Selain menggunakan mata, manusia juga melihat menggunakan otak. Ada bagian bernama occipital cortex, pusat penglihatan. Penderita stroke di bagian occipital cortex, akan mengalami kebutaan - walaupun mata dan sistem syaraf mata-nya baik-baik saja.
Bagian occipital cortex ini posisinya menyilang. Mata kiri diurus cortex sebelah kanan dan sebaliknya. Yang unik bila bagian ini terganggu. Orang-orang yang occipital cortex-nya terganggu - bisa melihat sesuatu yang nyatanya tidak ada atau tidak tertangkap oleh mata. Yang "dilihat" bisa bermacam-macam, tapi biasanya hanya di satu sisi. Cuma ada di otak kita - secara riil tidak ada obyeknya. Biasa disebut halusinasi. Tapi bagi yang tidak tahu, bisa akan dianggap supranatural.
Fenomena ini disebut Hemianopia. Orang yang mengalaminya seperti melihat benda riil, padahal tidak ada. Mirip fenomena Charles Bonnet Syndrom. Pada penderita Schizophrenia, yang aktif otak bagian pendengaran. Penderita diganggu 'suara-suara' mengejek/menghasut.
Ilmu pengetahuan ternyata bisa menjawab banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari supranatural atau melihat sosok atau mendengar suara hantu. Salam.
"Bila kita ingin tahu sifat asli seseorang, beri dia kekuasaan" -- Abraham Lincoln
Pak Wimpi, kata orang banyak yg sudah melihat hantu. Saya sendiri belum pernah melihat hantu tetapi karena sering mendengar bahwa orang pernah melihat hantu sehingga saya terobsesi bahwa hantu itu benar-benar ada. Yang menjadi tanda tanya saya, apakah mereka betul-betul pernah melihat hantu, atau apakah mereka hanya terhalusinasi, atau mereka hanya nge-goosh saja, dan hatu itu sebetulnya apa ( jin, setan, malaekat, atau yg lain ), dan apa betul ada ?.
Kemudian bagaimana fenomena orang gila ? mereka bisa tertawa sendiri apa karena terhalusinasi melihat dan mendengar yg lucu-lucu ?, sementara benda riilnya nggak ada ?
Salam,
--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"
HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN
DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "HalloPIM" dari
Grup Google.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim?hl=id-ID.
No virus
found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.455 / Virus Database: 271.1.1/5467 - Release Date: 12/17/12
19:34:00
Pak Cipto,
Sewaktu kecil dulu didekat rumah saya tumbuh 2 pohon beringin besar. Banyak cerita yang saya dengar mengenai “penunggu” beringin itu. Banyak yang mengaku sudah pernah melihat sosok hantu dipohon beringin itu. Tapi selama belasan tahun tinggal disana, seringkali pulang larut malam melewati kedua pohon itu, saya tak pernah melihat atau bertemu dengan “mereka”. Walau setiap lewat dibawahnya, tak urung bulu kuduk saya berdiri juga. Mungkin terpengaruh cerita orang-orang.
Besar kemungkinan mereka yang melihat hantu itu berhalusinasi. Bisa jadi mereka mengidap penyakit Hemianopia (melihat tanpa objek riil) atau Schizophrenia (mendengar suara-suara tak jelas sumbernya). Orang gila juga demikian, gangguan yang semakin parah menyebabkan depresi. Tapi tentu saja mengingat kompleksitas otak manusia, depresi dan kegilaan belum tentu disebabkan oleh satu faktor penyebab saja.
Lalu apakah orang-orang yang merasa menerima “wahyu” atau “bisikan” dari kekuatan gaib termasuk korban halusinasi? Bisa saja. Tapi saya juga pernah membaca bahwa melakukan samedi (bertapa) juga bisa menimbulkan dampak yang mirip halunisasi. Pengaruh hormonal. Nanti coba saya carikan bacaan tersebut.
Tapi satu hal yang sudah pasti, perlahan ilmu pengetahuan berhasil mengungkap banyak hal yang di masa lalu masih dianggap misteri. Salam.
Kita akan senantiasa terbentur kepada “samudra rahasia ilahi” setiap kali kita mencoba memahami kehendak Allah - Nurcholish Madjid
From:
hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Sucipto
Somodiharjo
Sent: Tuesday, December 18, 2012 3:41 PM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: RE: [HalloPIM] Halusinasi & Supranatural
Pak Wimpi, kata orang banyak yg sudah melihat hantu. Saya sendiri belum pernah melihat hantu tetapi karena sering mendengar bahwa orang pernah melihat hantu sehingga saya terobsesi bahwa hantu itu benar-benar ada. Yang menjadi tanda tanya saya, apakah mereka betul-betul pernah melihat hantu, atau apakah mereka hanya terhalusinasi, atau mereka hanya nge-goosh saja, dan hatu itu sebetulnya apa ( jin, setan, malaekat, atau yg lain ), dan apa betul ada ?.
Ha ha ha, betul pak Iqbal..., namun fenomena itu lucu juga kalau dipikir serious. Salam.
Ketemu juga bacaannya. Ternyata ber samedi (bertapa) juga menimbulkan efek-efek tertentu pada otak manusia. Jawaban ilmiah mengapa dimasa lalu banyak orang melakukan samedi (tapa) untuk mencapai tujuan tertentu.
Penelitian Ilmiah Tentang Kemampuan Indera ke 6
Di dalam ratusan penelitian tentang
meditasi dan indera ke 6, ada hal yang menarik pada bahasan 4 hormon tubuh yang
terlibat dalam kecerdasan spiritual. Hormon-hormon tersebut adalah sebagai
berikut.
1. MELATONIN :
Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal saat manusia berada dalam suasana
gelap. Melatonin ini diproduksi pada malam hari, dan apa bila kita tidur dalam
keadaan lampu padam maka akan membantu memperlancar peroduksi melatonin,
sebaliknya jika orang yang tidur dengan lampu menyala, produksi melatonin tidak
lancar yang mengakibatkan bangun keesokan harinya dalam keadaan tidak segar,
produksi melatonin juga dapat dihasilkan melalui meditasi dengan menutup mata
dan berada di ruang gelap. Produksi melatonin maksimal dihasilkan hanya sampai
antara 2-5 miligram per harinya, dan melatonin ini mengatur "jam biologis
" manusia sehingga bisa bangun dan mengantuk pada waktunya, juga melatonin
ini bermanfaat bagi perkembangan kesadaran spiritual.
2. PINOLIN :
Dalam penelitian dokter Mantak Chia dari Thailand, yang memperkenalkan system
meditasi dalam kegelapan, setelah hari ke 3 meditasi, kadar melatonin meningkat
antara 15-20 miligram dalam darah, sehingga kelenjar pineal berhenti
mengekskresikan melatonin dan mulai memperoduksi pinolin yang bersifat superkonduktor
serta meningkatkan replikasi sel-sel tubuh (mitosis) dan iterkalasi dengan
molekul-molekul DNA. Dan pinolin ini pada umumnya dijumpai pada perempuan yg
sedang mengandung, bermimpi, dan dalam pengalaman pra mati (Near Death
Experience atau NDE). Pinolin inilah yang merangsang terjadinya clair-voyance
atau peristiwa melihat dengan mata bathin dan kepekaan merasa. Tanpa pinolin
dengan kadar yang tinggi jangan harap terjadinya gejala-gejala metafisis
tersebut.
Orang yang memliki bakat alami akan kepekaan intuisi (penglihatan, pendengaran,
dan rasa bathin) pastilah dalam tubuhnya secara alami mempunyai kadar hormon
yang tinggi pinolin, karena pinolin berperan aktif dalam decoding DNA, yang
memuat "memori kolektif" dari nenek moyang seseorang, yang oleh sebab
itu ia bisa menemukan informasi tersembunyi, yang disinyalkan oleh otak kanan
dalam bentuk cahaya, suara, pengetahuan dan realisasi visual.
Boleh dikatakan pinolin memungkinkan terbukanya pintu menuju "alam
kesadaran" (super kesadaran) sehingga manusia dapat mengakses informasi
yang terkandung dalam alam, sehingga untuk membaca "jejak memori"
yang menempel pada suatu HP atau benda lain yang dipakai bukanlah sesuatu yang
tidak mustahil, karena partikel keringat dari seseorang atau hormone pheromone
dari tangannya masih menempel di HP. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan zat
sehingga benda-benda itu memuat sebagian memori dari si pemiliknya.
3. HORMON 5-MEO-DMT
Setelah bermeditasi selama 6-8 hari terus menerus, maka kelenjar pineal akan
mulai memproduksi hormone 5-Meo-DMT, yang mana hormone ini bersifat luminescens
(mendatangkan cahaya) dan fosforenscens (mengeluarkan cahaya) karena sejumlah
fosfen (kilatan cahaya sewaktu kita menutup dan membuka mata) disalurkan ke
korteks mata dan orang akan melihat sinar terang di kepalanya. Dalam penelitian
bersama yang dilakukan Eduard P.A Van Wijka (International Institute of
Biophysics, Neuss, Jerman), J.Ackermanc (Universitas Utrecht, Belanda), Roeland
Van Wijka (Cottage Hospital, Santa Barbara, California, USA) menunjukkan bahwa
meditasi menghasilkan emisi foton ultra lemah (Ultra Weak Photon Emission) pada
lengan dan dahi meditator yang di observasi.
Foton sendiri adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Seorang
meditator akan mengeluarkan emisi foton pada tubuhnya, tetapi hanya dapat
dilihat oleh mereka yang memiliki "mata ketiga" terutama pada
anak-anak, karena kelenjar pinealnya masih berfungsi normal. Anak-anak itu akan
menutup wajahnya dan mengatakan "sangat menyilaukan" seperti sinar
matahari yang terik.
Hormon 5-Meo-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA (ribonucleic acid),
visualisasi dari orang-orang tersebut kemudian mampu melihat "visualisasi
halo" atau mata ketiga, seperti memahami pikiran-pikiran pra bahasa
(bahasa telepati) pada orang lain. Oleh karenanya orang yang telah mencapai
tingkat ini dapat mengetahui keadaan psikologi seseorang tanpa mengadakan
interview.
4. DIMETHYLTRYPTAMIN (DMT)
Pada hari ke 9-12 dalam praktek meditasi
dalam ruang gelap total, kadar hormone DMT dapat mencapai 25 miligram dalam
darah, maka terbukalah apa yang dinamakan "mata ketiga" (the third
eye) yang posisinya tepat di belakang kening (cakra ajna). Seseorang yang telah
mencapai tingkat rohani ini, secara subjektif dari pengalaman nyata, dengan
energy tubuhnya ia dapat melayang ke luar bahkan melampaui dimensi ruang dan
waktu.
Referensi: Catatan Penelitian Trio: E.P.A Van Wijka; J.Ackemanc; R.Van Wijka
(Netherlands)
Kita akan senantiasa terbentur kepada “samudra rahasia ilahi” setiap kali kita mencoba memahami kehendak Allah - Nurcholish Madjid