![]() |
| NERAKA |
Hallo pBobby & Rekan2 Milis PIM Group, berikut ini hadist tentang penciptaan Surga & Neraka serta Penghuni-nya saat ini.
Membahas terkait "Surga & Neraka" sangat ditentukan oleh Kepercayaan (IMAN) dan tidak berdasarkan RASIO (Hasil Penelitian otak manusia), jadi nilai ILMIAH-nya NIL, hanya berdasarkan KEYAKINAN.
Surga atau الجنة dan neraka atau النار adalah termasuk makhluk yang awal diciptakan Allah Subhana Wa Ta'ala (SWT). Tentang kisah penciptaan surga & neraka, Rosulullah Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa sallam (SAW) bersabda :
لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْجَنَّةَ وَ النَّارَ , أَرْسَلَ جِبْرِيْلَ إِلَى الْجَنَّةِ , فَقَالَ : اُنْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Ketika Allah SWT menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat ke syurga, Alloh berfirman : “Lihatlah ke surga dan lihatlah apa saja yang Aku telah sediakan untuk para calon penghuninya !”
قَالَ : فَجَاءَهَا فَنَظَرَ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعَدَّ اللهُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Maka Jibril pun mendatangi surga, kemudian melihat ke surga dan kepada apa yang Allah telah sediakan untuk para calon penghuninya.”
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهِ , قَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا
“Kemudian Jibril kembali kepada Allah dan berkata : “Demi ke-perkasaan-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang surga kecuali dia pasti ingin memasukinya.”
فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Lalu Alloh memerintahkan agar syurga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, kemudian Alloh berfirman kepada Jibril: ”Kembalilah ke surga dan lihatlah serta lihat pula apa yang Aku telah sediakan bagi para calon penghuninya !”
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَرَجَعَ إِلَيْه فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خِفْتُ أَلاَّ يَدْخُلَهَا أَحَدٌ
“Maka Jibril pun kembali ke surga, ketika itu surga telah dike lilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai. Kemudian dia kembali kepada Allah dan berkata : “Demi keperkasaan Mu, sungguh aku takut kalau tidak akan ada seorang pun yang mau memasukinya.”
قَالَ : اِذْهَبْ إِلَى النَّارِ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا .
Allah SWT berfirman : “Pergilah ke neraka, lihatlah ke neraka dan kepada apa yang Aku telah persiapkan untuk para calon penghuni-nya !”
فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا , فَرَجَعَ إِلَيْهِ , فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا
“Maka dilihatnya neraka, sebagiannya menghantam sebagian yang lain. Lalu Jibril kembali dengan berita tersebut, dan berkata : ”Demi keperkasaan-Mu, tidaklah ada seorang pun yang men dengar tentang neraka kemudian ia berminat memasukinya.”
فَأَمَرَ بهَا , فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا
“Kemudian Alloh memerintahkan agar neraka dikelilingi oleh hal-hal yang diingini oleh hawa nafsu, kemudian Allah berfir-man : “Kembalilah ke neraka !”
فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَقَالَ : وَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيْتُ أَلاَّ يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا
“Jibril pun kembali ke neraka, lalu Jibril berkata : “Demi keperkasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada yang selamat dari neraka, kecuali ia pasti memasukinya.”
( HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi )
Hadits ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa surga dan neraka telah tercipta sebelum Nabi Adam diciptakan dan di surga inilah Nabi Adam ‘alaihis-salaam dan Hawa ‘alaihas-salaam tinggal sebelum diturunkan ke bumi untuk menjadi Kholifah di muka bumi.
Suasana surga dan kenikmatannya adalah perkara yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi, dan merupakan suatu penawaran yang amat menggiurkan bagi siapa pun yg mendengarkannya.
PENGHUNI SURGA & NERAKA SAAT INI
Adapun dalil-dalil yang menunjukkan penghuni surga dan neraka sudah ada, disebutkan dalam beberapa hadits di antaranya:
Dari ‘Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
“Aku mendatangi, surga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita”. (HR. Al-Bukhari no. 3002 dan Muslim no. 4920 dari Ibnu Abbas)
Hadits tsb diberikan judul bab oleh Imam Al-Bukhari yaitu: Bab Keterangan tentang Sifat Surga dan bahwasanya dia telah tercipta.
Maka ini menunjukkan bahwa Al-Bukhari memahami kalau apa yang dilihat oleh Nabi Muhammad SAW adalah kejadian ketika itu, bukan kejadian yang akan datang setelah hari kiamat atau sekedar penggambaran semata.
Demikian pula Imam Ahmad berdalil dengan hadits tsb untuk menunjukkan bahwa surga dan neraka sudah ada sekarang, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam Ushul As-Sunnah.
Juga di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah bahwa roh para syuhada sudah berada di dalam surga dan juga Nabi SAW pernah melihat Amr bin Luhai -orang yang pertama kali memasukkan penyembahan berhala ke Jazirah Arab- sedang menyeret ususnya di neraka. (HR. Al-Bukhari no. 1136 dan Muslim no. 5096)
Dalam Shahih Al-Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 4408; bahwa beliau bertanya tentang pemilik istana di dalam surga, maka ada seorang Wanita - Ada sekelompok orang- (Dalam riwayat Muslim) yang menjawab bahwa itu miliknya Umar. Maka ini juga menunjukkan surga sudah dihuni.
Jika ada yang mengatakan: Bukankah manusia nanti akan masuk surga dan neraka setelah melewati hisab dan sirath, sementara hisab dan shirath hanya ada setelah hari kiamat???!,
Wallahu a’lam bish shawab, hal tsb termasuk perkara ghaib yang kita tidak punya ilmu padanya, hanya apa yang ditetapkan oleh syariat dan menafikan apa yang dinafikan oleh syariat.
Wallahul muwaffiq, Wassalam
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Ini tentang keimanan, kalau kita baca dari Al Qur'an, dalam kisah Adam, jawabannya Iya. Namun untuk secara Tauhid, bagaimana kadar keimanan kita ( convidence Level), apakah sudah menjiwai kepada Rukun Iman dan Islam.Dari sekian ayat yang menyinggung tentang Surga memang menyatakan golongan yang Naik ke Surga atau Masuk kedalam Neraka.Dan Golongan yang masuk Surga itu adalah : Orang-orang yang Beriman, Bertaqwa, Ihsan, Beramal Sholeh, Menghambakan diri Kepada Allah SWT.
Ada yang menceritakan, Nabi Idris meninggal 2 X , setelah dimatikan, ditunjukkan Neraka dan Syurga, kemudian ke Bumi dan kemudian meninggal kembali. Ada yang versi, Nabi Idris dianggakat Allah SWT ke langit, dan dimasukkan ke Surga karena sangat mencintai kebenaran, tunduk dan sujud kepada Allah SAW. Ada yang versi Nabi Idris, salah satu Nabi yang lansung masuk Surga.
Dalam ayat Al Qur'an : Surat Maryam, ayat 56-57: " Dan Certikanlah ( hai Muhammad kepada mereka) Idris di dalam Al Qur'an". Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang lebih Tinggi.Dalam Surat Al Anbiya, ayat 85-86 : Dan ingatlah (kisah Ismail), Idris, dan Zulkifli, mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Dan kami masukkan mereka kedalam Rahmat kami. Sungguh mereka termasuk orang-orang yang saleh.
Bahwa Nabi Muhammad Saw, bertemu Nabi-Nabi terdahulu termasuk Nabi Idris adalah saat Nabi diangkat ke langit saat Is'ra & Mi'raj,Di Sana, Hanya Muhammad SAW sebagai seorang utusan/rasul yang mampu menerima wahyu peljaran dari Allah SWT dan menjelaskan ke ummatnya.Dalam pengangkatan Muhammad SAW, salah satunya adalah tentang Perintah : Sholat, ( Kaitan dengan Keimanan dan Tauhid ).
Kalau kita simak dari Al Qur'an dan kisah perjalanan dan kenaikan Rasulullah ke Langit ( saat Isra'-Mi'rat) lebihsangat berhubungan.Mohon maaf, di sini antara ilmiah dan Iman mulai harus matang ---> Iman dan Taqwa serta Tauhid.Di sinilah, kisah Idris, dan dalam Alqur'an tidak dibahas detail (karena Al qur'an bersi fat bahasa Wahyu, petunjuk) dan dalam bentuk perintah kepada Muhammad untuk menceritakan kisah Idris .Agar Manusia memilih Jalan yang Lurus yang telah diridoi Allah SWT. dengan hidup kekal di surga atau ke Jurang Neraka.Jadi terlihat, bagiamana islam itu cara memberikan gambaran adalah tauladan agar manusia memilih jalan hidup.Bukan Imbalan karena kita sholat atau Ancaman Neraka karena tidak sholat atau bukan karena takut Neraka kemudian Sholat, tetapi karena kita ini Hamba Allah SWT. Sewajibnya kita Pasrah dan menghambakan diri kepada SANG PENCIPTA sebagaimana digambarkan dalam kisah Idris.Di sinilah memang Allah SWT yang maha Bijaksana melalui Muhammad SAW melalui kisah-kisah sebagai suriteladan. Dan, Isra'-Mi'raj suatu pelajaran dan teladan yang wajib kita Imani.Dan Muhammda SAW, merupakan tata cara Prilaku pelajaran bagaimana berbuat sesuatu di Muka Bumi ini merupakan contoh yang sempurna.Pelajaran dalam Isra' - Mi'raj tentu masih bayak sekali, namun ini hanya untuk gambaran bagaiman Kisah Idris dan Hubungannya dalam Al'Qur'an.sebangaimana ayat terkahir :Hari ini telah kusempurnkan Agamamu, dan Telah kuberikan semua nikmatKU kepadamu, dan Kami Ridho Islam menjadi Agamamu.Semoga kita tergolong Ummat Muhammad yang beriman dan Taqwa serta beramal Sholeh yang tergolong (masuk) dalam Rahmat Allah SWT.Wassalamu'alaikum WW. Salam MPIM.