Sekalipun seorang musisi dan bahkan seorang ahli komputerpun kadang
belum tentu paham apa itu VST. Pertama-tama kita harus tahu kepanjangan
dari VST dulu. VST adalah singkatan dari Virtual Studio Technology, Nah dari singkatan VST
itu sendiri sudah menjelaskan bahwa VST adalah suatu perangkat lunak
berkaitan dengan efek audio yang virtual alias berupa software baik yang
harus dikolaborasikan dengan Digital Audio Workstation (DAW) Seperti Sonar, FL Studio, Nuendo dsb untuk bisa digunakan maupun yang standalone alias bisa digunakan langsung tanpa software pendukung. Contoh VST yang populer untuk gitar dapat digunakan secara standalone dan juga bisa sebagai plug-in Software DAW adalah Guitar Rig, sampai tulisan ini Guitar Rig
telah memasuki versi 4. Nah sudah mulai sedikit paham kan tentang VST?
Mungkin dari gambar dibawah ini bisa menambah pemahaman akan VST.

Nah diatas adalah penjelasan secara visual akan VST. Di bagian kiri
gambar adalah hardware intrumen musik sesungguhnya sementara yang
dibagian kanannya adalah versi VST.
VST sangatlah beragam macamnya. Dari yang hanya memanipulasi suara
bahkan ada yang memiliki sumber suara sendiri. Bila suatu VST memiliki
sumber bunyi sendiri layaknya alat musik (instrumen musik) Maka VST
tersebut berjenis VSTi (Virtual Studio Technology instrument).
Banyak VST yang beredar di Internet baik yang gratis maupun berbayar.
Dengan mengusung fitur beragam seperti memberikan efek suara ringan
reverb, delay, flanger, stereoizer dan lain sebagainya juga ada yang
berat yang tentunya akan membutuhkan resource CPU besar pula dalam
penggunaannya.
Pada postingan berikutnya saya juga akan menuliskan daftar web penyedia VST gratis yang bisa di download secara cuma-cuma juga akan membahas VST-VST yang populer kedepannya. Okedeh terjawab sudah apa itu VST. Dari penjelasan saya diatas mengenai definisi VST semoga dapat menambah wawasan sobat. Salam
Apakah
Sobat Pernah Mendengar Suara vokal yang terkesan megah, drum yang
benar-benar “menendang” dan gitar yang luar biasa, tetapi bagaimana
menyatukannya? kacaukah? Mungkin ada banyak cara yang benar untuk
menangani sebuah mixing job seperti kesuksesan yang dilakukan oleh para
sound engineers dan produser musik. Meskipun demikian, saya telah
mengambil 17 tips yang saya temukan untuk membantu kendala mixing selama
bertahun-tahun dan disajikan di bawah ini dalam bentuk checklist. Ini
bukan aturan baku, hanya pedoman umum yang dapat ditinggalkan jika Sobat
memang merasa hal seperti ini tidak mampu memecahkan masalah mixing
Sobat. Have fun!
1. Kelompokkan bagian logis dari bahan mixing Anda, seperti drum kit
atau backing vokal, sehingga Anda dapat mengontrol level secara
keseluruhan dari unsur-unsur kelompok tadi dari hanya sebuah fader
tunggal atau sepasang stereo fader.
2. Jangan
berasumsi bahwa telinga Anda selalu mengatakan yang sebenarnya.
Istirahatkan telinga Anda sebelum mixing dan terus-menerus lihat rekaman
komersial di sistem monitor Anda, sehingga Anda memiliki beberapa
bentuk referensi tujuan yang hendak dicapai. Hal ini penting terutama
jika Anda menggunakan harmonic enhancer , telinga Anda dapat menangkap
dengan sangat cepat jika digunakan untuk mendengar efek
over-enhancement.
3. Jangan menggunakan efek
berlebihan, terutama reverb. Karena hal ini dapat mengacaukan rekaman
Anda dan menghilangkan kontras yang diperlukan untuk memberikan
pukulan/punch terhadap mixing Anda. Sebagai aturan, semakin kering/dry
mixingnya, musik akan terasa terdengar sangat di depan/in your face,
sedangkan terlalu banyak reverb, musik akan cenderung bergerak ke latar
belakang/background. Jika Anda membutuhkan reverb yang kuat pada vokal,
cobalah untuk menambahkan beberapa pre-delay pada efek reverb kemudian
sesuaikan volume baik di tingkat vokal dan tingkat reverb sehingga vokal
yang terkena efek reverb tadi berada nyaman di belakang.
4. Jangan lakukan panning terhadap suara bass seperti kick drum
atau instrumen bass ke sisi stereo, karena energi yang tinggi dari suara
ini perlu dibagi rata antara kedua speaker stereo untuk hasil terbaik.
Sebagai aturan, jika terlalu banyak/tinggi suara bass maka definisi dari
mixing Anda akan tidak terarah bahkan hilang, sedangkan suara bass yang
banyak mengandung harmonisasi dapat menjadikan musik lebih terarah.
5. Meninggalkan EQ final dan penyesuaian efektif sampai dengan
campuran penuh bermain. Jika bisa, hindari menggunakan EQ berlebihan
agar hasilnya akan terdengar lebih alami.
6.
Cobalah untuk tidak terlalu banyak memiliki instrumen yang bersaing
untuk bagian yang sama dari spektrum audio. Middle range sangat rentan,
jadi cobalah untuk memilih suara yang terbaik dari sumber/sourcenya.
Anda dapat meningkatkan separasi antar instrumen saat mixing dengan
menggunakan Narrow EQ atau EQ-ing dengan Q faktor yang kecil pada
spektrum suara yang sedang Anda kekerjan. Cobalah lakukan HPF dari low
end dan kadang-kadang cut setiap ujung high end yang berlebihan dengan
LPF. Hal ini kadang dikenal sebagai spektral mixing, suara di mana
masing-masing instrumen diberikan ruang sendiri dalam spektrum audio.
Sebuah contoh yang baik dari hal ini adalah gitar akustik, tapi dalam
mixing sebuah lagu rock, bisa mengacaukan frekuensi low mid. Oke, jika
Anda roll off dari low end, Anda masih mendapatkan banyak definisi dari
musik Anda, dan mixing akan tampak jauh lebih bersih. filter sidechain
pada noise gates (diatur ke modus Key Listen) sering menjadi alat yang
sangat baik untuk pemangkasan high dan low end tanpa terlalu banyak
mengubah bagian yang ingin Anda simpan.
7.
Jangan terlalu banyak merubah EQ karena mereka akan membuat suara
cenderung tidak wajar, terutama saat boosting. Sebagai aturan, equalizer
eksternal akan terdengar lebih baik daripada console channel EQ Anda
yang mencoba untuk membuat perubahan signifikan pada tonal. Jika Anda
bisa membuat batasan terhadap EQ Anda ke arah gentle shelving cut atau
boost daripada menggunakan heavy sweep pada mid, mixing Anda kurang
lebih akan cenderung ke arah nasal, kasar atau phasey sounds.
8. Jika mungkin, perbaiki masalah mixing Anda dengan melakukan
cutting daripada boosting pada EQ. Karena sistem pendengaran manusia
kurang peka terhadap cutting EQ daripada untuk melakukan boost EQ. Hal
ini terutama berlaku jika Anda menggunakan equalizer yang murah atau EQ
di PC Anda.
9. Kompres vokal untuk membuat
mereka benar-benar berada dalam mix. Beberapa vokalis bisa bernyanyi
pada tingkat volume yang cukup bahkan bisa dengan sukses tanpa kompresi.
Soft-knee kompresor cenderung menjadi yang paling menonjol, tetapi jika
Anda ingin kompresi untuk menambah kehangatan dan semangat untuk vokal
Anda, cobalah OPTO-kompresor atau model hard-knee dengan pengaturan
rasio yang lebih tinggi daripada yang biasa Anda gunakan. Sadarilah
bahwa kompresi menimbulkan noise pada background musik (untuk setiap 1dB
pengurangan gain, background noise yang tenang akan muncul sebesar
1dB), dan heavy compression juga dapat memperbesar sibilance pada vokal.
10. Dari waktu ke waktu, cobalah mengecek keseimbangan mixing Anda
dengan mendengarkan dari luar studio / pintu kamar Anda. Hal ini
cenderung muncul ketidakseimbangan tingkat yang lebih jelas daripada
saat mendengarkan langsung dari depan monitor. Tidak ada yang tahu pasti
mengapa, but it’s work 
11. Jangan melakukan
monitoring terlalu kencang. Ini mungkin membuat musik tampak lebih
menarik (pada awalnya), tapi pendengar lain tidak mungkin untuk
mendengarkan pada level yang sama. Pemantauan pada level yang tinggi
juga cenderung menyebabkan penggeseran perspektif pendengaran Anda dan
dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen. Tidak apa-apa untuk
memeriksa mixing Anda dalam level yang tinggi untuk jangka pendek,
tetapi pada sebagian besar waktu Anda, cobalah mixing pada tingkat saat
Anda berpikir musik pada akhirnya akan dimainkan di suatu tempat.
(Lupakan Aku berkata ini jika anda sedang mixing musik dansa untuk klub
malam!)
12. Periksa hasil mixing Anda pada
headphone seperti menggunakan speaker. Headphone dapat memunculkan
distorsi kecil dan klik yang Anda mungkin tidak pernah mendengar melalui
speaker. Namun, jangan hanya mengandalkan headphone untuk mixing,
karena mereka merupakan gambar imaging yang berbeda untuk speaker dan
terkenal tak menduga frekuensi rendah.
13.
Jangan memvariasikan level drum dan bass yang tidak perlu selama proses
mixing, sebagai bagian ritme yang secara tradisional menjadi background
konstan terhadap suara lain yang bergerak. Dinamika alami dalam
bagian-bagian ritme instrumen itu OK, tetapi jangan terus gerakkan fader
suara drum dan bass ini.
14. Dalam busy mix,
cobalah melakukan ‘ducking’ atau sidechain terhadap instrumen mid-range
seperti overdrive gitar dan pads synth di bawah kendali vokal, sehingga
setiap kali vokal hadir, suara yang bertentangan akan mengalami
penurunan level sebesar dua atau tiga desibel. Sedikit melakukan ducking
dapat secara signifikan meningkatkan clarity pada mixing. Gunakan waktu
attack yang cukup cepat untuk ducker (yang mungkin berupa kompresor
atau noise gate yang memiliki fasilitas ducking), dan mengatur waktu
rilis menggunakan feel Anda. Waktu rilis yang pendek akan menyebabkan
lebih jelas gain terpompa, tapi dalam mixing lagu rock, ini dapat
menambah sebuah energi dan excitement.
15. Jika
Anda merekam lagu terutama berbasis MIDI, cobalah untuk tidak melihat ke
layar sequencer Anda saat mixing; stimulus visual dapat mengganggu
kemampuan Anda untuk membuat penilaian subjektif yang hanya didasarkan
pada suara. Jika perlu, tutup mata Anda. Menonton progress dari
sequencer Anda melalui piano roll juga dapat memberi Anda impresi palsu
dari seberapa baik aransemen tersebut bekerja, ini alasan mengapa
beberapa komposer menggunakan sequencers yang berbasis hardware.
16. Jika suara close-miked nampaknya tak bernyawa seperti biasanya,
disamping itu Anda tidak ingin menambahkan reverb yang jelas, cobalah
menggunakan reverb tipe ambience atau pengaturan refleksi pantulan suara
yang lebih awal untuk mendorong sense ruangan dalam mixing Anda.
Semakin pendek waktu reverb, semakin mudah untuk memperlakukan musik
Anda menjadi lebih berada ke depan.
17.
Dengarkan lagi mixing Anda yang telah selesai sehari setelahnya, karena
persepsi Anda kemungkinan akan berubah setelah telinga Anda
beristirahat semalam. Periksakan juga rekaman master Anda pada sound
sistem lain yang ada, untuk memastikan akan terdengar baik pada semua
jenis output. Bahkan kemudian, simpanlah semua informasi dan mixing
sheet Anda, termasuk pengaturan efek, Anda tidak akan pernah tahu kapan
mungkin saja ingin mencoba untuk memperbaiki ‘Final Mix’ itu lagi!
Tiap instrument memiliki EQ yang harus di otak-atik berbeda-beda
• Bass drum : 30Hz - 400Hz
• Bass : 30Hz - 1kHz
• Snare drum : 220Hz - 6kHz
• Keyboard / gitar : 100Hz - 8kHz
• Vocal : 100Hz - 16kHz
• Hi-hats: 3kHz - 6kHz
Beberapa Plug-ins yg sering dipake :
-
-Nomad Factory (compressor, Delay, Echo, Limiter)
-
-Amplitube (untuk effect gitar)
-
-Ampeg (untuk effect Bass)
-
-Wave Diamond Bundle (segala macam effect ada semua kebanyakan disini)
-
-Antares Autotune (digunakan untuk Vocal)
- -Melodyne (untuk edit vocal biar g fals)