Nabi Idris Pingsan Melihat Neraka dan Surga

110 views
Skip to first unread message

Nuchron Kastari

unread,
Mar 19, 2013, 2:03:21 AM3/19/13
to hall...@googlegroups.com

Nabi Idris as di masa hidupnya, Allah SWT telah mengaruniakan untuk mengunjungi surga maupun neraka. DI kedua tempat itu, Nabi Idris as pingsan begitu melihat pemandangan yang dilihat dikedua tempat itu.

NERAKA

Kisahnya.
Nabi Idris as adalah seorang Nabi yang kuat sekali ibadahnya, bahkan malaikat sangat kagum atas kesalehan beliau. Pada suatu saat, Malaikat Izrail dan Nabi Idris as beribadah bersama-sama. Nah, pada kesempatan itu Nabi Idris as mengajukan permintaan kepada Malaikat Izrail untuk dapat melihat surga dan neraka.

Malaikat Izrail tidak dapat memutuskan permintaan Nabi Idris as. Namun Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Melihat, dan karenanya Nabi Idris as diizinkan berkunjung ke neraka dan ke surga ditemani Malaikat Izrail.

Pertama-tama Nabi Idrsi as mengunjungi neraka.
"Wahai Nabiyullah, kenapa ingin melihat neraka? Bahkan para malaikat pun takut melihatnya," tanya Malaikat Izrail.
Dijawab olah Nabi Idris as,
"Sebenarnya saya takut sekali kepada azab Allah SWT. Tapi mudah-mudahan iman saya menjadi tebal setelah melihatnya."

Begitu mereka sudah sampai agak dekat dengan neraka, Nabi Idris as pun tersungkur pingsan. Penjaga neraka adalah malaikat yang sangat menakutkan. Malaikat itu menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah SWT semasa hidupnya. Nabi Idris as tak mampu menyaksikan berbagai siksaan yang sangat mengerikan.

Api neraka berkobar sangat dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan dan tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding dengan neraka.
"Astaghfirullah...Astaghfirullah...Astaghfirullah...,"berkali kali terucap dari mulut beliau sesaat setelah tersadar ari pingsannya.
(Seorang nabi saja sampai pingsan melihat neraka, bagaimana dengan manusia biasa seperti kita?).

Figli Bombach

unread,
Mar 20, 2013, 11:53:30 AM3/20/13
to hall...@googlegroups.com
P.Nuchron,...n rekans..

Ada yang mengganjal sama saya,mungkin bisa di share kalau ada
dalilnya,setelah membaca kisah nabi Idris, pertanyaan saya apakah dari
zaman dulu neraka dan surga sudah ada ? dan sekarang sudah ada
penghuninya ?

Salam,
Boby

Pada tanggal 19/03/13, Nuchron Kastari <nuch...@yahoo.com> menulis:
>
> Nabi Idris as di masa hidupnya, Allah SWT telah mengaruniakan untuk
> mengunjungi surga maupun neraka. DI kedua tempat itu, Nabi Idris as
> pingsan begitu melihat pemandangan yang dilihat dikedua tempat itu.
>
>
>
> --
> "BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"
>
> HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di:
> http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
> Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN
> DJUHERLAN.
> CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
>
>
>


--
Rasulullah SAW bersabda : "Orang mukmin yang satu atas mukmin yang
lain laksana bangunan yang menguatkan antara satu dengan yang lain."
(HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang mampu memberikan manfaat
pada saudaranya maka hendaknya dia memberi manfaat."
(HR. Muslim dan
Ahmad)

aziz_...@yahoo.com

unread,
Mar 20, 2013, 10:00:10 PM3/20/13
to PIMGroup
PENCIPTAAN SYURGA DAN NERAKA

Hallo pBobby & Rekan2 Milis PIM Group, berikut ini hadist tentang penciptaan Surga & Neraka serta Penghuni-nya saat ini.

Membahas terkait "Surga & Neraka" sangat ditentukan oleh Kepercayaan (IMAN) dan tidak berdasarkan RASIO (Hasil Penelitian otak manusia), jadi nilai ILMIAH-nya NIL, hanya berdasarkan KEYAKINAN.

Surga atau الجنة dan neraka atau النار adalah termasuk makhluk yang awal diciptakan Allah Subhana Wa Ta'ala (SWT). Tentang kisah penciptaan surga & neraka, Rosulullah Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa sallam (SAW) bersabda :
لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْجَنَّةَ وَ النَّارَ , أَرْسَلَ جِبْرِيْلَ إِلَى الْجَنَّةِ , فَقَالَ : اُنْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Ketika Allah SWT menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat ke syurga, Alloh berfirman : “Lihatlah ke surga dan lihatlah apa saja yang Aku telah sediakan untuk para calon penghuninya !”
قَالَ : فَجَاءَهَا فَنَظَرَ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعَدَّ اللهُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Maka Jibril pun mendatangi surga, kemudian melihat ke surga dan kepada apa yang Allah telah sediakan untuk para calon penghuninya.”
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهِ , قَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا
“Kemudian Jibril kembali kepada Allah dan berkata : “Demi ke-perkasaan-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang surga kecuali dia pasti ingin memasukinya.”

فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Lalu Alloh memerintahkan agar syurga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, kemudian Alloh berfirman kepada Jibril: ”Kembalilah ke surga dan lihatlah serta lihat pula apa yang Aku telah sediakan bagi para calon penghuninya !”
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَرَجَعَ إِلَيْه فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خِفْتُ أَلاَّ يَدْخُلَهَا أَحَدٌ
“Maka Jibril pun kembali ke surga, ketika itu surga telah dike lilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai. Kemudian dia kembali kepada Allah dan berkata : “Demi keperkasaan Mu, sungguh aku takut kalau tidak akan ada seorang pun yang mau memasukinya.”
قَالَ : اِذْهَبْ إِلَى النَّارِ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا .

Allah SWT berfirman : “Pergilah ke neraka, lihatlah ke neraka dan kepada apa yang Aku telah persiapkan untuk para calon penghuni-nya !”

فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا , فَرَجَعَ إِلَيْهِ , فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا
“Maka dilihatnya neraka, sebagiannya menghantam sebagian yang lain. Lalu Jibril kembali dengan berita tersebut, dan berkata : ”Demi keperkasaan-Mu, tidaklah ada seorang pun yang men dengar tentang neraka kemudian ia berminat memasukinya.”
فَأَمَرَ بهَا , فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا
“Kemudian Alloh memerintahkan agar neraka dikelilingi oleh hal-hal yang diingini oleh hawa nafsu, kemudian Allah berfir-man : “Kembalilah ke neraka !”
فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَقَالَ : وَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيْتُ أَلاَّ يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا
“Jibril pun kembali ke neraka, lalu Jibril berkata : “Demi keperkasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada yang selamat dari neraka, kecuali ia pasti memasukinya.”
( HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi )

Hadits ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa surga dan neraka telah tercipta sebelum Nabi Adam diciptakan dan di surga inilah Nabi Adam ‘alaihis-salaam dan Hawa ‘alaihas-salaam tinggal sebelum diturunkan ke bumi untuk menjadi Kholifah di muka bumi.

Suasana surga dan kenikmatannya adalah perkara yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi, dan merupakan suatu penawaran yang amat menggiurkan bagi siapa pun yg mendengarkannya.

PENGHUNI SURGA & NERAKA SAAT INI
Adapun dalil-dalil yang menunjukkan penghuni surga dan neraka sudah ada, disebutkan dalam beberapa hadits di antaranya:

Dari ‘Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
“Aku mendatangi, surga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita”. (HR. Al-Bukhari no. 3002 dan Muslim no. 4920 dari Ibnu Abbas)

Hadits tsb diberikan judul bab oleh Imam Al-Bukhari yaitu: Bab Keterangan tentang Sifat Surga dan bahwasanya dia telah tercipta.
Maka ini menunjukkan bahwa Al-Bukhari memahami kalau apa yang dilihat oleh Nabi Muhammad SAW adalah kejadian ketika itu, bukan kejadian yang akan datang setelah hari kiamat atau sekedar penggambaran semata.
Demikian pula Imam Ahmad berdalil dengan hadits tsb untuk menunjukkan bahwa surga dan neraka sudah ada sekarang, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam Ushul As-Sunnah.
Juga di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah bahwa roh para syuhada sudah berada di dalam surga dan juga Nabi SAW pernah melihat Amr bin Luhai -orang yang pertama kali memasukkan penyembahan berhala ke Jazirah Arab- sedang menyeret ususnya di neraka. (HR. Al-Bukhari no. 1136 dan Muslim no. 5096)

Dalam Shahih Al-Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 4408; bahwa beliau bertanya tentang pemilik istana di dalam surga, maka ada seorang Wanita - Ada sekelompok orang- (Dalam riwayat Muslim) yang menjawab bahwa itu miliknya Umar. Maka ini juga menunjukkan surga sudah dihuni.

Jika ada yang mengatakan: Bukankah manusia nanti akan masuk surga dan neraka setelah melewati hisab dan sirath, sementara hisab dan shirath hanya ada setelah hari kiamat???!,
Wallahu a’lam bish shawab, hal tsb termasuk perkara ghaib yang kita tidak punya ilmu padanya, hanya apa yang ditetapkan oleh syariat dan menafikan apa yang dinafikan oleh syariat.
Wallahul muwaffiq, Wassalam

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Figli Bombach

unread,
Mar 21, 2013, 8:43:11 AM3/21/13
to hall...@googlegroups.com
P.Aziz,..

Terima kasih atas tausyiah dari bapak mudah2an bisa menambah keimanan
saya, dan saling mengisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan
kesabaran, Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr,..

Salam,
bobby

Pada tanggal 21/03/13, aziz_...@yahoo.com <aziz_...@yahoo.com> menulis:

aziz_...@yahoo.com

unread,
Mar 21, 2013, 9:33:17 AM3/21/13
to PIMGroup
You're Wellcome Dek Bobby, apa khabar semoga selalu sehat wal afiat dan bahagia bersama keluarga.

Nuchron Kastari

unread,
Mar 21, 2013, 10:08:54 AM3/21/13
to hall...@googlegroups.com
Ysh PAk Fiqli Bombach,
 
Wah , ini pertanyaan yang sangat tinggi sekali yang perlu dijawab oleh Ulama yang  sudah tinggi ilmu Tarih dan Al Qur'an serta asbabul Nuzulnya.
 
Saya ada sedikit bahan mengenai SURGA dan NERAKA , dari Alqur'an yang mungkin belum bisa kita baca secara detail karena memang Al-Qur'an bahasanya up todate. Ga bisa kita tafsirkan secara letterlux.
 
Tentang Surga dan Neraka ini , banyak sekali dikupas dalam Al qur'an . Kapan adanya?, kalau kita baca dari Surat Al Baqarah ( 2: 35), sejak zaman Adam Surga sudah disiapkan :
 
 Allah SWT berfirman".." Dan Kami Berfirman; Wahai Adam! Tinggallah engaku dan isterimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu, (tetapi) janganlah kamu dekati phon ini ( yang menurut syaiton, siapa yang memakan pohon ini akan kekal disyurga), nanti kamu termasuk    orang-orang yang zalim.
 
Dalam Suat TAHA ayat 120 ( 20:120) disebutkan : Kemudian Syetan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya , dengan berkata : Wahai Adam!  maukah kamu aku tunjukkan pohon keabadian  (khuldi) dan kerjaan yang tidak akan binasa?"
Dalam ayat 20:121 disebutkan : Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun ( yang ada di surga) dan telah durhakalah Adam kepada Allah SWT dan sesatlah dia.
 
Pengertian :
Durhaka disini , Adam telah sengaja melanggar larangan Allah SWT, karena lupa.
sesat disini, Adam mengikuti bisikan setan, meskipun itu tidak terlalu besar untuk ukuran manusia.
Karena ini martabat Adam As dan menjadi teladan bagi manusia  Pemimpim (khalifah) di muka Bumi .
 
Cerita tentang SURGA banyak dikupas dalam Alqur'an:
beberapa SURAT antara Lain :
  • AL BAQARAH , ayat 25 , 35 , 82,  111. 214, 221
  • ALI IMRAN , ayat 15, 133, 136, 142, 195, 198
  • AN NISA', ayat 13,  57,  122,  124, 
  • AL MAI'IDAH  ayat  12, 72, 85, 119,
  • AL A'RAF 19,  22,  27,  40,  42,  43,  44,  46, 49, 50
  • AT TAUBAH, ayat 21,  72,  89, 111,
  • YUNUS, ayat 9, 26,
  • HUD ayat 23, 108,
  • AR RA'D ayat  23, 35,
  • IBRAHIM  ayat 23,
  • AL HIJR ayat  45,
  • AN NAHL ayat 31, 32
  • AL KAHF ayat 31,  107
  • AL MARYAM, ayat 60, 61, 63,
  • TAHA ayat 76, 117, 121,
  • AL HAJJ, ayat 23, 56,
  • AL FURQAN ayat 15, 24,
  • ASY SYU'ARA, ayat 85, 90,
  • AL ANKABUT ayat, 58,
  • FATIR,  33.
  • YASIN, ayat 26, 55
  • SAD, ayat 50,
  • AZZUMAR, ayat 73, 74,
  • AL MUMIN ayat 8, 40,
  • FUSSILAT, ayat 30,
  • ASY SYURA, ayat 7,
  • AZ ZUKHUF ayat 72,
  • AL AHQAF ayat 14,16
  • MUHAMMAD, ayat 12, 15
  • AL FATH, ayat 5, 17,
  • QAF, ayat 31,
  • AZ ZARIYAT, ayat 15,
  • AT TUR, ayat17,
  • AN NAJM ayat 15,
  • AL WAQI'AH ayat 89,
  • AL HADID, ayat12,
  • AL MUJADILAH, ayat 22,
  • AL HASYR ayat 20,
  • AS SAFF, ayat 12,
  • AT TAGABUN, ayat 9,
  • AT TAHRIM, ayat 8,  11
  • AL HAQQAH, ayat 22
  • AL MA'ARIJ, ayat 38,
  • AL MUDDASIR, ayat 40 
  • AL INSAN  ayat 12,
  • AT TAKWIR ayat 13,
  • AL BUROJ ayat 11,
  • AL GASYIYAH ayat 10,
  • AL BAYYINAH ayat 8,
  • AL MAIDAH ayat 65
  • AT TAUBAH ayat 100
  • AL HAJJ ayat 23,
  • AL FURQAN ayat 10,
  • LUQMAN ayat 8,
  • AS SAJDAH ayat 19,
  • AS SAFFAT, ayat 43
  • AL WAQIAH ayat  12,
  • AT TALAQ, ayat 11,
  • AL QALAM ayat 34
  • AL FAJR, ayat 30,
  • AN NAZI,AT, ayat 41.
 
Dari sini, beberapa bahasa Alqur'an ini sangat uptodate. Kalau kita simak, ada golongan yang masuk syurga itu sebagai yang ditempatkan , ada yang menyebut balasan syurga, ada disebut yang dipersilahkan ( Masuklah ke dalam surgaKU), dst.
Dan Banyak dalam bahasa alqur'an Rahmat kami (rahmatllilalamiin), itu juga banyak bermakna Surga. Dan kita tidak bisa mengartikan secara letterlek, karena ini perlu dijiwai di Rukunnya (Iman & Islam).
 
 
Kembali ke Di kisah Nabi IDRIS SAW, dan pertanyaan Pak Fiqli Bombah:
  • Apakah dari zaman dulu neraka dan surga sudah ada ?
Ini tentang keimanan, kalau kita baca dari Al Qur'an, dalam kisah Adam, jawabannya Iya. Namun untuk secara Tauhid, bagaimana kadar keimanan kita ( convidence Level), apakah sudah menjiwai kepada Rukun Iman dan Islam.
 
Dari sekian ayat yang menyinggung tentang Surga memang menyatakan golongan yang Naik ke Surga atau Masuk kedalam Neraka.
Dan Golongan yang masuk Surga itu adalah : Orang-orang yang Beriman, Bertaqwa, Ihsan, Beramal Sholeh, Menghambakan diri Kepada Allah SWT.
 
  • Kalau Cerita Nabi Idris, melihat Syurga dan Neraka , memang banyk versi dari beberapa Ulama.
  1. Ada yang menceritakan, Nabi Idris meninggal 2 X , setelah dimatikan, ditunjukkan Neraka dan Syurga, kemudian ke Bumi dan kemudian meninggal kembali.
  2. Ada yang versi, Nabi Idris dianggakat Allah SWT ke langit, dan dimasukkan ke Surga karena sangat mencintai kebenaran, tunduk dan sujud kepada Allah SAW.
  3. Ada yang versi Nabi Idris, salah satu Nabi yang lansung masuk Surga.
 
  • Kita lebih baik menyimak dari Bacaan di Bahasa Al Qur'an.
 
Dalam ayat Al Qur'an : Surat Maryam, ayat 56-57: " Dan Certikanlah ( hai Muhammad kepada mereka) Idris di dalam Al Qur'an". Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang lebih Tinggi.
 
Dalam Surat Al Anbiya, ayat 85-86 : Dan ingatlah (kisah Ismail), Idris, dan Zulkifli, mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Dan kami masukkan mereka kedalam Rahmat kami. Sungguh mereka termasuk orang-orang yang saleh.
 
  • Dalam kisah lain, Saat Nabi Muhammad Isra' & Mi'raj.
Bahwa Nabi Muhammad Saw, bertemu Nabi-Nabi terdahulu termasuk Nabi  Idris adalah saat Nabi diangkat ke langit saat Is'ra & Mi'raj,
Di Sana, Hanya Muhammad SAW sebagai seorang utusan/rasul yang mampu menerima wahyu peljaran dari Allah SWT dan menjelaskan ke ummatnya.
Dalam pengangkatan Muhammad SAW, salah satunya adalah tentang Perintah : Sholat, ( Kaitan dengan Keimanan dan Tauhid ).
 
 
  • Dalam Alqur'an dan Kisah dalam Isra'-Mi'Raj.
Kalau kita simak dari Al Qur'an dan kisah perjalanan dan kenaikan Rasulullah ke Langit ( saat Isra'-Mi'rat) lebihsangat berhubungan.
Mohon maaf, di sini antara ilmiah dan Iman mulai harus matang ---> Iman dan Taqwa serta Tauhid.
 
Di sinilah, kisah Idris, dan dalam Alqur'an tidak dibahas detail (karena Al qur'an bersi fat bahasa Wahyu, petunjuk) dan dalam bentuk perintah kepada Muhammad  untuk menceritakan kisah Idris .
 
Agar Manusia memilih Jalan yang Lurus yang telah diridoi Allah SWT. dengan hidup kekal di surga atau ke Jurang Neraka.
 
Jadi terlihat, bagiamana islam itu cara memberikan gambaran adalah tauladan agar manusia memilih jalan hidup.
Bukan Imbalan karena kita sholat atau Ancaman Neraka karena tidak sholat atau bukan karena takut Neraka kemudian Sholat,  tetapi karena kita ini Hamba Allah SWT. Sewajibnya kita Pasrah dan menghambakan diri kepada SANG PENCIPTA sebagaimana digambarkan dalam kisah Idris.
 
Di sinilah memang Allah SWT yang maha Bijaksana melalui Muhammad SAW melalui kisah-kisah sebagai suriteladan. Dan, Isra'-Mi'raj suatu pelajaran dan teladan yang wajib kita Imani.
 
Dan Muhammda SAW, merupakan tata cara Prilaku pelajaran bagaimana berbuat sesuatu di Muka Bumi ini merupakan contoh yang sempurna.
Pelajaran dalam Isra' - Mi'raj tentu masih bayak sekali, namun ini hanya untuk gambaran bagaiman Kisah Idris dan Hubungannya dalam Al'Qur'an.
 
sebangaimana ayat terkahir :
Hari ini telah kusempurnkan Agamamu, dan Telah kuberikan semua nikmatKU kepadamu, dan Kami Ridho Islam menjadi Agamamu.
 
Semoga kita tergolong Ummat Muhammad yang beriman dan Taqwa serta beramal Sholeh yang tergolong (masuk) dalam Rahmat Allah SWT.
 
 Wassalamu'alaikum WW. Salam MPIM.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

From: Figli Bombach <makg...@gmail.com>
To: hall...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, 20 March 2013, 22:53
Subject: Re: [HalloPIM] Nabi Idris Pingsan Melihat Neraka dan Surga

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages