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar.
Dimhad. (2014). Penggunaan E-Modul Interaktif Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sistem Saraf,Kemampuan Generik Sains dan Berfikir Kritis. Retrieved Januari 20, 2016.
Matakuliah ini memberikan dasar konsep tentang pengenalan dan detail fungsi perangkat jaringan komputer serta memahami bagaimana sebuah jaringan komputer dapat dibangun dan diterapkan pada suatu tempat yang ada. Dari sisi praktek, mahasiswa akan belajar mulai dari pengenalan peralatan/perangkat jaringan, instalasi LAN dan internet, pengetesan jaringan komputer. Permasalahan yang terjadi saat ini, yaitu :
Pada Kondisi pandemi seperti saat ini mengharuskan mahasiswa melakukan perubahan metode pembelajaran berubah dari luring menjadi daring sehingga diperlukan modul pembelajaran yang bisa dilakukan secara luring tanpa mengurangi kesan interaksi praktek di labor pada mahasiswa.
Dalam pelatihan ini, peserta akan diajarkan dan didampingi untuk mempelajari simulasi jaringan komputer, kemudian memraktekkannya langsung. Peserta pelatihan merupakan siswa magang di Lembaga Pelatihan dan kursus Aqilah Tekno Edukasi Kabupaten Soppeng. Kurangnya pengetahuan tentang jaringan komputer yang didapatkan oleh siswa magang serta masih sulitnya mengkonfigurasi jaringan dasar di lembaga Pelatihan dan kursus Aqilah Tekno Edukasi membuat pimpinan lembaga untuk mengadakan pelatihan jaringan komputer kepada siswa magang. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pelatihan jaringan computer dasar kepada peserta mulai dari pengenalan jaringan komputer, praktek pembuatan kabel jaringan sampai konfigurasi dan koneksi jaringan komputer LAN. Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta mampu membuat kabel jaringan dan konfigurasi jaringan LAN. Proses kegiatan dimulai dengan registerasi peserta Kemudian pada saat awal pelatihan para peserta diberikan penjelasan teori tentang pengenalan jaringan komputer untuk mengetahui seberapa jauh peserta pelatihan menguasai konsep dasar Jaringan Komputer. Selanjutnya pemateri memberikan modul pelatihan yang sesuai, kemudian mempraktekkan simulasi jaringan. Pada akhir pelatihan, peserta diberikan tugas untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan. Dari peserta dengan jumlah 22 peserta, semuanya dapat mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir dan semuanya sudah bisa membuat kabel jaringan dan membuat jaringan LAN. Pada kegiatan ini dapat disimpulkan semua peserta antusias mengikuti pelatihan sampai selesai dan peserta juga mengusulkan agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan. Hal ini dilihat dari hasil tes evaluasi yang dilaksanakan dengan metode praktek langsung
3a8082e126