RE: [HalloPIM] Kabinet Kita (4)

41 views
Skip to first unread message

Wimpie

unread,
Oct 11, 2014, 5:33:03 AM10/11/14
to hall...@googlegroups.com

Breaking News soal Kabinet Kita: ada kabar Hamid Awaluddin jadi Menlu dan Sofyan Djalil jadi Menkeu. Sepertinya usulan dari JK. Ada komentar? Salam.

 

"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Wimpie
Sent: Thursday, October 09, 2014 7:24 PM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: RE: [HalloPIM] Kabinet Kita (3)

 

Surat yang bagus untuk disimak.

 

Surat Terbuka untuk Jokowi: Tentang Mimpi Generasi Usia 40-an Tahun

 

Assalamu’alaikum Wr Wb

Pak Joko Widodo (Jokowi) yang saya hormati

 

Izinkan saya mengirimkan surat terbuka ini kepada Bapak. Perlu saya sampaikan, walau menjadi bagian dari Dewan Pakar Jenggala Center dan Poros Indonesia Muda, saya jarang bertemu Bapak. Kita hanya pernah bertemu dalam empat kali kesempatan, yakni dalam acara Deklarasi Damai yang diadakan KPU, di Media Center Jokowi-JK, di atas kapal Phinisi Hati Buana Setia di pelabuhan Sunda Kelapa dan pembubaran Tim Jenggala Center. Saya tidak merasa berkepentingan untuk berada di dekat Bapak, mengingat luasnya area kampanye dan kesibukan Bapak.

 

Usai Pilpres, saya juga tidak merasa harus mendekati Bapak. Bahkan saya mengkritik keras rencana pembentukan Tim Transisi. Argumen-argumen saya sudah jelas, yakni Tim Transisi itu tidak dikenal dalam sistem suksesi yang ada di Indonesia yang mengenal fixed term (siklus lima tahunan, dalam bahasa Lemhannas). Saya justru melihat ada potensi kebuntuan politik, akibat jarak yang dimunculkan ke pelbagai pihak dengan keberadaan Tim Super itu. Walau akhirnya Bapak memutuskan meresmikan tim itu, tentu Bapak sudah memiliki parameter tersendiri untuk menilai sukses tidaknya. Saya justru melihat sebaliknya, akibat kesibukan Bapak dengan Tim Transisi itu, kerja-kerja politik pasca Pilpres menjadi terabaikan yang berbuah pada sentimen yang diputar tentang kekalahan demi kekalahan yang terjadi di DPR RI dan MPR RI.

 

Karena memang tidak memiliki jalur khusus, mengingat waktu yang makin terbatas, yakni tinggal sepuluh hari, saya memberanikan diri untuk menulis surat terbuka ini. Barangkali surat ini masih berguna suatu hari nanti sebagai catatan sejarah saja.

 

Pak Joko Widodo (Jokowi) yang saya muliakan

 

Saya sudah membaca sejumlah nama calon menteri dalam “Kabinet Trisakti” Joko Widodo (Jokowi) yang muncul ke permukaan. Siapapun nama itu tidaklah penting. Begitupula latar belakang politik mereka. Hanya saja, sebagai bagian dari bentuk kepedulian, saya perlu sampaikan tentang hal-hal sebagai berikut.

 

Pertama, sebutan profesional, baik murni ataupun partai politik, sebaiknya dihindari. Dalam literatur manapun, menteri adalah jabatan politik, bukan jabatan bagi kalangan profesional atau birokrasi murni. Menteri bisa dipecat kapan saja oleh presiden. Sebagai pembantu presiden, kedudukan menteri tidak lebih tinggi dari asisten rumah tangga. Apalagi kalau sampai sebutan sebagai profesional atau politisi itu salah dalam penempatan, akibat tidak mengetahui dengan detil riwayat seseorang. Sebab, tidak semua orang berani menyantumkan seluruh riwayat hidupnya untuk kepentingan setingkat menteri. Bangsa ini memang kekurangan lembaga pencatat kehidupan seseorang, terutama sedikitnya penulis biografi ataupun auto biografi yang terverifikasi.

 

Kedua, dalam situasi pancaroba politik domestik, regional dan internasional sekarang, menteri haruslah memiliki kesadaran yang sama dan bahkan dididik dengan cara berpikir yang mirip. Kabinet yang berisi menteri dari bermacam latar belakang sah-sah saja, asalkan berasal dari generasi yang memiliki impian-impian dan tujuan-tujuan yang sudah tertancap dalam Visi Misi Jokowi-JK. Bukankah banyak mesin birokrasi di belakang mereka? Kalau perlu, mereka berasal dari jaringan perkawanan yang sama dan lama, sehingga masing-masing mengetahui sifat, karakter, pemikiran, bahkan kekuatan dan – terutama – kelemahan menteri lain. Sudah bukan zamannya lagi seorang menteri hanya merasa bertanggungjawab kepada presiden seorang, sementara abai mengoreksi potensi kesalahan yang dilakukan rekannya yang lain.

 

Ketiga, menteri tidak lahir dari kisah Pilpres yang singkat. Jadi tidak ada yang disebut sebagai politik balas jasa. Alangkah celakanya bila seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kemampuan dan teruji dalam masa yang panjang, tiba-tiba dikalahkan oleh calon-calon menteri titipan hanya karena arus kepemilikan kas kampanye. Negara ini sudah terlalu dicoreng oleh kepentingan-kepentingan titipan semacam itu, sehingga berbuah dengan berhumbalangnya para menteri kabinet sebelumnya ke dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Kejaksaan. Saya merasa, Bapak perlu memikirkan soal ini dengan sangat tenang. Letak keberhasilan Bapak bukan hanya mampu melewati periode kepemimpinan Bapak selama lima tahun, melainkan juga membawa seluruh armada yang Bapak pimpin selamat sampai di tujuan.

 

Keempat, apabila Bapak memang menginginkan satu kabinet kerja yang solid, militan dan tanpa berharap berbagai sematan Bintang Tanda Jasa di dadanya, sebaiknya sejak awal bapak melibatkan kalangan terdekat dari orang tersebut. Rumah masa kecil dan keluarga sang calon menteri tentulah yang perlu Bapak lihat dan injak. Bapak perlu membangun empati sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Empati itu dimulai dari tingkat yang rendah, yakni dalam kehidupan berkeluarga dan bertetangga. Apalagi dengan mudah, Bapak bisa langsung menampung keluh-kesah siapapun, termasuk dari keluarga atau tetangga calon orang kepercayaan Bapak. Dengan relawan yang setia di sekeliling Bapak, tentulah dengan mudah bisa menditeksi keberadaan orang-orang yang akan menjadi kepercayaan Bapak itu. Terus terang, saya tidak percaya dengan pelbagai sebutan nama kampus luar dan dalam negeri yang tercantum di dalam kurikulum seseorang. Ketidak-percayaan saya muncul akibat banyaknya orang-orang bergelar akademik yang pada gilirannya menjadi pasien lembaga-lembaga penegak hukum.

 

Kelima, siapapun yang Bapak pilih, tidak akan diingat generasi nanti. Ini adalah era pemerintahan Jokowi. Sudah Bapak ketahui betapa anak-anak sekolah sekarang sama sekali tidak hafal nama menteri. Jangankan anak-anak sekolah, saya sendiri juga tidak hafal nama-nama menteri yang ada dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua, apalah lagi yang Jilid Satu lima tahun yang lalu. Yang orang akan ingat adalah nama Bapak. Yang orang juga akan lupakan adalah nama Bapak, apabila kurang berhasil melakukan perbaikan, janganlah dulu perubahan dan lompatan besar yang spektakuler. Nama-nama menteri akan hilang dalam satu generasi ke depan, sebagaimana generasi hari ini tak ingat lagi nama-nama menteri generasi lalu.

 

Pak Joko Widodo (Jokowi) yang jadi harapan rakyat pemilih

 

Bagian terpenting dari surat saya ada di sini. Saya berharap, Bapak mewujudkan mimpi satu generasi tentang Indonesia masa depan. Satu generasi yang rata-rata berusia 40 tahun, lahir dari pergerakan pemikiran dan aktivisme akhir tahun 1980-an dan era 1990-an. Inilah generasi bunga-berbunga yang tumbuh dari kelebihan gizi pembangunan era Orde Baru, tetapi terjepit dalam pembatasan-pembatasan secara intelektual , sosial dan politik. Generasi yang sebetulnya apatis dan apolitis, tetapi terpaksa ikut dalam aktivisme kampus dan luar kampus untuk membuka pintu demokrasi yang tertutup rapat dan dijaga ormas pemuda berloreng, hansip, polisi dan tentara.

 

Generasi yang juga menikmati beragam gelontoran program kampus guna disiapkan sebagai agen-agen pembangunan, tetapi dilarang membaca buku-buku kritis dari kiri sampai ke kanan. Generasi yang sudah mulai berpikir tentang Tinggal Landas, terpukau dengan sejumlah program rekayasa industri dan teknologi, serta dididik langsung oleh sejumlah tokoh kritis yang mayoritas sudah tiada. Generasi yang juga menyimak diskusi-diskusi kecil-kecilan dengan generasi lain yang sebagian sudah bisa keluar dari penjara Orde Lama dan Orde Baru, seperti Mochtar Lubis, Pramoedya Ananta Toer, Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, Adnan Buyung Nasution, WS Rendra, Ali Sadikin, Kemal Idris, dan nama-nama lainnya.

 

Apabila Bapak bisa menangkap alam pemikiran generasi yang berakhir dalam gerakan Mei 1998 ini, Bapak bisa tahu bahwa jauh lebih banyak yang menyingkir ke kehidupan profesional, birokrasi, kampus dan lembaga swadaya masyarakat, termasuk diplomat, bankir, polisi, dokter, guru, petani, pengusaha dan militer, ketimbang hadir di publik sebagai tokoh politik dan pemerintahan. Generasi inilah yang sekarang menjadi pucuk-pucuk pimpinan di tempat mereka masing-masing, mewarnai masyarakat, termasuk kelas bawah, kelas menengah dan kelas atas. Merekalah yang sedang membentuk masa depan di tengah-tengah kehidupan, pada usia emas, usia kenabian, 40-an tahun. Mereka bekerja dalam lingkungan sendiri, kembali ke kehidupan akhir 80an dan era 90-an: apatis dan apolitis dengan yang namanya pergerakan kaum elite dan pemimpin yang demagog.

 

Terus terang, Pak Jokowi, nasionalisme kita lahir dari teks yang ditulis di koran-koran. Benedict Anderson menyebutnya sebagai printed nationalism. Apa artinya? Kalau mau melihat siapa yang disebut sebagai kaum nasionalis, tinggal membaca nama mereka di koran-koran, dalam bahasa sederhana. Dengan teknologi dan manajemen pencitraan dan konsultan yang bertumbuhan dewasa ini, printed nationalism sudah berubah menjadi printed Leviathan Thomas Hobbes dalam wujud penyelenggaraan negara. Negara telah berubah menjadi ajang pencitraan raksasa yang memakan otentisitas, idealitas dan sportivitas. Saya tahu, Bapak diserang tiap hari dengan koran, majalah, media online, social media, radio dan televisi yang dimiliki oleh lawan-lawan politik Bapak, sebagaimana juga Bapak dibela dengan metode yang sama.

 

Tetapi, Bapak akan gagal menangkap jiwa generasi yang saya sebut tadi, apabila Bapak mengandalkan pemberitaan untuk mencari nama mereka, apalagi dengan hanya mengandalkan kurir pengantar surat lamaran menjadi menteri. Mereka bukanlah bagian dari orang-orang yang mau menaruh nama di kancah pencitraan, apalagi demi ambisi politik atau dendam politik. Mereka menulis puluhan surat lamaran setelah lulus, tetapi jarang yang berbalas akibat multi-krisis yang dihadapi Indonesia di akhir abad 20. Tetapi, sebagai generasi berusia 40-an tahun, mereka ada di mana-mana secara mandiri dan otodidak dalam posisi yang tidak memerlukan ulur tangan orang lain lagi hanya untuk menghidupi keluarga masing-masing. Mereka ada dalam struktur dan kultur masyarakat itu sendiri dalam pelbagai ragam profesi yang mulai mapan.

 

Terus terang, banyak nama yang terus muncul dan dimunculkan untuk ada di sekitar Bapak, bahkan ketika yang melahirkan konsep Trisakti mereka tumbangkan dengan propaganda gerakan Angkatan 1966. Mereka ingin terus ada di lapisan atas, membentuk kader-kader biologis dan ideologis, agar terus ada dan berkuasa. Nama-nama yang dulu kami hadapi dalam gerakan 1990-an, terus muncul lagi dengan berbagai dandanan, titel ataupun gelar akademis. Bagaimana bisa energi murni pembaharuan dan perubahan bisa tumbuh subur, apabila fisik yang menggerakkannya sama dan saling bertolak-belakang?

 

Pak Joko Widodo (Widodo) yang menjadi penerima mandat rakyat

 

Kami sudah melihat bagaimana tantangan yang ada di depan Bapak dan kelompok mana saja yang menggerakkan. Baik koalisi ataupun aliansi itu, dengan mudah bisa dibaca lewat perjalanan bangsa ini sejak patahan sejarah Mei 1998, atau malah akar umbi Rezim Orde Baru. Konsolidasi yang mereka lakukan sudah sedemikian rupa, sehingga roda sejarah bisa dibalikkan kembali. Dalam teori transisi menuju konsolidasi demokrasi, tidak sedikit negara yang jatuh lagi ke tangan sekelompok orang yang justru menjadi penikmat rezim otoritarian sebelumnya. Sebutan zaman ini adalah Sengkuni dalam kisah yang lebih lama lagi dalam kitab berabad lampau.

 

Mari baca kembali buku From Voting to Violence: Democratization and Nationalist Conflict yang ditulis Jack Snyder. Dari buku itu kita tahu, bahasa-bahasa nasionalisme adalah opium yang digerakkan dengan mesin propaganda moderen untuk meraih simpati massa oleh para penikmat rezim lalu itu.

 

Siapa mereka? Pak Jokowi bisa baca ciri-ciri mereka dalam buku Jack Snyder itu. Sudah ada edisi berbahasa Indonesianya, Pak. Kalau orang yang tidak pernah atau jarang membaca buku, tentu bisa dengan mudah diselewengkan opininya. Sayangnya, saya sudah banyak membaca buku-buku sejenis ketika delapan tahun menjadi peneliti bidang politik dan perubahan sosial, dengan latar belakang sebagai sejarawan. Karena ada di lapangan dalam pergerakan mahasiswa 1990-an, tentu juga sudah sedikit mengerti pelbagai tali-temali hubungan yang sempat memencar, berdiaspora, lalu kembali hidup di kolam yang sama dengan warna teratai yang lebih indah seakan merekalah simbol nasionalisme negeri ini.

 

Apa urusan kami dengan itu semua, Pak? Lautan massa aksi 1990-an sampai Mei 1998 tidak sedang bertarung demi kekuatan-kekuatan elite politik. Generasi kami adalah generasi yang – sekali lagi – hanya ingin membaca buku-buku lebih tebal, menikmati kebebasan berpikir dan berpendapat, tidak takut bertemu dengan tentara di lapangan, bermimpi tentang era Tinggal Landas – bukan tinggal di landasan – sebagai salah satu negara pemimpin baru di kawasan Asia. Generasi yang sedang menikmati revolusi Tripple T: Technology, Telecommunication and Transportation. Generasi yang sedang diharu biru oleh globalisasi dan buku-buku karangan futurolog seperti Alvin Toffler, John Naisbitt dan bahkan Ziauddin Sardar dan penulis-penulis lain dari lintas agama. Generasi yang tak peduli dengan benturan peradaban dan berdebat tentang pikiran-pikiran Samuel P Huntington, karena tahu Indonesia adalah negara yang cinta damai dengan agama-agama besar dunia yang hidup bertetangga sejak kecil.

 

Saya tidak bisa mengakses Bapak, karena saya tahu kesibukan Bapak. Dan bisa Bapak bayangkan, orang yang dianggap sebagai bagian dari tim Bapak saja bisa seperti saya, apalagi dengan generasi berusia 40-an tahun yang saya sebut tadi yang tentu lebih sulit lagi? Mereka yang juga menganggap saya sebagai orang politik, orangnya si A, orangnya si B, jago bicara, pintar bohong, tetapi tidak melakukan apa-apa di tengah kondisi bangsa yang kian terpuruk. Bapak tahu, dari generasi apatis dan apolitis 1990an itulah saya dilahirkan dan menjadi orang asing ketika benar-benar terjun ke politik praktis.

 

Apabila Bapak mampu mengambil simpul-simpul dari generasi itu, bisa memintalnya, Bapak tinggal menyeret satu arus generasi yang sudah siap pakai. Mereka tentu tahu berapa jumlahnya di masing-masing tempat dan profesi. Bapak tinggal bertanya: “Berapa jumlah kalian di kepolisian? Berapa jumlah kalian di perbankan? Berapa jumlah kalian di media massa? Berapa jumlah kalian di luar negeri? Berapa?” Mereka akan tunjukkan teman-teman mereka, mereka akan membuka lembaran baru Indonesia, lalu mereka juga yang bisa memberi satu tapisan buat Bapak: mana yang dedak, mana yang butiran padi.

 

Bapak Joko Widodo (Jokowi) yang saya banggakan

 

Surat ini harus saya akhiri, karena sebentar lagi pagi datang. Semalam saya sudah melakukan ibadah personal, setelah terbangun oleh anak saya yang tiba-tiba sakit amandel. Saya ternyata tidak bisa tidur lagi dan memutuskan menulis surat terbuka ini. Tapi bukan berarti surat ini tiba-tiba. Ia lahir dari perjalanan saya selama beberapa pekan ini, bertemu dengan kawan segenerasi yang berada di lingkungan mereka masing-masing.

 

Surat ini juga dipicu oleh kematian mendadak kawan saya, Syamsul Hadi PhD. Dia lulusan terbaik Hosei University, Jepang. Dia pergi ke Jepang tanpa bisa berbahasa Jepang, lalu mencari kampus tanpa ada seorangpun yang mau memberinya rekomendasi, bahkan dari kampusnya sendiri, Universitas Indonesia. Orang yang dikecewakan oleh sistem di dalam negeri, tetapi bisa meraih sukses secara mandiri di negara bekas penjajah. Dia menemui saya usai kembali dari Jepang dan bercerita tentang banyak hal, baik riwayat hidupnya, ataupun pikiran-pikirannya tentang bangsa dan negara ini.

 

Tepat setelah pemilihan pimpinan DPR RI, dia meninggal dunia, mendadak, di kediamannya di Kukusan, Depok. Dia dimakamkan di kampungnya, Tasikmalaya. Di Kukusan itu juga dia kost sejak mahasiswa. Padahal, dia sehat-sehat saja ketika muncul sebagai saksi ahli dalam sengketa UU tentang Otoritas Jasa Keuangan di Mahkamah Konstitusi belum seminggu. Saya merasa ada yang hendak ia sampaikan, berdasarkan apa yang kami diskusikan sejak mahasiswa. Dan saya tahu, ia memberikan warning yang mungkin bisa dikenali dari pesan-pesan terakhirnya kepada orang-orang terdekatnya.

 

Kenapa saya sebut nama Syamsul Hadi PhD, Pak? Karena dia satu dari generasi 1990an itu. Ia memilih jalan sunyi, kembali ke dunia kampus, sebagaimana juga banyak dari jenderal-jenderal lapangan aktivis 98 lainnya. Generasi yang merasa sudah menuntaskan kewajiban politiknya, hanya dengan bergerak di lapangan dalam waktu singkat, lalu kembali ke kehidupan biasa yang apatis dan apolitis, sekalipun mereka adalah dosen, peneliti, bankir, pekerja sosial, bahkan mungkin penulis naskah iklan di perusahaan-perusahaan multinasional.

 

Sekali lagi, warnai kabinet Bapak dengan generasi ini, bukan yang Bapak anggap ada lewat printed leaders yang sudah tertinggal jauh di abad lampau itu. Generasi yang usianya tidak terlalu jauh dengan Bapak, masih bisa berkomunikasi dengan gaya guyon. Saya ingat, Pak, salah satu keberhasilan Schroeder di Jerman dalam mengubah negaranya adalah dengan memanfaatkan tenaga dan pikiran Flower Power Generation 1969 di negaranya. Mereka bisa duduk semeja, lalu berkata: “Baik, kita tidak perlu banyak diskusi lagi. Mimpi kita sama. Pengalaman kita sama. Mari kita ubah negara ini. Kita masing-masing tahu, apa yang kita akan kerjakan. Kalau ada yang sulit untuk diputuskan, baru kita rapat lagi sambil mendengarkan musik ketika kita di jalanan dulu.”

 

Banyak maaf, Pak Jokowi.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

 

Jakarta, 09 Oktober 2014,

Salam hormat,

Indra J Piliang,

Direktur Eksekutif Sang Gerilya Institute.

 

 

"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Wimpie
Sent: Thursday, October 09, 2014 12:10 PM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: RE: [HalloPIM] Kabinet Kita (2)

 

Tak usah kecewa dengan hasil pilihan pimpinan DPR dan MPR. Kita fokus saja mendorong Kabinet Kita yang benar yang bisa bekerja sesuai harapan rakyat. Hanya Kabinet Kita yang bekerja keras dan memenuhi harapan rakyat yang bakal menyumpal mulut elit jahat dan menarik dukungan rakyat. Kita semua berkepentingan agar Kabinet Kita benar-benar bisa diandalkan. Nah masukan publik digital sangat diperukan agar Pak Jokowi-JK tidak salah pilih Kabinet Kita.

Mau baca bocoran Kabinet Kita yang saya dapat gak? Kasih masukan rekam jejak mereka melalui saluran-saluran digital yang ada ya. Saya yakin masukan kawan-kawan semua dibaca dan disampaikan ke Jokowi-JK. Jangan diam, berteriaklah dan lawan. Pastikan Kabinet Kita tidak disusupi orang-orang jahat yang tak punya hati pada rakyat. Jokowi orang baik, maka kabinetnya harus orang baik.

Begini bocoran Kabinet Kita yang bakal dinamakan Kabinet Trisakti 2014-2019. Aniway, kalau bocoran Kabinet Kita sedikit berubah ya harap maklum, karena yang milih kan Jokowi JK…LOL.

1) Darmin Nasution, calon Menkopereko/ Menkeu. Usia 65. Pernah jadi Gubernur BI (2010-2013). Darmin, S3 bidang Ekonomi, Paris-Sorbonne University (Paris I) (1985). Harta LHKPN Rp 30.173.191.556,- (24 Mei 2013).

2) Sri Mulyani, calon Memkopereko atau Menkeu, usia 52. Kini Direktur World Bank. Sri Mulyani, Ph.D. of Economics di University of lllinois U.S.A. (1990 – 1992). Harta LHKPN Rp 17.290.847.398,- (21 Mei 2010). Sri Mulyani berpotensi diganjal dalam kasus Century, meski ia tak terlibat tapi kasus itu sudah jadi bola politik. Tapi di sisi lain Sri Mulyani berprestasi menggelontorkan reformasi birokrasi di Kemenkeu.

3) Mahendra Siregar, calon Menkopereko atau Menkeu, usia 44. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) (2013-sekarang). Mahendra, S2 bidang Ekonomi, Monash University, Australia (1991). Harta LHKPN Rp 2.021.231.946,- (31 Desember 2011). Prestasi Mahendra Siregar adalah keberhasilannya mendekati Samsung untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

4) Bambang Brodjonegoro, calon Menkeu. Usia 47. Kini Wakil Menteri Keuangan (2013-sekarang). Bambang Brodjo, S3 Bidang Studi: Ilmu Regional dan Ekonomi PembangunanUniversity of Illinois USA (1993 - 1997). Bambang Brodjo memiliki harta tercatat di LHKPN Rp 6.267.510.423,- (15 April 2011).

5) Ronald Silaban, calon Dirjen Pajak. Usia 48. Kini Staf Ahli Menteri Keuangan. LLM Common Law di Georgetown University, USA. Ronald Silaban memiliki harta LHKPN Rp 14.263.573.014,- (25 Maret 2011).

6) Armida Salsiah Alisjahbana, calon Kepala Bapenas. Usia 54. Kini Meneg PPN/ Kepala Bappenas (2009-sekarang). Armida, S2 Kennedy School of Government. Harta LHKPN Rp 11.254.982.768,- (31 Juli 2012).

7) Muhammad Chatib Basri atau Dede, calon Kepala Bapenas atau Gub BI. Usia 49. Menteri Keuangan (2013-sekarang). Dede, S3 bidang Ekonomi, Australia National University, Australia (2001). Harta LHKPN Rp 11.565.735.476,- (1 November 2013). Dede @ChatibBasri memiliki kelebihan sebagai penyeimbang pemerintahan Jokowi-JK ke depan khususnya terkait fiscal.

8) Kemal Azis Stamboel, calon Menteri PAN. Usia 65. Anggota DPR-RI, Ketua Komisi I (2009-2013). Kemal Azsis, Master of Science Business Managemant dari MIE Boston, Amerika Serikat. Pernah DPR dari PKS (2009-2014. Sedikit masalah karena Kemal Azis sudah tuwir, umur sudah di atas 60 tahun.

9) Eko Prasodjo,calon Menteri PAN. Usia 44. KiniWakil Menteri PAN dan reformasi Birokrasi. Eko Prasodjo S3 bidang Public Administration, Speyer Post-Graduate Program for Public Administration, Germany (2003). Eko Prasodjo punya harta LHKPN Rp 1.666.691.912,- (12 Desember 2011). Prestasi Eko Prasodjo bikin terobosan penerimaan CPNS melalui CAT dan mengawal lahirnya UU Aparatur Sipil Negara tahun 2014.

10) Erry Riyana Hardjapamekas, calon MenPAN/ Menteri ESDM. Usia 65 Wakil Ketua KPK (2003-2007). Abah Erry begitu biasa disapa, S1 bidang Akuntansi FE Unpad (1978). Harta LHKPN Rp 5.857.296.908,- (31 Desember 2003).

11) Ignasius Jonan, calon MenPerhubungan/ MenBUMN. Usia 51. Kini Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia. Jonan, S2 International Relation & Affairs,Fletcher School of Law and Diplomacy.Harta LHKPN Rp 23.567.626.289,- (5 April 2012). Jonan dianggap berprestasi di KAI tapi menyingkrkan PKL di stasiun dan diganti menjadi gerai-gerai ritel modern.

12) Dwi Soetjipto, calon MenBUMN. Usia 58. KiniDirut Semen Indonesia. Dwi, S3, UI Managemen Semen Gresik di tangan dia sukses jadi induk semen nasional dan operasi pabrik terbesar di Asia Tenggara.

13) Maryono, calon MenBUMN. Usia 59. Kini Dirut BTN. Maryono, S2, STIE IPWI 1997Lekat dengan Krisis perbankan. Dan terbilang berhasil menyelamatkan Bank Mutiara.

14) Kuntoro Mangkusubroto, calon Menteri ESDM, Usia 67. Kepala UKP4 (2009-sekarang). Kuntoro Mangkusubroto, S3 bidang Ilmu Teknik bidang Ilmu Keputusan (1982), ITB. Harta LHKPNRp 13.376.392.000,- (31 Juli 2012). Kuntoro keren karena Satgas mafia hukum.

15) M. Arsjad Rasjid P. Mangkuningrat, calon Menteri ESDM, BUMN. Usia 44. Kini CFO Indika Energy Group. Arsjad Rasjid, S1 BSc Pepperdine university (USA); Postgrad studies Harvard JFK & Oxford.

16) Hermanto Dardak, calon Menteri PU. Kini Wamen PU #KabinetKita. Aduuh orang ini banyak isu minor kabarnya :)

17) Richard Joost Lino, calon Menteri Perhubungan.Usia 61.Direktur Utama PT Pelindo II (Persero). Richard, S2 IPPM Jakarta (1989). Harta LHKPN Rp 32.694.486.808,- (7 Juni 2010). Rihard dilaporkan ke KPK oleh SP terkait pengadaan dua Quay Container Crane untuk Pelabuhan Tj Priok yang dialihkan ke Palembang & Pontianak.

18) Hikmahanto Juwana. Calon Menteri Hukum dan UU. Usia49. Kini Dekan FH UI (2009-sekarang). Hikmahanto, S3 bidang Hukum, University of Nottingham, UK (1997). Harta LHKPN Rp 12.248.070.745,- (14 Agustus 2012).

19) Chandra Hamzah, calon Menteri Hukum. Usia48. Eks wakil ketua KPK 2007-2011. Kita Chandra S1 FH UI. Harta LHKPN Rp 3.970.835.468,- (19 Desember 2011).

20) Ahmad M. Ramli, calon MenHuk Hukum dan UU.Usia 53. Dirjen HKI. Ahmad Ramli, S3 Fakultas Hukum Unpad dan School of Law Univ of California. Penyusun draft UU ITE ketika di Kemenkumham.

21) Todung Mulya, calon Menteri Huk dan UU/ Jaksa Agung. Usia 65. Ketua Dewan Eksekutif Transparency International Indonesia.

22) Albertine Ho, calon Jaksa Agung. Usia 54. Wakil Ketua PN Sungai Liat Babel. S1 UGM, Magister Hukum di Unsoed 2004.

23) Retno Lestari Priansari Marsudi, calon Menlu. Usia 52.Dubes Belanda. Hubungan International UGM (1985). Retno memiliki Harta LHKPN Rp 6.627.917.784,- (29 Desember 2011).

24) Drs. Yuri Octavian Thamrin, calon Menlu. Usia 53. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika. Yuri, S2 Hubungan Internasional, Australian National University, Australia. Harta Rp 1.236.086.336,- (25 November 2010).

25) Arif Havas Oegroseno. Calon Menlu. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI Belgia, Luksemburg & UE (2008-sekarang). Arif Havas lulusan Harvard Law School, Massachusetts, USA (1990-1992). Harta LHKPN Rp 1.512.564.458,- (3 Maret 2010). Arif Havas punya andil dalam perundingan kasus ambalat di Laut Sulawesi.

26) Eddy Pratomo, calon Menteri Luar Negri, ex dubes jerman. S3 bidang Hukum, UnPad. Eddy punya harta LHKPN Rp 5.299.555.932,- (5 Februari 2009)berhasil membentuk  Forum Konsultasi Bilateral Indonesia  Jerman.

27) Desra Percaya, calon Menteri Luar Negri. Usia 53. Duta Besar PTRI UN. Desra mendapat penghargaan 'Officier de ordre de la Couronne' dari pemerintah Belgia tahun 2009.

28) Budi Bowoleksono (Sonny)calon Menlu. Duta Besar di AS.

29) Eva Kusuma Sundari, calon Menteri Sosial. Usia49.Anggota DPR-RI, Komisi XI (2009-2014). Eva, S2 Economics and Development Economics, University of Nottingham, UK-2000. Harta LHKPN Rp 685.146.115 (23 November 2009).

30) Imam Prasodjo, calonMenteri Sosial. Usia54.Dosen FISIP, UI.S3, Brown University, Rhode Island, Amerika Serikat.

31) Veronica Colondam. calonMenperempuan, MenSos, UKM. Usia 42.Pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa. Veronica, S2 Social Sciences, Imperial College London (2005). Konsern pendidikan, ekonomi kecil, dan pemberdayaan pemuda.

32) Mas Achmad Santosa, calon MenKLH. Usia 58. Kini Deputi VI UKP4 (2009-sekarang).

33) Heru Prasetyo. calon MenKLH. Kepala Badan Pengelola REDD+. S2 MBA from Asian Institute of Management (1978).

34) Lukman Hakim Syaifudin. Calon Menteri Agama. Usia 51. Menteri Agama sekarang. Ia toleran dan cool.

35) Lukman Hakim, S1 Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta (1990). Harta LHKPNRp 4.562.300.496,- (21 Desember 2009).

36) Komaruddin Hidayat, calonMenteri Pendidikan/Agama. Usia 61. Rektor UIN Jakarta, 2006-2010. Komaruddin Master and PhD Filsafat pada Middle East Technical University, Ankara, Turki (1995).Harta LHKPN Rp 2.399.698.810 (22 Maret 2012).

37) Azyumardi Azra, calon Menteri Agama. Usia59. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Azyumardi, S3 Doctor of Philosophy Columbia University 1990Rp 1.857.020.415,- (2 Februari 2008).

38) Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, calon Menkominfo. Usia 52. PT Dama Persada Direktur Utama, Ketua Umum APJII 2006-2009. Sylvia dual master degree Ekonomi dan HI di Syracuse University, Amerika. Pengurus Golkar, memiliki bisnis dgn tentara, Putri JB Sumarlin.

39) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, calon Menkominfo/Dirjen Telematika. Usia 53.Deputi V Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora. Gatot, S1 UGM, FISIP-HI, S2 Managemen Bisnis Central Queensland Univerity.

40) Richardus Eko Indrajit, calon Menkominfo. Usia 45.Staff khusus bidang teknologi olah raga dan kepemudaan. Eko Indrajit Master of Philosophy Maastricht School of Management Nederland, Magister Teknoligi Industri Swiss German Uniersity.

41) Toto Sugiri, calon Menkominfo. Usia 61.Chairman PT DCI Indonesia dan PT IndoInternet, Pendiri PT Sigma Cipta Caraka dan Bali Camp.

42) Jaleswari Pramodhawardanicalon Menteri Pertahanan. Pakar Militer dan Perempuan LIPI.

43) M. Ichsan Loulembah, calonMen PDT. Usia 48. Direktur Utama PT. Pembangunan Sulteng, S1 Sosiologi Untad #KabinetKita

44) Intansari Abdams Katoppo. Calon MenUKM, Pariwisata. Usia 48.Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour. Intansari. IDEAS Fellowship, Sloan School of Management, MIT Massachusettes, 2009-2010. Harta LHKPNRp 3.187.000.000,- (10 September 2013).

45) Triawan Munaf, calon Menteri Ekonomi Kreatif. CEO, Owner, Adwork Euro RSCG. Tim kreatif kampanye pasangan Jokowi-JK.

46) Ricky Pesik, calon Menteri Ekonomi Kreatif. Managing Director Satu Citra.

47) Abdullah Azwar Anas. CalonMenteri Ekonomi Kreatif. Bupati BanyuwangiS2, FISIP UI. PKB, Mantan Ketua GP Anshor. Banyak nomor ngaco, pokoknya intinya nomor hanya digunakan untuk nama baru, bukan penjelasannya :)))

48) Budi Karya Sumadi, calon Menpera. Usia 58. Direktur PT. Jakarta Propertindo. Budi Karya, S1, Arsitektur Gajah Mada. Sukses membenahi Waduk Pluit dan Waduk Rio-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda dan konsep ERP.

49) Agustin Teras Narang, calon Mendagri. Usia 59. Gubernur Kalimantan Tengah (2005-sekarang). Teras Narang, S1 Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (1974). Harta LHKPN Rp 16.962.601.395,- (12 Maret 2010).

50) Anies Rasyid Baswedan, calonMendikdas dan kebudayaan. Usia 45. Anies adalah Rektor Universitas Paramadina. S3 bidang ilmu politik di Northern Illinois University (1999-2005).

51) Pratikno, calon Mendikdas dan kebudayaan. Usia 52.Rektor UGMS3, Ph.D. in Political Science, Flinders University, Australia (1997).

52) Kacung Marijan, calonMendikdas dan kebudayaan. Dirjen Kebudayaan Kemdikbud. Guru besar Ilmu Politik Unair. Kacung punya harta LHKPN Rp 2.212.132.630,- (28 Desember 2011).

53) Marzan Aziz Iskandar, calonMenristek dan Dikti. Usia 56. Kepala BPPT. Marzan Aziz, S3 bidang Teknik Elektro, Tokai University (1994). Harta LHKPN Rp 9.294.266.771,- (28 Maret 2012). Di tangan Marzan Aziz BPPT sebagai lembaga yg masuk kategori 10 lembaga pertama yang menerapkan program reformasi birokrasi dg predikat WTP.

54) Suriel Mofu, calon Menristek dan Dikti. Usia 43. Rektor Universitas Negeri Papua. Suriel Mofu, S3 Ilmu Filsafat Universitas Oxford, Inggris (2009). Performanya baik. S1-S3 di Oxford.

55) Agus Purwadianto, calonMenkes. Usia 60. Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan & Globalisasi Kemenkes RI. Agus Purwadianto, S3 Phylosophy Faculty of Humanities University of Indonesia (2003). Harta Rp 7.931.806.532,- (8 Juni 2011).

56) Khofifah Indar Parawansa. Calon Mensos. Usia 49. S2 FISIP, Universitas Indonesia, (1993-1997). Harta Rp 7.981.934.000,- (27 Mei 2011). Khofifah kritis pada Orde Baru dalam SU MPR 1998, menjabat sebagai ketua umum muslimat NU selama 2 periode.

57) Utut Ardianto Wahyuwidayat, calon Menpora. Usia 49. Anggota Komisi X DPR RI.

58) Yuddy Chrisnandi, calon Menpora. Usia 46.Anggota Komisi I DPR RI (2004-2009). Yuddy, S3 Program Pasca Sarjana FISIP Universitas Indonesia (2004)Rp 2.535.800.000,- (19 Desember 2003).

59) Hasto Krisyanto, calon Seskab. Usia 48.Anggota DPR RI (2004-2009). Hasto S2 Prasetya Mulya Business School, Jakarta (1997-2000).

60) Pramono Anung Wibowo, calon Sesneg. Usia 52. Wakil Ketua DPR RI (2009-2014). Pramono Anung, S3 Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung (2010-2013). Harta LHKPN Rp 8.479.567.737,- (29 Mei 2002).

61) Andi Widjajanto, calonSesneg. Usia 43.Dosen Department Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Indonesia. Andi Widjajanto S2, London School of Economics and Political Sciences University of London the United Kingdom (1998). Putra Theo Syafei.

62) Zainal Arifin Mochtar. Calon Kepresidenan Anti Korupsi. Direktur Pukat UGM. S2 bidang Hukum, Northwestern University USA.

63) Alexander Lay. CalonKepresidenan Hukum. Usia 43.S2 bidang Hukum, University of Sydney, Australia.

64) Hasbullah Thabrany, calon Kepresidenan Kesra/Menkokesra. Usia 60. Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, UI. Hasbullah, Doctor of Public Health University of California di Berkeley, USA (1995). 2002 bergabung dalam Tim SJSN yang dibentuk Megawati.

65) Karyanto Wibowo. Calon stafKepresidenan Restrukturisasi Perusahaan. Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Kota Surabaya.

66) Jatna Supriatna. Calon stafKepresidenan Perubahan Iklim.Usia53. Chairman and Heads of Division Research Center for Climate Change, UI. Jatna Supriatna, S3 (1991) the University of New Mexico, USA, pre- and post-doctoral di Columbia University, New York.

67) Arief Anshory Yusuf, calon stafKepresidenan Bapenas. Usia 42Direktur CEDS Unpad. S3 Ekonomi, The Australian National University (2008).

68) Budiman Sudjatmiko, calon staf Kepresidenan Kesra. Usia44. S2 bidang Ilmu Politik di Universitas London dan Master HI Cambridge, UK. Budiman eks Ketua Umum PRD, korban Peristiwa 27 Juli 1996 dan divonis 13 tahun penjara. Motor pembahasan RUU Desa di DPR RI.

69) Arya Perdana, calon stafKepresidenan Kesra. Usia 40. Asisten TNP2K, Setwapres (2011-sekarang). Arya Perdana alias Ape, PhD in Economics, UNIVERSITY OF MELBOURNE, Faculty of Business and Economics (2010).

70) Arief Budimanta, calon staf Kepresidenan Politik. Usia 46Anggota DPR-RI, Komisi XI (2009-2014). Arief Budimanta, S3 FISIP, UI. Arif Budimanta terpilih sebagai salah satu anggota Inter-Parliamentary Union (IPU) United Nations Affairs.

71) Abdul Kadir Karding, calon staf Kepresidenan Politik. Usia 41. PKB. S2 UNDIP Harta LHKPN Rp 7.471.026.060,- (29 Januari 2010). Karding diduga bagian makelar anggota DPR yang mengurusi proyek anggaran di Komisi VIII terkait pengadaan Alquran di Kementrian Agama. Karding masuk dalam bidikan KPK dalam proyek parkir dan pembangunan Adhyaksa Center, Kejaksaan Agung (Kejagung).

72) Teten Masduki, calon staf Kepresidenan Kesra. Usia51Anggota Ombudsman Nasional (2009), Sekjen TII, ICW. Teten, S1 bidang Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987). Harta LHKPNRp 501.749.140,- (5 Mei 2008).

73) Agustinus Prasentyatoko, calon stafKepresidenan ekonomiKepala Ekonomi Bank Tabungan Negara (BTN). Iko, alias Prastyantoko PhD Departemen Ekonomi, Ecole Normale Supérieure (ENS) Lsh-Lyon, Perancis. Rajin menulis kolom di media massa.

74) Faisal Basri, calon stafKepresidenan Ekonomi. Usia 54. MA bidang ekonomi, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika (1988).

75) Sukardi Rinakit, calon staf Kepresidenan Politik. 51. Direktur Sugeng Sarjadi Syndicate.S2, Dept. Of South East Asian Studies, Sing

76) Yoga Affandi, calonKepala BPS. Ekonom Bank IndonesiaPhD, Economics, University of Cambridge, UK (2007).

77) Fauzi Ichsan,. calon Gub BI. Usia 44. Senior Economist and Head, Government Relations, Standard Chartered Bank. Fauzi Ichsan, S2 Ekonomi, MIT, Boston, USA (1991). Perlu diperhatikan arah kebijakan ketika menjadi Gubernur BI yang pro Asing.

78) Ferry Mursyidan Baldan, calon Juru bicara. Usia 53. S1 FISIP, Unpad.(1988). Harta LHKPN Rp 903.167.000,- (20 Agustus 2002).

79) Sarwoto Atmosutarno, calonBRTI. S2, ENSTB, PerancisPembuat Data Center Nasdem. Eks Dirut Telkomsel, dizamannya Telkomsel dipailitkan

80) Poltak Hotradero, calon Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Usia 43. Kepala Riset BEI. Poltak, S2, University of Bristol, Economics, Finance and Management. Ia disebut eksiklopedia berjalan makro dan mikro ekonomi.

Nanti lanjut lagi soal info-infonegatif dari nama-nama yang masuk dari dokumen Kabinet Kita antah berantah. Dokumen Kabinet Kita akan terus diperbaharui sesuai perkembangan pelacakan. Kita gunakan demokrasi digital untuk perubahan. Jangan sampai orang jahat lolos di Kabinet Kita. Awasi bersama!

 

 

"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Iskandar Mt
Sent: Thursday, October 09, 2014 8:13 AM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: Re: [HalloPIM] Kabinet Kita (1)

 

Rakyat sudah mempercayakan JW-JK untuk menjalankan pemerintahan, Ybs sudah punya konsep kerja dan janji kepada konstituentnya.

Riak gelombang pada bahtera pemerintahannya, apabila dapat diatasi akan membuat ybs semakin besar dan dicintai rakyatnya.

Bila Allah Redho maka tidak ada siapapun yang dapat menghalanginya.
Percayalah.

 

2014-10-09 7:03 GMT+07:00 Wimpie <wim...@centrin.net.id>:

Harapan Kepada Jokowi-JK Untuk Membentuk Kabinet Bersih & Jujur.

Bagaimana hasil pemilihan pimpinan MPR? Apapun hasilnya ada hal yang harus segera dikerjakan oleh Jokowi-JK. Jika lawan politik sudah bersekutu duluan, komunikasi sekedar basa basi. Tak usah risau dengan elit dikuasai mereka. Jokowi-JK kembali saja pada jatidiri dengan berjuang bersama rakyat dengan menyusun Kabinet Kita yang benar. Pilih saja menteri yang benar-benar bisa memihak rakyat. Kalau salah pilih maka double celaka: lawan bersekutu dan kabibet lemah.

Jika DPR sudah dikuasai orang-orang dengan itikad tidak baik, maka jangan sampai menteripun disusupi orang jahat. Akan layu sebelum jadi hebat. Hanya menteri yang bersih, pekerja keras, mampu menarik dukungan rakyat, maka rakyat akan berduyun-duyun habisi para garong.

Kabinet Kita libatkan publik dengan membuka semua apa yang terjadi dalam hubungan pemerintah dan DPR. Tak ada patgulipat antara pemerintah dan DPR. Jika semua transparan maka rakyat di belakang kita.

Dalam situasi seperti ini sandaran sejati adalah kekuatan sendiri: kekuatan rakyat untuk perubahan. Bersandar pada budi baik pihak lain hanya akan mengilusi cita-cita. Melemahkan upaya dan usaha keras perubahan.

Tak bisa mengharapkan hadirnya kemenangan dari musuh yang terpeleset, tapi kemampuan hebatlah yang memenangkan pertarungan ini. Mari mulai dengan menyusun Kabinet Kita yang hebat, istana yang bersih, menteri yang tak ada pretensi memperkaya diri sendiri dan golongan. Tanpa itu kekuasaan di tangan kita akan sia-sia. Dan selebihnya malah menghadirkan kekecewaan-kekecewaan.

Jokowi-JK jangan pernah memilih menteri jahat duduk di Kabinet Kita. Sudah benar nama calon menteri diuji di KPK-RI. Adakah kasus yang sedang diselidiki, disisik. Pada saatnya nanti sebelum pengumuman, ujilah nama-nama kandidat menteri di publik via media sosial maupun media umum. Kandidat menteri yang mendapat tone, impresi negatif dari media umun, media sosial, pasar, akan ketahuan kok. Kandidat menteri yang korup, penjahat HAM, lingkungan, perburuhan, seharusnya tak dipilih. Tes aja respon publik via digital.

Kita wajib kritisi nama yang bikin deg-degan karena rekam jejak yang kurang bagus. Coba cek salah satu nama kandidat menteri Sofyan Basyir, eks Dirut BRI yang kabarnya diplot sebagai Menkop UKM.

 

"Berdakwah itu mengajak, bukan untuk memarahi apalagi menghasut dan memusuhi"

 

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di:
http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog:
http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/hallopim.

 

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

osmar....@gmail.com

unread,
Oct 13, 2014, 11:34:37 AM10/13/14
to hall...@googlegroups.com
Copy dari teman yg td mLm rapat utk acra tgL 20 Okt 2014 saat pelantikan JKW JK sbg RI-1 & 2, bbrp kptusan sbb :

1. Jam 11.30 wib kirab budaya/batik/carnaval/drumband dimulai dari semanggi di baris depan (setelah Pres-Wapres gabung dari Gd MPR), menuju istana & Monas. Relawan mnyiapkan masa sepanjang Sudirman-JKT.
2. Ada kuliner sepanjang jLn, makan gratis. Ada pembagian bendera merah putih.
3. Di belakang JKW-JK ada kirab karnaval, tani, pk 5 dell. Plus Pasukan kuning utk nyapu.
4. Kirab mengantar JKW-JK ke istana, kirab lanjut ke Monas dimana pertunjukan group band Slank dkk & artis2 lain sdh dimulai.
5. JKW pidato di Monas, jam 16.30 wib potong tumpeng.
6. JKW-JK ke istana utk gala dinner dg tamu2 negara & jam 20.00 wib JKW akan melepas lampion2 ke udara bareng dgn rakyat yg di Monas.

Dress code atasan putih, tmasuk t-shirt. Kita akan MURI-kan...gerakan baju putih.

Selfie kel baju putih akan dikumpulkan utk didaftar di guinnes book of record (sdg dijajaki)

Kita buka partisipasi dari Sabang s/d Merauke di hari itu, di aman kan pas potong tumpeng dibarengi potong 'tumpeng' masing2 di daerah2. Metro TV standby di daerah2 syukur info di awal.

Mhn dibantu menyebarkan ke jaringan di dalam & luar negeri. Utk DN, panitia akan kirim lampion2. Kirim cp n alamat bagi yg mau bikin. Akan ada 17 ribu lampion utk disebar ke se indonesia. Tp jika bikin sendiri juga gpp.

Ide nya jam 20.00 wib JKW lepas lampion, maka relawan2 dalam & luar negeri juga lepas lampion/balon. Mhn foto group pakai baju putih kirim ke FB or twitter panitia JKT (menyusul). Balon/lampion ditulisi masalah2 (korupsi, tracking, KDRT, pedophilia, kemiskinan, intolerance dLL ). Tp utk luar negeri sesuaikan kondisi setempat wkt nya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Wimpie" <wim...@centrin.net.id>
Date: Sat, 11 Oct 2014 16:32:46 +0700
Subject: RE: [HalloPIM] Kabinet Kita (4)

Wimpie

unread,
Oct 13, 2014, 8:18:55 PM10/13/14
to hall...@googlegroups.com

Dear P’ Osmar & All,

Lengkapnya bisa dilihat disini >>> http://www.syukuranrakyat.com/#0

 

"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages