Tentang Perguruan Merpati Putih

328 views
Skip to first unread message

herman andreij

unread,
Jun 27, 2010, 3:53:36 PM6/27/10
to harmonisas...@googlegroups.com, teja
Sedikit Tentang Perguruan Merpati Putih
 
Pendahuluan
Merpati Putih adalah Perguruan Pencak Silat yang ilmiah, tidak ada mantra
dan klenik. Semua realitas dan logis. Kemampuan pesilat Merpati Putih mematahkan benda-benda keras
seperti kikir, baja, gagang pompa, pipa beton, dsb. didapat dari zat yang disebut Adenose Triposphat
(ATP).
Setiap saat kita melakukan suatu kegiatan yang tidak kita sadari yaitu bernapas. Menghirup
napas bisa dikatakan sebagai usaha membersihkan paru-paru. Peristiwa pernapasan melibatkan oksigen
(zat asam), sehingga terjadilah peristiwa kimiawi yang disebut oksidasi dan menimbulkan panas atau
energi.
Dalam teori listrik, kekurangan satu elektron dari satu atom akan menimbulkan gaya listrik.
Ketika kita menghirup napas yang kemudian ditahan, akan terjadi pula kekurangan zat asam. Pada saat
berlangsung kekurangan ini, timbul suatu zat baru yang sangat aktif untuk membantu mempercepat
pengulangan peristiwa kimiawi tadi. Zat ini dikenal sebagai Adenose Triposphat atau disingkat ATP.
Tenaga yang ditimbulkan ATP ini adalah 5 kali tenaga yang dihasilkan oleh peristiwa oksidasi itu
sendiri.
Untuk mendapatkan ATP diperlukan syarat-syarat, seperti penegangan otot, kemudian
digabungkan dengan kemampuan psikis dan biologis. Kalau proses oksidasi terus berulang dengan cepat
maka akan timbul getaran. Getaran bisa ditingkatkan frequensinya bila kita mengenal
ciri-cirinya.
Teknik getaran inilah yang dimanfaatkan Merpati Putih untuk memecahkan benda-benda
keras seperti balok es, batang pompa dragon, beton cor, kikir atau per mobil.
Dengan mengirim
getaran lewat tangan, kaki atau kepala akan mempengaruhi susunan molekul pada benda yang akan
dipatahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada dalam keadaan labil,
maka sasaran itu kita hantam. Jadi yang terpenting disini bukan kekuatan tetapi momentum
pukulan.
Dengan alat yang disebut osciloscope telah berhasil dideteksi lima macam getaran yang ada
pada murid Merpati Putih. Sedangkan menurut Dewan Guru masih ada getaran keenam, tetapi masih dalam
taraf pengujian. Apakah getaran keenam ini merupakan "Senjata Pamungkas" dari MP kita
tunggu saja kiprah Merpati Putih lebih lanjut.

SEJARAH MERPATI PUTIH
lmu Merpati Putih
diwariskan secara turun-temurun pada masa Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pangeran
Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro di lingkungan keluarga. Latar belakang didirikannya
PPS Betako Merpati Putih adalah hasil pengamatan Sang Guru, Saring Hadi Poernomo pada awal tahun
1960-an yang prihatin terhadap perkembangan kehidupan generasi muda yang terkotak-kotak membentuk
kelompok-kelompok yang mencerminkan rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah milik bangsa Indonesia, oleh karena itu
setiap warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang sama dalam
melestarikan kehidupan bangsa dan mencapai tujuan negara. Seni budaya Indonesia yang mencerminkan
nilai-nilai luhur bangsa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dibina dan dikembangkan guna
memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila, kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan
kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan.
Atas dasar hal tersebut tergerak hati nurani
beliau untuk berbuat sesuatu demi kecintaannya pada nusa, bangsa, dan negara. Sumbangsih beliau
hanya didasari keyakinan bahwa "sikap dan perbuatan sekecil apapun, apabila dilandasi oleh
itikad baik pasti akan ada hasilnya". Keyakinan tersebut hingga kini menjadi semboyan perguruan
yaitu: SUMBANGSIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA.
Dalam mengembangkan ilmu beladiri ini
Sang Guru mengamanatkan empat sikap, watak, dan perilaku yang harus ditumbuhkan yaitu: (1) rasa
jujur dan welas asih, (2) percaya pada diri sendiri, (3) keserasian dan keselarasan dalam penampilan
sehari-hari, dan (4) menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan ketaqwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa. Berdasarkan amanat Sang Guru, kedua pewaris yang juga puteranya, yaitu Poerwoto Hadi
Poernomo dan Budi Santoso Hadi Poernomo bertekad mengambil langkah nyata dalam pengabdian kepada
bangsa dan negara Republik Indonesia dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki
keluarga untuk kepentingan nasional.
Atas berkat dan rakhmat dari Tuhan pada tanggal 2 April 1963
di Yogyakarta, kedua pewaris membentuk Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH
dengan filosofi MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING, yang secara harafiah berarti
"Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dalam ketenangan".
Pada periode 1995-1998
ini Ketua umum organisasi PPS Betako MERPATI PUTIH adalah Letjen TNI (Purn) Solihin GP, sedangkan
Dewan Pembinanya adalah Bapak Surono, Bapak Tjokropranolo, Bapak Sugiarto, Bapak Ismail Saleh, SH.,
Bapak Ir. Azwar Anas, Bapak Ir. Hartarto, dan Bapak Eddy M. Nalapraya.
FILOSOFI
Merpati Putih,
sebuah nama yang mengandung arti luas dan mendalam, singkatan dari "Mersudi Patitising Tindak
Pusakane Titising Hening, yang secara harafiah dapat diartikan dengan "Mencari sampai
mendapatkan tindakan yang benar dalam ketenangan".
Ungkapan tersebut kemudian menjadi dasar
filosofis perguruan yang menggambarkan semangat dan dinamika anggota dalam mengarungi bahtera
kehidupan.
Masih banyak yang perlu dipahami oleh anggota dalam kaitannya dengan filosofis perguruan
serta hal-hal yang terkandung dalam EMPAT SIKAP, WATAK DAN PERILAKU. Masih banyak pula yang harus
dikerjakan oleh pengurus di seluruh jajaran organisasi agar pengkajian, penghayatan dan
pelaksanaannnya dapat memberikan manfaat bagi manusia.
TRY-PRASETIA adalah janji yang harus
diucapkan oleh setiap anggota yang menunjukkan tekad mereka akan sebuah kesepakatan. Keterikatan dan
peran serta baik pribadi maupun bersama dengan anggota lain adalah suatu konsensus, yang meliputi
:
1. Taat dan Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Mengabdi dan berbakti kepada Nusa, Bangsa dan
Negara Indonesia
3. Setia dan taat kepada perguruan
Dalam rangka meningkatkan peran serta
anggota terhadap misi Merpati Putih serta peran serta perguruan dalam pembinaan dan pengembangan
budaya bangsa Indonesia, ditetapkan semboyan yang diharapkan memotivasi perwujudan peran serta
tersebut, yaitu : SUMBANGIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA..
Dengan demikian tanggung
jawab tersebut tidak hanya berlaku bagi diri pribadi tapi lebih jauh lagi adalah kewajiban perguruan
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

AMANAT SANG GURU"
Saat ini aku merasa ada harapan
mampu mewariskan ilmu-ilmu yang kumiliki ini kepadamu. Akan tetapi bukan berarti sampai disini saja
tujuannya. Dan mulai saat ini pula kita harus memberanikan dari mengamalkan ilmu tersebut demi
kepentingan masyarakat banyak.
Artinya, ilmu ini tidak hanya diturunkan kepada keluarga saja,
melainkan dikembangkan juga untuk kepentingan masyarakat. kembangkanlah untuk kepentingakn Nasional.
Amalkan untuk kepentingan Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Sebab dengan cara kita
berusaha mengembangkan budaya bangsa, sama artinya kita mempertahankan identitas bangsa. Karena
budaya adalah salah satu unsur perwujudan kepribadian bangsa.
Pencak silat sebagai alah raga bela
diri besar manfaat dan faedahnya dalam pembentukan diri dan pribadi. "Diri melihat bentuk
fisik, yang artinya kondisi fisik sehat, sedang pribadi, dilihat dari segi penampilan, sikap budi,
yang lebih cenderung disebut : sikap mental dan moral"
Empat sikap watak dan prilaku yang
menjadi banyak orang belajar pencak silat :
1. Akan menumbuhkan rasa jujur dan welas asih.

2. Menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri sebab didasarkan pada kemampuan yang dimikliki diri
pribadi.
3. Dalam mempelajari pencak silat akan mendalami masalah keserasian dan keselarasan
gerak, dan hal ini terwujud dalam sikap serta penampilannya sehari-hari.
4. Bagi pesilat yang
benar-benar menghayati apa yang didapatkan dari sistem pelajaran akan menimbulkan ketakwaan terhadap
Tuhan yang Maha Esa.
"Kepribadian yang kuat, memahami hidap dalam kehidupan"
PENDIDIKAN
DAN LATIHAN
Pendidikan dan latihan di dalam PPS Betako Merpati Putih meliputi :
• Pendidikan
dan latihan keterampilan dalam Seni Beladiri dan tata pernapasan
- Senam Peregangan
- Senam
Pemanasan
- Nafas Pengolahan
- Nafas Pembinaan
- Nafas Penghayatan
• Pendidikan dan latihan
bidang kepemimpinan dan atau organisasi, serta pendidikan latihan bidang intelektual lainnya.
Lama
pendidikan setiap tahap, bergantung pada tingkatan yang berhasil dicapai. Setiap tingkatan mempunyai
seragam latihannya serta materi dan tahap pencapaian yang berlainan.
1. Tingkat MUDA : Tanda tanpa
tingkatan 2. Tingkat DEWASA : Strip merah 3. Tingkat MADYA : Strip Jingga 4. Tingkat WIYATA : Strip
Kuning
• Dari tingkat Muda sampai dengan tingkat Madya, periode latihan adalah 4 (empat) bulan
untuk setiap tingkat.
• Pada tingkat wiyata, tidak ada batas periode latihan, dalam hal mana siswa
pada tingkatan ini diarahkan untuk :
- Mengikuti Program Latihan Prestasi
- Tetap ditingkat Wiyata
untuk pembinaan dan pendalaman serta untuk berperan serta dalam pengembangan kelompok kebugaran

Sasaran Pendidikan dan Latihan :
1. Kondisi Bugar 2. Penyembuhan / pengobatan 3. Peningkatan
Stamina 4. Peningkatan Daya Tahan Fisik



__________ Information from ESET Smart Security, version of virus signature database 4436 (20090918) __________

The message was checked by ESET Smart Security.

http://www.eset.com

Andie .

unread,
Jun 27, 2010, 9:10:19 PM6/27/10
to harmonisas...@googlegroups.com
Pembabaran yang mantap Pak Herman 
Bagaimana dengan Satria Nusantara?  Perlu di babar juga.. 

Salam Harmonis,

Andie



From: herman andreij <hmadri...@yahoo.co.id>
To: harmonisas...@googlegroups.com; teja <tejab...@yahoo.co.id>
Sent: Mon, June 28, 2010 2:53:36 AM
Subject: [HU] Tentang Perguruan Merpati Putih
--
Quote:
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy **
****
Sharing File Audio-Video-Software-Manual Meditasi di :
http://tiny.cc/huarchive
****
List events inisiasi di group HU & registrasi di :
http://tiny.cc/huevents
****

marsel ryucell

unread,
Jul 1, 2010, 12:56:13 AM7/1/10
to harmonisas...@googlegroups.com
Copas dari email teman :

Mulai th 1981 saya belajar Pencak Silat Tunggal Hati yg didalamnya ada materi pernapasan dan meditasi spiritual. Didalam ilmu pernapasannya ada uji coba pemecahan benda keras. ((Mungkin tidak banyak yg tahu Tunggal Hati, karena memang hanya untuk kalangan tertentu. Ilmu yg sama yg diajarkan ke umum adalah Merpati Putih, karena Pendiri Tunggal Hati (Raden Mas Sukamartaya) juga pendiri Merpati Putih. Karena beliau menjadi Pastor, maka beliau tidak dicantumkan sebagai Pendiri Merpati Putih. Anggota Merpati Putih tidak tahu hal ini. Hanya anggota kehormatan dan Dewan guru saja yg tahu)).

Aku sdh lama nggak cerita soal itu. Tak ingat-ingat dulu ya.

Ada seorang guru silat bernama Romo .Y...... (saya lupa) Punya 5 orang murid. Istilah Romo adalah panggilan untuk Bapak.
1. Mas Yanto
2. Mas .....  (pendiri Reti Ati)
3. Mas Suko (sekarang Romo Hadiwijoyo)
4. Mas Purwoto 
5. Mas Budi Santosa

Mas Suko karena ketrampilannya, diangkat murid oleh Romo Mangku (guru dari 
Romo Y) sehingga dari ke 5 murid tersebut, Mas Sukolah yg ilmunya paling lengkap.

Mas Suko, Mas Purwoto, Mas Budi mendirikan Merpati Putih (MP). dalam perkembangannya Mas Suko masuk Seminari sehingga tidak bersedia lagi disebut sebagai Pendiri MP. Akhirnya Mas Pur dan Mas Budi jalan berdua.

Namun dalam perkembangannya, Mas Pur dan Mas Budi tidak mengakui bahwa ilmu mereka berasal dari Romo Y tetapi malah disebut ilmu dari Nyi Ageng Serang.

Setelah Mas Suko mendirikan THS-THM, barulah Mas Budi dan Mas Pur mulai mendekati Mas Suko lagi, tetapi tidak dipedulikan. Sempat dibicarakan untuk peleburan MP & THS-THM, tapi sampai sekarang belum ada kata sepakat. Sampai meninggalnya Mas Pur (?). Saya lupa yg meninggal mas Pur atau mas Budi. 

Kalau mau lebih lengkap silakan hubungi nara sumber langsung, yaitu mas Suko atau Romo Hadiwijoyo Pr. Sekarang beliau adalah Pastor Kepala Paroki Pasar Minggu.

Semoga bermanfaat.
 
Pasti Sukses, Semakin Sukses, Sangat Sukses 
Bambang "selalu beruntung" Wahyudi
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages