RE: [HalloPIM] The MIracle of Enzyme (5)

31 views
Skip to first unread message

Wimpie

unread,
Apr 23, 2015, 7:29:45 AM4/23/15
to hall...@googlegroups.com

Bagi yang ingin membaca selengkapnya ebook The Mircle of Enzym by Hiromi Shinya dapat di akses disini:

https://books.google.co.id/books?id=I7WCKMmIE7gC&pg=PA65&lpg=PA65&dq=hiromi+shinya%2Bpencernaan&source=bl&ots=_AHclWeSwr&sig=7y23QBSStTg_xpqQvzCL6H23mrU&hl=en&sa=X&ei=zmQ4VaiFO9OJuwTpvIDoDA&redir_esc=y#v=onepage&q=hiromi%20shinya%2Bpencernaan&f=false

 

Seseorang dengan fungsi pencernaan yang buruk bukanlah orang yang sehat – Hromi Shinya MD.

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Wimpie
Sent: Thursday, April 23, 2015 1:37 PM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: RE: [HalloPIM] The MIracle of Enzyme (4)

 

Tips Sehat Dari Hiromi Shinya

7 kunci sehat ala Hiromi Shinya

Dalam buku The Mircle of Enzym karya Hiromi Shinya MD dikatakan bahwa makanan dan keadaan saluran pencernaan (antara lain lambung dan usus) berhubungan dengan timbulnya tumor entah jinak atau ganas, dan lebih jauh lagi dapat berhubungan dengan semua penyakit baik yang sudah muncul mau pun yang masih dorman (belum muncul). Bagaimana hal tersebut dapat diterangkan?

Hiromi memaparkan bahwa seluruh tubuh dan funginya yang tak terhitung banyaknya dapat dipahami dengan sebuah kata kunci yaitu enzim. Makhluk hidup, entah manusia, hewan atau tumbuhan sekalipun tak akan dapat bertahan tanpa adanya enzim. Lebih dari 5000 jenis enzim vital diciptakan dalam sel-sel tubuh kita dan kita juga memproduksi enzim dengan menggunakan enzim yang terdapat di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Bila kita kekurangan enzim tertentu atau yang lebih parah kehabisan enzim tertentu maka timbullah penyakit.

Sehingga secara umum, bila ingin menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit maka kita perlu memperhatikan apa, kapan dan bagaimana makanan dan minuman kita. Dan karena makanan dan minuman dapat ‘digunakan’ oleh sel-sel tubuh kita setelah melewati organ pencernaan, maka penting sekali menjaga agar lambung dan usus kita selalu sehat (dari pengalamannya sebagai ahli endoskopi gastrointestinal, ia memperlajari bahwa bila sistem pencernaan seseorang besih maka orang tersebut dapat melawan penyakit jenis apa pun dengan mudah, sebaliknya bila sistem pencernaan seseorang tidak bersih orang tersebut rentan menderita suatu penyakit)

Untuk singkatnya ada beberapa faktor yang harus dilakukan (atau dihindari) untuk menjaga agar karakteristik lambung dan usus tetap baik yang oleh Dr. Shinya disebut 7 kunci untuk hidup sehat :

1.      Menu makanan yang baik, yaitu terdiri dari :

-        85-90% makanan nabati berupa biji-bijian, sayuran dan buah-buahan (yang paling baik adalah yang ditanam secara organik, karena bahan kimia hanya memboroskan ‘energi dan enzim’ yang sebenarnya bisa dipakai untuk keperluan lain tubuh kita ).

-        Sekitar 10-15% berupa protein, sumber paling baik adalah ikan kecil (karena ikan besar banyak tercemar merkuri) dan konsumsi daging sapi atau domba harus dibatasi atau dihindari.

-        Makanan dan bahan yang harus dihindari/dibatasi : teh hijau jepang, teh cina, kopi, makanan yang manis dan gula, nikotin, alkohol, cokelat, lemak dan minyak, garam meja biasa (gunakan garam laut yang mengandung mineral)

-        Cara makan yang baik adalah berhenti makan 4-5 jam sebelum tidur, mengunyah setiap suap 30-50 kali, makan buah atau minum jus 30-60 menit sebelum waktu makan dan konsumsilah lebih banyak makanan mentah atau dikukus sebentar (menggoreng sangat tidak dianjurkan),

2.      Mengkonsumsi air yang baik yaitu air yang memiliki kekuatan reduksi yang besar, yang belum terpolusi oleh zat-zat kimia.

-        Orang dewasa sebaiknya minum 6-10 gelas setiap hari

-        Minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi hari

-        Minum 2-3 gelas air sekitar 1 jam sebelum setiap waktu makan

3. Pembuangan yang teratur (jangan gunakan obat pencahar)

4. Olah raga secukupnya (olah raga berlebihan justru akan menghasilkan sejumlah radikal bebas yang besar)

5. Istirahat yang cukup

a. Pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan dapatkan tidur 6-8 jam tanpa terputus

b. Lakukan tidur singkat setelah makan siang (sekitar 30 menit)

6. Pernapasan dan meditasi

a. Bermeditasi

b. Berpikiran positif

c. Kenakan pakaian longgar yang tidak menyesakkan napas

7. Kebahagiaan dan cinta

a. Kebahagiaan dan cinta akan meningkatkan faktor enzim tubuh, terkadang bagai keajaiban

b. Luangkan waktu untuk sikap menghargai

c. Hidup penuh semangat dan hadapi hidup, pekerjaan dan orang-orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati.

Saya sangat sependapat dengan Hiromi, dan menurut saya ada satu hal yang sangat penting yang perlu ditambahkan untuk mendapatkan kesehatan yang utuh lahir dan batin, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berusaha mematuhi segala perintah-Nya dan berusaha menjauhi segala larangan-Nya.

Memang, menjaga kesehatan cukup sulit, butuh pengorbanan dan terkadang cukup mahal harganya. Tetapi bila kita sakit, tidak saja lebih mahal harganya, melainkan juga lebih terasa sulitnya.

 

Seseorang dengan fungsi pencernaan yang buruk bukanlah orang yang sehat – Hromi Shinya MD.

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Wimpie
Sent: Thursday, April 23, 2015 8:52 AM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: RE: [HalloPIM] The MIracle of Enzyme (3)

 

Garam Meja vs. Garam Laut

 

Saya tahu teori bahwa garam penting bagi tubuh. Contoh gampangnya, kalau kita diare, kita musti banyak minum oralit, yakni cairan yang mengandung garam agar tubuh tidak dehidrasi. Maka, menarik sekali waktu baca anjuran Dokter Shinya agar kita menghindari atau membatasi konsumsi garam meja. Sebagai pengganti, ia menyarankan kita memakai “garam laut yang banyak mengandung mineral”. Seumur-umur, baru saat membaca buku The Miracle of Enzyme inilah aku pernah mendengar istilah garam laut. Setahuku, semua garam ya asalnya dari laut. Jadi, apa yang membedakan garam meja dengan garam laut?

 

Dari hasil jelajah sana-sini, saya menemukan beberapa informasi menarik tentang garam meja vs. garam laut:

 

Kandungan utama garam meja dan garam laut sama-sama sodium dan klorida, perbedaan keduanya terletak pada rasa, tekstur, dan pemrosesan.

Garam laut dihasilkan dari penguapan air laut, tanpa proses pemurnian lebih lanjut dan dan tidak diberi bahan tambahan lain. Hasilnya, garam laut masih mengandung mineral-mineral lain yang terkandung di dalam air laut selain sodium dan klorida. (Kabarnya ada sekitar 84 elemen mineral yang berguna untuk tubuh dalam air laut tersebut). Inilah yang menyebabkan garam laut berbeda-beda rasa, tekstur, dan warnanya, tergantung laut asal airnya.

 

Garam meja adalah garam yang biasa dijual di toko-toko dalam kemasan. Kandungannya melulu sodium klorida sebagai hasil pemurnian terhadap garam laut atau tambang garam bawah tanah. Selain proses pemurnian dengan panas tinggi yang mengubah struktur kimiawi garam (demi menghilangkan mineral-mineral selain sodium dan klorida), dalam garam meja juga telah ditambahkan zat kimiawi untuk mencegah garam menggumpal. Kelebihan garam meja, biasanya garam ini telah ditambahi yodium dalam jumlah yang lebih signifikan ketimbang garam laut (garam laut juga mengandung yodium, tapi sedikit sekali).

 

Para raw foodist menggunakan garam laut dan bukannya garam meja karena memang garam laut lebih alamiah ketimbang garam meja.

 

Setelah baca berbagai sumber informasi, saya pikir bagus juga mengganti garam meja dengan garam laut. Saya sendiri tidak akan terlalu kaku menolak garam meja, toh secara umum isinya juga sama-sama sodium dan klorida, serta ada penguat yodiumnya. Tapi kalau bisa aku mau pakai garam laut saja yang kata Dokter Shinya lebih memenuhi kebutuhan mineral tubuh kita.

 

Sekarang pertanyaannya: Di mana ya mendapatkannya? Rupanya justru PRT lebih tahu. Dia bilang kita bisa beli garam laut di pasar. Butirannya besar-besar. Perbedaan lain, setelah dimakan, rasanya tidak seasin garam meja yang biasa saya pakai.

 

 

Seseorang dengan fungsi pencernaan yang buruk bukanlah orang yang sehat – Hromi Shinya MD.

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Muslim Atin
Sent: Wednesday, April 22, 2015 7:37 PM
To: hallopim
Subject: Re: [HalloPIM] The MIracle of Enzyme (2)

 

Dear add Wimpie n All

         Saya sependapat  bahwa dalam urusan kesehatan kita jangan cuma melihat manfaat suatu makanan/minuman secara parsial-spesifik, tapi dampaknya secara menyeluruh dan jangka panjang bagi kesehatan kita. 

Usus kita dihuni triliyunan bakteri, dengan lebih dari 500 spesies. Ada bakteri yang bermanfaat; dia tidak menyerang dan tidak bersifat racun dan kita kenal sebagai probiotik, atau kadang disebut progenik (pendukung kehidupan). Ada bakteri yang jika ada kesempatan, akan menyerang dan/atau menghasilkan racun bagi tubuh yang disebut patogen (penyebab penyakit). Ada pula bakteri netral yang sifatnya akan berubah, mengikuti bakteri yang mendominasi.

Idealnya perbandingan bakteri progenik dan patogen 85:15. Keseimbangan ini bisa terganggu bila pola makan amburadul: tinggi lemak, tinggi gula, tinggi bahan pengawet dan rendah serat.

Terganggunya keseimbangan bakteri menimbulkan gangguan pencernaan, seperti sembelit dan diare. Gejala lain yang mungkin tidak kita sadari, yakni tubuh kurang fit dengan gejala alergi dan mudah lelah. Seperti diketahui, sekitar 80%  sistim imun berada di usus.

Apa hubungannya dengan bakteri? Di usus, bakteri probiotik melapisi dinding usus dan masuk hingga ke bagian yang disebut Peyer’s patches, bakteri probiotik mengaktifkan sistim imun agar lebih waspada terhadap serangan kuman, sel kanker dan meredakan reaksi alergi. Ia “melatih” sistim imun untuk mengenali antigen (zat asing) yang masuk. Dengan demikian, tidak terjadi reaksi alergi terhadap antigen yang tidak berbahaya.

Bakteri baik mencegah alergi dengan melapisi dinding usus dan menciptakan lapisan penghalang (barrier) yang kuat. Ia membuat lubang kecil di dinding usus untuk penyerapan nutrisi dari usus ke darah lebih rapat dan “selektif”.  Partikel yang lebih besar tidak bisa masuk. Dengan kata lain mencegah allergen dari makanan, kuman, racun dan bahan makanan yang belum tercerna sempurna masuk ke aliran darah. Zat-zat ini jika “bocor” ke aliran darah bisa bersifat racun. Akhirnya, tubuh menjadi lebih sensitive sehingga reaksi alergi mudah terjadi. Beban toksin yang bertambah juga membuat fungsi organ tubuh kurang optimal, sehingga kita cepat lelah dan mudah sakit.

Agar bisa berfungsi, probiotik harus mencapai usus dalam keadaan hidup, sehingga bisa berkoloni di usus dan memicu pertumbuhan bakteri probiotik.   Salah satu contoh probiotik adalah Lactobacillus casei Shirota strain. Mikroorganisme ini ditemukan oleh seorang dokter lulusan Kyoto Imperial University, Jepang pada tahun 1930, yaitu Dr Minoru Shirota.

Lima tahun kemudian, Shirota berhasil menciptakan minuman probiotik yang diberi nama Yakult, yang mengandung lebih dari 6,5 miliar Lactobacillus casei Shirota strain di dalam satu botol berukuran 65 mililiter. Menurutnya dengan mengonsumsi minuman susu fermentasi Yakult yang mengandung probiotik ini, punya banyak manfaat  positif dalam menjaga kesehatan pencernaan.

        Infor lain,  Menurut Sanae Ueno, Probiotik bisa masuk kedalam tubuh hingga ke usus hanya dalam jumlah tertentu. Sedangkan mikroorganisme lain, baru sampai lambung sudah mati.

          Namun, kata Dokter Hiromi Shinya, tanpa harus ditambahi dari luar, dalam usus manusia sendiri sudah terdapat banyak laktobasilus. Justru ketika ada bakteri datang dari luar, tubuh manusia punya sistem pertahanan alami yang akan menyerang dan menghancurkan bakteri-bakteri asing itu. Garis pertahanan terdepan adalah asam lambung. Saat laktobasilus dari Yakult atau Yoghurt memasuki lambung, sebagian besar akan dimatikan oleh asam lambung. Artinya hanya  ada sebagian sisa yang selamat, sama seperti pendapat Sanae Ueno diatas.

          Ketika probiotik masuk ke dalam system pencernaan, bisa menghambat perkembangan bakteri merugikan. Mekanismenya, bukan dengan langsung mematikan mereka melainkan dengan tidak menyisakan nutrisi bagi bakteri-bakteri yang jahat bagi tubuh. Bakteri-bakteri merugikan ini, biasanya menghasilkan zat-zat yang bersifat racun bagi tubuh. Dengan perkembangannya yang terhambat, otomatis racun-racun pun berkurang. Bahkan, probiotik juga bisa menyerap sel-sel racun di dalam tubuh, kemudian ikut terbuang bersama feses,

Probiotik juga bisa merangsang bakteri baik agar lebih banyak menghasilkan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu asam laktat. Sedangkan bakteri merugikan tubuh biasanya lebuh suka hidup di kondisi yang basa. Untuk itu jika asam laktat lebih banyak lagi dihasilkan, bakteri yang merugikan tubuh pun tak bisa hidup lagi di usus kita.

         Ketika banyak  ditawarkan produk yang mengandung probiotik seperti Yakult, Yoghurt.dll.  di mana masing-masing produk mengklaim sebagai yang paling baik. Untuk itu masyarakat harus pintar menerima informasi sehubungan dengan manfaat probotik. Memang benar probiotik mempunyai efek terhadap kesehatan, tetapi detail manfaat tsb belum dapat dijelaskan langsung. Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan, probiotik hanya memberi manfaat untuk kesehatan secara umum. Perlu penelitian lebih lanjut yang konsisten.

        Kesimpulannya, produk-produk probiotik yang ditawarkan hanya  sifatnya suplementasi,  sekedar menambah bakteri baik yang sudah ada di dalam usus kita. Dengan catatan, bila bakteri dari luar itu sampai ke usus.

       Bukankah Tuhan sudah menciptakan  manusia   dengan sebaik-baik sistim pertahanan tubuh. Tinggal kita bagaimana memelihara dan mengoptimalkan fungsinya.

 

Wassalam

Muslim Atin

 

2015-04-22 18:03 GMT+07:00 Sjamsul Rizal <sjam...@gmail.com>:

Dear pak Wimpie,
Saya sudah bertambah mengerti tentang susu dan yoghurt. Persis seperti yang bpk uraikan dan selalu saja rindu pada yoghurt terlebih dengan susu...LOL.
Ternyata hanya iklan yg mengatakan itu baik utk pencernaan. Luar biasa yg membuat iklan.
Terima kasih pak Wimpie.

Salam,
Sjamsul Rizal

On 22 Apr 2015 17:46, "Wimpie" <wim...@centrin.net.id> wrote:

Mitos tentang Yoghurt

 

Sebelum membaca The Miracle of Enzyme, sama seperti kebanyakan orang, saya juga percaya bahwa yoghurt sangat berkhasiat untuk membantu pencernaan. Sebagai orang yang sering sembelit, aku juga berusaha untuk sesering mungkin mengkonsumsi yoghurt. Maka, setiap kali belanja mingguan di hari Jumat, Yak***t (minuman probiotik yang mengklaim mengandung milyaran bakteri baik untuk membantu pencernaan) dan yoghurt selalu ada di daftar belanjaku.

 

Saat coba menjelajah di search engine dengan kata kunci ‘manfaat yoghurt’, saya menemukan banyak lagi klaim heboh yang dibuat oleh berbagai situs. Antara lain: mencegah penyakit kanker, memperpanjang umur, mem-‘beres’-kan berbagai masalah perut, menyembuhkan luka lambung dan usus, menurunkan kadar kolesterol, menguatkan tulang, dan memperkuat sistem ketahanan tubuh.

 

Dokter Hiromi Shinya mempertanyakan semua klaim manfaat yoghurt ini. Sesuai dengan filosofi Diet dan Gaya Hidup Keajaiban Enzim, dalam urusan kesehatan kita jangan cuma melihat manfaat suatu makanan/minuman secara parsial-spesifik, tapi dampaknya secara menyeluruh dan jangka panjang bagi kesehatan kita. Bukti yang dijadikan dasar Dokter Shinya untuk bertanya adalah pengalamannya sendiri. Dalam konteks klinis, dari semua pasien yang ia tangani selama berpuluh-puluh tahun, mereka yang mengkonsumsi yoghurt setiap hari ternyata karakteristik lambung dan ususnya tidak pernah baik.

 

Mengapa bisa begitu?

 

Pertama-tama, Dokter Shinya meragukan mitos tentang laktobasilus. Dasar klaim manfaat yoghurt adalah karena minuman/makanan ini mengandung milyaran bakteri laktobasilus yang tergolong bakteri baik bagi pencernaan. Namun, kata Dokter Shinya, tanpa harus ditambahi dari luar, dalam usus manusia sendiri sudah terdapat banyak laktobasilus. Justru ketika ada bakteri datang dari luar, tubuh manusia punya sistem pertahanan alami yang akan menyerang dan menghancurkan bakteri-bakteri asing itu. Garis pertahanan terdepan adalah asam lambung. Saat laktobasilus dari yoghurt memasuki lambung, sebagian besar akan dimatikan oleh asam lambung. Karena itu, baru-baru ini dilakukan perbaikan formula iklan yoghurt menjadi “laktobasilus yang berhasil mencapai usus Anda”.

 

Pertanyaan berikutnya, kalaupun laktobasilus dari yoghurt berhasil mencapai usus, dapatkah mereka bekerja sama dengan bakteri pemukim usus yang asli? Dari bukti klinis yang dilihatnya dari para pasien, Dokter Shinya menduga bahwa kalaupun laktobasilus dalam yoghurt dapat mencapai usus hidup-hidup, mereka bukannya membuat usus bekerja lebih baik, malah hanya mengacaukan flora usus.

 

Apa yang selama ini disangka sebagai efek anti-konstipasi (mencegah sembelit) dari yoghurt, sesungguhnya adalah kasus diare ringan. Sebagai produk turunan susu sapi, yoghurt mengandung banyak laktosa. Untuk mencerna laktosa, kita butuh enzim laktase. Enzim ini banyak dimiliki bayi, tapi akan terus berkurang seiring bertambahnya usia kita. Kesulitan mencerna yoghurt menghasilkan semacam diare ringan. Ekskresi kotoran stagnan yang selama ini terakumulasi di dalam usus besar secara keliru kita anggap sebagai pengobatan terhadap konstipasi.

 

Dokter Shinya menegaskan, “Kondisi usus Anda akan memburuk jika Anda mengkonsumsi yoghurt setiap hari. Saya dapat mengatakan hal ini dengan yakin berdasarkan hasil pengamatan klinis saya. Jika Anda mengkonsumsi yoghurt setiap hari, bau kotoran dan gas Anda akan menjadi semakin tajam. Inilah suatu indikasi bahwa lingkungan usus Anda memburuk. Alasan timbulnya bau itu adalah karena racun tengah diproduksi di dalam usus besar. Oleh karena itu, walaupun banyak orang membicarakan efek-efek kesehatan yoghurt secara umum, dan perusahaan-perusahaan yoghurt dengan senang hati menggembar-gemborkan produk mereka, dalam kenyataannya, banyak hal menyangkut yoghurt yang tidak baik bagi tubuh Anda.”

 

Seseorang dengan fungsi pencernaan yang buruk bukanlah orang yang sehat – Hromi Shinya MD.

 

From: Wimpie [mailto:wim...@centrin.net.id]
Sent: Wednesday, April 22, 2015 7:43 AM
To: 'Wimpie'
Subject: RE: The MIracle of Enzyme

 

Dear Bang Ipay, Kang Iin & All,

 

Setelah membaca The Miracle of Enzyme karya Hiromi Shinya MD, persepsi saya tentang susu menjadi final. Ternyata susu sapi, apalagi susu sapi komersial, memang betul-betul tidak bagus untuk dikonsumsi manusia! Mengapa? Saya coba tata kembali argumen Dokter Shinya dalam bukunya secara runtut di bawah ini.

 

Susu Sapi Untuk Anak Sapi

 

Nutrisi dalam susu sapi memang didesain untuk kebutuhan anak sapi. Di dunia alami, setiap bayi spesies mamalia menyusu kepada induknya sendiri, minum susu spesiesnya sendiri, karena susu itu pasti cocok dengan kebutuhan tumbuh kembangnya. Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja mengambil susu dari spesies lain, mengolahnya, dan meminumnya. Padahal, yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi manusia. Ini bertentangan dengan hukum alam.

 

Secara umum, jenis nutrisi susu sapi dengan ASI sepertinya mirip. Ada protein, lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan vitamin. Namun, kualitas dan jumlah nutrisi keduanya sangat berbeda. Misalnya saja, kandungan laktoferinnya. Zat antioksidan ini berguna untuk memperkuat fungsi sistem kekebalan tubuh, terdapat baik dalam susu sapi maupun ASI. Namun, rasio laktoferin dalam ASI adalah 0,15% sementara laktoferin susu sapi hanya 0,01%. Contoh lain, kandungan laktosa dalam ASI sekitar 7%, sementara dalam susu sapi hanya 4,5%. Tampaknya bayi-bayi yang baru lahir dari spesies yang berbeda membutuhkan jumlah dan rasio nutrisi yang berbeda pula.

 

Susu Sapi Sulit Dicerna Manusia

 

Karena bentuknya cair, orang-orang sering meminum susu bagaikan air saat mereka haus. Ini sebuah kesalahan besar. Komponen protein utama (sekitar 80%) susu sapi bernama kasein. Protein ini langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung manusia, jadi sangat sulit dicerna oleh sistem pencernaan kita.

 

Kandungan susu sapi akan semakin sulit dicerna oleh manusia yang sudah dewasa. Memang di alam bebas, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Bahkan, ASI dari spesies manusia pun sebetulnya tidak didesain untuk konsumsi manusia dewasa. Laktoferin, contohnya. Zat ini akan terurai begitu terkena asam lambung. Bayi dapat mengkonsumsi banyak nutrisi laktoferin karena lambungnya belum sempurna dan produksi asam lambungnya baru sedikit.

 

Contoh lain adalah laktosa, zat gula yang terdapat dalam susu mamalia. Untuk mencerna laktosa, kita butuh enzim laktase. Enzim ini banyak dimiliki oleh tubuh bayi, namun jumlah enzim ini akan berkurang seiring usia. Jika setelah minum susu kita merasakan gejala perut bergemuruh atau diare, itu adalah akibat ketidakmampuan tubuh kita mencerna laktosa. Menghilangnya enzim laktosa saat kita beranjak dewasa merupakan cara alam untuk mengatakan bahwa susu bukanlah untuk diminum orang dewasa.

 

Susu Sapi Komersial Buruk Bagi Tubuh

 

Susu sapi dalam bentuknya yang segar saja sudah sulit dicerna manusia, apalagi setelah menjadi susu sapi komersial. Proses pengolahan susu sapi komersial membuat susu sapi bukan hanya sulit dicerna, tapi bahkan berbahaya dan berdampak buruk bagi tubuh.

 

Pertama, susu sapi komersial mengalami proses homogenisasi. Jika susu sapi segar dibiarkan, lemaknya lama-kelamaan akan mengapung di permukaan. Di pabrik, lemak ini diaduk dengan mesin sampai kadarnya merata di seluruh susu, tidak akan terpisah lagi seperti saat masih segar. Dampak proses ini adalah terjadi perikatan lemak susu dengan oksigen menjadi lemak teroksidasi (terhidrogenisasi). Jika diminum, susu homogen ini mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat dan merusak keseimbangan flora usus kita. Akibatnya, racun-racun seperti radikal bebas, hidrogen sulfida, dan amonia terproduksi.

 

Kedua, setelah dihomogenisasi, susu sapi komersial masih melewati proses pasteurisasi. Proses ini tujuannya menekan perkembangbiakan berbagai kuman dan bakteri. Metode yang paling banyak digunakan adalah pasteurisasi suhu tinggi waktu singkat (HTST: lebih dari 72◦C selama 15 detik lebih) atau suhu sangat tinggi waktu singkat (UHT: lebih dari 120-130◦C selama 2 detik atau sampai dengan 150◦C selama 1 detik). Enzim-enzim yang berharga dalam susu mulai terurai pada suhu 48◦C dan pada suhu 115◦C sudah hancur seluruhnya. Oleh karena itu, terlepas dari lama waktu pemrosesan, pada suhu pasteurisasi mencapai 130◦C, enzim telah hampir seluruhnya rusak. Susu itu menjadi makanan yang mati, tidak mempunyai daya hidup lagi. Selain itu, efek samping pasteurisasi suhu tinggi adalah meningkatknya kadar lemak teroksidasi serta berubahnya kualitas protein susu. Laktoferin, yang sensitif terhadap panas, juga rusak. Itu sebabnya Dokter Shinya menegaskan: “Susu sapi yang dijual di supermarket seluruh dunia tidak baik bagi Anda.”

 

 

Minum Susu Terlalu Banyak Menyebabkan Osteoporosis

 

Anggapan bahwa minum susu dapat mencegah osteoporosis adalah suatu miskonsepsi alias mitos! Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. Saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Tubuh berusaha mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, kalau kita minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya justru berkebalikan: jumlah total kalsium dalam tubuh kita justru menurun. Tak heran, dari empat negara peminum susu terbesar (Amerika-Swedia-Denmark-Finlandia), ditemukan banyak sekali kasus retak tulang panggul dan osteoporosis. Sebaliknya, hampir tidak ada kasus osteoporosis di Jepang semasa rakyat Jepang tidak minum susu. Konsumsi kalsium yang mereka peroleh dari ikan-ikan kecil dan rumput laut yang walaupun tidak cepat terserap dalam darah ternyata dalam jangka panjang justru berdampak baik.

 

Risiko-risiko Lain Minum Susu Sapi

 

Dokter Shinya sendiri menyaksikan dampak buruk konsumsi susu sapi dan produk-produk susu pada anak-anaknya semasa mereka masih kecil. Yang sulung menderita dermatitis atopik (ruam kulit parah), yang kecil mengalami gejala-gejala awal kolitis ulserativa (radang parah dengan tukak di dalam usus besar) seperti diare dan kotoran berdarah. Namun, setelah konsumsi dihentikan, semua penyakit itu menghilang dengan sendirinya.

 

Secara medis, sudah banyak laporan yang menguatkan pendapat Dokter Shinya bahwa konsumsi susu sapi dan produk-produk susu bisa memicu berbagai jenis alergi dan penyakit gaya hidup, termasuk diabetes, pada anak. Jika wanita hamil minum susu, anak-anak yang ia lahirkan juga lebih mudah terjangkit alergi-alergi itu.

 

Stop Minum Susu Sapi Komersial!

 

Tidak ada lagi alasan yang cukup kuat bagi saya untuk mempertahankan konsumsi susu sapi di rumah. Begitu bertekad menjalani Diet dan Gaya Hidup Keajaiban Enzim, dalam hati saya juga ingin anak-anak sejak dini memiliki pola hidup yang sehat ini. Langkah pertama adalah menyingkirkan susu sapi kotakan yang masih ada di kulkas. Susu kotak tadinya kusiapkan untuk diminum sewaktu-waktu merasa lapar di antara jam makan atau saat bepergian. Mulai saat ini, kalau sewaktu-waktu merasa lapar atau ingin mengudap, usahakan selalu ada buah segar di kulkas sebagai ganti susu kotaknya. Oh ya, saya juga tidak akan pernah lagi membelikan susu sapi komersial untuk anak-anak, termasuk produk-produk turunannya seperti keju, es krim, yoghurt, mentega, dan sebagainya.

 

Burung yang lahir dalam sangkar akan berpikir bahwa terbang merupakan kejahatan.

 

From: Wimpie [mailto:wim...@centrin.net.id]
Sent: Wednesday, April 22, 2015 7:17 AM
To: 'Wimpie'
Subject: RE: Bermanfaatkah Minum Susu?

 

Dear Pak Ipay,

Saya sampaikan kembali tulisan sebelumnya dengan topik “Bermanfatkah Minum Susu?”. Saya sudah membaca beberapa referensi dan untuk sementara menyimpulkan bahwa minum susu lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya. Saya akan share pendapat pakar kesehatan Hiromi Shinya MD dalam buka The Miracle of Enzyme tentang Susu. Salam

 

Burung yang lahir dalam sangkar akan berpikir bahwa terbang merupakan kejahatan.

 

From: Wimpie [mailto:wim...@centrin.net.id]
Sent: Tuesday, April 21, 2015 6:58 AM
To:
hall...@googlegroups.com
Subject: Bermanfaatkah Minum Susu?

 

Jangan terpengaruh iklan susu, manusia dewasa sebanarnya tidak butuh susu, kita tidak akan lebih sehat dengan minum susu. Minum susu diperlukan oleh mamalia bayi, mamalia dewasa nggak perlu minum susu. Lha manusia kan mamalia juga, jadi ya nggak perlu minum susu.

Secara genetis, tubuh manusia dewasa baru ada yang bisa mencerna susu ±10.000 tahun lalu. Jadi, kalau ada yang bilang susu menyehatkan, nanti dulu. Begini ceritanya...

Minum susu ini contoh bahwa budaya yang selalu berubah ikut membentuk evolusi genetik kita, bahkan kadang-kadang secara langsung dan sangat cepat. Peningkatan pesat gen manusia untuk mencerna laktosa (susu), yang awalnya tidak ada, adalah contoh klasik evolusi genetis karena budaya.

Tanpa gen pencerna laktosa, seseorang tidak bisa mencerna susu selepas masa bayi. Jika memiliki maka bisa mencerna susu seumur hidupnya. Hampir tidak ada manusia yang memiki gen pencerna laktosa ini dalam kromosom nya, sampai 15.000 tahun yang lalu, karena memang tidak ada gunanya.Tentu ada juga manusia yang membawa gen ini sebelum 15.000 tahun yang lalu, tapi beberapa gelintir saja. Hanya karena mutasi yang terjadi secara acak.

Lalu, konstelasi genetik gen pencerna susu  berubah ketika petani di Eropa mulai beternak binatang penghasil susu, sekitar 10.000 tahun lalu. Beternak binatang penghasil susu adalah kebudayaan baru saat itu, Hal ini memberi akses baru seleksi alam berkembangnya gen pencerna susu.

Tersedianya susu sebagai sumber protein alternatif yang bisa membantu menghadapi musim paceklik ini "memaksa" arah evolusi genetis manusia. Keunggulan untuk bisa lebih bertahan hidup ini dengan cepat menyebarkan gen pencerna susu ke seluruh Eropa, tetapi masih langka di tempat lain.

Londo-londo Eropa mulai menularkan budaya minum susu ini ke Nusantara mulai lima abad yang lalu, waktu yang terlalu singkat untuk ukuran evolusi.

Mengingat bahwa orang-orang Nusantara "baru" saja kenal budaya minum susu, mayoritas kita belum punya gen pencerna susu ini. Lagi pula, awalnya susu adalah makanan alternatif (bagi orang dewasa) di masa paceklik. Jadi, susu bukan kebutuhan pokok manusia dewasa. Lalu mengapa manusia dewasa masih suka melirik-lirik kantung penyimpanan ASI? … LOL. Salam.

 

Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.

 

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.



 

--

 

Muslim Atin

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages