Berbeda dengan beras ketan yang bersifat lengket, hanjeli memiliki tekstur yang kenyal namun tidak lengket, sehingga sangat berpotensi untuk diolah menjadi alternatif makanan yang enak.
Sebagai bahan obat herbal, hanjeli dipercaya memiliki berbagai khasiat seperti peluruh air seni, dan antitumor (kanker). Sumber zat aktif obat diperoleh baik dari biji maupun dari ekstrak akarnya. Khasiat sebagai antitumor telah diteliti secara ilmiah misalnya oleh Numata, et al. (1994). Zat aktif dalam hanjeli disebut coixenolide.
Gabungan antara potensi sebagai olahan pangan yang nikmat dan khasiatnya sebagai obat menjadikan hanjeli sebagai salah satu komoditas pertanian yang potensial. Di beberapa negara Asia, misalnya di Republik Laos, hanjeli sudah menjadi suatu hasil pertanian yang penting (Douangsavanh & Bouahom, 2006). Karena pada dasarnya tanaman ini adalah tanaman liar, maka biaya budidayanya pun relatif rendah. Menurut pengamatan yang dilakukan di daerah Bandung Utara, beberapa petani lokal menyatakan bahwa tanaman ini hanya membutuhkan sedikit pupuk, dan tidak memiliki hama dan penyakit yang cukup berarti. Satu-satunya ancaman utama adalah burung liar yang mengincar bijinya. Namun budidaya tanaman hanjeli tetap memerlukan tanah yang baik, air yang cukup dan sinar matahari yang cukup. Pemberian pupuk untuk menambah unsur hara nitrogen tetap diperlukan (Nurmala, 2003). Kekurangan hanjeli dibandingkan padi dan jagung adalah produktivitas (yield) yang masih relatif lebih rendah. Walaupun pada dasarnya tanaman ini bersifat perennial (tahunan), tetapi untuk budidaya dianggap sebagai tanaman annual (musiman). Usia panen sekitar 120 hari.
Di Jabar tanaman ini masih ditanam secara konvensional di Punclut kab. Bdg, Cipongkor, Gunung Halu, Kiarapayung, Rancakalong, Tanjungsari Kab. Sumedang, Sukabumi, Garut, Ciamis, dan Indramayu.
Jaman dulu di kampung di Jabar banyak yg jualan bubur hanjeli bersama bubur ketam hitam dan bubur kacang hijau. Apalagi kalau bubur hanjrelinya dimasak dg tambahan jahe, gula aren dan dibubuhi air santan, wow enak sekali dan hangat. Didaerah Sumedang pernah hanjeli sebagai makanan pokok, orang lebih suka hanjeli dp beras. Hanjeli ketan ada juga yg dibuat Tape (peuyeum) dan lebih enak krn tdk basah. Bagi yg menderita Hipertensi baik sekali utk makan bubur hanjeli sebagai makanan utama, juga bagi yg menderita pegel2 sendi , rheumatik krn kekurangan Calsium, hanjeli dpt menolongnya, krn mengandung Calsium yg tinggi. Selain itu, baik juga utk peluruh kencing, pencernaan, anti kanker, anti tumor dan juga dpt melancarkan buang air besar. Petani kurang bermiknat menanam hanjeli krn hasil panen per ha lebih rendah dibanding dg tanam padi. Krn itu sekarang harga hanjeli dipasar jauh lebih mahan dp harga beras. Di Bandung kita bisa beli beras hanjeli di Pasar Kosambi. Kalau di All Fresh atau supermarket yg tersedia adalah hanjeli import dg nama Jali jali RRC. Harganya cukup mahal Rp13000/ons. Sedangkan harga hanjeli lokal sekitar Rp25-30 ribu per kg. Sekarang saya tiap makan pagi dan sore selalu makan bubur hanjeli. Menolong juga utk Diabetes. Tulisan ini sengaja saya sampaikan guna turut mempopulerkan hanjeli sebagai makanan yg potensial baik utk pengganti beras yg lebih sehat dan memelihara ketahan pangan. Dibanding hanya menggantungkan pada beras yg rawan thd hama apalagi pd musim banjir ini. Apa pak Muslim Atin di Sumbar sdh pernah makan bubur/nasi hanjeli ? Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pak Is, Pak Abun & All,
Khusus typus, saya ingin berbagi pengalaman. Dulu sewaktu di Lhokseumawe saya pernah terserang typus. Berobat ke klinik 3-4 hari panas tubuh tidak turun. Om isteri saya mengirimkan ramuan herbal China daru Medan. Hanya satu bungkus, direbus dan diminum 3 kali dalam sehari, langsung sembuh. Kembali di periksa darah kesimpulannya normal. Penyakit tersebut tak pernah kembali lagi.
Ketika adik ipar saya mau menikah di Semarang, 2 hari sebelum pesta juga terserang typus. Terpaksa ramuan yang sama dikirim dari Medan. Manjur, langsung sembuh. Akhirnya saya beberapa kali pesan ramuan itu dari Medan, untuk disimpan, kalau-kalau ada saudara/teman yang membutuhkan. Sudah banyak yang tertolong. Seorang ibu teman Nabila yang anaknya ikut sembuh juga pesan banyak dari Medan untuk dibagi-bagi kepada yang butuh.
Tapi saya tidak tahu nama ramuan tersebut. Hanya diantaranya ada binatang ‘lipan’ yang dikeringkan. Belinya di pajak sentral (olimpia), di toko ramuan China. Tidak mahal, dulu hanya Rp 10ribu/ bungkus. Mungkin pak Abun tahu nama ramuan tersebut? Salam.
"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"
Pak Nur ysh & All
Terima kasih posting menarik tentang tanaman Hanjeli sebagai sumber pangan dan obat tradisional. Saya hanya mempunyai koleksi varietas Hanjeli liar. Saya akan senang sekali jika mendapatkan biji varietas budidaya dari rekans pimers utk dikembangkan.
Menjawab pertanyaan pak Nur, sampai kini saya belum pernah merasakan nikmatnya bubur hanjeli. Apakah di Bogor ada warung/resto yang menyajikan bubur hanjeli? Kapan-kapan pingin nyicipi.
Berikut ini saya ingin melengkapi info
tentang tanaman Hanjeli ini. Hanjeli mempunyai 2 nama botani: Coix
lachryma–Jobi L. dan Coix agrestis Lour.
Kandungan kimia
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui selain yg sudah pak Nur sebutkan, a.l:
- Biji : Protein (putih telur), lemak,karbohidrat, vitamin B1.
- Biji : Asam amino,coixol, coixenolide, coicin
- Daun : alkaloid.
- Akar : Coixol, asampalmitate, asam stearat, stigmasterol, betha dan gama-sitosterol, potassium chlorida, glucosa, asam amino, tajin, phytin, zat besi, kalsium, garam fosfat dan vit. B1
Efek Farmakologis : masuk meridian limpa. Menguatkan limpa, peluruh kencing (diuretik), anti radang (anti inflamasi), mematikan serangga (insectisidal), anti toxic.
Biji : Manis, tawar, sedikit dingin, masuk meridian limpa, paru dan ginjal. Memperkuat limpa dan paru. Meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas), bersifat sitostatika, menghilangkan lembab, peluruh kencing, anti radang, membantu penyerapan, mengeluarkan nanah, anti toxic, dan menyembuhkan bisul.
Mengganggu sel kanker pada tingkat metafase (penyebaran sel kanker). Meningkatkan fungsi cortex adrenal. Meningkatkan imunitas seluler dan fungsi humoral.
Penyakit yang dapat diobati:
- Busung lapar (buah), kencing batu dan cacing (akarnya)
- Infeksi & batu saluran kencing, kencing sedikit, kencing bernanah
- Bengkak (edema), beri-beri
- Sakit kuning (jaundice), cacingan (ascariasis)
- Abses paru, abses usus buntu
- Radang usus (enteritis) kronis
- Rheumatism seperti mialgia, sakit tulang (ostalgia), sakit sendi (arthralgia)
- Keputihan (leucorrhea)
- Tumor saluran pencernaan
- Kutil (warts), eksema
- Radang paru, demam, batuk sesak.
Resep tradisional :
1. Infeksi dan batu saluran kencing, kencing sedikit, kencing bernanah.
Akar kering 15 - 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
2. Bengkak (edema), biri-biri, tidak datang haid, keputihan (leuchorhea).
Akar kering 15 - 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
3. Sakit kuning (jaundice), cacingan (ascariasis).
Akar kering 15 - 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
4. Abses paru.
Biji 15-60 gr (kering), rebus 6 gls air jadi 2 gls, dinginkan, saring, minum 2 kali 1gelas.
5. Sakit usus buntu.
Akar kering 15 - 30gr, rebus, 4 gls air jadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
6. Radang usus (enteritis) kronis.
Akar kering 15 - 30gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
7. Rheumatism seperti sakit otot (mialgia), sakit tulang (ostalgia), sakit sendi (arthralgia).
Akar kering 15 - 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
8. Keputihan (Leucorrhea).
Akar kering 15 - 30gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
9. Tumor saluran pencernakan seperti kanker lambung, kanker paru, kanker mulut rahim (cervix), chorionic epithelioma.
Biji 15 - 60 gram (kering), digodok 6 gelas air jadi 2 gelas, dinginkan dan saring, minum 2 kali 1 gelas.
10. Kutil (warts), eksema.
Biji kering 15-60gr., rebus 6 gls air jadi 2 gls. Minum 2 kali 1 gelas.
11. Radang paru, demam, batuk sesak.
Akar 10 - 15 gram, digodok lalu dipakai untuk menyeduh madu secukupnya, minum. Sehari3 kali.
Catatan: Wanita hamil dilarang mengonsumsi ramuan Hanjeli !
pNur ysh
Alhamdulillah, tq tawaran makan bubur hanjeli. Insya Allah nanti kami kabari bila mau ke Bgr lagi. Btw dari siapa ya bisa dp biji hanjeli varitas bagus utk saya budidayakan?
Fyi kembali dr bogor bbrp minggu lalu maklum blm lama habis operasi hernia saya jadi kurang sehat krn nyetir dari pagi sd malam terjebak macet di kota plus sampai leuwiliyang.
Kini sdh baikan dan mau
nyetir lagi. Maklum hobi pegang kayu bulat. ha...haa. Salam.