e-ktp Tidak Boleh Difotocopy, dilaminating, diklips/distaples.

57 views
Skip to first unread message

Ilyas Ahkab

unread,
May 6, 2013, 10:38:56 PM5/6/13
to Hallo PIM
Ternyata ada peraturannya bahwa e-KTP tidak boleh difotocopy dsb, sesuai SK Mendagri seperti diberitakan berikut ini......(sumber: liputan8.com)
======================
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengimbau agar kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tidak diberlakukan salah, seperti distapler, laminating dan difotokopi, yang mengakibatkan fisik kartu menjadi rusak, katanya di Jakarta, Senin (6/5).

"Tidak boleh diklip (stapler, red.) dan diberlakukan salah. Jangan difotokopi karena itu plastik, bisa rusak," kata Mendagri usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Bank Indonesia terkait penggunaan e-KTP.

Dia juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu melaminating kartu e-KTP karena substansi terpenting ada pada "chip" di dalam kartu tersebut.

Mendagri juga mencontohkan bahwa kartu e-KTP tidak mudah patah bahkan hingga 50 kali dicoba untuk dilipat.

"Sampai 50 kali tidak akan patah," kata Gamawan sembari melipat e-KTP miliknya.

Berikut surat edaran Mendagri yang mengimbau e-KTP tidak difotocopy:

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

Nomor: No. 471.13/1826/SJ
Sifat: Penting
Lampiran: -
Hal: Pemanfaatan e-KTP dengan Menggunakan Card Reader.

Jakarta, 11 April 2013
Kepada:

1. Para Menteri/Kepala LPNK/Kepala Lembaga lainnya;
2. Kepala Kepolisian RI;
3. Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank;
4. Para Gubernur;
5. Para Bupati/Walikota.


di- SELURUH INDONESIA

SURAT EDARAN

Sesuai dengan amanat Pasal 63 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (e-KTP), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2010, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2012, dengan hormat disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kelebihan yang mendasar dari e-KTP adalah bahwa di dalam e-KTP tersebut dilengkapi dengan chip yang memuat biodata, pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk, sehingga e-KTP dimaksud tidak dimungkinkan lagi dipalsukan/digandakan;

2. Chip yang tersimpan didalam e-KTP hanya bisa dibaca dengan card reader (alat pembaca chip);

3. Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Perbankan dan Swasta wajib menyiapkan kelengkapan teknis yang diperlukan berkaitan dengan penerapan e-KTP termasuk card reader sebagaimana diamanatkan Pasal 10C ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011.

Berdasarkan hal tersebut di atas dan agar e-KTP yang sudah dimiliki oleh penduduk (masyarakat), dapat dimanfaatkan secara efektif, dengan hormat kami ingatkan kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota untuk :

1. Memfasilitasi semua unit kerja/badan usaha atau nama lain di jajaran masing-masing yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, dapat menyediakan card reader dalam waktu yang singkat, dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Penyediaan anggaran dan proses pengadaannya merupakan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing Kementerian/Lembaga/Badan Usaha atau Nama Lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

b. Semua unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, sudah memiliki card reader paling lambat akhir tahun 2013, dengan alasan KTP non elektronik terhitung sejak 1 Januari 2014 tidak berlaku lagi;

c. Agar card reader tersebut dapat digunakan untuk membaca chip e-KTP secara efektif, maka dalam persiapan pengadaannya, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis dikoordinasikan dengan Tim Teknis Pemanfaatan e-KTP, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri.

2. Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan difoto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama Lengkap"

3. Apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfoto copy, menstapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.

Demikian atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Menteri Dalam Negeri


Gamawan Fauzi.

Tembusan Yth:

1. Bapak Presiden Republik Indonesia (sebagai laporan);
2. Bapak Wakil Presiden Republlk:Indonesia;
3. Menteri Koordinator Bidang Polhukam;
4. Menteri Koordinator Bidang perekonomian;
5. Menteri Koordinator Bidang Kesra;
6. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi;
7. Kepala Lembaga Sandi Negara;
8. Rektor Institut Teknologi Bandung.
(ant/ab)
 

Wimpie

unread,
May 6, 2013, 10:46:17 PM5/6/13
to hall...@googlegroups.com
Terima kasih infonya Pak Ilyas. Untung belum terlanjur di fotokopi. Oh ya, supaya chip-nya doaktifkan, apakah kita masih harus kekecamatan? Salam. 
--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
 
 

Ilyas Ahkab

unread,
May 6, 2013, 11:20:21 PM5/6/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Wimpie,
Memang e-KTP perlu diaktifasi dengan melapor lagi ke Kecamatan. Saya barusan melakukan Sabtu kemaren karena da edaran RT......

Dari: Wimpie <wimpie....@gmail.com>
Kepada: hall...@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 7 Mei 2013 9:46
Judul: Re: [HalloPIM] e-ktp Tidak Boleh Difotocopy, dilaminating, diklips/distaples.

Firdaus Ponda

unread,
May 7, 2013, 12:22:59 AM5/7/13
to hall...@googlegroups.com
Walaaaah, saya udah terlanjur mereproduksi e-KTP yang asli disimpan dirumah, alasan nya utuk keamanan aja, bila KTP hilang akan susah pengurusannya sepeerti : harus lapor ke Polisi untuk buat surat pernyataan hilang, menunggu lama  karena di buat diJakarta, biaya pembuatan KTP pengganti mahal
(tiga kriteria diatas  berdasarkan keterangan dari personil di kelurahan tempat tinggal saya).

Nah bagaimana dengan surat edaran Mendagri tentang e-KTP yang hilang/ rusak seperti tidak tercantum, jadi wajar KTP tersebut di gandakan,  eh ternyata didalam KTP tersebut malah ada biodata yang lebih penting lagi yaaaa

salam




Dari: Wimpie <wimpie....@gmail.com>
Kepada: hall...@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 7 Mei 2013 9:46
Judul: Re: [HalloPIM] e-ktp Tidak Boleh Difotocopy, dilaminating, diklips/distaples.

Iswandi Andi

unread,
May 7, 2013, 9:44:56 AM5/7/13
to hall...@googlegroups.com

kalau e KTP tdk boleh di foto copy, dan apabila kita perlu pengurusan yg butuh KTP ya bgmn tu, apa lansung aslinya saja yg diberikan, dan urus lagi seteh itu, yaa habis waktu dgn urusan KTP saja akhirnya, ........

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages