Halusinasi & Supranatural

71 views
Skip to first unread message

Wimpie

unread,
Dec 18, 2012, 3:09:38 AM12/18/12
to hall...@googlegroups.com

Selain menggunakan mata, manusia juga melihat menggunakan otak. Ada bagian bernama occipital cortex, pusat penglihatan. Penderita stroke di bagian occipital cortex, akan mengalami kebutaan - walaupun mata dan sistem syaraf mata-nya baik-baik saja.

Bagian occipital cortex ini posisinya menyilang. Mata kiri diurus cortex sebelah kanan dan sebaliknya. Yang unik bila bagian ini terganggu. Orang-orang yang occipital cortex-nya terganggu - bisa melihat sesuatu yang nyatanya tidak ada atau tidak tertangkap oleh mata. Yang "dilihat" bisa bermacam-macam, tapi biasanya hanya di satu sisi. Cuma ada di otak kita - secara riil tidak ada obyeknya. Biasa disebut halusinasi. Tapi bagi yang tidak tahu, bisa akan dianggap supranatural.

Fenomena ini disebut Hemianopia. Orang yang mengalaminya seperti melihat benda riil, padahal tidak ada. Mirip fenomena Charles Bonnet Syndrom. Pada penderita Schizophrenia, yang aktif otak bagian pendengaran. Penderita diganggu 'suara-suara' mengejek/menghasut.

Ilmu pengetahuan ternyata bisa menjawab banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari supranatural atau melihat sosok atau mendengar suara hantu. Salam.

 

"Bila kita ingin tahu sifat asli seseorang, beri dia kekuasaan" -- Abraham Lincoln

 

Sucipto Somodiharjo

unread,
Dec 18, 2012, 3:41:07 AM12/18/12
to hall...@googlegroups.com

Pak Wimpi, kata orang banyak yg sudah melihat hantu. Saya sendiri belum pernah melihat hantu tetapi karena sering mendengar bahwa orang pernah melihat hantu sehingga saya terobsesi bahwa hantu itu benar-benar ada. Yang menjadi tanda tanya saya, apakah mereka betul-betul pernah melihat hantu, atau apakah mereka hanya terhalusinasi, atau mereka hanya nge-goosh saja, dan hatu itu sebetulnya apa ( jin, setan, malaekat, atau yg lain ), dan apa betul ada ?.

 

Kemudian bagaimana fenomena orang gila ? mereka bisa tertawa sendiri apa karena terhalusinasi melihat  dan mendengar yg lucu-lucu ?, sementara benda riilnya nggak ada ?

 

Salam,

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim?hl=id-ID.
 
 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.455 / Virus Database: 271.1.1/5467 - Release Date: 12/17/12 19:34:00

iqbal.b...@gmail.com

unread,
Dec 18, 2012, 4:17:53 AM12/18/12
to hall...@googlegroups.com
Ha ha pak cipto nonton film hantu pocong aja..terus liat deh tuh Hantu...hi hi hi..
Kalo penghilatan orang gila.diterawang jadi gila juga yg menerawang..makanya dokter RSJiwa..agar gampang komunikasi ama pasiennya dia ikut2 gila..(Omongannya dsb)...waah repot pk cipto..bayangin kalo dokternya...trbawa alam bwh sadarnya..terus gila juga. Dia...ha ha....jangan ikut gila dulu ya..salam
Sorry boss untuk selingan aja..salam
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "Sucipto Somodiharjo" <sucipto.s...@albanybandung.com>
Date: Tue, 18 Dec 2012 15:41:07 +0700
Subject: RE: [HalloPIM] Halusinasi & Supranatural

Wimpie

unread,
Dec 18, 2012, 4:43:58 AM12/18/12
to hall...@googlegroups.com

Pak Cipto,

Sewaktu kecil dulu didekat rumah saya tumbuh 2 pohon beringin besar. Banyak cerita yang saya dengar mengenai “penunggu” beringin itu. Banyak yang mengaku sudah pernah melihat sosok hantu dipohon beringin itu. Tapi selama belasan tahun tinggal disana, seringkali pulang larut malam melewati kedua pohon itu, saya tak pernah melihat atau bertemu dengan “mereka”. Walau setiap lewat dibawahnya, tak urung bulu kuduk saya berdiri juga. Mungkin terpengaruh cerita orang-orang.

Besar kemungkinan mereka yang melihat hantu itu berhalusinasi. Bisa jadi mereka mengidap penyakit Hemianopia (melihat tanpa objek riil) atau Schizophrenia (mendengar suara-suara tak jelas sumbernya). Orang gila juga demikian, gangguan yang semakin parah menyebabkan depresi. Tapi tentu saja mengingat kompleksitas otak manusia, depresi dan kegilaan belum tentu disebabkan oleh satu faktor penyebab saja.

Lalu apakah orang-orang yang merasa menerima “wahyu” atau “bisikan” dari kekuatan gaib termasuk korban halusinasi? Bisa saja. Tapi saya juga pernah membaca bahwa melakukan samedi (bertapa) juga bisa menimbulkan dampak yang mirip halunisasi. Pengaruh hormonal. Nanti coba saya carikan bacaan tersebut.

Tapi satu hal yang sudah pasti, perlahan ilmu pengetahuan berhasil mengungkap banyak hal yang di masa lalu masih dianggap misteri. Salam.

 

Kita akan senantiasa terbentur kepada “samudra rahasia ilahi” setiap kali kita mencoba memahami kehendak Allah - Nurcholish Madjid

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Sucipto Somodiharjo
Sent: Tuesday, December 18, 2012 3:41 PM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: RE: [HalloPIM] Halusinasi & Supranatural

 

Pak Wimpi, kata orang banyak yg sudah melihat hantu. Saya sendiri belum pernah melihat hantu tetapi karena sering mendengar bahwa orang pernah melihat hantu sehingga saya terobsesi bahwa hantu itu benar-benar ada. Yang menjadi tanda tanya saya, apakah mereka betul-betul pernah melihat hantu, atau apakah mereka hanya terhalusinasi, atau mereka hanya nge-goosh saja, dan hatu itu sebetulnya apa ( jin, setan, malaekat, atau yg lain ), dan apa betul ada ?.

Sucipto Somodiharjo

unread,
Dec 18, 2012, 5:11:50 AM12/18/12
to hall...@googlegroups.com

Ha ha ha, betul pak Iqbal..., namun fenomena itu lucu juga kalau dipikir serious. Salam.

Wimpie

unread,
Dec 18, 2012, 7:14:11 PM12/18/12
to hall...@googlegroups.com

Ketemu juga bacaannya. Ternyata ber samedi (bertapa) juga menimbulkan efek-efek tertentu pada otak manusia. Jawaban ilmiah mengapa dimasa lalu banyak orang melakukan samedi (tapa) untuk mencapai tujuan tertentu.

Penelitian Ilmiah Tentang Kemampuan Indera ke 6

 

Di dalam ratusan penelitian tentang meditasi dan indera ke 6, ada hal yang menarik pada bahasan 4 hormon tubuh yang terlibat dalam kecerdasan spiritual. Hormon-hormon tersebut adalah sebagai berikut.

1. MELATONIN :
Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal saat manusia berada dalam suasana gelap. Melatonin ini diproduksi pada malam hari, dan apa bila kita tidur dalam keadaan lampu padam maka akan membantu memperlancar peroduksi melatonin, sebaliknya jika orang yang tidur dengan lampu menyala, produksi melatonin tidak lancar yang mengakibatkan bangun keesokan harinya dalam keadaan tidak segar, produksi melatonin juga dapat dihasilkan melalui meditasi dengan menutup mata dan berada di ruang gelap. Produksi melatonin maksimal dihasilkan hanya sampai antara 2-5 miligram per harinya, dan melatonin ini mengatur "jam biologis " manusia sehingga bisa bangun dan mengantuk pada waktunya, juga melatonin ini bermanfaat bagi perkembangan kesadaran spiritual.

2. PINOLIN :
Dalam penelitian dokter Mantak Chia dari Thailand, yang memperkenalkan system meditasi dalam kegelapan, setelah hari ke 3 meditasi, kadar melatonin meningkat antara 15-20 miligram dalam darah, sehingga kelenjar pineal berhenti mengekskresikan melatonin dan mulai memperoduksi pinolin yang bersifat superkonduktor serta meningkatkan replikasi sel-sel tubuh (mitosis) dan iterkalasi dengan molekul-molekul DNA. Dan pinolin ini pada umumnya dijumpai pada perempuan yg sedang mengandung, bermimpi, dan dalam pengalaman pra mati (Near Death Experience atau NDE). Pinolin inilah yang merangsang terjadinya clair-voyance atau peristiwa melihat dengan mata bathin dan kepekaan merasa. Tanpa pinolin dengan kadar yang tinggi jangan harap terjadinya gejala-gejala metafisis tersebut.

Orang yang memliki bakat alami akan kepekaan intuisi (penglihatan, pendengaran, dan rasa bathin) pastilah dalam tubuhnya secara alami mempunyai kadar hormon yang tinggi pinolin, karena pinolin berperan aktif dalam decoding DNA, yang memuat "memori kolektif" dari nenek moyang seseorang, yang oleh sebab itu ia bisa menemukan informasi tersembunyi, yang disinyalkan oleh otak kanan dalam bentuk cahaya, suara, pengetahuan dan realisasi visual.

Boleh dikatakan pinolin memungkinkan terbukanya pintu menuju "alam kesadaran" (super kesadaran) sehingga manusia dapat mengakses informasi yang terkandung dalam alam, sehingga untuk membaca "jejak memori" yang menempel pada suatu HP atau benda lain yang dipakai bukanlah sesuatu yang tidak mustahil, karena partikel keringat dari seseorang atau hormone pheromone dari tangannya masih menempel di HP. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan zat sehingga benda-benda itu memuat sebagian memori dari si pemiliknya.

3. HORMON 5-MEO-DMT
Setelah bermeditasi selama 6-8 hari terus menerus, maka kelenjar pineal akan mulai memproduksi hormone 5-Meo-DMT, yang mana hormone ini bersifat luminescens (mendatangkan cahaya) dan fosforenscens (mengeluarkan cahaya) karena sejumlah fosfen (kilatan cahaya sewaktu kita menutup dan membuka mata) disalurkan ke korteks mata dan orang akan melihat sinar terang di kepalanya. Dalam penelitian bersama yang dilakukan Eduard P.A Van Wijka (International Institute of Biophysics, Neuss, Jerman), J.Ackermanc (Universitas Utrecht, Belanda), Roeland Van Wijka (Cottage Hospital, Santa Barbara, California, USA) menunjukkan bahwa meditasi menghasilkan emisi foton ultra lemah (Ultra Weak Photon Emission) pada lengan dan dahi meditator yang di observasi.

Foton sendiri adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Seorang meditator akan mengeluarkan emisi foton pada tubuhnya, tetapi hanya dapat dilihat oleh mereka yang memiliki "mata ketiga" terutama pada anak-anak, karena kelenjar pinealnya masih berfungsi normal. Anak-anak itu akan menutup wajahnya dan mengatakan "sangat menyilaukan" seperti sinar matahari yang terik. 

Hormon 5-Meo-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA (ribonucleic acid), visualisasi dari orang-orang tersebut kemudian mampu melihat "visualisasi halo" atau mata ketiga, seperti memahami pikiran-pikiran pra bahasa (bahasa telepati) pada orang lain. Oleh karenanya orang yang telah mencapai tingkat ini dapat mengetahui keadaan psikologi seseorang tanpa mengadakan interview.

4. DIMETHYLTRYPTAMIN (DMT)

Pada hari ke 9-12 dalam praktek meditasi dalam ruang gelap total, kadar hormone DMT dapat mencapai 25 miligram dalam darah, maka terbukalah apa yang dinamakan "mata ketiga" (the third eye) yang posisinya tepat di belakang kening (cakra ajna). Seseorang yang telah mencapai tingkat rohani ini, secara subjektif dari pengalaman nyata, dengan energy tubuhnya ia dapat melayang ke luar bahkan melampaui dimensi ruang dan waktu.

Referensi: Catatan Penelitian Trio: E.P.A Van Wijka; J.Ackemanc; R.Van Wijka (Netherlands)

 

 

 

Kita akan senantiasa terbentur kepada “samudra rahasia ilahi” setiap kali kita mencoba memahami kehendak Allah - Nurcholish Madjid

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages