Download Film Islami

0 views
Skip to first unread message

Eliz Cisneroz

unread,
Aug 3, 2024, 2:06:40 PM8/3/24
to hampmachoma

Every year, I look forward to the Passover holiday. As a devout Muslim, I do not celebrate the holiday, but, I know that it is the time for the annual broadcast of my absolute favorite film of all time, "The Ten Commandments," directed by Cecil DeMille and starring Charlton Heston. First released in 1956, it has become an instant classic, being shown every year around the time of Easter. I try not to miss the film each and every year.

I have seen the ruins of ancient Egypt firsthand, and they are already breathtaking. When I watch the film, it gives me an intriguing sense of what Egypt in antiquity must have looked like, and it makes it truly enjoyable for me. Yet, what brings me back to the film almost each and every year is the story of Moses that is told in the film. It is one of my favorite stories of the Prophets of all time. Throughout the entire film, I am rooting for the Hebrews, even though I am of Egyptian ancestry. I have total disdain for the Egyptian taskmasters cracking their whips at their Hebrew slaves, and I spend the beginning of the film hoping with equal fervor for the coming of the Deliverer.

When Moses finally speaks to and is commissioned by Allah , I get very excited because now, finally, Moses will confront Pharaoh and set the Hebrews free. Every time Pharaoh hardens his heart against Moses, Allah sends a plague and I smile with glee. Yet, far and away, my favorite part of the film is the splitting of the Red Sea. I have to fight myself from leaping out of my seat and yelling to the television screen, "You go Allah!" Now, there are things depicted in the film about the Prophet Moses with which I disagree, and I am a little uncomfortable, given my Islamic sensibilities, with any Prophet being depicted by an actor. Still, I thoroughly enjoy watching the Egyptians getting their butts kicked by Allah and His Prophet Moses.

This should come as absolutely no surprise that a Muslim, of Egyptian ancestry, roots for the Hebrews in "The Ten Commandments." In fact, my first published work was an essay about the film in the book Taking Back Islam. Moses figures very prominently in Muslim belief. He is one of the five mightiest Prophets of Allah, along with Abraham, Noah, Jesus, and Muhammad (peace be upon them all). There are more than 70 passages - many encompassing quite a few verses - that speak of Moses.

Moses is described in the Qur'an as "the chosen of Allah" (7:144), "sincere" (19:51), and "honorable" (33:69). The story of how he came to be raised in the House of Pharaoh, and his confrontation with Pharaoh after he is commissioned as prophet is also detailed in the Muslim scripture. In Islamic tradition, Allah had originally commanded 50 prayers to be performed per day, and it was Moses who continually beseeched the Prophet Muhammad to ask Allah for less until it became five. Moses is near and dear to my heart, and that is why I try to watch "The Ten Commandments" every year it is rebroadcast.

There are many in our country - and our world - that seek to divide us along any number of lines: ethnic, racial, and perhaps most dangerously, religious. Extremists on every side do the spectacular, seeking fame and wreaking destruction. Their version of the truth is hardly so, and it distorts the true nature of things: that the Lord wanted us to know one another and, in the words of the Quran, "strive (as if in a race) towards doing good." Just because I am not holding a Seder in my home, it does not mean the story behind the Seder is not close to my heart. Let us pivot off of what we have in common and work together for the common good. The Lord is the ultimate Judge, and knowing Him, that will not be a bad thing at all.

Di sisi lain, ada beberapa genre film Indonesia yang cukup menarik untuk ditonton seperti film Islami Indonesia. Meskipun, genre ini tak sebanyak horor dan romantis, tetapi selalu menghadirkan jalan cerita yang dapat memikat hati.

Biasanya film Islami Indonesia mengangkat kisah perjalanan tokoh dari masa-masa kelam menuju masa terang yang biasa disebut dengan hijrah. Selain itu, film Islami Indonesia biasanya akan memiliki kisah yang menyentuh dan memberikan hikmah dibalik kisahnya.

Nah ada beberapa rekomendasi film Islami Indonesia yang bisa menemani akhir pekan Grameds, terutama bagi Grameds yang suka film-film ringan dengan nilai atau pelajaran hidup yang bisa dipetik. Berikut ini rekomendasi film Islami Indonesia.

Mencari Hilal mengisahkan tentang Mahmud yang diperankan oleh Deddy Sutomo yaitu seorang penganut Islam yang cukup taat dan ingin mencari hilal. Akan tetapi, usia Mahmud yang tua membuat dia hanya akan diizinkan pergi apabila ditemani oleh anak bungsunya bernama Heli yang diperankan oleh Oka Antara.

Heli merupakan seorang aktivis lingkungan hidup yang memiliki pandangan liberal dan sangat berbeda pandangan dari sang ayah. Tentunya, perjalanan ayah dan anak tersebut dalam mencari hilal akan penuh dengan dialog yang seru untuk Grameds simak.

Tema yang diangkat dalam film ini dinilai cukup kontroversial, yaitu tentang poligami yang dilakukan oleh tokoh sentral dalam film ini bernama Fahri. Fahri diceritakan harus menghadapi situasi yang cukup pelik, baik dalam hubungan percintaannya ataupun tentang keimanan dirinya.

Pada seri kedua, Fahri digambarkan berada dan tinggal di Skotlandia, di mana dia harus berusaha untuk melupakan seluruh kesedihan hatinya sekaligus berusaha untuk memperbaiki citra Islam yang buruk di Skotlandia.

Emak memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Zein, anak laki-laki Emak tersebut adalah seorang penjual lukisan keliling. Film ini menceritakan tentang perjuangan dari para tokoh yang berusaha untuk menunaikan ibadah haji. Film yang satu ini memiliki cerita yang ringan, tetapi juga penuh haru.

Meskipun Delisa selamat, tetapi ia harus kehilangan kaki kanannya. Delisa diceritakan berhasil selamat karena diselamatkan oleh seorang tentara Amerika Serikat yang bernama Smith dan sempat ingin mengadopsi Delisa.

Namun pada akhirnya, Delisa berhasil kembali bertemu dengan ayahnya yang bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak. Mereka berdua berusaha bangkit dari keterpurukan karena bencana alam yang dahsyat.

Film yang satu ini penuh haru dan akan membuat penonton yang menyaksikannya berderai air mata. Selain itu, film ini juga cukup hangat karena menggambarkan bagaimana hubungan harmonis dalam suatu keluarga.

Selain itu, Mada juga merasa patah hati sebab ia ditinggal oleh kekasihnya ketika akan melakukan akad nikah. Mada akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang backpacker dan hidup bebas melupakan Tuhannya.

Pada mulanya, Mada berhasil menemukan kebahagiaan duniawi sebelum akhirnya ia sadar bahwa rohaninya terasa kosong. Beragam peristiwa pun terjadi selama Mada melakukan perjalanannya, hingga membuat dirinya sadar bahwa jalan yang saat ini sedang ia tempuh adalah sebuah kesalahan.

Meskipun sibuk menimba ilmu di negara asing, Khairul Azzam tetap harus menafkahi ibu dan adik-adiknya di Indonesia. Selain menceritakan tentang perjuangan Azzam yang berusaha menyelesaikan masa studi sambil menafkahi keluarganya, film ini juga menyajikan romansa yang memperlihatkan bagaimana Azzam berjuang untuk menemukan jodohnya dengan tetap berpegang teguh pada agama yang ia peluk.

Film Islami Indonesia selanjutnya terkenal dengan kalimat Man Jadda Wajada. Film ini adalah adaptasi dari novel karya Ahmad Fuadi dengan judul yang sama. Film ini rilis pada tahun 2012 dan disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Film ini berhasil mendapatkan rating 7.0 di imdb dan diperankan oleh Donny Alamsyah, D. Syamrizal Ardiwinata dan Ence Bagus.

Alif kemudian menerima permintaan dari kedua orang tuanya tersebut dengan keterpaksaan. Meskipun sempat menjadi seorang penyendiri, tetapi Alif akhirnya memiliki lima orang sahabat yang sangat dekat dengannya. Kelima sahabat tersebut memiliki mimpi dan cita-citanya masing-masing untuk keliling dunia.

Meraih rating 6.6 di IMDB, film ini diperankan oleh Revalina S. Temat, Widyawati dan Joshua Pandelaki. Film ini mengangkat tema yang cukup kontroversial yaitu tentang tradisi konservatif pada perempuan yang berada di lingkungan pesantren.

Tokoh utama dalam film ini adalah Annisa. Annisa digambarkan sebagai seorang anak pemilik pesantren yang memiliki pola pikir maju. Oleh karena itulah, Annisa memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang kuliah, tetapi cita-cita Annisa ditentang oleh keluarganya.

Hingga akhirnya, Annisa terpaksa menerima dijodohkan dan dinikahkan oleh Samsudin. Samsudin, suami Annisa digambarkan selalu bersikap kasar dan bahkan suka menyiksa Annisa. Tidak hanya itu, Samsudin juga diceritakan melakukan poligami walaupun ia adalah seorang pengangguran.

Namun, Annisa adalah sosok perempuan pemberani yang selalu memperjuangkan hak-haknya agar ia dapat merdeka dari jeratan suami yang jahat. Ia juga tidak berhenti berjuang untuk hak-hak perempuan muslim dan tidak gentar atas rintangan yang ia temui di pondok pesantren serta ayahnya yang sangat konservatif.

Sutradara dari film ini yaitu Rako Prijanto juga mendapatkan penghargaan sebagai Sutradara Terbaik. Sementara itu, Adipati Dolken mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada ajang FFI.

Itulah beberapa rekomendasi film Islami Indonesia yang cocok ditonton selama akhir pekan. Beberapa film memang adaptasi dari sebuah novel yang sebelumnya menjadi best seller. Jika Grameds tertarik untuk membaca novel-novel Islami best seller sebelum menyaksikan filmnya, maka Grameds bisa membeli bukunya di gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, gramedia.com menyediakan buku-buku original dan berkualitas untuk Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Kapanlagi.com - Menonton film jadi salah satu aktivitas yang menyenangkan. Tak saja untuk mengusir penat, dari beberapa film kita juga bisa memetik pelajaran berharga. Seperti beberapa rekomendasi film islami ini yang kerap jadi media berdakwah untuk menyampaikan ajaran agama.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages