Filosofi Dagang orang Minang

146 views
Skip to first unread message

Muslim Atin

unread,
Sep 2, 2015, 9:52:18 AM9/2/15
to hallopim

Orang Minang Tahu Marketing Modern

                Tanpa menafikan  keunggulan suku-suku lain, banyak orang mengakui  bahwa orang Minang mempunyai bakat dan keahlian berdagang . Buktinya, mereka bertebaran  di seluruh nusantara bahkan di mancanegara, mulai dari tingkat pedagang kaki lima sampai  menjadi pengusaha  dengan atau tanpa embel-ember gelar SE, Ph.D.dll  Bahkan  Neil Amstrong  dalam misi pendaratan pertama  Apollo 11 di Bulan tahun 1969 kaget melihat kepulan asap di bulan dan  ternyata Restoran Padang sudah duluan ada di sana...ha...ha..   

             Kenapa bisa demikian?    Sebenarnya orang Minang  dengan belajar dari falsafah  “kato pusako Minang” sejak dulu mereka sudah menguasai prinsip-prinsip  ekonomi dan pemasaran modern. Nggak percaya?  Mari kita lihat beberapa “kato pusako”  dalam khasazah budaya Minang.

                Pertama,  biasanya pesan mandeh (ibu) melepas anaknya pergi merantau yang umumnya  tanpa dibekali modal  (istilahnya hanya dengan”tulang delapan potong”), yakni berpedoman kepada falsafah yang dibawiskan nenek moyang Minangkabau:  “Jika anak pergi merantau, ibu cari dunsanak cari, induk semang cari dahulu.” Artinya pergi ke rantau terlebih dahulu harus mencari bapak angkat ( toke, boss) untuk mendapatkan pasokan barang dagangan.

              Kedua, dalam urusan mencari rezeki  selanjutnya  , terdapat beberapa kato pusako  seperti  : mangggaleh, badagang,  baniago,  bakadai dan bajua -bali dengan penjelasan makna  filosofis sbb:

1.       MANGGALEH .

Manggaleh berasal dari kata galeh , yang dalam bahasa Indonesia berarti gelas. Ia terbuat dari kaca, ia mudah pecak, sehingga perlu cara yang tepat penuh kehati-hatian dalam memegangnya supaya jangan pecah  dan tidak melukai diri sendiri atau orang lain.

Bahkan anak-anak sejak kecil di kampung saat mengadu layang-layang sudah mengenal banang bagaleh (benang dilumeri  bubuk kaca utk memutus tali layang-layang lawan).

 Falsafah manggaleh ini mengajarkan bahwa orang Minangkabau dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan harus  penuh perhitungan yakni dengan perencanaan  yang matang agar dapat memperoleh laba atau  hasil yang baik.  Ini disebut “PLANNING” dalam ilmu marketing modern.

2.       BADAGANG.

Badagang berasal dari kata dagang, yang dalam bahasa Indonesaia berarti pikul. Badagang artinya   memikul   dibahu dua buah barang yang berat menggunakan bambu yang masing-masing  barang tsb digantungkan diujung bambu   dimuka dan dibelakang   orang yang memikul tsb.

Prinsipnya beban barang yang berat  tsb tidak boleh dijinjing tapi harus disandang di bahu karena besar dan berat. Meletakkan barang tsb harus sama berat di muka dan dibelakang agar tidak terjungkal. Dan membawa barang tersebut harus melenggang agar terasa ringan dan pinggang tidak patah.

Falsafah badagang ini mengajarkan orang Minang agar dalam mengerjakan sesuatu atau menghadapi sesuatu masalah harus dapat menggunakan TAKTIK DAN STRATEGI  untuk menjalankan cara-cara yang tepat dan jitu. Sekaligus harus pandai memilih cara yang bisa meringankan biaya  sehingga usahanya berhasil atau memperoleh untung . Ini dikenal sebagai PRINSIP EKONOMI. 

3.       BANIAGO.

Baniago artinya pandai maago., artinya pintar menawar. Untuk bisa menawar seseorang harus pandai mengumpulkan informasi/data pasar sebanyak-banyaknya. Prinsip ini  dikenal dalam  istilah perang pemasaran sebagai  MARKET SURVEY  dan MARKETING INTELLIGENT. Mereka harus menguasai keduanya   sebelum mengambil keputusan. Artinya mereka harus tahu kondisi orang lain (pesaing).

4.       BAKADAI.

Bakadai artinya memperlihatkan lahir-batin. Ia pandai memperagakan yaitu menyusun dan meletakkan barang dengan baik sehingga kelihatan menarik dikenal dalam ilmu marketing dengan DISPLAY.

Ia harus pandai melayani, pandai memikat orang lain dengan tegur sapa yang sopan sehingga orang menjadi tertarik membeli. Ia harus jujur kepada pembeli tentang kondisi atau kualitas  barang, Dikenal dalam ilmu marketing dengan istilah HONEST atau jujur , sehingga pembeli tidak merasa ditipu dan menjadi puas. Ini lah yang disebut dengan tujuan CUSTOMER SATISFACTION  atau mengutamakan kepuasan pelanggan.

5.       BAJUA-BALI

Bajua-bali artinya dijual dulu baru dibeli.  Strategi ini berorientasi kepada pasar atau pembeli dikenal sebagai MARKET ORIENTED atau CONSUMER ORIENTED, bukan berorientasi kepada produksi. Artinya memproduksi atau menyediakan barang harus disesuaikan   dengan kebutuhan pasar,  trend kebutuhan dan kesenangan konsumen.  Baru kemudian barang tsb diproduksi atau dijual. Di sini juga berlaku prinsip perlunya prinsip bagaimana menentukan  MARKET SEGMENT (pangsa pasar).

        Bukan sebaliknya, barang diproduksi dulu sesuai keinginan produsen baru dijual. Akibatnya bisa-barang  tidak laku karena tidak diminati pembeli sehingga menyisakan stok yang tidak laku.

Disini ada perhitungan atau pertimbangan perlunya menjaga IRON STOCK (stok besi) yakni menjaga keseimbangan  barang nan dibali dan nan tak tabali terhadap nan dijua dan nan tak tajua. (barang yang dibeli dan tak terbeli terhadap barang yang terjual dan tak terjual).

Demikian sekelumit khasah budaya Minang tentang wirausaha.

       Semoga bermanfaat 

 

Salam

Muslim Atin

         

 

 

 

 

 

 

 


--

Muslim Atin

ahmad bahagia -

unread,
Sep 7, 2015, 10:08:59 AM9/7/15
to hall...@googlegroups.com
Dear Pak Muslim Atin

Benar sekali penjelasan Pak Muslim dan tidak bisa dipungkiri dan sebagai bukti nyata silahkan ke Tanah Abang dan tanah tanah lainnya di bumi persada Indonesia 

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

Figli Bombach

unread,
Sep 7, 2015, 10:35:56 AM9/7/15
to hallopim
Uda Muslim,..

Manggaleh
berasal dari kata galeh , yang dalam bahasa Indonesia berarti gelas. Ia terbuat dari kaca,...

Ada cerita lucu ketika keluarga kami hijrah dari Lhokseumawe ke Padang Panjang tahun 1999 anak kami yang nomor dua setelah tahun ajaran berakhir diangkat jadi ketua kelas tapi belum begitu mengerti Bahasa Minang, salah satu tugas dia adalah melaporkan ketidak hadiran siswa kepada guru piket,..pada waktu itu ada satu orang siswa yang tidak hadir selama dua hari, setelah hari ketiga siswa tersebut (s.t) masuk kelas ditanya sama anak saya (a.s),..

a.s     : kenapa kamu sudah dua hari tidak masuk sekolah
s.t     : aden pai mangawani apak den mambali galeh ka Padang (saya menemani bapak saya                membeli barang dagangan/gelas ke Padang)
a.s   : aah tidak masuk akal,..masak kamu membeli gelas aja sampai libur dua hari,..?
s.t    : bingung gak bisa ngomong,/.,,(*&^*()_)_

Cerita ini kami dapat dari guru piket waktu itu,..lol

salam,

--
Rasulullah SAW bersabda : "Orang mukmin yang satu atas mukmin yang lain laksana bangunan yang menguatkan antara satu dengan yang lain."
(HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang mampu memberikan manfaat pada saudaranya maka hendaknya dia memberi manfaat."
(HR. Muslim dan
Ahmad)

Muslim Atin

unread,
Sep 7, 2015, 12:28:12 PM9/7/15
to hallopim
Dinda Bobby
Si anak menambahkan : "Kan bapak den ingin  jaganyo supayo menjadi gadang" ha...ha..
Salam

Muslim Atin

Muslim Atin

unread,
Sep 7, 2015, 12:39:12 PM9/7/15
to hallopim
Dear pAhmad Bahagia

Betul sekali ,  tanda yang dapat kita saksikan di penjuru tanah air bahwa  budaya merantau orang Minang terkait dengan falsafah adatnya. Dalam disiplin ilmu semiotik (ilmu tentang tanda), hal-hal tersebut bisa  dijadikan ‘kacamata’ untuk menilik berbagai fenomena budaya suku-suku lain di sekitar kita. Lain padang lain ilalang, demikian kiranya ungkapan yang pantas untuk menyatakan hal  tsb.

--

Muslim Atin
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages