RE: [HalloPIM] MESIR - Kisah Heroik Pengakuan Mesir atas Kemerdekaan RI (2)

751 views
Skip to first unread message

Wimpie

unread,
Aug 17, 2013, 10:13:52 AM8/17/13
to hall...@googlegroups.com

Saya lanjutkan tentang Sejarah Hubungan Mesir-Indonesia yang sangat heroik dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mesir negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Menariknya, pengakuan Mesir melalui proses yang sangat heroik. Mesir kirim lansung konsulnya di Bombay, Moh.Abdul Mun’im ke Yogya/ Ibukota RI menembus blokade Belanda untuk sampaikan dokumen resmi pengakuan. Ini sangat bersejarah dan heroik karena utusan suatu negara datang lansung sampaikan pengakuan negaranya kepada negara lain yang sedang terkepung.

Moh. Abdul Mun’im datang ke Yogya dengan pertaruhkan jiwanya. Beliau carter pesawat komersial dari Singapura dan mendarat di Maguwo. Bagi AU Indonesia mendaratnya pesawat Abdul Mun’im juga punya arti penting karena sebagai tanda wilayah udara Indonesia tidak benar-benar dikuasai Belanda.

Abdul Muni’im merupakan utusan resmi LN pertama yang mengunjungi ibukota RI, bahkan digambarkan protokoler Indonesia belum siap ketika itu. Pemerintah Indonesia panik dan bingung cara menerima tamu resmi LN. akhirnya, HM Rasjidi yang berpengalaman sekolah di Mesir ditunjuk menemani .

Ini foto Konsul Mesir Moh Abdul Mun’im diterima oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX di Jogya.

 

Sebagai tindak lanjut dari pengakuan yang dikirim Mun’im, delegasi RI diundang ke Mesir untuk membuat perjanjian Persahabatan. Delegasi Indonesia dipimpin Agus Salim datang ke Mesir dan diterima oleh Perdana Menteri Mesir ketika itu: Nokrasy Pashas.

Menarik situasi menjelang penandatanganan perjanjian karena sempat dicegah oleh Dubes Belanda di Mesir. Dubes Belanda ”menyerbu" masuk ke ruang kerja PM Nokrasy Pasha untuk ajukan protes sebelum ditandatanganinya perjanjian. Dubes Belanda ancam Mesir tentang hubungan ekonomi Mesir - Belanda dan janji dukungan Belanda terhadap Mesir dalam masalah Palestina di PBB.

Jawaban PM Nokrasi Pasha terhadap ancaman Dubes Belanda sangat heroik serta menunjukkan martabat Islam dan pembelaan terhadap Indonesia. ”Menyesal kami harus menolak protes Tuan, sebab Mesir selaku negara berdaulat dan sebagai negara yang berdasarkan Islam tidak bisa tidak mendukung perjuangan bangsa Indonesia yang beragama Islam. Ini adalah tradisi bangsa Mesir dan tidak dapat diabaikan.”

Ini copy Perjanjian Persahabatan yang akhirnya berhasil ditandatangani:

Description: https://pbs.twimg.com/media/BQaSNXzCIAA1oAF.png:large

Perjanjian tersebut telah membuat Indonesia menjadi pihak dalam sebuah perjanjian internasional. Indonesia secara de jure diakui sebagai negara berdaulat. Akibatnya masalah Indonesia menjadi masalah Internasional. Belanda sebelumnya selalu bilang Indonesia “masalah dalam negeri Belanda.” Dan mengundang keterlibatan pihak lain termasuk PBB dalam penyelesaian masalah Indonesia.

Raja Farouk yang kala itu menjadi kepala negara Mesir juga tidak ketinggalan berperan dalam Perjuangan kemerdekaan Indonesia. Raja Farok menyampaikan alasan dukungan Mesir dan Liga Arab kepada Indonesia dengan mengatakan: “…karena persaudaran Islamlah, terutama, kami membantu dan mendorong Liga Arab untuk mendukung perjuangan bangsa Indonesia dan mengakui kedaulatan negara itu.”

Jawaban Sukarno atas dukungan Liga Arab:"..antara negara-negara Arab dan Indonesia sudah lama tejalin hubungan yang kekal karena di antara kita timbal balik terdapat pertalian agama.”

Rakyat Mesir juga menunjukkan dukungannya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Simpati rakyat Mesir terhadap perjuangan di Indonesia antara lain diperlihatkan pada rapat umum partai-partai dan organisasi massa pada 30 Juli 1947.

Rapat umum itu menyetujui satu resolusi. Antara lain: 1. Pemboikotan barang-barang buatan Belanda di seluruh negara-negara Arab. 2. Pemutusan hubungan diplomatik antara negara-negara Arab-Belanda, 3. Penutupan pelabuhan-pelabuhan dan bandara-bandara di wilayah Arab terhadap kapal-kapal dan pesawat Belanda. 4. Pembentukan tim-tim kesehatan untuk menolong korban-korban agresi Belanda.

Akibat resolusi ini di Terusan Suez digambarkan kapal-kapal Belanda yang merapat tidak dilayani bahkan oleh kuli-kuli pelabuhan.

Secara konkret Mesir mengirim misi Bulan Merah ke Indonesia lengkap dengan obat, alat kesehatan dan tim dokter.

ini misi kesehatan Mesir ke Indonesia yg berfoto bersama Nazir Pamoentjak dan HM Rasjidi.

Setiap aksi Belanda di tanah air kita yang mengancam kemerdekaan Indonesia disambut dengan demonstrasi-demonstrasi anti Belanda di Mesir.

Tapi harus dipahami, ketika itu Mesir ketika itu mendukung Indonesia ketika berperang melawan penjajah Belanda. Kondisi yang terjadi di Mesir sekarang adalah masalah perebutan kekuasaan di dalam negeri mereka. Diantara sesama bangsa Mesir dan sesama pemeluk agama Islam. Kita tidak diharapkan campur tangan dalam masalah dalam negeri mereka. Pilihan yang terbaik adalah ikut mendoakan rakyat Mesir bisa menyelesaikan permasalahannya dengan baik dan bisa bersatu kembali secepatnya.

Himbauan agar pemerintah menarik Duta Besar kita disana sungguh berlebihan dan tidak perlu. Memutuskan hubungan diplomatik itu mudah, menyambungnya kembali yang sulit dan butuh waktu. Apalagi Kedutaan Besar kita disana diperlukan untuk melindungi ribuan warga negara Indonesia yang bermukim di Mesir, sebagian besar diantaranya adalah mahasiswa. Salam.

 

Saat burung pipit melihat burung merak, ia merasa kasihan padanya, karena beban bulu yang berat di ekornya. -- Tagore

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of nhiday...@gmail.com
Sent: Saturday, August 17, 2013 10:41 AM
To: Hall...@googlegroups.com
Subject: Re: [HalloPIM] MESIR Dari Kacamata Seorang Kawan (2) - Historisitas Pengakuan Mesir atas Kemerdekaan RI

 

Trimakasih pak Wimpie atas dimuatnya peristiwa bersejarah yg terjadi di Mesir ketika Indonesia mengumandangkan kemerdekaannya secara lengkap sampai negara2 arab menyatakan pengakuan kemerdekaan Indonesia. Satu cerita sejarah yg belum pernah saya baca sebelumnya. Bagaimana cerita sejarah yg terjadi dinegeri Belanda dan Inggris disaat indonesia Merdeka ? Siapa yg dpt berkontribusi ? Salam.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: "Wimpie" <wim...@centrin.net.id>

Date: Sat, 17 Aug 2013 09:06:18 +0700

Subject: RE: [HalloPIM] MESIR Dari Kacamata Seorang Kawan (2) - Historisitas Pengakuan Mesir atas Kemerdekaan RI

 

Pendapat tentang peranan dan jasa Ikhwanul Muslimin (IM) mendukung kemerdekaan Indonesia di sebar-luaskan di sosial media oleh kader-kader PKS. Kita semua memaklumi kedekatan hubungan historis dan kesamaan paham antara IM dan PKS. Harus diakui, IM memang termasuk salah satu yang mendukung kemerdekaan Indonesia, tapi tentu saja bukan satu-satunya dan yang paling berjasa seperti yang di gembar-gemborkan. Tulisan dan analisa berikut ini mungkin bisa memberikan informasi yang lebih berimbang sehingga tak ada yang sengaja mengambil keuntungan politis dari kejadian di Mesir dan memanfaatkan penderitaan rakyat Mesir untuk kepentingan sendiri. Ditulis oleh Zuhairi Misrawi – seorang analis Keislaman Timur Tengah.

Historisitas Pengakuan Mesir Atas Kemerdekaan RI

Berita kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 sampai ke telinga mahasiswa Indonesia di Kairo dari radio dan kantor berita asing lainnya. Mahasiswa membentuk Perkumpulan Kemerdekaan RI, dipimpin M. Zein Hassan. Tujuannya menyebarluaskan kemerdekaan RI ke dunia Arab.

Perkumpulan Kemerdekaan RI bertugas untuk meminta dukungan dari dunia Arab perihal kemerdekaan RI. Perkumpulan ini menunjuk ahli hukum internasional asal Mesir, M. Salahuddin Pasha untuk menjadi penasehat hukum RI.

Perkumpulan ini pertama-tama menyebarkan rilis tentang kemerdekaan RI ke sejumlah media Mesir.

20 September 1945, Koran Mingguan Ikhwanul Muslimin memuat tulisan dengan judul, “Republik Islam Pertama di Timur Jauh”.

21 September 1945, Koran al-Ahram Mesir memuat tulisan tentang Kemerdekaan RI, dengan judul “Di Indonesia...”

Koran Partai Liberal, Al-Wafd juga memuat tulisan tentang Kemerdekaan RI.

Berkat peran media pada saat itu, misi Perkumpulan menyebarluaskan kemerdekaan RI ke seantero Mesir dan Arab relatif berhasil.

16 Oktober 1945, Perkumpulan menyampaikan seruan agar negara-negara Arab mengakui kemerdekaan RI dalam konferensi Arab Islam di Kairo. Konferensi Arab Islam secara resmi membentuk Panitia Pembela Indonesia, yang dipimpin Jenderal Saleh Harb Pasha.

20 Oktober, panitia mengirimkan surat kepada PM Mesir, Mahmoud Fahmi Nokrasyi meminta secara resmi agar Mesir mengakui kemerdekaan RI.

Sekjen Liga Arab, Abdurrahman Azzam secara pribadi menyampaikan langsung kepada PM Mesir agar mengakui kemerdekaan RI. Peran Sekjen Liga Arab inilah yang sebenarnya sangat besar dalam pengakuan Mesir atas kemerdekaan RI.

PM Mesir menyampaikan usulan Sekjen Liga Arab kepada Raja Farouk, dan saat itu pula Raja Farouk menyetujui dukungan bagi kemerdekaan RI. Bahkan, Raja Farouk siap mengirimkan senjata dan relawan untuk mendukung kemerdekaan RI.

Dalam sidang Liga Arab 31 Oktober 1945, PM Mesir menyampaikan sambutan meminta dukungan dunia Arab agar mendukung kemerdekaan RI. Liga Arab juga menghubungi kedutaan Inggris di Kairo dan Raja Arab Saudi untuk memberikan dukungan kepada rakyat Indonesia.

Bersamaan dengan itu, Mahasiswa Indonesia di Mesir membuat gerakan untuk melepaskan diri dari Kedutaan Belanda di Kairo. Sejak 22 Maret 1946, Pemerintah Mesir telah mengakui Perkumpulan Kemerdekaan RI sebagai perwakilan resmi RI di Mesir.

Pada 7 April, HM. Rasjidi mengirimkan surat kepada Liga Arab yang berisi perlunya negara-negara Arab mendukung kemerdekaan RI.

Pada tanggal 26 April, Suwandi Menteri Kehakiman RI berjumpa dengan Menlu Mesir, Luthfi Said Pasha dan Sekjen Liga Arab. Selain itu, Suwandi berjumpa dengan tokoh partai Wafd, Mustafa Nahas Pasha dan berterima kasih telah mendukung kemerdekaan RI.

17 Agustus 1946, Perkumpulan Indonesia di Mesir merayakan setahun kemerdekaan RI mengundang Sekjen Liga Arab. Perkumpulan Kemerdekaan RI juga menerbitkan tulisan "Revolusi Indonesia". Bahkan, pada 17 Agustus 1946, radio Mesir secara khusus memutar lagu-lagu Indonesia dan mengabarkan HUT kemerdekaan RI yang pertama.

Pada 18 November 1946, Liga Arab secara khusus menggelar sidang khusus tentang Kemerdekaan RI. Dalam sidang itu, Liga Arab merekomendasikan agar negara-negara Arab mendukung kemerdekaan RI, yang dimuat di media-media Arab.

Liga Arab mengutus M. Abdel Moneim, Konjen Mesir di Bombay untuk berkunjung ke Indonesia, menyampaikan rekomendasi sidang Liga Arab. Soekarno-Hatta menerima utusan Liga Arab, 15 Maret 1947 di Gedung Agung. Bung Karno mengucapkan terima kasih pada Liga Arab.

Secara khusus, Bung Karno mengucapkan terima kasih kepada Raja Farouk, sembari menitipkan hadiah sebuah tea set. Bung Hatta yang baru melahirkan puteri pertama memberi nama anaknya, Farida, sama dengan nama istri Raja Forouk, Mesir.

3 April 1947, RI mengirimkan utusan ke Mesir yang dipimpin oleh Agus Salim. Hadir pula, Rasjidi, AR. Baswedan, Nazir Sutan Pamuncak. Rombongan Indonesia disambut meriah oleh Liga Arab dan pemerintah Mesir sebagai kunjungan balasan.

Pada hari Minggu, 1 Juni 1947, PM Mesir, Mahmoud Fahmi Nokrasi secara resmi mengeluarkan keputusan pengakuan Mesir atas kemerdekaan RI. Perjanjian Persahabatan RI-Mesir ditanda-tangani pada tanggal 10 Juni 1947.

Pada 9 Juni 1947, Perkumpulan RI di Mesir membuat resepsi dukungan Mesir atas kemerdekaan RI, yang dihadiri langsung oleh Raja Farouk. Pada hari berikutnya delegasi RI berkunjung ke Raja Farouk mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Mesir bagi kemerdekaan RI. Selanjutnya, delegasi RI yang dipimpin oleh Agus Salim melanjutkan perjalanan ke dunia Arab lainnya: Suriah, Jordan, Irak dan lain-lain. Semua perjalanan itu dibantu oleh Liga Arab.

Jadi, yang berjasa besar bagi pengakuan Mesir atas kemerdekaan RI adalah Liga Arab dan Raja Farouk. Jasa mahasiswa Indonesia di Kairo juga sangat besar dalam menggalang dukungan Mesir atas kemerdekaan RI. Semua kelompok, Islamis dan Nasionalis di Mesir berjasa dalam mendukung kemerdekaan RI.

Puncak manis hubungan RI-Mesir yaitu pada masa Gamal Abd Nasser dan Soekarno. Bung Karno mendapatkan doctor honoris causa dalam Universitas al-Azhar, Mesir pada tahun 1960 dan pidato tentang Pancasila.

Ini foto Bung Karno saat menerima doctor honoris causa dari Universitas al-Azhar, Mesir.

Description: Description: https://pbs.twimg.com/media/BRjVX-BCEAEjUhA.jpg:large

 

Ini foto menunjukkan betapa akrabnya Soekarno dan Gamal Abdul Nasser.

Description: Description: https://pbs.twimg.com/media/BRjVrQsCQAARItA.jpg:large

 

Bung Karno meminjamkan kopiah kepada Anwar Sadat. Betapa akrabnya pemimpin RI dengan pemimpin Mesir.

Description: Description: https://pbs.twimg.com/media/BRjWC9bCcAAqWlO.jpg:large

 

Sekian dulu, pembahasan tentang pengakuan Mesir atas kemerdekaan RI. Semoga bermanfaat. Salam.

 

Jangan mengorbankan aqidah demi toleransi tetapi jangan pula mengorbankan toleransi atas nama aqidah (M. Quraish Shihab).

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of suha...@pim.co.id
Sent: Friday, August 16, 2013 8:45 PM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: Re: [HalloPIM] MESIR Dari Kacamata Seorang Kawan (2)

 

Kiriman dari tetangga ;
1. Menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus besok, ada informasi yang sudah seharusnya rakyat Indonesia tahu #SaveEgypt

2. Fakta bahwa Mesir dan Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia #SaveEgypt

3. Pada 22 Maret 1946, Mesir atas desakan Ikhwanul Muslimin melalui Syeikh Hasan Albanna, mengakui kemerdekaan Indonesia #SaveEgypt

4. Setahun sebelum merdeka, Palestina melalui Mufti besar Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini sudah menyatakan dukungan untuk Indonesia #SaveEgypt

5. Sejak Mesir dan Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia, negara di Timur Tengah berduyun-duyun mengakui kemerdekaan Indonesia #SaveEgypt

6. Bukan hanya itu, India dan negara di sekitarnya pun kemudian mengikuti langkah Mesir dan Palestina #SaveEgypt

7. Bahkan saat Aceh tertimpa Tsunami tahun 2004, Ikhwanul Muslimin mengutus Dr. Mohammad Mursi untuk langsung membantu terjun ke Aceh #SaveEgypt

8. H. Agus Salim (delegasi Indonesia) bersama H. Rasyidi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Syeikh Hasan Albanna pic.twitter.com/0AIaLwmqe5

9. Inilah salah satu alasan kenapa selama ini rakyat Indonesia harus mendukung Palestina dan Mesir #SaveEgypt

10. Silahkan sebar informasi ini sebanyak-banyaknya. Karena banyak sekali rakyat Indonesia yang belum tahu #SaveEgypt

Sertai juga dengan doa yg tulus dan ikhlas, semoga tidak ada lagi kezaliman di atas dunia ini mendapat hukuman yg setimpal. Wassalamu'alaikum wr wb

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: "Wimpie" <wim...@centrin.net.id>

Subject: [HalloPIM] MESIR Dari Kacamata Seorang Kawan (2)

 

Kita lanjutkan pembahasan Anis Mansur, seorang teman yang bermukim dan sekolah di Kairo, Mesir.

PBNU Serukan qunut nazilah untuk warga Mesir http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/15/mrkljn-pbnu-serukan-qunut-nazilah-untuk-mesir

Sikap PBNU ini sudah benar, doa disampaikan untuk seluruh rakyat Mesir, bukan pada kelompok tertentu saja.

Mesir pasca penggulingan Mubarak adalah negara amburadul. Kumpulan para preman, pusat peredaran senjata ilegal dan ladang subur ganja. Senjata ilegal Mesir datang dari utara, Gaza dan barat, Libya. Nggak heran kalau tiba-tiba ada baku tembak di bukit-bukit pasir di Mesir.

Dari awal Ikhwan sudah menyatakan tidak akan mencalonkan kader mereka menjadi Presiden. Sebab siapapun presidennya, pasti gagal memimpin Mesir. Mungkin IM berubah pikiran. Sekarang atau tidak sama sekali. Dicalonkanlah Mursi karena dinilai paling tidak berambisi mengejar kursi presiden.

Tapi Mesir masih dalam euforia demokrasi seperti era Gus Dur. Dimana-mana demo, anarkis dan bersenjata, perampokan, penutupan jalan. Sudah biasa. Antek presiden sebelumnya juga pastinya bermain disana. Mesir semakin runyam. Peredaran senjata semakin tak terkendali.

Mursi serba salah. Jika keras kepada para demonstran anarkis, sudah pasti gelombang anti-Mursi semakin luas. Tapi sekali lagi Mursi orang Baik. Mursi sabar. Meski didemo dimana-mana. Dan kantor partai FJP dibakar di daerah oleh preman bayaran. Keadaan ini berlanjut.

Mursi tidak berani menembak pelaku anarkis. Tidak seperti sekarang, padahal Kepala Polisi dan Panglima Militernya adalah juga mantan menteri era Beliau. Tapi itulah yang dikehendaki rakyat Mesir. Jaminan keamanan untuk menjamin investor asing dan dalam negeri.

Sejarah mencatat, Mursi adalah satu-satunya presiden Mesir yang paling kenyang dengan makian, siang malam diteror, dan dihujat tiap hari. Para pendukung fanatik Beliau tidak terima, ini yang bikin Mesir tambah memanas. Mursi sabar, tapi belum bisa menahan amarah pendukungnya.

Pengkhianatan, pelemahan posisi Mursi semakin menjadi. Sampai pada akhirnya negara dalam keadaan darurat. Saat itulah, momen yang tepat bagi militer untuk masuk. Dan itu yang sekarang sedang dibutuhkan rakyat Mesir. Semoga Mesir segera bangkit. Mursi kembali menghirup udara bebas. Dan rekonsiliasi nasional yang digagas Liga Arab, Al-Azhar segera terwujud.

Orang Mesir terbilang paranoid. Ketakutan mereka seringkali tak beralasan. Mungkin karena sudah 30 tahun dalam kungkungan rezim lama. Disamping itu Mesir berhadapan langsung dengan musuh, Israel. Jadi jangan anggap remeh nenteng kamera di Mesir. Bisa jadi masalah panjang.

Seperti halnya Gus Dur. Mursi adalah presiden yang tepat, diwaktu yang tidak tepat. Melihat konstelasi politik pasca jatuhnya Mubarak, Mesir belum siap menjadi negara demokrasi seperti di Indonesia dan Turki. Kita sepakat, Pemerintah Mesir sekarang kejam. Tapi ingat, itu yang diharapkan seluruh rakyat Mesir.

Lalu mengapa kami berharap aksi-aksi solidaritas Mesir di Indonesia agar lebih santun dan tanpa ada pembakaran simbol negara Mesir?. Kita pasti marah, dongkol dan bila perlu perang sekalian jika simbol merah putih, SBY diinjak-injak atau diludahi negara tetangga.

Begitupun kami ketika dicibir, dihina dimaki sama orang Mesir. Mengapa kalian mengintervensi urusan negara kami?. Mengapa foto Mubarak kalian injak-injak?. Apa urusan kalian dengan kami?. Kemudian berkas kami dibuang di imigrasi dan dimaki-maki. Padahal kami tahu, petugas imigrasi itu anti Mubarak. Tapi nggak terima ketika foto Mubarak di injak di Jakarta. Kedubes Mesir dilempari kotoran.

Pikir sebelum bertindak. Nasionalisme orang Mesir paling juara di dunia. Sekaligus itu tadi, mereka masih paranoid dan masih tertutup. Hanya karena fanatisme buta terhadap partai. Bom molotov yang kita lempar ke Kedubes Mesir berbalik lebih pahit ke muka kita. Terutama kami. Silakan aksi damai di Kedubes Mesir. Tapi jangan sampai ada tindakan gila yang mencoreng nama baik Indonesia atau kami disini kena imbasnya.

Setelah Suriah dan Iraq hancur, Mesir adalah satu-satunya kekuatan militer paling tangguh di TimTeng yang berhadapan langsung dengan Israel. Ada semacam skenario yang merancang Mesir untuk menjadi Suriah kedua, sebagai medan 'jihad'. Caranya mereka memfasilitasi para jihadis dari seluruh dunia untuk mendarat di Mesir. Mereka yang termakan propaganda. Ini salah besar dan harus diluruskan. Dengan menggagalkan rencana ini, maka kita telah berjasa untuk Mesir. Yang didalamnya terdapat IM, Salafi, Sufi, Sekular dan faksi lain.

Cukuplah Allah menjadi saksi, kita semua mencintai Mursi seperti Mursi mencintai Aceh dan Indonesia. Tapi cinta kadang pahit dan sukar dinalar. Dalam hal ini, kami sependapat dengan Ulama Salafi Mesir semisal Syeikh Burhami dan Ulama Al-Azhar pimpinan Syeikh Thayyib. Betapapun pahit, cinta harus tetap dijatuhkan. Dan Mesir mendukung pemerintahan sekarang. Dengan tetap mendesak IM dan seluruh faksi politik untuk hadir dalam meja rekonsiliasi nasional gagasan Ulama Al-Azhar, Mesir.

Silakan kompori Presiden dan Kemenlu untuk menarik Dubes Mesir di Kairo. Tidak akan mempan. Kemenlu dan KBRI Kairo pastinya lebih paham situasi. Menyalahkan Sisi secara sepihak adalah tidak dibenarkan. Menyudutkan Pro-Mursi secara membabibuta juga salah. Baik Pemerintah dan Pro-Mursi harus bisa menahan diri. Kedua pihak harus bertanggungjawab atas darah syuhada yang mengalir di Lembah Nil.

Ada pihak yang sedang menggoreng agar situasi di Mesir begitu dramatis. Dan mencitrakan S*si sebagai B*shar baru. No S*si is not B*shar. Bantu Mesir. Dari busuknya propaganda media. Jangan sampai tragedi Suriah terulang di Mesir. Mesir bukan Suriah.

Di Mesir sekarang kita hidup di zaman fitnah. Mana yang benar, mana yang salah tidak bisa dibedakan. Harus berimbang dalam membaca berita. Dalam hal ini, pihak ketiga yang ingin Mesir hancur seperti Suriah sangat kentara dan terorganisir. Harap hati-hati. Kalau kalian baca berita Gereja di Mesir dibakar Ikhwan, jangan percaya. Bisa jadi pihak sebelah, atau pihak ketiga yang memancing di air keruh. Kalau kalian baca tentara bakar Masjid, jangan percaya. Bisa jadi pihak sebelah atau pihak ketiga yang ingin Mesir chaos seperti di Suriah. Tidak benar. Itu provokasi dari orang-orang yang ingin Mesir larut dalam konflik agama. Gereja dibakar, agar media menyudutkan Ikhwan. Masjid dibakar, biar dunia Islam simpati dan mengecam tentara Mesir. Stop provokasi.

Menyedihkan. Baik faksi A maupun faksi B sudah kehilangan akal sehat. Entah kemana nurani. Perundingan, negosiasi dan rekonsiliasi nasional adalah satu-satunya solusi menyelamatkan Mesir. Kedua pihak harus menahan diri. Partai Al-Nur Al-Salafi dalam prescon-nya malam ini menyatakan bahwa mereka menolak dengan tegas intervensi asing di Mesir. Apapun bentuknya. Juga dari campur tangan orang Indonesia yang menyerukan jihad di Mesir. Jihadnya orang Indonesia adalah melawan KORUPSI. Memberantas kemiskinan dan kebodohan. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga dan bangsa. Salam.

Life isn't about waiting for the storm to pass, it's about learning to dance in the rain.

 

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

image006.jpg
image007.jpg
image008.jpg
image005.png
image009.jpg
image010.jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages